
Setelah itu Liam kembali melanjutkan membaca novel tersebut sembari sesekali berbincang dengan Jane membicarakan mengenai isi novel yang sedang dia baca. Jane manatap Liam dengan sinis serta dengan tatapan yang seolah - olah sedang menghujat Liam karena dia membaca novel romansa first love. Jane bersikap seperti itu kepada Liam bukan tanpa alasan, hal tersebut terjadi karena sedari dulu Liam selalu berkata kepadanya bahwa dia tidak percaya mengenai cinta pertama atau apalah itu sebutannya dan intinya sesuatu yang berhubungan dengan yang namanya cinta. Tetapi entah mengapa sekarang Liam lebih sering membaca novel romansa, dan akhir - akhir ini jika diperhatikan Liam lebih senang membaca novel tersebut daripada komik fantasy.
Mereka berdua menghabiskan waktu bersama pada malam itu dengan bersantai di balcony kamarnya. Beberapa bulan kemudian Jane pada saat itu sedang melakukan photoshoot di tempat biasanya setelah Liam pergi berangkat bekerja. Kegiatan photoshoot itu menjadi penutup di bulan tersebut sebelum Jane ikut Liam kembali ke Australia untuk menghabiskan waktu akhir tahunnya. Namun sebelum pergi ke Australia, mereka berdua biasanya memilih untuk pergi ke Korea Selatan lalu tujuan akhirnya baru Australia jika Jane tidak menginginkan pergi ke negara lain. Kegiatan itu menjadi agenda tahunan keluarga kecil Liam, alias mereka berdua setelah menikah (intinya seperti mudik gitulah).
Liam menjadi betah saat di Korea Selatan karena dia selalu ikut bersama Josh pergi ke gedung entertaiment milik keluarga Kim, dan selain itu Liam lebih suka merenung atau menulis sesuatu di tepi sungai Han saat sore hari. Liam juga sering bersepeda sendirian di negara tersebut daripada menggunakan mobil, walaupun terkadang Liam sering tersesat di negara orang haha. Saat ini Liam sedang bersepeda santai di sekitaran dekat rumah pribadi Jane, agar dia tidak tersesat lagi jika terlalu jauh mengayuh sepedanya. Dia bersepeda sembari menghirup udara segara di sore hari dan juga melihat - lihat pemandangan sekitar. Saat menjelang malam, dia lalu memutuskan untuk pulang dan beristirahat di rumah Jane.
"Jane, aku pulang!!" teriak Liam sembari memarkirkan sepedanya di dekat pintu.
Namun Kali ini Liam merasa sangat aneh, karena biasanya Jane selalu berlari menghampirinya serta menbukakan pintu saat dia berteriak seperti itu sepulang dari kegiatannya bersepeda. Setelah itu Liam lalu masuk ke dalam rumah dan ternyata sudah ada ibu mertuanya yang sedang bersantai menonton televisi di ruang tengah.
"Sore eomma," ucapnya menyapa Mrs Kim.
"Sore juga Liam, habis dari bersepeda ya?"
"Iya eomma sekalian membeli snack di minimarket."
"Sudah tidak tersesat lagi?" tanya Mrs Kim bercanda.
Liam tertawa.
"Tidak kalau jaraknya hanya sekitar sini, tapi jika jauh pasti masih tersesat haha."
"Oh begitu."
Liam lalu mengedarkan matanya melihat sekeliling rumahnya.
"Jane kemana eomma?" tanya Liam.
"Aku disini hubby," ucap Jane sembari membawa sebuah nampan yang berisi dua cangkir teh hangat untuk Mrs Kim dan Liam.
"Silahkan diminum," ucap Jane dengan senyuman yang manis.
"Aku akan mandi setelah ini," ucap Liam.
"Okay hubby. Mmm hubby bawa apa?" tanya Jane saat melihat sebuah tas belanjaan di samping Liam.
"Aneka snack, tadi sore saat sebelum aku berangkat bersepeda katanya kamu ingin snack jadi ini untukmu."
"Terima kasih hubby."
"Iya," ucap Liam mengusap rambut Jane.
__ADS_1
Setelah itu Liam pergi untuk mandi, sedangkan Jane melanjutkan perbincangannya bersama dengan Mrs Kim. Mrs Kim terus memperhatikan putrinya tersebut dan merasa bahwa ada perubahan pada dirinya. perubahan yang dimaksud adalah seperti menunjukkan tanda - tanda bahwa seseorang sedang mengandung, yah mungkin hanya perasaannya saja ataukah dirinya yang terlalu berharap bahwa putrinya itu memberikannya seorang cucu. Beberapa jam kemudian saat sedang makan malam, tiba - tiba saja Jane merasa mual - mual.
