Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #90


__ADS_3

Di malam harinya saat Liam memasuki kamarnya tiba - tiba ada setelan jas baru bewarna biru tua yang diletakkan di atas ranjangnya. Liam kemudian mendekati ranjangnya untuk melihat jas tersebut dari dekat. Selang beberapa menit kemudian Mrs Robinson memasuki kamar Liam dan meminta Liam untuk memakai setelan jas tersebut. Liam lalu pergi ke ruang gantinya dan memakai setelan jas tersebut walaupun sebenarnya dalam hatinya bertanya - tanya mengenai acara yang akan dihadiri oleh keluarganya itu karena biasanya setiap akan menghadiri suatu acara pasti Mr Robinson memberitahunya sehari sebelum acara, namun hari ini dia tidak mendapatkan pesan apapun darinya tentang acara yang akan dihadiri olehnya. Setelah selesai bersiap - siap Liam kemudian menghampiri Mrs Robinson yang sedang duduk di sofa kamarnya sembari melihat ke layar handphone miliknya. Mrs Robinson kemudian merapikan dasi kupu - kupu yang sedang dipakai oleh Liam agar terlihat lebih rapi. Liam tidak memakai dasi yang sudah di siapkan oleh Mrs Robinson karena dia ingin memakai dasi pemberian dari adik kesayangannya yaitu Rosie. Kebetulan warna dasi pemberian dari Rosie dan warna jas yang sedang dia pakai memiliki warna yang hampir senada, jadi menurutnya tidak masalah karena warnanya sama - sama bewarna biru.


Selesai merapikan dasi Liam, Mrs Robinson kemudian memberikan sebuah topeng yang akan Liam pakai nanti di acara tersebut lalu setelah itu Mrs Robinson melangkah pergi dari kamar Liam. Saat melangkah pergi Mrs Robinson tersenyum karena putranya itu sangatlah tampan ketika menggunakan setelan jas dengan warna kesukaannya tersebut. Dari dulu Liam sangat menyukai warna biru bahkan hampir semua barang - barangnya memiliki warna dominan biru. Jika diberi pilihan benda mana yang paling bagus dan jika dari pilihan tersebut ada yang bewarna biru pasti Liam tetap akan memilih benda yang ada warna birunya. Semua anggota keluarganya dan para sahabatnya itu sudah sangat hapal sekali dengan hal tersebut, jadi terasa sia - sia saja jika mereka meminta Liam untuk memilihkan suatu barang namun di pilihan tersebut ada yang bewarna biru karena jawabannya sudah bisa ditebak Liam akan memilih yang apa. Liam kemudian mengambil dompet, handphone beserta kunci mobil miliknya dan setelah itu Liam turun ke bawah untuk menemui anggota keluarganya yang sudah berkumpul di ruang tengah.


Mr Robinson lalu memberitahu alamat acara yang akan mereka datangi dan setelah itu mereka semua berangkat menuju alamat tersebut. Sesampainya di hotel S milik keluarganya, Liam lalu memarkirkan mobilnya tersebut dan memakai topengnya sebelum turun dari mobil miliknya. Liam menduga jika malam ini adalah pesta topeng seperti yang pernah dia lihat di dalam sebuah adegan film kesukaannya karena banyak yang memakai topeng di sekitar hotel tersebut. Liam kemudian berjalan tepat di sebelah Rosie dan mereka masuk ke dalam hotel tersebut. Saat Liam berjalan memasuki hotel tersebut ada seorang wanita yang berjalan mendahuluinya. Wanita tersebut memakai gaun indah bewarna hitam dengan sangat elegan sehingga membuat pandangan mata Liam selalu tertuju padanya walaupun Liam hanya bisa memandang punggung belakangnya saja. Liam juga berfikir jika wangi parfume nya seperti tidak asing karena wanita tersebut seperti mandi menggunakan parfume hingga membuat wangi parfumenya semerbak bahkan hampir memenuhi hotelnya.


"Kamu tau siapa wanita yang berjalan mendahului kita tadi?" tanya Liam kepada Rosie.


"Wanita yang mana?"


"Wanita yang memakai gaun bewarna hitam dengan model rambut di cepol dan wangi parfume nya sangat harum sekali hingga seperti memenuhi ruangan hotel ini."


"Aku tidak tau wanita mana yang kamu maksud itu Liam, lagipula aku tidak melihatnya."


"Ah kamu ini sangat menyebalkan sekali, sebenarnya apa yang lebih menyita perhatianmu saat ini sehingga kamu tidak bisa melihat wanita tadi?"


"Makanan dan minuman yang berada di sini."


"Kamu ink selalu saja memikirkan tentang hal tersebut dimanapun kamu berada."


