Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #122


__ADS_3

Menyadari jika Liam memperhatikannya kemudian dia menoleh ke arah Liam dan tersenyum kepadanya dengan sangat manis, sedangkan Dio yang melihat Jane tersenyum kemudian ikut tersenyum seolah - olah Jane tersenyum kepadanya padahal Jane hanya memberikan senyumannya kepada Liam saja. Setelah itu Jane masuk ke dalam kamarnya. Liam kemudian meminta izin kepada Josh untuk pergi ke kamar mandi namun sepertinya Josh sudah mengetahui niat Liam yang sebenarnya, lalu dia memberikan arah ke kamar Jane. Dengan cepat Liam berjalan ke kamar Jane, sedangkan Ricko dan Josh hanya tertawa saat mengetahui bahwa Liam tidak sabar ingin bertemu dengan Jane. Sedangkan disisi lain Jane sedang mengganti bajunya di dalam kamarnya, lalu setelah itu dia duduk di depan cermin rias miliknya untuk memulai rutinitasnya di malam hari yaitu menggunakan body lotion sebelum tidur dan lain - lain (maaf author juga sedikit tidak tahu menahu tentang penggunaan skincare dan sejenisnya). Jane mengoleskannya di tangan dan kakinya hingga tubuhnya mempunyai aroma yang sangat harum. Tidak lupa dia juga menggunakan night cream dan mengoleskannya di seluruh wajahnya dan lehernya sembari memijatnya dengan sangat lembut. Liam yang sudah sampai di depan kamar Jane kemudian dia menoleh ke samping kanan dan kiri seperti maling. Setelah dirasa aman kemudian dia langsung membuka pintu kamar Jane dan mengunci pintunya begitu dia berhasil masuk ke dalam kamarnya (dasar mereka berdua itu orang - orang sesat dan tidak untuk ditiru).


Jane sengaja tidak mengunci pintunya agar Liam bisa leluasa masuk ke dalam kamarnya seperti biasanya sewaktu di apartement. Liam lalu menghampiri Jane yang sedang bercermin sembari menyisir rambut indahnya yang terurai. Jane tersenyum melihat Liam yang berjalan mendekat ke arahnya melalui cermin riasnya. Liam kemudian memegang kedua bahu Jane sembari melihat senyum Jane yang manis itu dari cermin. Aroma tubuh Jane sangat wangi sekali hingga baunya memenuhi ruangan kamarnya hingga membuat Liam ingin terus menciumnya langsung dari tubuhnya. Jane juga mengoleskan lip balm rasa strawberry ke bibir pink nya yang ranum itu. Liam langsung menelan ludahnya sembari berfikir jika bibir milik Jane sangat menggoda hingga dia ingin mencicipi bagaimana rasa strawberry itu langsung dari bibirnya. Jane kemudian meraih parfume pemberian Liam dari atas meja dan kemudian menyemprotkannya ke seluruh tubuhnya sembari memperlihatkan senyum liciknya sembari berfikir apakah kali ini Liam akan tetap bisa menahannya atau tidak. Berulang kali Liam menelan ludahnya sembari membayangkan jika saat ini Jane sudah menjadi miliknya seutuhnya pasti Liam akan langsung menghukumnya dengan cara yang tidak biasa hahaha. Liam mencoba menguatkan imannya hingga dia memilih untuk berjalan keluar dari kamar Jane, namun dengan cepat Jane langsung menggenggam tangan Liam dengan sangat erat.


"Kamu ingin pergi kemana?" tanya Jane menggoda Liam.


"A-aku ingin keluar," ucapnya dengan sangat gugup.


"Kenapa ingin keluar? bukankah kamu baru disini untuk waktu yang sebentar?"


Liam masih saja merasa gugup hingga mulai berkeringat "ta-tapi aku ingin pulang."


"Nanti saja pulangnya, baru juga jam 7 malam."


"Tapi aku harus segera kembali karena nanti teman - temanku pasti sedang mencariku."


"Mampus! pasti kamu sudah tidak bisa menahannya lagi kan Chicken," ucap Jane bergumam dalam hatinya.


"Maaf aku harus pulang," ucap Liam berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Jane.


Jane kemudian menarik tangan Liam menuju ke ranjangnya dan salah satu tangan Jane mengambil handphone Ipong 16 pro max miliknya di atas meja. Lalu dia menghubungi Josh "oppa, jangan mencari Liam karena aku sedang menahannya di kamarku saat ini sampai nanti untuk waktu yang tidak bisa ditentukan."


Liam merasa terkejut dengan ucapan Jane "apa maksud kamu?"


"Sudah beres kan? sekarang kemarilah!" Jane lalu menarik Liam ke atas ranjangnya.


