
Liam lalu melompat di atas ranjang dan mematikan lampu yang berada di dekat meja, sedangkan Jane masih saja sibuk memainkan handphone miliknya karena sedang asyik bertukar pesan kepada temannya. Saat Liam berdehem, Jane langsung meletakkan handphone miliknya dan memeluk tubuh Liam dari samping. Jane merasa sangat nyaman sekali setiap dirinya tertidur sembari memeluk tubuh suaminya itu, dan entah mengapa dirinya merasa aman saat di malam hari. Tiba - tiba saja handphone Jane terus berdering hingga membuat Liam merasa terganggu, kemudian Liam mengambil handphone milik Jane dan membangunkannya. Setelah diperiksa oleh Jane ternyata itu hanya sebuah pesan saja namun secara berurutan, oleh karena itu bunyinya sangat mengganggu telinga Liam saat tengah tertidur nyenyak.
Melihat raut wajah suaminya yang sepertinya terganggu serta tidak suka, Jane kemudian mematikan handphone miliknya dan kembali tertidur. Saat di pagi hari Liam yang terbangun lebih awal dari Jane, langsung meregangkan tubuhnya di atas ranjang. Setelah itu dia mencium kening istrinya dan berjalan ke arah balcony kamarnya. Disana Liam memutuskan untuk berolahraga sebentar untuk memulai harinya agar tetap bugar, Liam melakukan pemanasan terlebih dahulu baru memulai berolahraga. Liam juga melakukan sikap lilin di balcony kamar. Liam merasa bahwa sekarang tubuhnya lebih bugar daripada sebelumnya dan kemungkinan hari ini dia akan mulai berangkat ke kantor lagi. Liam melepas bajunya dan hanya mengenakan celana kolor kesayangannya saat dia melakukan sikap lilin karena dia merasa risih saat memakai baju disaat melakukan hal seperti itu.
"Aku bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan kepadaku di pagi hari ini karena saat aku terbangun dari tidurku, aku telah disuguhi pemandangan yang seperti itu hehe."
Jane bergumam seperti itu setelah bangun tidur karena dia langsung melihat suaminya yang sedang melakukan sikap lilin di balcony kamar tanpa memakai baju atasan, sehingga itu mengekspose tubuh kekarnya yang sexy apalagi tubuhnya itu terkena cahaya matahari hingga kesannya seperti disinari oleh matahari. Melihat bahwa istrinya sedari tadi memperhatikannya saat sedang berolahraga, Liam kemudian menghampiri Jane dan mencium bibirnya sekilas.
"Good morning babe," ucap Liam.
"Good morning hubby, tumben bangun lebih pagi dari biasanya."
"Iya entah mengapa tiba - tiba saja aku terbangun saat pukul setengah 6 pagi."
"Oh. Mmm hubby."
"Ya, kenapa Jane?"
"Besok akhir pekan teman - temanku ingin main ke rumah dan mengadakan acara barbeque an, boleh tidak hubby?"
"Sabtu atau Minggu?"
"Sabtu malam."
"Oh baiklah."
"Terima kasih suamiku yang tampan," ucap Jane bercanda.
"Sama - sama istriku yang cantik jelita seperti putri dongeng."
Jane tertawa.
"hubby aku ingin dipeluk."
"Kemarilah," ucap Liam saat memeluk Jane.
"Badanmu sangat besar sekali seperti seorant gladiator, dan terkadang aku merasa takut saat kamu memelukku secara tiba - tiba."
"Takut kenapa?" tanya Liam mencium pipi Jane.
"Takut dijadikan ayam geprek olehmu."
"Pfftt aku tidak mungkin berbuat seperti itu, lagipula lebih enak ayam geprek daripada Jane geprek."
"Yakin?"
__ADS_1
"Iya, lagipula aku juga bukan seorang kanibal jadi aku tidak menyukai daging manusia."
"Lalu daging apa yang kamu suka?"
"Daging ayam, sapi, kambing,dan ikan."
"Daging babi?"
"Aku tidak menyukainya sejak dulu."
"Jadi kamu belum pernah makan daging babi?"
Liam menggeleng.
"Belum, kata Ricko haram."
"Tetapi kamu kan boleh memakannya sayang."
"Iya sih, tapi aku terlanjur tidak menyukainya."
"Yah padahal aku ingin mengajakmu untuk memakan daging panggang langgananku saat kita pulang ke Korea Selatan nanti," ucap Jane cemberut.
