
Setelah itu Jane menitipkan sebentar baby Ace kepada Mrs Robinson karena ingin menemui Liam yang sedang tertidur di kamarnya. Jane tidak ingin jika baby Ace sakit karena tertular virus apalagi kesehatan baby Ace masih sangat rawan karena masih bayi. Mrs Robinaon justru merasa sangat senang sekali ketika baby Ace dititipkan kepadanya karena Mrs Robinson bisa bermain bersama cucunya tersebut. Setelah memberikan baby Ace kepada Mrs Robinson, Jane kemudian melangkahkan kakinya menuju ke kamar Liam. Sesampainya disana Jane duduk di tepi ranjang Liam dan menatap wajah Liam yang tengah tertidur.
Walaupun Jane masih sedikit merasa kecewa dengan Liam karena menyebut - nyebut nama wanita lain saat dia tengah tertidur, akan tetapi Liam masih tetap suaminya yang harus dia sayangi dan juga hormati apalagi saat ini Liam sedang sakit. Jane mengusap pelan rambut suaminya itu dan setelah itu dia mencium pipinya. Jane merasa sangat sedih sekali setiap suaminya itu selalu berpura - pura mengenai kondisinya yang sebenarnya dan selu mengatakan bahwa dia sedang baik - baik saja, akan tetapi kenyataannya dia sedang tidak baik - baik saja seperti ucapannya.
Setelah itu Jane kembali turun ke bawah untuk menemui ibu mertuanya dan membiarkan Liam beristirahat yang cukup di kamarnya. Selama ini Liam sudah banyak membantunya mulai dari mengurus pekerjaan rumah tangga sampai mengurus anak mereka berdua. Jane merasa bahwa Liam sudah melakukan tugasnya sebagai seorang suami sekaligus sebagai seorang ayah dengan sangat baik, meskipun umur Liam satu tahun lebih muda dari Jane namun Liam bisa melakukan semua hal tersebut dengan sangat baik. Jane lalu berbincang bersama dengan Mrs Robinson sembari bermain dengan baby Ace. Jane bercerita kepada Mrs Robinson mengenai baby Ace, dan tidak lama kemudian Rosie pulang dari kampusnya. Rosie lalu bermain bersama baby Ace. Jane lalu kembali ke kamar Liam untuk menengok Liam apakah Liam sudah bangun atau belum.
"Jane," ucap Liam lirih.
"Ya sayang, ada apa?" tanya Jane saat menghampiri Liam.
"Aku haus."
"Oh ya sebentar, aku ambilkan air minum terlebih dahulu."
Jane lalu pergi mengambil segelas air putih dan memberikannya kepada Liam.
"Ini sayang minum dulu."
*Gluk gluk gluk.* Liam meminum segelas air putih.
"Badan kamu masih panas," ucap Jane setelah memegang dahi Liam.
"Kenapa kamu ada disini?" tanya Liam keheranan.
"Aku ingin menemuimu karena aku sangat merindukanmu, dan juga ingin merawatmu saat kamu sedang sakit."
"Tidak perlu Jane, aku bisa merawat diriku sendiri."
"Hubby, tolong biarkan aku merawatmu."
"Jangan Jane, nanti aku justru akan merepotkanmu apalagi saat ini kamu sedamg sibuk mengurus baby Ace."
"Kamu tidak pernah merepotkan aku sama sekali hubby, justru aku senang bisa merawat suami serta putraku."
"Kenapa begitu?" tanya Liam penasaran.
"Karena akhirnya aku dapat merasakan menjadi seorang istri dan juga seorang ibu sekaligus, dan aku merasa senang jika seperti ini apalagi jika aku diminta untuk mengurus suami serta anakku."
"Benarkah?"
"Iya hubby sayang terima kasih telah membuatku merasakan hal seperti itu," ucap Jane mengusap pipi Liam.
__ADS_1
"Apakah itu keinginanmu sejak lama?"
"Tentu saja."
"Keinginanmu sangat sederhana sekali namun menjalaninya sangatlah susah."
"Tidak apa - apa karena aku sedang menikmatinya. Mmm lalu apa keinginanmu hubby?" tanya Jane penasaran.
"Keinginanku adalah ingin membuat keluarga kecil dan juga yang harmonis."
"Itu saja?"
