Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #52


__ADS_3


Jane hanya mengangguk paham sembari terus melanjutkan membantu Mrs Robinson membuat kue. Beberapa menit kemudian mereka telah memanggang kue tersebut ke dalam oven. Sembari menunggu kue tersebut matang, mereka berdua lalu membereskan dan membersihkan semua peralatan yang telah mereka gunakan tadi. Selesai membereskan peralatan, akhirnya kue tersebut telah matang dan mereka menuangkannya ke dalam piring saji. Kue tersebut baunya sangat harum sekali, dan Jane menaburkan beberapa toping diatas kue tersebut. Mr Robinson yang sudah pulang ke rumah lalu menghampiri Mrs Robinson yang sedang berada di dapur dan menyapanya.


"Hai hon, mmm sepertinya kue nya sangat lezat."


"Eh sudah pulang?"


"Baru saja pulang, eh ternyata ada Jane di sini?"


"Iya om hehe."


"Tadi Jane yang membantuku membuat kue ini, dan membuatkan Liam jus alpukat favorite nya."


"Oh begitu, anak itu sudah pulang?"


"Sudah kok, sekarang dia sedang bermain game di kamarnya."


"Apa? bisa - bisa nya pacarnya main ke sini kok malah ditinggal bermain game di kamar."


"Sudah om tidak apa - apa, lagipula saya juga tadi ingin bertemu dengan tante kok."


"Benarkah?"


"Sudah sekarang mari kita makan kue nya, hon tolong panggilkan Rosie dan Liam."


"Oke hon."


Mr Robinson lalu berjalan menuju kamar Rosie untuk mengajaknya menikmati kue buatan istri dan calon menantunya tersebut. Mrs Robinson dan Jane membawa kue dan minuman segar ke ruang keluarga. Mr Robinson dan Rosie lalu menghampiri mereka di ruang keluarga, tidak lupa mereka juga menghidupkan musik agar ruangan tersebut tidak terlalu sunyi. Mereka semua lalu mulai mencicipi kue buatan Mrs Robinson dan Jane, tiba - tiba Mrs Robinson merasa seperti ada yang kurang di ruangan tersebut. Ternyata Mrs Robinson baru menyadari jika Liam tidak ada di ruangan tersebut bersama mereka semua.


"Hei hon, kenapa kamu tidak memanggil Liam?"


"Tidak perlu memanggil dia, biarkan saja dia asik dengan game nya."


"Kamu ini selalu saja begitu terhadap Liam. Rosie cepat panggil kakakmu itu!"


"Tidak mau mom, nanti dia marah - marah kalau aku mengganggunya bermain game dan pasti ribet sekali."


"Dia tidak akan marah - marah."


"Aku tetap tidak mau mom, mommy tau sendiri kan jika Liam sudah bermain game pasti sangat sulit untuk memanggilnya."


"Ya sudah biar mommy yang memanggilnya."


"Mmm biar saya saja tante."


"Tidak perlu Jane, Membuatnya berhenti bermain game itu sangat sulit tidak semudah yang kamu bayangkan, lebih baik kamu duduk aja disini."


"Tidak apa - apa tante, saya bisa menanganinya kok dan saya janji tidak akan lama."


"Baiklah jika kamu memaksa."

__ADS_1


Jane kemudian berdiri dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju kamar Liam. Sesampainya di kamar Liam, Jane langsung menerobos masuk ke dalam kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu yang membuat Liam sedikit terkejut. Setelah itu Jane menghampiri Liam dan mengajaknya untuk turun kebawah tetapi Liam menolak karena game nya masih seru. Jane lalu duduk di samping Liam dan menarik tangannya dengan sekuat tenaga. Tetapi tetap saja Liam masih menolak ajakan Jane dan lebih mementingkan game nya.


"Ayo cepat Liam!"


"Aku bilang nanti, ya nanti."


"Aku bilang ke mommy kamu lho."


"Aku tidak peduli."


"Ihhh nanti aku kabulin satu permintaan kamu deh."


Liam mulai tergoda dengan tawaran Jane "benarkah?"


"Iya, asalkan jangan yang aneh - aneh."


"Oke deh kalau begitu, ayo turun ke bawah."


Lalu Liam meninggalkan vidio game nya dan turun kebawah bersama dengan Jane. Mereka berdua berjalan menuju ruang keluarga secara bersamaan hingga saat mereka tiba di ruang keluarga, Mr Robinson, Mrs Robinson, dan Rosie menatap heran Jane karena dia berhasil membuat Liam meninggalkan vidio game nya dengan sangat mudah. Karena biasanya mereka sangat sulit membujuk Liam dan bahkan membutuhkan waktu lebih dari setengah jam untuk membujuk Liam meninggalkan vidio game nya tersebut. Setelah duduk di tempat duduknya, kemudian Jane memberikan sepotong kue tersebut kepada Liam.


