Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #431


__ADS_3

Di belahan bumi bagian lain, saat ini Liam sedang bermain dengan baby Ace sembari mengajarinya bermain game agar menjadi pro player haha. Tidak lama kemudian datanglah Jane yang baru saja dari luar untuk mengambil air minum. Jane sangat suka sekali minum air putih dan dia bisa meminum 1 botol besar air mineral setiap harinya. Bahkan dahulu Liam harus mengganti galon minum kecil di kamarnya setiap 3 hari sekali, karena memang Jane sangat boros air minum.


Jane lalu duduk di samping Liam dan mencium lehernya, dan entah mengapa pada saat itu Jane sedang ingin berbuat seperti itu kepada suaminya. Disisi lain Liam langsung merasa seperti kesetrum dan menatap Jane dengan tatapan sinis. Tiba - tiba saja ada yang tegak namun bukan keadilan, begitu yang sedang difikirkan oleh Liam. Dia lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi sore, dan tiba - tiba saja ada yang masuk ke dalam kamar mandi saat Liam tengah menikmati setiap tetesan air yang keluar dari shower sembari menghadap ke tembok.


Lalu Liam merasa bahwa ada yang sedang memeluknya dari belakang, dan saat menoleh ternyata itu istrinya sendiri. Jane tadi berjalan mengendap - ngendap sembari perlahan melepas handuknya hingga memperlihatkan tubuh polosnya tanpa tertutup sehelai benang apapun. Liam merasa terkesima saat mengetahui keberanian Jane yang secara sukarela masuk ke dalam kandang singa. Liam lalu mengkabedon Jane dan menciumi bibirnya. Jane yang terbawa suasana langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Liam, dan melakukan adegan panas.


"Berani - beraninya kamu memasuki kandang singa secara sukarela," ucap Liam memeluk pinggul Jane.


"Aku sedang ingin mencari tantangan baru, jadi aku memutuskan untuk masuk ke kandang singa secara sukarela."


"Hmm kalau begitu aku harus memberimu sebuah kenang - kenangan sebelum keluar dari sini."


"Apa itu suamiku?"


Liam lalu memberikan sebuah tanda di leher Jane, dan itu merupakan tanda daerah kekuasaannya. 30 menit kemudian mereka berdua sudah selesai mandi, dan sekarang giliran baby Ace yang akan mandi.


"Sayang ayo mandi dulu," ucap Jane memggendong baby Ace ke dalam kamar mandi.


"Jane, nanti malam ya sayang?" tanya Liam sembari menaik - naikkan alisnya.


"Nanti malam kenapa?" tanya Jane pura - pura tidak paham.


"Itu lho sayang, anu hehe jatahku."


"Ck iya nanti bisa diatur."


Jane langsung masuk ke dalam kamar mandi dan memandikan baby Ace. Setelah itu Jane memberi baby Ace susu agar dia langsung tertidur, sedangkan Liam memilih untuk berbaring di samping Jane sembari memainkan handphone miliknya.


"Jane aku juga mau," ucapnya merengek.


"Tidak boleh hubby, sudah sana lebih baik kamu jalan - jalan saja diluar dengan Pak Kang!"


"Katanya kita kemari ingin liburan bersama, lalu kenapa kamu malah memilih untuk terus di dalam villa?"


"Aku keluarnya nanti, kalau sekarang masih banyak kerjaan yang harus diselesaikan."


"Mmm kalau begitu lebih baik aku saja yang menjaga baby Ace, sedangkan gantian kamu yang berjalan - jalan keluar bersama Pak Kang."

__ADS_1


"Iya nanti saja kita jalan - jalan bersama agar lebih seru."


"Hmm baiklah."


*Hacim.*


"Bless you," ucap Jane sembari mengusap dada baby Ace.


"Baby Ace bersin ya?"


"Iya daddy, baby Ace baru saja bersin."


"Baby Ace kenapa tidak mau tidur?" tanya Liam penasaran.


"Mungkin baby Ace belum mengantuk, dan tadi rewel karena haus dan lapar saja."


