Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #86


__ADS_3


Mereka berdua lalu tertawa bersama dan kembali berbincang tentang hal lain yang membuat mereka bahagia. Tidak lama kemudian Josh menghampiri meja mereka berdua dan ikut berbincang bersama. Mereka bertiga lalu berbincang mengenai game yang akhir - akhir ini sedang banyak orang mainkan termasuk mereka bertiga sampai akhirnya tiba - tiba ada orang yang menghampiri meja mereka berdua. Ternyata mereka adalah Dio dan Chicko yang membawakan kue ulang tahun untuk Liam sembari menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk merayakan ulang tahun Liam. Mereka bertiga sengaja merancang ini untuk merayakannya karena sudah lama sekali mereka tidak merayakan ulang tahun Liam secara bersama - sama saat Liam berada di Australia. Sebelum meniup lilinnya Liam membuat permohonannya terlebih dahulu baru setelah itu dia meniup lilinnya.


Teman - temannya satu persatu kemudian menjabat tangan Liam sembari mengucapkan selamat kepadanya dan mendoakannya di hari ulang tahunnya. Liam kemudian memotong kue tersebut dan memberikannya kepada teman - temannya untuk dinikmati bersama. Mereka semua berbincang dan bercanda sembari memakan kue tersebut bersama - sama. Terlihat jelas sekali jika pertemanan mereka berlima sangat hangat dan seru hingga mungkin membuat para pengunjung cafe tersebut merasa iri karena pertemanan mereka karena hampir semua pengunjung cafe itu seringkali memperhatikan meja mereka berlima. Setelah memakan kuenya masing - masing mereka kemudian bermain game bersama hingga sore hari. Mereka lalu memutuskan untuk pulang ke rumah masing - masing namun Liam keluar yang paling akhir dari cafe tersebut karena menunggu pesanan kue strawberry untuk Jane, sedangkan Dio harus kembali bekerja di cafe tersebut.


"Tumben kamu memesan kue rasa strawberry, bukankah kue favorite mu adalah kue rasa chocolate dan kue rasa keju?" tanya Dio sewaktu memberikan pesanan Liam.


"Ini bukan untukku."


"Lalu untuk siapa, pacarmu ya?"


Liam tersenyum "ada deh, rahasia."


"Wah sekarang kamu bisa bermain rahasia juga ya denganku?"


"Tentu saja, kalau tidak begitu takutnya nanti malah tidak jadi kan malu."


"Kamu benar juga sih, rata - rata yang suka mengumbar hubungannya di depan banyak orang tidak akan jadi alias tidak bertahan lama."


"Pengalaman ya?" tanya Liam menggoda Dio.


"Ya kamu tau sendiri lah."


Liam tertawa "cukup tau dan di jadikan sebagai pelajaran."


"Sudahlah cepat pergi, nanti pacarmu marah kalau terlalu lama menunggu."


"Iya sebentar. Jangan lupa nanti malam kita pesta dan jangan bekerja terus."


"Iya aku tau, ini aku aja tukar shift dengan temanku agar aku bisa ikut datang ke acara pestamu. Tetapi jangan di bar karena kamu tau sendiri kan jika aku dan Ricko tidak minum?"


"Aku tau itu dan aku menghargai kalian berdua."


Dio mengacungkan jempolnya kepada Liam "good. Oh ya, aku baru membeli vape kamu mau mencobanya?"


"Vape?"


"Rokok elektrik, ini rasa vanilla sih."


"Biar aku coba."

__ADS_1


Dio lalu memberikannya kepada Liam "bagaimana?"


"Lebih enak sih, beli di mana?"


"Di perempatan dekat lampu merah sana."


Liam lalu memberikannya kepada Dio "baiklah habis ini aku mampir untuk membelinya, rasa vanilla kan ini?"


"Enak sekali kamu langsung membelinya sedangkan aku harus menabung terlebih dahulu untuk membelinya."


"Ya baru ada uang aja sih."


