Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #270


__ADS_3

Keesokan harinya setelah Liam pergi ke kantor, Jane yang sedang tidak ada jadwal pemotretan alias sedang senggang, memutuskan untuk pergi ke tempat senam pilates. Sudah lama Jane tidak melakukan senam pilates dikarenakan sedang sibuk mengurus suaminya, padahal Liam sangat membebaskan Jane untuk melakukan sesuatu hal yang dia inginkan serta tidak minta untuk diurusi sampai segitunya. Namun walaupun begitu Jane tetap saja merasa tidak enak jika tidak melakukan hal tersebut karena takut disangka tidak pernah mengurus suami, dan hanya ingin menghambur - hamburkan uangnya saja. Misi pertama Jane sebagai istrinya adalah memperbaiki serta menjaga penampilan Liam agar tidak diejek penampilannya seperti gembel.


Awalnya Jane sering sekali membelikan Liam beberapa pakaian baru serta membuang semua pakaian Liam yang lama, oleh karena itu Jane pergi berbelanja tidak semerta - merta untuk dirinya sendiri namun untuk kebutuhan rumah tangganya juga. Sesampainya di tempat tersebut Jane kemudian mengganti bajunya terlebih dahulu sebelum latihan, dan setelah itu dia mulai pemanasan bersama pelatihnya. 1 jam kemudian Jane telah menyelesaikan latihannya dan juga sudah berganti baju. Jane lalu berkata kepada Pak Kang bahwa dia ingin pergi ke mall membeli beberapa pasang pakaian untuk Liam. Pak Kang lalu mengendarai mobilnya ke menuju mall, dan begitu sampai di mall dia lalu menemani Jane berbelanja di mall. Jane lalu memilih beberapa baju kemeja, kaos oblong, serta kaos polo untuk Liam dengan berbagai model serta warna.


Saat makan siang, Jane lalu mengajak Pak Kang untuk makan di sebuah restaurant ramen yang letaknya tidak jauh dari sana dan yang masih sejalur.


"Mari makan," ucap Jane dengan ramah.


"Baik nyonya."


"Panggil saja nona, kenapa harus memanggil dengan sebutan nyonya?" tanya Jane protes.


"Karena sekarang anda bukan lagi sebagai nona namun sudah menjadi nyonya."


"Tetapi rasanya sedikit canggung jika kamu memanggilku dengan sebutan nyonya, jadi saat kita sedang berdua maka panggil saja dengan sebutan nona."


"Baik nona."


Jane lalu melihat beberapa poster bergambar anime yang ditempel di tembok.


"Sepertinya Liam akan suka jika diajak makan kesini."


"Apa tuan juga menyukai makanan ramen?" tanya Pak Kang setelah menyeruput kuah mie.


"Dia lebih suka melihat poster yang bergambar anime, karena dia sangat menyukai anime."


"Oh begitu rupanya, saya tidak menyangka jika tuan sangat menyukai anime."


"Aku dulu juga begitu, tetapi setelah melihat beberapa koleksi komik serta koleksi action figure nya aku jadi mengetahuinya."


"Wah pasti action figure nya sangat mahal."


"Itu hanya patung mainan saja, mana mungkin harganya mahal."


"Ada action figure yang harganya setara dengan tas milik nona itu, dan pasti tuan mengoleksi action figure yang harganya sama dengan tas milik nona."


"Memangnya berapa harganya?"

__ADS_1


"Mungkin yang besar sekitar 60 juta ke atas dan kalau yang besarnya sebesar manusia asli pasti sudah beratus - ratus juta."


Jane terkejut dengan ucapan Pak Kang.


"Masa sampai segitu harganya? aku fikir hanya 500 ribuan saja."


"Yang 500 ribuan mungkin kalau yang asli hanya dapat yang kecil."


"Oh begitu."


"Sebenarnya anda dengan tuan itu juga sama - sama suka mengoleksi barang - barang yang harganya mahal," ucap Pak Kang sembari tertawa.


"Kamu tahu berapa harga PC gaming milik Liam?"


"Wah kalau itu harganya lebih mahal dari mobil biasa jika ditotal secara keseluruhan karena tuan membelinya selalu yang terbaik, keyboard nya saja mungkin harganya sampai jutaan dan belum lagi printilan - printilan lainnya."


