
Setelah itu Rosie membantu teman - temannya untuk membuka stand pameran. Mereka mempersiapkan semuanya yang sudah dibuatnya serta direncanakan dari jauh - jauh hari, bahkan waktu itu Rosie sampai sering pulang terlambat karena dia ikut mempersiapkan segala hal. Untung saja Rosie tidak sampai ikut organisasi di kampusnya, jadi dia tidak begitu sibuk sekaligus pusing memikirkan pameran. Sesekali Rosie juga bercanda bersaa teman - temannya agar mereka tidak tegang saat sedang pameran.
Mereka ada giliran jaga stand, jadi yang lain bisa melihat stand lain dan yang lainnya lagi menjaga stand. Semua stand di kampus itu sangat menarik serta menonjolkan ciri khas dari jurusannya masing - masing seperti jurusan DKV memamerkan lukisan atau karya seni yang mereka buat, dan lain sebagainya. Tidak lama kemudian datanglah Leon yang bertugas untuk memotret stand milik jurusan Rosie. Saat dia datang ke stand itu, pandangan matanya langsung tertuju kepada Rosie.
Mungkin teman - temannya sudah mengerti mengenai situasi itu, jadi mereka hanya tersenyum sembari saling bertatapan satu sama lain. Leon banyak memotret Rosie saat sedang menjaga stand miliknya. Tidak lama kemudian Rosie dan temannya sedang berkeliling melihat stand lain. Stand pertama yang mereka kunjungi adalah milik anak DKV karena dia sangat tertarik melihat lukisan buatan mereka. Tidak lama kemudian tiba - tiba ada yang mengusap rambut Rosie dari belakang.
"Aku menemukanmu," ucap Liam yang berdiri di belakangnya.
Rosie langsung membalikkan badan.
"Sudah datang ternyata," ucap Rosie sangat antusias.
"Kenapa kamu ada di stand jurusan lain dan bukannya di stand milikmu?" tanya Liam heran.
"Kamu juga kenapa datang ke stand milik orang lain dan bukannya milik adiknya sendiri," ucapnya cemberut.
"Hehe maaf, habisnya aku tertarik melihat lukisan itu."
"Sudah kuduga."
"Sudah jangan marah, nanti aku akan mengunjungi standmu."
"Okay. Eh kenalkan ini Cheryl temanku."
"Aku Liam, kakaknya Rosie dan ini istriku."
"Cheryl, senang berkenalan denganmu."
"Iya."
"Jadi mana kekasihmu heum?" tanya Jane menggoda Rosie.
"Sstt eonni," ucapnya panik.
"Pacar apa? kan sudah kubilang kuliah dulu yang benar, baru pacaran!"
"Iya Liam."
Jane tertawa.
"Aku hanya bercanda hubby, kenapa sensi sekali? lagipula Rosie juga sudah dewasa."
"Nah itu, Liam memang sangat menyebalkan sekali."
"Iya deh iya."
"Ya sudah, aku tinggal ke tempatku bye."
"Bye."
Liam dan Jane lalu melihat lukisan di stand milik jurusan DKV, sedangkan Rosie berjalan kembali ke stand miliknya bersama Cheryl.
"Tadi itu kakakmu?" tanya Cheryl masih sedikit terkejut.
"Benar, memangnya kenapa?"
__ADS_1
"Mmm tidak apa - apa hehe, ternyata kakakmu sangat tampan hehe."
"Jangan coba - coba merebut Liam dari kakak iparku, awas saja jika kamu kembali berulah!"
"Iya tidak hehe. Pantas saja keponakanmu sangat tampan sekali, ternyata ayah dan ibunya juga sama - sama goodlooking."
"Benar."
Cheryl tidak berani mengatakan kepada Rosie bahwa seorang pria yang waktu itu dia lihat di sekitar kampusnya ternyata kakaknya, apalagi setelah diancam seperti itu kepadanya. Itu cukup menjadi sebuah cerita yang akan dia simpan sendiri saja.
"Hai Rosie," sapa Leon.
"Eh hai," jawab Rosie.
"Jadi hanya Rosie saja yang disapa sedangkan aku hanya dianggap sebagai seseorang yang invisible, begitu?" tanya Cheryl menyindir Leon.
"Hahaha maaf Cheryl, aku tadi spontan saja hehe."
"Hmm bisa - bisanya kamu ini. Oh ya sudah selesai dengan tugasmu?"