"Kamu setiap hari kan selalu ada uang."


"Terserah. Nanti kalau tidak cocok baru aku berikan kepadamu karena tau sendiri kan aku bagaimana orangnya?"


"Baiklah."


"Terima kasih."


"Sama - sama Liam."


Liam kemudian meninggalkan cafe tersebut dan pergi ke toko yang di katakan oleh Dio. Setelah itu Liam pulang ke apartement miliknya untuk memberikan strawberry cake kesukaannya Jane. Liam juga berhenti di mini market untuk membeli beberapa chocolate dan makanan ringan lainnya. Saat berada di depan mini market untuk meminum soda yang baru saja dia beli tiba - tiba ada seekor kucing kecil yang mendekatinya. Liam kemudian masuk kembali ke mini market tersebut untuk membeli makanan kucing dan memberikannya kepada kucing tadi. Liam berjongkok saat dia memberi kucing itu makan dan mengusap bulu halusnya. Liam juga bermain dengan kucing tersebut walaupun hanya sebentar sebelum dia pulang ke apartement miliknya.


"Aku membawa makanan ringan, chocolate, strawberry cake kesukaanmu, dan tiga tangkai bunga mawar untukmu."


Jane kemudian membaringkan badannya di atas ranjang miliknya dan kembali menonton film "oh."


Liam lalu mendekat ke arah Jane "hanya itukah balasanmu?"


Jane menghela nafasnya "terima kasih," ucapnya dengan mata yang tertuju ke arah layar televisinya.


"Sebenarnya ada apa dengan dirimu?" tanya Liam menatap Jane.


"Kan sudah kubilang jika suasana hatiku sedang tidak baik."


"Kalau begitu makanlah chocolate ini agar suasana hatimu tidak buruk."


"Aku sedang diet."


"Kalau begitu makanlah makanan ringan ini."

__ADS_1


"Aku sedang tidak ingin memakan itu."


"Baiklah kalau begitu makanlah tiga tangkai mawar ini," ucap Liam sembari memberikan mawar tersebut kepada Jane.


Tiba - tiba saja Jane memegang perutnya karena dia kembali mengalami sakit perut "bisakah kamu berhenti berbicara?"


"Baiklah." Liam kemudian membawa Jane ke dalam pangkuannya.


Jane mengambil boneka gurita yang berada di sampingnya lalu menunjukkannya kepada Liam "lihatlah!"


"Oh kamu sedang marah kepadaku?"


Jane mengangguk "jadi tinggalkan aku sendiri!"


"Kalau aku tidak ingin bagaimana?"


"Tidak tau." Jane lalu berdiri dan kembali duduk di atas ranjangnya.


Liam kemudian kembali menggendong Jane ke dalam pangkuannya "perut kamu sedang sakit?"


Jane kembali mengangguk "iya, sekarang kembali terasa sangat sakit."


"Lalu aku harus bagaimana?"


"Aku ingin di suapi strawberry cake itu."


Liam tersenyum "baiklah, aku akan mengambilnya terlebih dahulu."


Setelah itu Jane kembali duduk di pangkuan Liam dan Liam mulai menyuapi Jane. Liam juga memberikan tiga tangkai bunga mawar kepada Jane, dia kemudian bertanya kepada Liam "tadi habis darimana?"


"Dari cafe," ucap Liam sembari menyuapi Jane.


"Kenapa kamu memberikan aku bunga mawar?" tanya Jane sembari memainkan bunga mawar tersebut.


"Tadi ada yang menawariku bunga itu saat di jalan, jadi aku membelinya. Kamu tidak menyukai bunga mawar?"


"Aku suka tetapi tidak terlalu suka."


"Lalu bunga apa yang paling kamu suka?" tanya Liam menatap Jane.


"Bunga daisy."

__ADS_1


"Kalau begitu suatu hari aku akan membelikan bouquet bunga daisy yang besar untukmu."


"Baiklah terserah kamu saja."


__ADS_2