"Sepertinya aku salah masuk kamar dan sekarang aku sedang berada di kandang macan betina," ucap Liam bergumam di dalam hatinya.


Melihat Liam melamun kemudian dia menepuk - nepuk punggungnya sembari memanggil namanya "Liam?"


Liam langsung tersadar dari lamunannya "apa?"

__ADS_1


"Kenapa melamun?"


"Aku hanya sedang berfikir kenapa kamu sangat cantik sekali malam ini," ucap Liam sembari tersenyum bagai buaya yang sedang memuji mangsanya karena Liam memutuskan untuk mengikuti permainan Jane malam ini.


Jane tersenyum "kamu ingin mencicipi rasa strawberry malam ini heum?"


"Jika kamu mengizinkan."


"Tentu saja aku akan memberimu izin, namun ini tidak gratis dan kamu harus membayarnya."


"Baiklah."


Liam lalu memegang pipi chubby milik Jane dan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Jane. Liam lalu menutup matanya dan merasakan bibirnya yang lembut seperti sedang memakan kue mochi rasa strawberry atau sedang memakan kue brownies kesukaannya, begitupun juga Jane yang sedang menutup matanya menikmati apa yang sebelummya belum pernah dia rasakan dengan pria aneh seperti Liam. Seketika Liam merasa seperti di kelilingi oleh kupu - kupu yang berterbangan di dalam perutnya, ditambah dengan jantungnya berdegup dengan kencang. Begitu juga dengan Jane yang merasakan bahwa ini pertama kalinya dia merasakan hal yang tidak pernah dia rasakan saat melakukan hal yang sama dengan Kyle mantan kekasihnya dulu. Jane dulu sering melakukannya bersama dengan mantan kekasihnya namun kenapa sekarang rasanya sangat berbeda. Menurutnya ini terasa sangat lembut sekali dan terasa seperti Liam sedang menuangkan semua rasa cintanya dengan sangat tulus.


Sekitar 6 menit kemudian Liam lalu melepaskannya dan berbaring di atas ranjang Jane "aku fikir ini saja sudah cukup untuk malam ini."


Tanpa sadar Jane langsung meneteskan air matanya "baiklah."


"Tidak, kamu tidak menyakitiku ataupun berbuat salah Liam."


"Lalu kenapa?" tanya Liam pelan.


"Aku tidak tau, tiba - tiba ingin menangis saja."


Liam terus mengusap punggung Jane dengan lembut untuk menenangkannya "sstt sudah jangan menangis lagi."


Akhirnya Jane berhenti menangis namun masih memeluk Liam "aroma tubuhmu sangat wangi dan aku sudah sangat mengenali aroma tubuhmu ini."


"Sejak kapan?"


"Sejak pertama kali kamu memelukku untuk menenangkanku waktu itu."

__ADS_1


Liam tersenyum "oh begitu."


Jane masih terus memeluk tubuh kekar Liam seperti seekor koala "aku ingin dicium olehmu lagi," ucap Jane sembari menyentuh bibir Liam dengan salah satu jarinya.


Liam lalu menggigit jari Jane lalu melepaskannya "tadi sudah cukup."


"Liam menyebalkan," ucap Jane sembari memanyunkan bibirnya, dan Liam kemudian menggelitiki perut Jane.


Liam kemudian mencium pipi Jane dan bibir Jane secara sekilas "sudah puas kan? aku akan kembali turun ke bawah."


Jane menggeleng "belum."


"Terserah."


Jane lalu mengalungkan kedua tangannya ke leher Liam dan menariknya "tidak boleh pergi."


Liam kembali menggelitiki perut Jane "lepaskan! ini sudah hampir larut malam Jane, aku harus pulang."


"Tidak boleh," ucap Jane hendak keluar dari kamarnya. Lalu Jane mengunci Liam di dalam kamarnya.


Liam kemudian mengetuk - ngetuk pintu kamar Jane dan berharap dibukakan pintu agar dia bisa keluar. 5 menit kemudian Mrs Kim membuka pintu kamar Jane "eh kenapa Liam terkunci disini?"


"Saya dikurung oleh Jane di sini karena katanya saya dilarang pulang."


Mr Kim lalu datang sembari menggendong Jane untuk menghampiri Liam yang sedang berbincang dengan Mrs Kim "ya sudah Liam menginap disini saja," ucap Mr Kim.


"Tetapi om, saya besok harus bekerja."


"Appa, jangan biarkan Liam pulang," ucap Jane manja.


"Maaf saya tidak bisa, lain kali saja om."

__ADS_1


"Baiklah, aku juga tidak bisa memaksamu."


__ADS_2