Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #194


__ADS_3

Mereka bertiga lalu melanjutkan perbincangan mengenai Liam dan saat itu juga Ricko menceritakan tentang betapa canggihnya rumah Liam yang baru. Dio dan Chicko langsung ingin mengunjungi rumah Liam namun karena Liam pergi honeymoon dengan waktu yang belum bisa dipastikan kapan pulangnya ke Indonesia, akhirnya mereka berdua mau tidak mau harus bersabar menunggu Liam sampai pulang ke Indonesia. Karena sudah terlalu lama di cafe dan mereka merasa tidak enak jika berlama - lama disana, mereka bertiga lalu pergi ke rumah Ricko untuk melanjutkan perbincangan mereka sembari bermain PS (playstation). Karena kebetulan orang tua Ricko sedang pergi ke rumah kakeknya yang berada di Surabaya, jadi mereka bertiga bisa lebih leluasa bermain disana.


Tiba - tiba saja Ricko mendapatkan telepon dari Josh karena saat Josh sampai di cafe, mereka bertiga sudah tidak ada dan Ricko lupa memberitahu Josh bahwa sekarang mereka sedang berada di rumahnya. Ricko lalu mengirimkan alamat rumah pribadinya kepada Josh dan Josh langsung bergegas menyusul mereka bertiga di rumah Ricko. Sekitar kurang lebih 30 menit kemudian Josh telah sampai di depan rumah Ricko namun saat dia mengetuk pintu rumah tersebut sembari memanggil Ricko, Josh tidak mendapatkan jawaban. Josh lalu kembali menghubungi Ricko dan setelah mendapat telepon dari Josh, Ricko keluar rumah dan memanggil Josh yang ternyata Josh salah rumah. Rumah di samping Ricko memang sudah kosong ditinggal oleh penghuninya sejak 3 tahun yang lalu dengan alasan yang tidak jelas.


Ada yang bilang bahwa rumah tersebut berhantu namun ada juga yang bilang bahwa rumah tersebut milik istri kedua, dan setelah bercerai istrinya itu kembali ke rumah orang tuanya karena tidak sanggup tinggal sendirian di rumah sebesar itu apalagi mereka belum mempunyai anak. Pantas saja Josh merasa curiga karena rumah tersebut seperti sudah tidak terawat dan banyak tumbuhan ilalang di halaman rumah. Josh lalu menuntun motornya menuju rumah Ricko, setelah itu Ricko membawa Josh masuk ke dalam rumah miliknya. Josh merasa sangat tertarik kepada rumah Ricko saat dia masuk ke dalam rumah tersebut karena di dalam rumah tersebut banyak dekorasi - dekorasi antik yang belum pernah dia lihat sekalipun. Ada beberapa jenis keris, gamelan, wayang, dan lain - lain yang menghiasi ruangan tengah di rumah Ricko. Papah Ricko dari dulu sangat suka mencari barang - barang antik ataupun sejenisnya, sehingga tidak heran jika sekarang dirumahnya banyak barang - barang tersebut.


"Dekorasi rumahmu bagus Ric," ucap Josh sembari melihat - lihat koleksi di lemari kaca.


"Ah itu papah aku yang selalu membawanya pulang."


"Oh, aku boleh minta yang ini?"


"Tidak, itu milik papah aku."


"Ya sudah kalau begitu aku akan membelinya, bagaimana?" tawar Josh.


Ricko menggeleng "tetap tidak bisa, nanti aku bisa dimarahi oleh papah aku."


"Ya sudahlah kalau begitu."


"Kamu sudah pergi ke rumah adikmu?" tanya Dio.


Josh menggeleng "belum, aku baru pulang dan mereka berdua sudah pergi honeymoon."


"Iya juga sih, mungkin saja mengejar jadwal Liam juga."


"Kalau ditunda terus pasti mereka berdua tidak jadi pergi honeymoon, kalian kan tau sendiri bagaimana Liam," ucap Chicko memakan keripik.


Ricko merebut toples keripik miliknya "waktu itu pagi - pagi sekali Jane juga sudah ditinggal meeting oleh Liam."


"Benarkah?" tanya Josh kaget.


"Iya, eh kembalikan keripik balado ku!!" teriak Ricko sembari merebut toplesnya kembali.


"Minta sedikit," ucap Chicko memohon.


"Minta sedikit tetapi kamu sudah menghabiskan setengah toples," ucap Ricko ketus.


Dio tertawa "aneh sekali kalian berdua, masa makan keripik saja sampai berebut."


