Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #267


__ADS_3

Setelah itu Jane beranjak dari tempat tidurnya dan memakai piyama miliknya yang berada di sofa karena semalam Liam melemparkannya ke sana. Jane kemudian membuka semua gorden serta jendela kamarnya agar cahaya matahari dapat masuk ke dalam kamar mereka berdua, sedangkan Liam masih sibuk berguling - guling di atas ranjang. Rasanya malas sekali ingin pergi berolahraga, akan tetapi setelah difikir - fikir dia sudah lama tidak berolahraga dan pasti semakin lama perut six pack miliknya itu sekarang akan membuncit jika dia berhenti berolahraga. Saat di tengah kebimbangannya itu, secara tidak sengaja Liam melihat paras cantik istrinya yang terkena sorotan cahaya matahari saat dia sedang berada di balcony kamarnya.


Rambutnya yang panjang serta bewarna kecoklatan itu bergerak - gerak karena tertiup angin hingga semakin memberikan kesan bahwa parasnya itu terlihat sangat sempurna. Dengan memakai gaun piyamanya, dia bersandar di pagar pembatas balcony kamar sembari menatap area sekitar. Sesekali dia juga terlihat sedang menyelipkan rambutnya di telinganya, dan hal tersebut membuat Liam semakin merasa terpana kepadanya. Liam kemudian meraih handphone miliknya dan memotretnya secara diam - diam dari atas ranjangnya. Setelah itu dia pergi menghampiri Jane dan memeluknya dari belakang sembari mencium pipinya dengan lembut. Kepala Liam bersandar di bahu Jane sembari terus memeluknya dari belakang, dan sesekali Liam melontarkan sebuah pujian untuknya.


Di sisi Lain Pak Kang yang sedang berkeliling di sekitar rumah bersama pak satpam, tiba - tiba saja tanpa sengaja melihat mereka berdua sedang bermesraan di balcony kamarnya. Awalnya pak satpam yang terlebih dulu melihatnya saat sedang menarik nafas panjang sembari melihat ke arah langit, dan setelah itu dia menepuk - nepuk punggung Pak Kang saat dia sedang melakukan pemanasan. Pak Kang langsung melihat ke arah yang ditunjuk oleh pak satpam, dan Pak Kang mengamati sesuatu yang telah ditunjuk oleh rekan kerjanya itu. Setelah itu Pak Kang langsung menundukkan kepalanya dan menutupinya dengan tangannya. Pak Kang lalu menarik tangan pak satpam agar segera menjauh dari area tersebut sebelum diketahui oleh bossnya. Pak Kang takut jika dia akan mengganggu kemesraan mereka berdua apalagi itu masih termasuk area pribadi mereka, jadi lebih baik Pak Kang menyingkir saja dari area tersebut.


"Ada apa tiba - tiba menarikku pergi Pak Kang?"


"Apa kamu tidak menyadari bahwa itu bisa mengganggu kenyamanan mereka apalagi itu masih di area pribadi tuan muda?"


"Benarkah? aku justru tidak mengetahuinya karena itu merupakan area luar kamar."


"Mereka berdua berada di balcony kamar, dan itu masih disebut sebagai area pribadi mereka."


Pak satpam mengangguk paham.


"Oh begitu."


"Jadi jika mereka berdua sedang seperti itu lebih baik kamu menyingkir saja."


"Baik. Mmm aku merasa iri kepada tuan dan nyonya karena mereka sangat harmonis serta perjalanan cinta mereka berdua sangatlah mudah."


"Tidak juga, justru perjalanan cinta mereka berdua sangatlah complicated alias rumit."


"Benarkah? wah aku tidak menyangka jika akan seperti itu karena yang aku tahu mereka berdua itu menikah karena dijodohkan oleh orang tua mereka masing - masing."


"Benar, awalnya dijodohkan namun semakin lama tidak terasa seperti itu dan justru mereka malah saling mencintai sebelum memutuskan untuk menikah."


"Oh, mmm kamu ini sudah bekerja dengan nyonya sangat lama jadi kamu pasti tahu seluk beluknya nyonya kan?"


"Iya, tetapi rahasia."


"Eh bagaimana kamu mengetahui jika aku ingin mendengar semuanya?"


"Dari nada bicaramu serta pemilihan kalimatnya sudah sangat jelas jika kamu menginginkan aku untuk bercerita mengenai seluk beluknya."