"Ini kue nya."


Liam kemudian membuka mulutnya "suapin dong, sedang malas aku."


"Tidak mau, makan sendiri memangnya kenapa sih?"


Rosie lalu menyoraki Liam "huuuu Liam manja banget kalau ada Jane eonni."


"Diam kamu, ikut - ikutan saja jadi orang."


Seketika Liam menjadi diam, lalu membuka mulutnya. Jane lalu menyuapi Liam kue tersebut, dan ikut memakan kue bagiannya. Mr dan Mrs Robinson hanya tersenyum melihat tingkah laku Liam dan Jane tersebut karena menurutnya mereka berdua sangat cocok sekali jika menjadi sepasang kekasih atau bahkan suami istri. Mereka melihat jika sifat Jane yang sedikit tegas dan judes tersebut dapat mengontrol Liam yang memiliki sifat keras kepala dan sulit diatur. Mereka semua juga berbincang ringan dengan banyak candaan. Setelah itu mereka semua kembali melanjutkan kegiatan mereka masing - masing termasuk Liam yang kembali bermain vidio game di kamarnya, sedangkan Jane mengikuti Liam dan duduk di sofa kamar milik Liam.


Liam yang sedang asik bermain vidio game tiba - tiba teringat suatu hal "eh tadi katanya mau mengabulkan satu permintaan aku."


"Memangnya aku bilang begitu?"


"Jangan pura - pura amnesia kamu ya."


"Oke, cepat katakan apa permintaanmu?"


"Peluk dan cium aku dong."


"Mau peluk apa cium?"


"Dua - duanya."


"Satu saja, kan aku bilang hanya satu."


"Ya udah deh cium pipi aku aja."


"Oke, tutup mata kamu."

__ADS_1


Liam kemudian menutup matanya dan Jane kemudian mengambil vas bunga yang berada di meja Liam. Jane kemudian menempelkan vas itu di pipi Liam sembari menahan tawanya. Liam yang menyadari jika dia sedang dikerjai oleh Jane lalu membuka matanya sembari memanyunkan bibirnya.


"Tuh kan kamu bohong."


"Hahaha kamu pikir aku akan memberikannya kepada Chicken yang jelek? tidak semudah itu ferguso."


"Ya sudah terserah, malas berbicara dengan kamu."


Liam kemudian berbaring di ranjangnya dan kembali memainkan vidio game nya. Jane hanya tertawa melihat tingkah lucu Liam saat merajuk kepadanya. Kemudian Jane melihat - lihat kamar Liam termasuk koleksi buku dan lukisan milik Liam. Setelah itu Liam beranjak dari tidurnya dan pergi mengambil skateboard nya, ketika hendak pergi keluar kamar Jane langsung bertanya kepada Liam "mau pergi kemana?"


"Bukan urusan kamu."


"Ihhh Liam ikut, boleh ya?"


"Tidak mau, lebih baik kamu pergi saja dengan teman kamu."


"Tidak mau, aku mau ikut kamu."


"Apa kamu tidak mempunyai teman disini, sehingga kamu terus mengikutiku kemanapun aku pergi?"


"Aku punya teman disini kok, tapi aku sekarang baru ingin ikut denganmu."


"Nope!"


"Liam jahat."


"Terserah, aku mau pergi dulu bye."


Liam kemudian pergi keluar kamar dengan membawa skateboard miliknya, namun saat di dekat tangga Liam bertemu dengan Mrs Robinson " mau pergi kemana Liam? "


"Mau pergi bermain skateboard mom, dengan teman - teman."


"Terus si Jane kemana?"


"Itu ada di kamarku mom."


Jane lalu berjalan menghampiri Liam dan Mrs Robinson "tante, aku ingin ikut Liam boleh ya?"


"Jangan mom, Jane tidak bisa ikut denganku."


"Memangnya kenapa Liam?"


"Nanti Jane pasti merengek ingin pulang, dan pasti akan sangat merepotkan jika dia ikut denganku."


"Tidak kok tante, aku janji tidak akan merengek meminta pulang dan merepotkan Liam."


"Tuh, Jane saja berkata tidak akan merepotkanmu kok Liam."


"Tetap saja aku tidak mau Jane ikut denganku."


Jane kemudian memohon kepada Mrs Robinson "tan, please boleh ya?"

__ADS_1


"Jane diajak aja Liam, tidak apa - apa."


"Tidak mau mom, pokoknya aku tidak mau mengajaknya."


__ADS_2