Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #438


__ADS_3

Jane lalu tertidur di pelukan Liam dan keesokan harinya Liam yang terbangun lebih awal dari Jane langsung meregangkan tubuhnya, akan tetapi setelah itu Liam justru berniat untuk kembali tidur lagi. Liam merasa bahwa Jane memiliki kekuatan magis yang bisa membuatnya sembuh dari insomnia, dan juga menghilangkan semua mimpi buruknya yang menghancurkan malamnya yang damai. Mungkin karena itulah dia menjadi sangat senang untuk tidir bersama Jane, selain itu Jane juga dapat memberikan sensasi yang berbeda setiap malamnya.


Setelah itu Liam pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil, dan begitu selesai dia langsung kembali berbaring di ranjangnya. Tidak lama kemudian Jane terbangun dan langsung mencium bibir Liam sekilas. Setelah itu Liam memeluk Jane dan langsung menarik seutas tali yang digunakan untuk mengikat piyama Jane saat sedang digunakan. Sekali lagi Liam merasa tergoda oleh oaras Jane yang sangat menanwan, dan dia kemudian kembali menciumi Jane selama 5 menit.


Ciuman Liam semakin turun hingga dia berhenti di tengah - tengah karena merasa terkesima dengan apa yang dia lihat. Jane hanya diam dan mengikuti setiap alur permainan yang sedang dimainkan oleh Liam. Tubuh Jane terasa panas dan saat itu juga Liam semakin intens untuk menciumi Jane. Liam lalu menarik sebuah kain yang bewarna merah yang digunakan oleh Jane hingga membuat tubuh polosnya terekspose dengan sangat jelas.


Setelah itu Liam menindih tubuh Jane dan melakukan kegiatan tersebut selama kurang lebih 2 jam. Semakin lama Liam semakin cepat temponya saat memainkannya hingga tubuhnya terasa bergetar, dan setelah selesai, Liam langsung ambruk di samping Jane. Tubuhnya terasa sangat lengket karena dia sangat berkeringat, akan tetapi tubuh Liam baunya masih sangat harum seperti biasanya.


"Aku mengantuk sayang," ucap Liam sembari memeluk Jane.


"Iya sudah tidur saja sayang, beristirahatlah!"


"Okay."


Jane memeluk Liam dan mengusap rambutnya yang bagian depan.


"Sudah merasa puas heum?"


Liam mengangguk.


"Sudah, aku sudah merasa sangat puas sekali."


"Ya sudah, tidurlah yang nyenyak."


"Iya sayang. Mmm kamu tidak menengok baby Ace?"


"Tidak, dia masih tertidur nyenyak di ranjang boxnya."


"Oh begitu rupanya."


Liam kemudian tertidur sembari mendengkur. 1 jam kemudian Liam kembali terbangun.


"Jane, nanti ke rumah orang tuaku ya?"'


"Boleh."


"Aku merasa sangat rindu dengan grandma dan juga grandpa."


"Baiklah."


Disisi lain, saat ini Rosie sedang berdandan di kamarnya karena ada janji dengan Leon untuk pergi ke pantai. Tidak lama kemudian Leon sudah sampai di rumah Rosie.


"Hai Rosie, sudah siap?" tanya Leon.


"Sudah, mari kita pergi!"


"Okay, mmm sudah meminta izin dengan kakakmu atau orang tuamu?" tanyanya memastikan.


"Sudah, semalam aku sudah meminta izin kelada mereka semua."


"Oh baguslah jika seperti itu, mari kita berangkat sekarang sebelum cuacanya sangat panas."


"Okay, let's go!!" teriak Rosie merasa sangat antusias.


Mereka berdua lalu berangkat menuju ke pantai terdekat, dan beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di pantai itu.

__ADS_1


"Wah pantainya sangat indah sekali apalagi pasirnya putih," ucap Rosie begitu sesampainya disana.


"Benar, aku mengetahui tentang pantai ini karena mendapat rekomendasi dari dia."


"Oh begitu rupanya, mmm Leon."


"Ya Rosie, kenapa?" tanyanya menatap wajah Rosie.