"Tidak juga sih karena aku juga ingin memenangkan pertandingan balapan dan lain sebagainya."
"Kamu ini balapan terus, apa kamu tidak merasa jera saat kecelakaan kemarin?"
Liam menggeleng.
"Tidak sama sekali."
"Kamu ini jangam balapan, lebih baim kendarai motor atau mobil dengan pelan - pelan."
"Iya."
"Sekarang kalau ada hal apapun yang mengganggu fikiranmu jangan sungkan untuk menceritakannya kepadaku, karena siapa tahu aku bisa membantumu."
"Iya sayang."
Jane lalu berbaring di samping Liam dan menarik selimutnya.
"Ayo tidur lagi, aku akan menemanimu."
"Baiklah," ucap Liam ikut berbaring di samping Jane.
"Maafkan ucapanku yang menyakiti hatimu kemarin, aku hanya bercanda dan tidak berniat mengatakan hal tersebut."
Liam langsung memeluk Jane.
"Iya sudah aku maafkan."
"Jadi sekarang kita baikan?"
__ADS_1
"Tentu."
Mereka berdua melanjutkan perbincangannya hingga membuat mereka ketiduran. Liam tertidur sembari memeluk Jane dengan sangat erat, sedangkan Jane menenggelamkan wajahnya di leher Liam dan terkadang dia juga menyandarkan kepalanya di dada Liam yang bidang itu. Disisi lain Rosie yang merasa lapar lalu pergi makan siang di ruang makan, sedangkan Mrs Robinson masih sibuk menimang cucunya. Mrs Robinson lalu pergi ke kamar Liam sebentar untuk menengoknya agar mereka bisa makan siang bersama. Namun saat dibuka pintunya, Mrs Robinson hanya bisa tersenyum melihat putranya serta menantunya bisa akur kembali. Karena tidak ingin mengganggu mereka berdua, Mrs Robinson lalu keluar dari kamar mereka dan pergi ke ruang makan untuk makan siang.
Mrs Robinson akhirnya makan siang dengan putrinya saja sembari menggendong baby Ace. Mereka berdua makan siang sembari berbincang dan Rosie menjelaskan tugas kuliahnya yang semakin hari semakin rumit serta susah untuk dikerjakan. Mendnengar hal tersebut Mrs Robinson lalu menyarankan Rosie untuk belajar dari Liam saja karena memang Liam adalah anak yang paling pintar diantara mereka bertiga. Meskipun begitu Mrs Robinson tidak pernah membeda - bedakan mereka bertiga karena dia yakin bahwa setiap anak itu memiliki kepintaran masing - masing. Selesai makan siang Mrs Robinson dan Rosie kembali bermain bersama baby Ace. Namun baby Ace tiba - tiba saja tertidur karena mengantuk.
"Liam disini mom?" tanya Rosie.
"Iya sayang."
"Sekarang Liam dimana?"
"Kakakmu sedang tidur di kamarnya."
"Bersama eonni?"
"Ya begitulah."
"Mereka aneh ya mom, masa sedikit - dikit bertengkar lalu kemudian mereka berdua akur kembali."
"Ya begitulah sayang yang namanya rumah tangga dan anggap saja itu sebagai bumbu rumah tangga agar kedepannya semakin akrab dan juga semakin menyayangi satu sama lainnya."
"Iya mom. Oh ya, Ace sangat lucu sekali bahkan saat dia sedang tertidur."
"Iya sayang, keponakanmu ini sangat menggemaskan sekali."
"Aku ingin menggendongnya boleh tidak mom?"
"Boleh saja asalkan hati - hati ya kasihan jika dia sampai kecengklak karena tulangnya yang masih muda."
"Iya mom, ini aku juga hati - hati kok, begini kan mommy?" tanya Rosie merasa sangat bahagia.
"Iya sayang begitu sudah benar, mommy ini sangat khawatir sekali dengan Ace."
"Iya mom sama."
"Kapan - kapan jika Ace sudah besar, aku akan mengajaknya bermain di disneyland dan mencoba semua wahana bermain dengannya."
Mrs Robinson tertawa.
"Iya sayang boleh, bahkan kamu boleh mengajaknya pergi kemanapun."
__ADS_1
"Yess asyik," ucap Rosie bersorak pelan karena takut membangunkan baby Ace.