
Setelah Jane masuk ke dalam mobil dan menutup pintunya, pak Kang lalu masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobilnya. Saat berada di perjalanan, Jane kemudian meminta kepada pak Kang untuk pergi ke dokter hewan karena ingin membawa Kiko untuk vaksin. Pak Kang langsung mengendarai mobilnya menuju ke dokter hewan terdekat. Jane kemudian membawa Kiko ke dalam pangkuannya, dan hanya terdiam saja melihat ke luar jendela sembari mengelus - elus bulu Kiko yang lembut. Jane mulai berfikir kenapa dia dahulu sangat mencintai Kyle hingga berani menentang keluarganya sendiri, bahkan membuatnya menjadi sedikit benci kepada keluarganya yang telah memberitahukan apa saja dilakukan oleh Kyle selama diluar sana. Jane selama itu hanya menutup telinganya atas kebenaran yang disampaikan oleh keluarganya tersebut karena hatinya yang telah buta akan cinta.
Sebenarnya tujuan lain mengapa Jane bisa di Indonesia karena Mr dan Mrs Kim ingin memisahkan Jane dari Kyle, tetapi Kyle malah datang ke Indonesia menemui Jane hingga Josh berfikir jika rencana kedua orang tuanya tersebut akan gagal. Sejujurnya keluarga Kim sudah mulai akan merelakan Jane untuk dimiliki oleh Kyle karena mereka sudah kehabisan cara untuk memisahkan mereka berdua tetapi takdir berkata lain, sesampainya di Indonesia Jane malah bertemu dengan Liam yang membuat fikirannya menjadi terbuka dan mengetahui semua kebusukan Kyle selama ini karena memergokinya sedang berselingkuh dengan wanita lain menggunakan kedua matanya sendiri. Tiba - tiba Jane tersadar dari lamunannya setelah pak Kang memberitahunya jika sudah sampai di dokter hewan.
Pak Kang lalu membukakan pintu untuk Jane, dan dia langsung keluar menggendong Kiko. Jane masuk ke dalam dokter hewan tersebut dengan di dampingi oleh pak Kang karena takut jika Kyle akan membuntuti Jane seperti tadi waktu di restaurant. Dokter langsung memeriksa Kiko terlebih dahulu, lalu baru diberi suntikan vaksin untuknya. Selesai memberikan vaksin, Jane lalu menggendong Kiko dan pulang ke rumah. Jane tadi juga mengirimkan foto kepada Liam jika dia sudah mengantar Kiko ke dokter hewan untuk di berikan vaksin seperti permintaannya tadi. Sesampainya di kamar, Jane langsung membiarkan Kiko bermain sedangkan Jane berbaring di atas ranjangnya sembari menonton acara televisi kesukaannya. Malam semakin larut dan Jane sudah merasa sangat mengantuk sekali. Akhirnya dia pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan pergi tidur.
Di sisi lain Liam yang masih tertidur dengan sangat pulas, tiba - tiba di kejutkan oleh suara bel ruangannya. Liam lalu membuka matanya dan beranjak dari tempat tidurnya untuk melihat siapa yang berada di depan kamarnya. Ternyata itu adalah seorang room attendant yang menanyakan kepada Liam apakah kamarnya akan dibersihkan atau tidak. Liam meminta kepada room attendant tersebut untuk membersihkannya nanti saja saat dia sedang pergi. Room attendant tersebut lalu permisi untuk pergi membersihkan kamar yang lainnya, dan setelah itu Liam menutup pintunya. Liam kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya dan setelah selesai Liam menghubungi pengawalnya untuk menyiapkan mobil karena dia akan pergi ke suatu tempat. Liam lalu pergi ke receptionist untuk meminta pembersihan kamar dan setelah itu dia pergi bersama pengawalnya.
Liam lalu melihat sekeliling cafe untuk mencari seseorang, dan setelah menemukannya dia segera menghampiri meja orang tersebut "hai, sorry aku telat."
Orang itu lalu berdiri dan memeluk Liam "it's okay, aku tau jika kamu sedang merasa lelah karena perjalanan panjang."
Liam lalu membalas pelukan orang tersebut "baiklah, apakah kamu sudah lama menungguku?" tanyanya sembari melepaskan pelukannya.
