
Liam kemudian memutar sebuah lagu agar semakin ramai dan tidak terlalu sunyi. Lagu yang Liam dengarkan merupakan lagu yang sama saat dia putar di mobil sepulang dari pantai. Liam kembali teringat dimana saat Jane merasa kelelahan karena bermain di pantai sehingga dia tertidur dengan bersandar di bahu Liam sepanjang perjalanan pulang. Liam memandangi langit malam karena dia merasa sangat rindu kepada Jane saat ini, bahkan Liam sampai memeriksa handphone miliknya berulang kali untuk menunggu kabar darinya. Sebenarnya Liam sangat mencintai Yunna namun entah kenapa dirinya terus terbayang - bayang akan paras indah yang Jane miliki, apalagi setelah ciuman pertamanya pada malam itu. Hati Liam merasa gelisah saat Jane berada jauh darinya karena ini juga berarti dia tidak bisa melihat senyuman manisnya yang terpancar saat di pagi hari. Liam mengira bahwa Jane marah kepadanya karena dirinya tidak bisa datang ke bandara untuk mengantarkannya sehingga Jane tidak ingin mengabarinya jika dia sudah sampai di Korea Selatan.
Disisi lain Jane yang sudah sampai di rumah miliknya yang berada di Korea Selatan dengan selamat kemudian dia memilih untuk langsung beristirahat di atas ranjangnya yang empuk tersebut. Rumah kaca milik Jane sangatlah nyaman dan juga terdapat salah satu foto dirinya yang mempesona dipajang di ruang tamu. Rumah tersebut merupakan rumah pribadinya yang dia dapat dari hasil jerih payahnya selama berkarier sebagai model brand mewah. Rumahnya terletak di area perumahan elit yang kawasannya sangat dijaga ketat sehingga tidak sembarangan orang bisa masuk ke kawasan perumahan tersebut. Jane kemudian berjalan ke kamar mandi dan menghidupkan kran air di bathtub untuk dia mandi. Selesai mandi Jane langsung mematikan semua lampunya dan pergi tidur karena dia ada janji dengan seseorang besok siang. Saat jam menunjukkan pukul 9 pagi waktu Korea Selatan, Jane pergi untuk menemui pelatih senam pilatesnya karena sudah lama dia tidak melakukannya. Saat siang hari dia kemudian bergegas menemui seseorang temannya di sebuah cafe dengan diantar oleh Pak Kang.
"Maaf aku terlambat," ucap Jane sembari duduk di kursinya.
"Tidak apa - apa Jane, santai saja karena kamu juga baru pulang dari liburanmu di Indonesia."
"Terima kasih atas pengertiannya."
"Oh ya aku turut prihatin mendengar kabar putusmu dengan Kyle, dan berarti kalian tidak jadi menikah?"
Jane menggelengkan kepalanya "tidak, apalagi kedua orang tuaku juga tidak merestui kami berdua."
"Iya sih memang benar, lagipula siapa juga yang ingin menikah dengan pria tukang selingkuh. Eh tapi apakah ada pria di Indonesia yang kamu sukai saat ini?"
Jane tersenyum "ada, dan dia adalah pria yang baik."
"Siapa?" tanya wanita itu sembari memajukan badannya untuk mendekati Jane.
"Rahasia, dia sebenarnya pria campuran Australia - Indonesia yang memiliki senyum manis dengan lesung pipi walaupun senyumannya itu limited edition."
"Memangnya kenapa?"
"Karena dia jarang tersenyum, namun sekali dia tersenyum bisa membuat jantungku berdetak dengan kencang."
"Wah menarik sekali, apakah pria itu yang pernah berfoto denganmu di cermin?"
"Bagaimana kamu tau?"
Dia tertawa "insting mata - mataku sangatlah kuat, ya memang aku akui dia sangatlah tampan tetapi apakah orang tuamu setuju jika kamu dengan dengannya?"
"Tentu saja mereka setuju karena dia putra dari sahabatnya appa apalagi dia juga merupakan teman sepermainannya oppa di Indonesia."
__ADS_1
"Pantas saja, tetapi apakah dia memiliki banyak uang?"