"Oh ternyata orang itu lebih memilih membeli peralatan untuk game daripada membeli baju untuk dirinya sendiri."


Pak Kang hanya tertawa saat mendengar Jane bergumam karena merasa kesal.


"Baik nona."


"Sudah lama aku tidak menemui mommy. Eh Pak Kang ternyata sangat mengasyikkan juga ya menikah dengan pria yang umurnya lebih muda."


"Kenapa begitu?"


"Lebih banyak bercandanya daripada tegangnya walaupun dia juga masih bisa diajak serius, tetapi terkadang saat dia marah bisa terlihat sangat menakutkan."


"Memangnya anda pernah dimarahi oleh tuan?"


"Pernah beberapa kali, huh sangat menyebalkan sekali karena dia terlalu posesif. Kata - katanya selalu saja menusuk sampai ke ulu hati jika sedang menyindirku."


"Tuan bersikap sangat posesif kepada anda karena dia sangat mencintai anda, nona."


"Aku rasa begitu, tetapi yang paling menyebalkan saat dia melarangku untuk memakai pakaian yang sexy."


"Tuan melarang anda seperti itu karena tuan tidak ingin anda menjadi pusat perhatian di antara para pria sehingga menimbulkan hal yang tidak - tidak."

__ADS_1


"Ihh kenapa sih Pak Kang selalu membela Liam?"


"Saya tidak membela tuan namun saya mengerti tuan sebagai sesama pria, kita para pria tidak ingin jika wanita yang sangat kita cintai disakiti oleh orang lain apalagi sampai tahu bahwa wanita itu dijadikan sebagai objek pemuas nafsu saja."


"Oh begitu."


Ring!! Ring!! telepon Jane berbunyi.


"Iya hubby ada apa?" tanya Jane melalui sambungan telepon.


"Sedang ada dimana dan dengan siapa?"


"Aku sedang makan ramen bersama Pak Kang."


"Oh begitu."


Setelah itu Liam langsung mengakhiri pembicaraannya di telepon, dan setelah itu Jane bercerita kepada Pak Kang hingga membuatnya tersenyum saat mendengar ceritanya setelah dia menerima telepon dari Liam. Setelah menyelesaikannya, Jane dan Pak Kang lalu pergi menuju ke rumah ibu mertua Jane yaitu Mrs Robinson. Jane lalu pergi menemui Mrs Robinson yang sedang sibuk membuat kue cookies untuk camilan. Lalu mereka berdua membuat kue bersama sembari berbincang santai, dan Mrs Robinson mengajari Jane mengenai langkah - langkah dalam pembuatan kue tersebut. Mrs Robinson juga bercerita kepada Jane bahwa Liam sangat menyukai beberapa jenis kue apalagi dengan roti coklat keju.


"Kenapa Liam sangat menyukai sesuatu hal yang manis mom?" tanya Jane penasaran.


"Karena dari dulu mommy lebih sering memberikan Liam makanan yang manis, dan untung saja Liam tidak mengalami obesitas karena terlalu sering mengkonsumsi makanan yang manis - manis."


"Benar sih mom, karena Liam juga sering berolahraga serta bisa menjaga pola makannya walaupun yang paling sulit dirubah itu adalah mengkonsumsi makanan manis."


"Benar, dahulu mommy sering iseng membuatkan sesuatu yang kadar gulanya sudah dikurangi namun tetap saja Liam tidak ingin memakannya."


"Oh begitu."


"Kamu habis dari rumah?"


"Tidak mom, aku habis dari senam pilates lalu pergi ke mall membelikan pakaian untuk Liam. Habisnya dia selalu memakai pakaian yang itu - itu saja hingga rasanya membuatku muak hahaha."


"Liam dari dulu memang begitu, setiap dibelikan baju yang baru pasti tetap saja mencari yang lama hingga saking kesalnya aku langsung membuangnya ke tempat sampah."


"Aku juga melakukan hal seperti itu mom, dulu waktu dia mengajakku pergi reuni masa dia hendak memakai jas yang lusuh dan malam harinya aku buang jas itu lalu menggantikannya dengan yang baru."


Mrs Robinson hanya tertawa mendengar cerita Jane.

__ADS_1


__ADS_2