Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #211


__ADS_3

Pintu balcony serta temboknya yang menuju ke balcony rumah Liam terbuat dari kaca sehingga cahaya matahari bisa masuk lebih banyak di kamar tersebut bahkan di setiap kamar rumah tersebut. Kebetulan mereka meletakkan sebuah sofa di samping pintu balcony, jadi Liam bisa berjemur hanya dengan menggunakan celana kolor pendeknya saja tanpa merasa malu saat dilihat orang lain karena Liam merupakan pria yang pemalu apalagi saat memakai celana kolornya itu yang sedikit menonjolkan bagian aset berharganya. Jane kemudian mengambil penyedot debu mini untuk menyedot debu di atas ranjangnya sembari merapikannya karena mungkin sudah tidak akan dipakai lagi, apalagi Liam lebih memilih untuk tidur dan berjemur dengan berbaring di sofa.


Liam lalu berdiri dan pergi mengambil headphone serta handphone miliknya karena dia sedang ingin bersantai di akhir pekan sembari mendengarkan lagu. Liam lalu memutar sebuah lagu J-Pop (lagu pop yang berasal dari Jepang) dan dinyanyikan oleh penyanyi duo yang terkenal yaitu Yoasobi, sedangkan Jane masih sibuk merapikan ranjangnya. Setelah itu Jane yang masih menggunakan dress piyama kemudian menghampiri Liam untuk menanyakan dia ingin sarapan atau tidak, dan apa menu sarapan yang ingin dia makan namun Liam hanya menjawab sedang tidak ingin sarapan. Karena sepertinya Jane ingin mengajaknya berbicara, Liam kemudian melepaskan headphone yang menempel di telinganya serta mematikan lagu di handphonenya.


"Kenapa tidak ingin sarapan?" tanya Jane pelan.


"Sedang malas."


Jane lalu memijat kepala Liam "apa kamu marah kepadaku heum?"


"Tidak, aku memang sedang malas saja karena setiap weekend aku selalu bangun siang jadi tidak pernah sarapan.


"Oh begitu. Karena sekarang kamu bangun pagi, jadi kamu harus sarapan ya?"


"Kenapa begitu?"


"Agar perutmu tidak sakit hubby."


"Kalau begitu sarapan apa yang bisa kamu buat?"


Jane berfikir sejenak sembari terus memijat kepala Liam "apa saja yang hubby inginkan."


"Kalau begitu aku menginginkanmu sebagai sarapanku, bagaimana?" tanya Liam dengan senyuman licik.


"Tadi malam kan sudah hubby, masa minta lagi? nanti lama - kelamaan aku menjadi habis jika kamu terus memintanya."


Liam tertawa "ya sudah, apa saja yang kamu sajikan di atas meja pasti aku akan memakannya nanti siang."


"Kalau kamu memakannya nanti siang berarti namanya bukan sarapan dong, tetapi makan siang."


"Hahaha iya juga ya, ternyata kamu sangat pintar juga."


Jane tertawa kecil "iya dong, istrinya siapa dulu?"


"Istrinya Liam Gerard Robinson dong."


Jane lalu mencubit hidung Liam "hubby ini, selalu saja seperti itu."


"Jangan dicubit dong, pijat kepalaku saja."

__ADS_1


"Iya hubby. Kamu sedang sakit kepala?"


"Sedikit."


Jane lalu melihat sekeliling kamarnya yang luas itu "ternyata terasa sepi ya meskipun saat akhir pekan?"


"Mana yang sepi?"


"Rumah ini."


"Cepatlah mempunyai anak kecil agar dia bisa mengganggumu serta membuat suasana rumah ini menjadi ramai."


Jane menghela nafasnya "aku jadi bingung apakah keputusan yang aku buat ini tepat atau tidak?"


Liam lalu duduk di samping Jane "maaf aku tidak bermaksud untuk memaksamu agar segera memiliki seorang anak kecil, aku tadi hanya berniat untuk bercanda saja agar kamu tidak merasa kesepian."


"Kamu tidak perlu meminta maaf hubby, justru sekarang aku sedang memikirkan apakah aku ini sebenarnya adalah orang yang sangat egois karena keputusanku ini."