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"
"Karena aku takut jika dia nanti hanya menumpang hidup kepadamu."
Jane kemudian mengeluarkan tas miliknya dan meletakannya di atas meja "ini hadiah darinya sepulang dari New York, dan dia juga mampu untuk membelikan aku boutique brand mewah serta seisinya jika aku ingin."
"Oh, dia pasti sangat tampan."
"Tentu saja dia sangat tampan dan kaya raya, ada seseuatu di dalam dirinya yang jarang ditemukan di pria manapun."
"Apa itu?" tanyanya dengan rasa penasaran.
"Rahasia," jawab Jane singkat.
"Kalau begitu kalian sudah melakukan apa saja?"
"Rahasia."
"Karena itu privasi," ucap Jane sedikit merasa kesal lalu dia meminum jus strawberry yang tadi dia pesan.
"Baiklah."
"Aku tidak akan mengungkap tentangnya secara mendetail apalagi tentang keluarganya karena itu sangat berisiko jika sampai tersebar, apalagi aku termasuk salah satu orang berpengaruh di industri hiburan ini jadi aku akan berusaha untuk menjaga privasinya karena dia orangnya sedikit tertutup mengenai hal pribadinya."
"Kamu benar, apalagi ini di Korea."
Wanita yang sedang berdebat panas dengan Jane tadi adalah sahabat Jane di Korea yang bernama Grace. Dia merupakan salah satu anggota girlgroup dari agensi sebelah. Mereka berdua sudah dekat sejak Jane tidak sengaja bertemu dengan Grace di salon yang sama. Jane kembali meminum jus strawberry miliknya karena merasa panas, dan tiba - tiba saja handphone Jane berbunyi saat mereka berdua tengah berbincang. Dengan cepat Jane langsung berdiri dan menjauh untuk menjawab telepon tersebut agar perbincangan mereka berdua tidak bisa di dengar oleh Grace. Setelah menerima telepon tersebut Jane lalu kembali duduk di kursinya untuk melanjutkan perbincangannya dengan Grace. Saat hari mulai sore Jane kemudian memutuskan untuk pulang ke rumahnya untuk mandi dan segera beristirahat karena besok jadwalnya akan sangat padat. Jane kemudian bercerita kepada Pak Kang saat Pak Kang hendak pulang ke rumahnya.
"Aneh sekali," ucap Jane tiba - tiba.
"Aneh karena anda mulai merindukan tuan muda Liam?"
__ADS_1
"Kenapa jadi membicarakan dia?"
"Walaupun anda tidak menyebutkan namanya tetapi saya tau pasti anda akan membicarakannya bukan?"
"Tidak tau."
"Ayolah nona, saya tau jika anda saat ini sedang merindukannya karena setiap malam anda sudah terbiasa ditemani olehnya."
"Sepertinya kamu benar untuk kali ini," ucap Jane bercanda.
"Kalau benar begitu kenapa anda tidak menghubunginya?"
"Dia minggu ini dan minggu depan sangat sibuk banyak pekerjaan, oleh karena itu aku tidak ingin mengganggunya."
"Oh begitu rupanya."
"Kalaupun aku mengirimkan sebuah pesan untuknya hari ini pasti dia akan membalasnya besok siang karena memang dia itu pria yang gila kerja."
"Bukankah tidak apa - apa jika dia membalasnya besok? yang terpenting kan dia membalas pesan anda."
"Kamu benar, tapi nanti pasti akan membuatku terus kepikiran dan selalu berharap untuk mendapatkan balasan pesan darinya."
"Benar juga, tapi apa salahnya mencoba mengirimkan sebuah pesan walaupun hanya sekedar menanyakan kabar agar anda tidak merasa gelisah seperti ini."
"Baiklah akan aku coba nanti malam sebelum tidur."
"Kenapa harus nanti malam, nona?"
"Agar aku langsung lupa dan tidak menjadi kepikiran."
"Memangnya bisa seperti itu?" tanya Pak Kang merada keheranan.
"Bisa saja jika aku langsung tertidur, pasti di pagi hari pesannya akan menumpuk hingga membuat pesannya tenggelam."
__ADS_1
"Oh begitu," ucap Pak Kang mengangguk paham.