"Aku lapar, bisakah kita makan sebentar?"


"Oh karena itu, baiklah kita cari warung makan yang berada disini.".


"Okay."


"Ternyata lebih enak pergi ke pantai saat pagi hari."


"Benar, karena belum terlalu panas."


"Aku dahulu kalau ke pantai pasti sampai sini sudah jam setengah 9 pagi jadi sudah lumayan panas."


"Oh begitu, kalau aku jarang sih ke pantai."


"Kenapa begitu? padahal di pantai sangat menyenangkan sekali apalagi saat kita bermain air."


"Keluargaku jarang ada yang mau diajak ke pantai."


"Oh begitu. Mau makan di situ saja?" tanya Leon.


Rosie mengangguk.


"Boleh."


"Ingin mencoba punyaku?" tanya Rosie menawarkan.


"Tidak usah, lebih baik habiskan saja tidak apa - apa."


"Ini sangat lezat, ayo cobalah!" ucap Rosie memberikan sedikit makanannya di piring Leon.


"Eh terima kasih."


"Iya, mmm tadi kamu belum sarapan sebelum kemari?"


"Belum, kalau kamu?"


"Sudah sih hanya makan roti selai saja."


"Oh begitu. Aku tidak menyangka bahwa aku akan pergi ke pantai ini bersamamu hehe."


"Benarkah?"


"Iya, rasanya setiap kali kemari aku ingin sekali mengajakmu pergi kemari namun aku bingung."


"Bingung kenapa?"


"Bingung bagaimana mengajakmu, masa aku langsung menemuimu dan mengajakmu pergi kemari disaat kamu tidak mengenalku hahaha."

__ADS_1


"Benar juga hahaha."


"Tapi sekarang aku merasa senang karena keinginanku itu sudah tercapai, terima kasih."


"Iya aku juga berterima kasih kepadamu karena telah mengajakku di pantai yang sebagus ini."


"Ingin mencoba ayam bakarku?"


"Tidak usah, terima kasih."


"Ini juga lezat dan manis, ini aku berikan bagian yang paling kusuka untukmu."


"Eh tidak perlu, kamu makan saja."


"Tidak apa - apa hehe."


"Terima kasih."


"Iya. Setelah ini ingin bermain air? kamu bawa baju ganti tidak?"


"Boleh, kebetulan aku membawa baju ganti kok."


"Oh begitu baguslah, mari kita pergi."


"Okay."


Mereka berdua lalu berjalan menuju ke bibir pantai untuk bermain basah - basahan alias bermain air, dan saat sedang berjalan tiba - tiba saja Rosie menggandeng tangan Leon hingga membuat jantungnya berdebar dengan sangat cepat. Mereka berdua sangat menikmati waktu bersama di pantai. Leon tidak menyangka bahwa selama ini gadis impiannya yang terasa asing, sekarang dia sudah berada didekatnya dan sedang menggenggam tangannya. Mereka berdua langsung bermain air, dan setelah itu Leon duduk sebentar untuk beristirahat sembari melihat Rosie yang berlarian.


"Dia terlihat sangat sexy sekali. Eh astaga Leon tidak boleh seperti itu nanti bisa memunculkan hal - hal yang tidak diinginkan," gumamnya kepada diri sendiri.


"Ayo kita main lagi Leon!" ucap Rosie duduk di sampingnya.


"Iya sebentar."


"Wah payah masa baru sebentar saja sudah ngos - ngosan begitu hahaha."


Leon lalu menggelitiki perut Rosie secara spontan.


"Apa kamu bilang? aku payah?"


"Hahaha lepaskan Leon, aku merasa geli."


Leon lalu melepaskannya setelah tersadar.


"Eh maaf."


"Tidak apa - apa hehe."


"Mmm jadi kapan kamu akan menerima pernyataan cintaku?"


"Aku belum tahu, kita belum terlalu lama kenal jadi aku harus mempertimbangkannya terlebih dahulu."


"Okay, aku akan menunggu jawabanmu."


"Iya."

__ADS_1


__ADS_2