"Jika kamu ingin mengetahui tentang wanita tersebut mengapa kamu tidak mencoba mencarinya di sekitar area ini?"

__ADS_1


"Benar juga."


"Aku rasa sepertinya ini akan mirip dengan cerita Cinderella yang memiliki sepatu kaca jadi kamu harus berhasil menemukannya sebelum pukul 12 malam, dan kalau perlu kamu harus bisa menahannya di dalam apartementmu," ucap Rosie bercanda.


"Jika aku membawanya ke apartement milikku nanti Jane akan marah kepadaku."


"Memang kalian berdua sudah resmi berpacaran?"


"Belum."


"Dasar bodoh."


Suasana di hotel tersebut sangat ramai dan semua orang yang menggunakan topeng berkumpul di rooftop hotel karena memang acaranya sengaja diadakan disana. Liam tidak dapat mengenali siapapun yang berada di acara tersebut kecuali daddy, mommy, dan adiknya karena Liam tidak bisa melihat mereka dengan jelas apalagi saat mereka semua menggunakan topeng mereka masing - masing. Liam kemudian berkeliling di sekitar area tersebut untuk menemukan wanita yang tadi mendahuluinya saat masuk ke dalam hotel. Beberapa saat kemudian Liam berhasil menemukan wanita tersebut tetapi saat hendak menghampirinya tiba - tiba pembawa acara menarik Liam untuk ke depan karena ternyata pesta tersebut adalah pesta ulang tahun Liam yang sengaja diadakan oleh Mr dan Mrs Robinson. Acara tersebut sangat meriah dan Liam mendapatkan banyak ucapan selamat dari semua tamu undangan terkecuali dari wanita misterius tadi. Tiba saatnya di pengujung acara yaitu berdansa bersama. Semua wanita yang hadir di acara tersebut ingin berdansa bersama Liam namun Liam menolaknya. Liam lalu pergi meninggalkan semua wanita tersebut dan menghampiri wanita misterius tadi yang sedang minum champagne hingga membuat para wanita lainnya merasa kesal dengan sikap Liam terhadap mereka semua.


Wanita itu kemudian menoleh ke arah Liam "maaf aku bukan Jane yang kamu maksud."


"Sudahlah tidak perlu mengelak lagi karena aku sudah mengenalimu karena wangi parfume milikmu itu. Jika kamu ingin menghindariku setidaknya berfikirlah cerdas sedikit, apa kamu lupa jika parfume yang kamu pakai sekarang adalah pemberian dariku?"


"Baiklah aku mengakuinya, tetapi aku sedang tidak ingin berdansa dengan siapapun termasuk dirimu."


"Lihatlah semua wanita itu! mereka ingin sekali menjadi pasangan dansaku malam ini namun aku menolaknya karena aku hanya menginginkan kamu untuk menjadi pasanganku."

__ADS_1


"Aku ingin pulang saja." Jane lalu mulai melangkah pergi meninggalkan Liam.


Liam dengan cepat meraih tangan Jane dan membalikkan tubuh Jane hingga mendekatkan wajahnya ke telinga Jane "aku tidak menerima penolakan untuk saat ini karena ini hari ulang tahunku. Setelah ini pulanglah bersamaku ke apartement."


"Bagaimana jika aku tetap menolakmu?"


"Aku akan terus memaksamu untuk menjadi pasanganku malam ini."


"Ini bukan gayamu sama sekali. Apa kamu sekarang menjadi anak nakal heum?" tanya Jane sembari tersenyum


"Untuk malam ini mungkin saja, dan ingatlah jika aku tidak pernah memberikan seseorang sebuah kesempatan kedua."


"Baiklah kalau begitu aku menerimanya karena aku merasa penasaran apa yang akan kamu berikan kepadaku setelah acara ini selesai." (smirk)


Liam dan Jane mulai berdansa bersama mengikuti alunan musik yang berada di acara tersebut. Liam merasa kagum kepada Jane apalagi dengan gaun hitam elegan yang dia gunakan saat ini hingga membuat Liam tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Jane. "Kamu sangat cantik menggunakan gaun itu dan juga sangat cocok dengan gaya rambutmu saat ini," ucap Liam memuji Jane.


Jane tersipu malu setelah mendengar pujian dari Liam "jangan terus memujiku seperti itu."


"Aku memujimu seperti itu karena kenyataannya memang begitu, dan ketahuilah bahwa aku sangat jarang memuji wanita."


"Baiklah terima kasih banyak pangeran Liam, dan kamu juga sangat tampan sekali memakai setelan jas itu."

__ADS_1


Liam tersenyum "aku tahu itu."


__ADS_2