"Tidak juga, bagaimana kabarmu sekarang?"
"Ya beginilah, tidak ada sesuatu yang berubah sama sekali."
Orang itu lalu mengamati Liam "are you kidding me?"
"Sorry?"
"Kamu itu berubah Liam, maksud aku sekarang penampilan kamu mulai berubah dan kamu lebih keren."
"Benarkah?"
"Tentu saja, apa kamu tidak menyadarinya?"
"Sepertinya tidak. Oh ya, bagaimana dengan karir kamu di sini Nat?"
__ADS_1
Nat tersenyum dengan lebar "bisa kamu lihat sendiri dari penampilanku sekarang, aku sekarang sukses membintangi beberapa film tetapi." Nat tidak melanjutkan kata - katanya.
"Tetapi apa?"
"Aku susah sekali untuk menjadi model yang terkenal dan mengambil beberapa produk karena kalah dengan Jane Kim."
Liam terkejut "Jane Kim?"
"Iya, dia model yang sangat terkenal dan mengambil beberapa produk mewah, aku tidak tau mengapa mereka suka memakai Jane sebagai brand ambassador merk - merk mereka."
"Ya mungkin ada yang berbeda dari dirinya," ucap Liam, lalu dia memilih untuk terdiam sejenak.
"Oh ya, kamu mau pesan apa?"
"Terserah kamu saja."
Nat lalu memanggil waiters dan memesan beberapa makanan sesuai kesukaan Liam. Nat lalu melanjutkan perbincangan kembali kepada Liam "aku merasa penasaran kenapa dia bisa menjadi model yang sangat terkenal dan itu kelihatannya sangat mudah untuknya, sedangkan bagiku itu sangat sulit sekali untuk menjadi seperti dia."
Nat lalu mengambil tangan Liam dan menggenggamnya dengan erat "tetapi jika aku bisa mencapainya pasti aku akan lebih kaya sepertinya, dan asalkan kamu tau jika hanya dengan mengunggahnya sekali di akun instamili miliknya dia bisa mendapatkan banyak uang bahkan dia diam sebentar tanpa melakukan apapun selama 5 menit saja sudah bisa membeli mobil mewah."
"Benarkah begitu?" tanya Liam penasaran.
"Benar, foto terbaru dia sudah dipajang di billboard besar terkenal yang berada tak jauh dari sini."
"Dimana?"
"Nanti aku tunjukkan tempatnya, fotonya sangat terlihat seksi sekali."
"Aku tau itu," ucap Liam keceplosan.
Nat merasa terkejut "maksud kamu, kamu kenal dengannya?"
__ADS_1
"Ah aku hanya pernah melihatnya saja sekali."
Nat mengangguk "oh begitu. Eh kamu sudah mempunyai pacar ya?" tanya Nat sembari memperhatikan sebuah gelang di tangan Liam.
Liam kemudian melihat gelang yang dipakainya "tidak, memangnya kenapa?"
"Jangan bohong, ini pasti gelang couple kan?"
"Ini hanya gelang persahabatan biasa, jangan ngaco deh kamu."
"Aku tau gelang ini, yang satunya pasti liontin berbentuk matahari karena kamu memakai yang berliontin bulan."
Liam lalu menarik tanganya "memang yang satunya mempunyai liontin berbentuk matahari dan itu dipakai oleh sahabatku karena dia yang memberikannya kepadaku."
"Sahabat wanita kan?"
"Bagaimana kamu tau itu?"
Nat tersenyum "karena tidak mungkin jika dua pria memakai gelang couple karena aku tau kamu masih lurus dan pasti aneh saja jika dua pria memakai gelang couple, benar begitu honey?"
"Kenapa kamu jadi membahas gelang yang aku pakai dan memanggilku dengan sebutan honey?"
"Apa kamu lupa jika dulu aku sering memanggilmu seperti itu?"
"Iya aku ingat dan tidak melupakannya," ucap Liam dengan malas.
"Kenapa kamu jadi risih dengan panggilan seperti itu jika kamu sedang tidak menjaga hatimu untuk seseorang seperti pacar?"
"Hentikanlah Nat!"
"Okay."
__ADS_1
Notes: jangan lupa like dan tekan favorite di setiap episodenya ya, terima kasih