Pak satpam langsung menggaruk rambutnya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Hehe ternyata kamu ini sangat pintar sekali membaca situasi, pantas saja kamu adalah bodyguard yang sudah bersertifikasi."


"Tentu saja," ucap Pak Kang menyombongkan dirinya sendiri.


"Bagaimana caranya agar menjadi sepertimu?"


"Caranya adalah jangan terlalu kepo alias terlalu ingin tahu mengenai urusan boss kamu, dan yang kedua setiap rahasia harus disimpan rapat - rapat antara kamu dengan bossmu saja."


"Sepertinya kamu sedang menyindirku."


"Mungkin hanya perasaanmu saja deh."


"Mungkin saja begitu. Pekerjaan kamu yang sebagai bodyguard pribadi nyonya dan pasti nyonya selalu mengajakmu bepergian ke luar negeri, negara mana saja yang sudah kamu datangi?"


"Paris, New York, Hawaii, Los Angeles, dan masih banyak lagi."


"Keren, pasti sangat seru berlibur di luar negeri bukan?"


"Ada serunya dan ada yang tidak."


"Kenapa begitu?"


"Benarkah? kenapa bisa begitu?"


"Entahlah mungkin mereka terlalu terobsesi dengan nyonya jadinya mereka memilih untuk mengikuti kemanapun kita pergi, dan tidak jarang ada seseirang yang selalu stay di dekat rumah."


"Wuihh mengerikan sekali ternyata, aku fikir kejadian seperti itu hanya ada di film saja."


"Awalnya aku juga mengira hal seperti itu, tetapi setelah terjun kelapangan dan menemuinya sendiri itu sedikit membuatku merasa takut."


"Takut kenapa?"


"Takut jika aku gagal menjalankan tugas serta kewajibanku untuk menjaga nyonya."


"Benar juga sih karena itu tanggungjawabnya sangat besar sehingga hanya orang - orang yang sudah terlatih yang bisa menjadi bodyguard dari artis - artis terkenal," ucap pak satpam menyetujui ucapan Pak Kang.


****************

__ADS_1


Di belahan bumi bagian lain, Dio sedang berencana untuk pergi ke sebuah toko buku bersama dengan Chicko. Saat ini Dio masih berada di atas ranjangnya sembari bermain game, sedangkan Dio berjanji kepada Chicko untuk menjemputnya dirumah pada jam 3 sore. Dio lalu berniat menyelesaikan satu babak permainan baru setelah itu dia pergi bersiap - siap ke rumah Chicko, dan saat jam sudah menunjukkan pukul 3 sore Dio langsung bergegas mandi. Selesai mandi Dio juga tidak lupa untuk berdandan, siapa tahu ada wanita cantik yang tertarik kepadanya dan kalau bisa wanita se-kecamatan juga tertarik kepadanya. Setelah itu baru deh Dio memanasi motornya sebelum menjemput Chicko di rumahnya, dan sesampainya disana ternyata Chicko sudah menunggunya di teras rumah sejak jam 3 kurang 15 menit. Setelah menjemput Chicko, Dio langsung mengendarai motornya menuju ke sebuah toko buku yang berada di dalam mall.


"Memangnya komik itu sudah rilis di toko buku?" tanya Chicko merasa ragu.


"Sudah, aku sudah mendapat informasinya dari instamili."


"Baiklah mari kita cari, tetapi awas saja kalau kamu berbohong kepadaku."


"Tidak mungkin aku berbohong kepadamu, bukankah kemarin sudah jelas saat aku memberikan kamu tangkapan layar dari instamili?"


"Iya juga sih."


Mereka berdua lalu mencari ke semua rak buku yang bertuliskan komik untuk mencari sebuah komik keluaran terbaru. Tiba - tiba saja Dio menepuk bahu Chicko.


"Eh bukankah itu Rosie, adiknya Liam?"


"Benar, kenapa ya dia ada disini?"


"Ngaduk semen."


"Jangan bercanda."


"Habisnya sudah tahu ini toko buku dan jika dia berada disini pasti sedang mencari buku, lalu kenapa kamu masih bertanya?"


"Aku akan menemuinya," ucap Chicko merasa percaya diri.


"Silahkan."


"Hai Rosie ternyata disini juga ya?" sapa Chicko.


"Eh iya Chic, sedang mencari apa?"


"Buku akutansi."


"Oh begitu."


"Kalau kamu?"

__ADS_1


"Novel."


"Oh."


__ADS_2