"Oh begitu. Mmm mau dinner di hotelku?" tanya Liam.


"Boleh, nanti kita dinner bersama di hotelmu sembari melihat - lihat suasana di dalam hotelmu."


"Baiklah."


"Ya hampir miriplah."


"Oh."


Beberapa menit kemudian mereka berempat, dengan baby Ace juga pergi ke hotel milik keluarga Liam. Begitu dia masuk ke dalam hotel tersebut Jane merasa sangat kagum dengan interior di hotel itu karena terlihat sangat mewah. Suasana di hotel tersebut sangat ramai tamu yang menginap karena hampir mendekati weekend. Jane lalu berfikir bahwa pantas saja suaminya sangat kaya raya apalagi basement rumah keluarganya yang terkesan seperti showroom mobil mewah, karena bisnis hotel dan restaurantnya sangat ramai sekali.


Bahkan suaminya itu sepertinya tidak akan miskin jika dirinya terus meminta dibelikan tas baru, dan uang jatah bulanan seperti biasanya mungkin hanya seperti uang recehan saja baginya. Kemudian general manager di hotel tersebut langsung mendatangi Liam karena dia telah diberitahu sebelumnya oleh Mr Robinson. GM itu lalu mengantar mereka berempat ke restaurant di hotel tersebu, dan para chef langsung menyajikan beberapa menu hidangan yang sangat lezat.


"Wah hubby, ini hotelmu?" tanya Jane berbisik di telinga Liam.


"Iya sayang kenapa memangnya, ada yang mengganjal ataukah ada yang kurang?"


"Tidak hubby. ini sangat wow sekali karena hotelmu sangat mewah."


"Hahaha apa kamu ingin beralih menginap disini heum?" tanya Liam memgusap rambut Jane.

__ADS_1


"Tidak hubby, di villa saja karena tidak banyak orang."


"Haha baiklah sayang, mari kita makan."


"Okay, ayo Pak Kang mari makan."


"Baik nyonya."


Mr Robinson saat ini sedang berbincang santai dengan para pengusaha lainnya dan sharing tentang bisnisnya, yah sekalian untuk mencari relasi baru sih. Semua pengusaha sudah mengenal siapa Robinson itu karena memang Mr Robinson sangat terkenal di kalangan para pengusaha, apalagi dia sering masuk ke dalam majalah F sebagai pengusaha paling berpengaruh. Bahkan Liam juga waktu itu pernah masuk ke dalam majalah tersebut sebagai CEO muda yang sangat berpengaruh dan berada di peringkat 5 besar. Mrs Robinson sekarang juga sedang berbincang - bincang dengan para istri pengusaha, dan mereka sedang membicarakan masalah fashion. 3 jam kemudian mereka berdua sudah sampai di rumah dan sedang bersiap untuk tidur.


"Hon aku merasa sangat lelah, bisa minta tolong untuk memijat badanku?"


"Baik hon, sebentar."


Setelah itu Mrs Robinson memijat tubuh suaminya itu sembari berbincang mengenai para pengusaha lainnya.


"Tadi lumayan banyak para pengusaha baru yang ikut dalam pertemuan hon."


"Benarkah?" tanya Mrs Robinson.


"Iya hon, aku ingin kedua putra kita ikut hadir dalam pertemuan seperti itu namun sayang mereka berdua sepertinya tidak tertarik untuk menghadirinya."


"Mungkin mereka masih belum siap untuk datang ke acara tersebut, nanti mereka juga akan ikut menghadirinya saat sudah siap."


"Hmm benar juga."


"Sudah selesai, mari tidur."


"Sebentar lagi, aku masih ingin berbincang denganmu hon."


"Oh begitu, baiklah hon."


"Hon bagaimana menurutmu jika aku membangun rumah lagi?"


"Memangnya kamu ingin membangun dimana?"


"Belum tahu, aku ingin mencoba membangun rumah minimalis modern seperti milik Liam."

__ADS_1


"Lebih baik uangnya disimpan saja untuk hal lain, kita kan sudah mempunyai banyak rumah dan juga villa hon."


"Iya juga ya."


__ADS_2