"Maaf hubby, sebentar." Jane langsung pergi ke kamar mandi.
Liam langsung berlari mengikuti Jane ke kamar mandi karena merasa khawatir.
"Sayang kamu sakit?" tanya Liam mengusap punggung Jane.
Jane menggeleng.
*Hoekkk*
"Kita pergi ke dokter ya?"
"Tidak perlu hubby, mungkin aku sedang masuk angin saja kok."
"Nanti aku carikan obat untukmu."
Liam lalu menggendong Jane menuju ke kamarnya.
"Kamu istirahat saja, aku yang akan membereskannya serta mencari obat untukmu."
"Tidak perlu hubby, aku tidak demam namun perutku hanya terasa mual saja."
Jane mengangguk.
"Iya hubby."
Keesokan harinya saat baru bangun tidur, Jane langsung pergi ke kamar mandi dan beberapa menit kemudian di membangunkan Liam.
"Good morning daddy," bisik Jane di telinga Liam.
Liam langsung terbangun dari tidurnya karena telinganya merasa geli.
"Nnggg ada apa sayang?" tanya Liam dengan matanya yang masih terpejam.
"Aku ingin menunjukkan sesuatu kepadamu."
"Apa itu?" tanyanya langsung membuka mata.
Jane langsung memberikan sebuah testpack kepada Liam.
__ADS_1
"Garis dua? artinya kamu..."
"Iya aku sedang mengandung anakmu hubby," ucap Jane dengan sangat antusias.
"Benarkah? wahh keren, bagaimana bisa?"
Jane lalu memukul kepala Liam.
"Pakai tanya segala, padahal jelas - jelas kamu tersangka utamanya."
Liam tertawa sembari mengusap kepalanya dan setelah itu dia memeluk Jane. Liam juga mencium bibir serta pipi chubby Jane karena merasa sangat bahagia.
"Akhirnya setelah penantianku yang lumayan lama, aku akan menjadi seorang ayah."
"Kita beritahu orang tuamu dan juga orang tuaku?"
"Orang tuamu dulu saja, nanti orang tuaku menyusul."
"Okay. Mmm lalu rencana kita pulang ke Australia bagaimana?"
"Tenang saja nanti saat kita ke dokter, aku akan bertanya apakah boleh membawamu terbang ke Australia atau tidak."
"Okay hubby."
Setelah mandi pagi, mereka berdua langsung pergi ke dokter kandungan untuk memeriksa keadaan Jane serta memastikan kebenarannya apakah Jane benar - benar mengandung anaknya atau tidak. Dokter lalu berkata kepada Liam bahwa Jane benar - benar sedang mengandung anaknya, dan setelah mendengar hal tersebut Liam langsung kembali memeluk Jane. Setelah itu Liam menghubungi Mrs Robinson jika Jane sedang mengandung anaknya dan saat membicarakan jika besok mereka berdua akan langsung terbang ke Australia, Mrs Robinson lalu melarang Liam untuk terbang ke Australia dan justru Mrs Robinsonlah yang akan pergi ke Korea Selatan. Setelah menyelesaikan perbincangan dengan Mrs Robinson, Liam lalu pulang ke rumah bersama dengan Jane. Sesampainya di rumah ternyata sudah ada orang tua serta kakak dari Jane dan mereka semua langsung memeluk Jane satu persatu.
"Mari masuk," ajak Jane.
"Tidak kusangka ternyata kamu hebat juga," bisik Josh di telinga Liam.
"Hoho pastilah, Liam gitu lho."
"Dih dasar, btw tolong jaga adikku saat sedang mengandung dan jika kamu menyakitinya awas saja kamu!"
"Iya kakak ipar."
"Jadi setelah Jane mengandung apa kalian berdua tetap akan pergi ke Australia?" tanya Mr Kim.
"Tidak appa, katanya mommy dan daddy yang justru akan kemari."
"Oh syukurlah jika begitu, masalahnya aku juga merasa khawatir jika kalian tetap pergi karena ini pertama kalinya Jane mengandung."
__ADS_1
"Iya appa, mommy juga berkata seperti itu tadi."
"Oh."