"Habisnya ini keripikku satu - satunya."


"Sudahlah, lebih baik kita memesan martabak manis saja bagaimana?" tanya Josh.


Mereka bertiga mengangguk "boleh," ucapnya serempak.

__ADS_1


"Tenang saja, aku yang akan memesannya."


"Kamu yang bayar juga kan?" tanya Dio memastikan.


"Iya deh iya," ucal Josh mengambil handphone dari saku.


Chicko lalu celingak celinguk melihat sekeliling "ini sudah larut malam, kita tidak apa - apa main dirumahmu?"


"Tenang saja, papah dan mamahku sedang pergi ke Surabaya menjenguk nenek."


"Nenek kamu sakit? kenapa kamu tidak ikut menjenguknya?" tanya Chicko kembali.


"Nenekku tidak sakit, mereka hanya menjenguknya karena rindu."


"Oh begitu, aku kira nenekmu sakit."


"Tidak, nenek aku masih sehat bugar jiwa muda."


Dio menyela pembicaraan mereka "adu saja dengan grandma nya Liam, Ric."


Ricko tertawa "huss, sembarangan kalau berbicara."


"Eh tetapi aku pernah lihat grandma nya Liam sekali, dia orang Jepang dan cantik."


"Benar, dan wuihh cantik sekali walaupun sudah tua. Apa jangan - jangan kalau aku menikah dengan waifu ku nanti dia akan semakin cantik saat tua?"


"Cantik sih cantik, hanya saja waifu mu itu tidak nyata anjir."


Ricko tertawa "dasar stress, cari wanita 3D saja sana daripada terus berimajinasi menikah dengan waifumu yang 2D itu."


"Kalaupun waifumu itu jadi nyata mana mungkin dia mau menikah dengamu," ucap Chicko mengejek Dio.


"Iya deh iya, besok aku akan mencari istri cosplayer saja lah."


"Liam tuh yang dapat istri cosplayer," ucap Josh tiba - tiba.


"Bukankah istrinya Liam itu adikmu juga?" tanya Dio.


"Benar, dan kadang adikku juga suka cosplay macam - macam seperti medusa, cinderella, dan lain - lain saat halloween party."


"Wah tak disangka - sangka ternyata."


"Awas jangan sampai kamu berniat merebut Jane, bisa - bisa lehermu itu akan dipatahkan oleh Liam."


"Eh benar juga Ric, dia kan pemegang sabuk hitam taekwondo."

__ADS_1


"Nah kan."


"Tidak jadi deh."


Di Paris, Liam dan Jane yang setelah berjalan - jalan bersama di sekitar menara eiffel langsung masuk ke dalam kamar ketika mereka sampai di hotel. Mereka berdua merasa lelah dan ingin langsung beristirahat setelah mereka berdua mengganti pakaiannya. Liam lalu memperhatikan istrinya yang sedang melepas anting miliknya dengan dilanjutkan memakai cream malam. Kali ini Jane memakai piyama yang lebih sexy dari biasanya sehingga bagian punggungnya itu sangat terlihat jelas apalagi jika rambutnya dicepol. Liam kemudian menutup seluruh tubuhnya sampai kepalanya dengan menggunakan selimut. Jane lalu naik ke atas ranjang dan dia juga menggeser Liam dengan menggunakan pantatnya karena ranjangnya yang semakin sempit.


"Ih geser, sempit hubby."


"Bodo amat," ucap Liam dari dalam selimut.


"Dasar menyebalkan, ya sudah aku tidur di sofa saja."


"Silahkan hehe."


"Ya sudah."


Saat Jane ingin pergi tiba - tiba Liam memeluk pinggulnya "eh tidak semudah itu."


"Ihh lepaskan!!"


"Tidak mau, kamu tidur saja denganku."


"Katanya tadi aku disuruh tidur di sofa?"


"Tidak jadi."


"Kenapa?"


"Cuacanya sangat dingin, lebih baik masuk saja ke dalam selimut ini bersamaku."


Jane lalu masuk ke dalam selimut "besok kita akan kemana?"


"Terserah kamu ingin pergi kemana, kamu yang lebih tau tentang Paris dibandingkan aku."


"Memangnya kamu tidak pernah ke Paris?"


"Pernah, tetapi dulu saat ada tugas dinas."


"Oh kamu kemari hanya untuk bekerja?"


"Iya," ucap Liam memeluk Jane.


"Jangan terlalu sibuk bekerja!!"


"Iya sayang."

__ADS_1


__ADS_2