"Belum Cher, tugasku belum selesai jika acara ini belum selesai."
"Oh begitu, semangat Leon!!"
"Terima kasih Cher."
"Sepertinya semangatku ini tidak ada artinya untukmu, karena sekarang yang kamu butuhkan adala ucapan semangat dari Rosie kan?" tanya Cheryl menggoda mereka berdua.
Rosie lalu memukul Cheryl.
"Iya nih apa - apaan sih Cher?" ucap Leon sembari menggaruk kepalanya karena tersipu malu.
"Hehe ciee kalian berdua langsung tersipu malu seperti itu," ucapnya semakin menggoda mereka berdua.
"Sstt Cheryl ini apa - apaan sih, nanti kalau pacarnya Leon marah kan bahaya."
"Mmm aku tidak punya pacar kok hehe."
"Tuh kan Ros, udah sih gas aja karena aku sangat setuju jika kalian berdua jadian."
"Sudah ayo kita kembali," ucap Rosie mengajaknya pergi untuk mengalihkan pembicaraan.
"Sebentar, aku ingin melihat hasil jepretan Leon."
"Ya sudah, jangan lama - lama."
"Iya."
Cheryl lalu mendekati Leon dan dia langsung menunjukkan hasil jepretannya kepada Cheryl. Ternyata hasil jepretan Leon sangatlah bagus seperti seorang professional. Seketika Cheryl merasa terkejut karena di dalam kamera Leon terdapat foto Rosie yang jumlahnya lumayan banyak. Cheryl langsung heboh saat itu juga.
"Wah - wah ternyata Leon sudah mempunyai model sendiri rupanya."
"Siapa? aku tidak mempunyai model sendiri," ucap Leon bingung.
"Aku baru tahu jika Rosie sudah menjadi model pribadimu heum hehe."
__ADS_1
"Ah i-itu tadi pagi aku meminta izin memotretnya untuk mengetest kameraku saja kok," ucapnya menyangkal pernyataan Cheryl.
"Benarkah?"
"Iya, benar kan Rosie?"
Rosie langsung menarik tangan Cheryl.
"Iya benar, sudah ayo kita kembali sebelum dicari oleh teman kita yang lain."
"Baiklah."
Mereka berdua lalu kembali ke stand dan langsung gantian menjaga stand dengan temannya yang lain agar mereka juga berkeliling melihat stand lain. Rosie merapikan stand miliknya, sedangkan Cheryl hanya sibuk memainkan handphone miliknya saja. Memang seperti itulah kelakuan Cheryl saat di mana saja, hanya sibuk bermain handphone karena dia wanita yang narsis suka selfa - selfi dimana saja.
Tidak lama kemudian Liam datang ke stand milik adik kesayangannya itu bersama dengan Lian dan juga Jane. Betapa terkejutnya Cheryl ketika mendapati bahwa ternyata kakak Rosie yang tampan itu adalah anak kembar. Seketika Cheryl langsung berusaha mendekati Lian dan terlihat aktif menjelaskan berbagai hal hingga membuat Rosie geleng - geleng kepala.
"Hai Leon, maaf aku dan mami terlambat datang."
"Tidak apa - apa kak, lagipula acaranya juga belum selesai hehe."
"Katanya kamu mendapat tugas sebagai sie dokumentasi ya?"
"Benar, kakak ingin melihat hasilnya?"
"Boleh."
Leon lalu menunjukkan hasilnya kepada mereka berdua, dan mereka merasa sangat kagum sekali dengan kemampuan Leon.
"Wah keren sekali," ucapnya memuji Leon.
"Terima kasih kak, semua ini berkat kakak yang sudah berusaha keras untuk membiayai kuliahku serta memberikan kamera ini."
"Iya sama - sama, ini juga berkat atasan kakak yang baik hati kok."
"Benar Leon, atasan kakakmu sangat baik hati orangnya jadi ucapkan terima kasih jika kamu bertemu dengannya."
"Iya mami."
"Oh ya mana pacarmu?"
"Aku belum mempunyai pacar kak, tetapi kalau crush aku punya."
"Siapa orangnya?"
"Ini orangnya," ucap Leon menunjukkan sebuah foto kepada kakaknya.
"Ti-tidak mungkin ini kan.." gumamnya setelah melihat foto itu.
"Kenap kak?"
"Ah tidak apa - apa, ternyata crush mu sangat cantik."
"Iya selain itu dia juga baik hati."
"Oh."
__ADS_1