"Kamu tidak egois sama sekali karena aku tau jika sebenarnya kamu memiliki alasan yang sangat kuat untuk memilih menunda kehamilanmu selama setahun kedepan," ucap Liam meyakinkan Jane sembari mengusap - usap punggungnya.


"Benarkah?" tanya Jane menatap Liam.


"Kalau kamu bagaimana hubby? apa kamu merasa kesepian juga setelah pindah ke rumah ini?"


"Tidak juga, justru aku terbiasa dengan rasa sepi bahkan hampir bersahabat dengan yang namanya kesepian hehe."


"Tenang saja hubby sekarang kamu tidak akan kesepian dirumah ini karena kamu punya aku dan sedangkan aku punya kamu," ucap Jane tersenyum.


Liam mengusap rambut Jane lalu menciumnya "iya sayang."


Karena ada notif pesan di handphone miliknya, Jane lalu pergi mengambil handphonenya di meja sembari duduk di tepi ranjang dengan menyilangkan kedua kakinya. Ternyata pesan tersebut dari teman dekat Jane, dan isi pesan tersebut membuat Jane tersenyum gembira. Liam hanya memperhatikan istrinya itu dari Jauh sembari bertanya - tanya di dalam hatinya apa yang membuat istrinya itu sering sekali tersenyum saat melihat handphone miliknya. Liam lalu kembali memakai headphone di telinganya. Pandangan Liam kemudian beralih memperhatikan layar handphonenya untuk mencari lagu lain, dan dia memilih lagu dari sebuah grup musik Jepang juga yang bernama Radwimps. Liam mengetahui grup tersebut dari film anime yang dahulu dia tonton yaitu "your name" serta "weathering with you" karena menjadi soundtrack dalam film yang disutradarai oleh Makoto Shinkai.


Jane kembali menghampiri Liam sembari menoel - noel lengan Liam "hubby."


"Ya?" tanya Liam melepas headphonenya kembali.


"Aku boleh yoga tidak?"


"Tidak boleh!! masa kamu ikut yoga sedangkan kamu ini kan sudah menjadi istriku."

__ADS_1


Jane berdecak "ck, bukan yoga orang hubby tapi senam yoga."


"Oh itu, boleh."


"Karena cuacanya sedang cerah jadi aku akan melakukan senam yoga di tepi kolam renang, tapi sebelum itu aku akan menyiapkan sarapan untukmu terlebih dahulu."


Liam beralih melihat ke arah luar "oh iya ya, cuacanya sangat cerah secerah senyummu."


Jane tersenyum "hubby ini bisa saja."


"Hehe agar kamu tidak terus menerus merasa sedih karena aku tidak suka jika kamu merasa sedih."


"Ya sudah aku ganti baju dulu bye," ucap Jane lalu mencium pipi Liam.


"Iya sayang."


Jane kemudian pergi untuk mengganti pakaiannya dan setelah itu dia turun ke bawah membuatkan sarapan untuk suami tercintanya itu. Sekitar 15 menit kemudian Jane telah selesai membuat sarapan, yaitu sandwich daging dan setelah itu dia pergi ke ruangan gym di rumah tersebut untuk mengambil karpet yoga. Jane langsung pergi ke tepi kolam renang dan mulai melakukan senam yoga, sedangkan Liam masih membaringkan tubuhnya di atas sofa sembari berjemur. Waktu berlalu begitu cepat hingga tidak terasa satu jam kemudian Liam sudah mulai merasa bosan. Liam lalu turun ke bawah dan menyantap sandwich yang tadi dibuat oleh Jane sembari meminum susu dingin dari kulkas. Liam kemudian menghampiri Jane ke tepi kolam renang sembari terus memakan sandwich buatan istrinya itu.


*Nom nom nom* Liam terus mengunyah sandwich itu.


"Belum selesai senam yoganya?"


"Sebentar lagi."


"Okay," ucap Liam masih sembari terus menyunyah.


"Jangan berbicara saat mulutmu masih penuh dengan makanan hubby," ucap Jane memperingatkan Liam.


"Oh iya lupa, maaf."


Jane menggelengkan kepalanya "iya."


Liam telah selesai makan lalu mendekati Jane "ihh perutmu sangat rata sekali," ucapnya sembari menoel - noel perut Jane.


"Besok semakin lama juga pasti akan buncit."


"Benarkah? kenapa?"


"Karena hamil."

__ADS_1


"Oh."


__ADS_2