"Kita makan yang lain saja besok atau aku akan menemanimu saat makan disana sembari meminum soju, bagaimana?"
"Katanya kamu tidak suka makan daging babi karena haram, lalu kenapa kamu suka minum alkohol dan mabuk - mabukan di club malam?"
"Hehe kalau itu masih bisa dibicarakan secara baik - baik."
"Kamu ini, bukankah aku sudah bilang jika tidak baik terlalu sering meminum alkohol? lalu kenapa kamu masih sering meminumnya?"
"Karena aku ingin, lagipula aku hanya minum 2 gelas saja kok."
"Dua gelas atau dua botol?"
"Tergantung suasana hatiku hehe."
Jane berdecih.
"Cih dasar kamu ini."
Liam langsung menggelitiki perut Jane hingga Jane tertawa terbahak - bahak. Jane kemudian meraih guling yang berada di sampingnya dan langsung memukulkannya di tubuh Liam agar dia berhenti untuk menggelitiki dirinya. Akhirnya mereka berdua malah perang di atas ranjang dengan memakai bantal serta gulingnya masing - masing. Jane yang bersenjata guling, lalu dia mengganti senjatanya dengan bantal miliknya agar semakin ringan. Liam yang terlalu over memukul Jane dengan bantal, tiba - tiba saja bulu - bulu angsa itu keluar dari bantal Liam karena Liam memakak bantal yang isinya dari bulu angsa yaitu bantal goose down. Bulu - bulu angsa itu lalu terbang dan berceceran di atas ranjang serta lantai kamar mereka. Karena jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi Jane lalu meminta Liam agar segera mandi karena takut terlambat pergi ke kantor, sedangkan Jane membereskan bulu - bulu angsa tersebut dan membuang bantal Liam. 30 menit kemudian Liam berangkat ke kantor.
"Bi Ijah," panggil Jane.
"Iya nyonya, ada apa?" tanya Bi Ijah saat menghampiri Jane.
__ADS_1
"Cadangan trashbag dimana ya bi?"
"Sebentar ya nyonya, saya ambilkan terlebih dahulu."
"Okay bi."
Tidak lama kemudian Bi Ijah datang menghampiri Jane dan membawakan sebuah trashbag seperti yang diminta oleh Jane.
"Ini nyonya, sampah di kamar sudah penuh ya?"
"Bukan bi, tapi isi bantal Liam pada berceceran di lantai jadi akan aku langsung masukkan ke trashbag sebelum dibuang ke tempat sampah."
"Oh begitu, mari saya bantu nyonya."
"Terima kasih ya bi."
"Sama - sama nyonya."
Sesampainya di dalam kamar bibi terkejut.
"Waduh nyonya banyak sekali bulunya."
"Iya bi makanya itu aku meminta trashbag agar tidak berceceran kembali saat dibuang, karena jika terkena angin saja bulu - bulu itu langsung berterbangan kesana kemari."
"Benar nyonya."
Jane dan Bi Ijah langsung membereskan bulu - bulu angsa yang meresahkan tersebut, dan setelah itu memasukkannya ke dalam trashbag agar tidak kembali berceceran di lantai. Bibi kemudian menyapu serta mengepel lantai kamar utama, sedangkan Jane pergi mandi. Begitu selesai bibi langsung izin untuk kembali ke bawah dan membuang trashbag tersebut ke tempat sampah yang berada di samping pagar rumah. Jane kemudian pergi ke mall bersama dengan Pak Kang mencari bantal baru untuk menggantikan bantal yang sudah rusak sembari refreshing.
"Kira - kira mana yang lebih empuk serta nyaman untuk tidur Pak Kang? yang ini atau yang ini?" tanya Jane memengang dua opsi pilihan bantal.
Pak Kang lalu memegang kedua bantal tersebut untuk membandingkan keduanya.
"Menurut saya yang ini nyonya," ucap Pak Kang menunjuk bantal di tangan kanan Jane.
"Baiklah aku akan mengambil yang ini," ucap Jane kepada pegawai toko.
"Baik nyonya."
"Setelah ini ayo kita beli ice cream!" ajak Jane.
"Baik nona."
"Ini nyonya bantalnya."
Pak Kang lalu mengambil bantal tersebut.
__ADS_1
"Biar saja saja yang membawanya nona."
"Oh okay."