Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #191


__ADS_3

Jane masih tertidur di pangkuan Liam hanya dengan menggunakan bikini yang ditutupi oleh selimut. Sejujurnya dia tidak menyukai jika istrinya itu menggunakan bikini apalagi saat dia akan berada di Santorini ketika honeymoon nanti, karena Liam tidak suka jika istrinya yang sedang menggunakan bikini itu dilihat oleh pria lain. Liam mengusap wajah istrinya itu sembari menatapnya secara dalam, dan dia juga menepuk - nepuk pantatnya yang kenyal. Tiba - tiba saja Jane mengompol saat tengah tertidur hingga membuat Liam merasa terkejut karena tiba - tiba dia merasakan ada sesuatu panas yang mengenai kulit pahanya. Liam mengehela nafasnya saat mengetahui bahwa Jane sedang mengencinginya. Walaupun begitu Liam masih diam dan tidak berniat untuk membangunkan Jane saat itu juga.


Liam kemudian menggendongnya ke kamar, tidak lupa Liam juga membersihkan tubuh Jane yang masih tertidur pulas di atas ranjang. Liam mengambil dress pendek dengan motif kotak - kotak merah putih serta pakaian dalamnya dari dalam lemari pakaian. Dengan sabar Liam menggantikan pakaian Jane satu persatu, lalu begitu selesai Liam langsung mandi dan berganti pakaian juga karena pakaiannya juga basah saat Jane mengencinginya tadi. Setelah itu Liam pergi mengangkat jemuran yang berada di rooftop karena hari semakin sore. Disisi lain Ricko yang sepulang dari kerja langsung berniat mengajak Gita melihat rumah baru Liam dan Jane. Gita langsung menyetujuinya, lalu Ricko bergegas untuk mandi dan setelah itu menjemput Gita di rumahnya.


Ricko dan Gita sempat tersesat saat berada di tengah perjalanan karena Gita yang ternyata salah membaca maps dari handphone. Ricko langsung mengambil handphone Gita dan membaca maps sembari menyetir mobil miliknya. Sekitar 30 menit kemudian Ricko telah sampai di rumah baru Liam, dan bertemu oleh Pak Kang yang sedang berjaga di pos satpam bersama pak satpam. Ricko lalu memberitahu Pak Kang jika dia merupakan teman dekat Liam dan ingin bertemu dengan Liam. Pak Kang kemudian menghubungi Liam melalui telepon rumah dan setelah mendapat izin dari Liam, Pak Kang langsung membuka pintu gerbang yang tinggi itu. Mereka berdua merasa kagum terhadap rumah Liam yang tidak kalah besar dari rumah orang tuanya. Rumah dengan gaya minimalis modern itu berhasil membuat sahabatnya merasa tercengang sampai tidak sadar membuka mulutnya.


*Ting tong* bel rumah berbunyi.


Liam yang sedang sibuk di dapur itupun lalu memegang remote dan membuka pintu utama dengan remote control.


"Li? Liam?" panggil Ricko yang masih di buat terkejut karena pintunya membuka dengan sendirinya.


"Aku sedang di dapur," ucap Liam berteriak.


Ricko dan Gita lalu menghampiri sumber suara dirumah tersebut.


"Sedang apa di dapur?" tanya Gita.


"Sedang bermain - main saja dengan kue."


"Hei tidak perlu repot - repot, kami datang kemari hanya bermain saja sembari melihat rumah barumu."


"Iya benar apa yang dikatakan oleh Gita dan ini buah tangan dari kita berdua untuk kalian berdua," ucap Ricko sembari memberikan sebuah bingkisan.


Liam lalu menerima bingkisan itu "wah terima kasih. Tunggu sebentar ya karena aku akan mengeluarkan kue ini dari oven, dan kalian duduklah di situ terlebih dahulu."


"Iya."


"Kalian ingin minum apa?" tanya Liam sembari mengeluarkan loyang kue dari dalam oven.


Ricko bedecak "ck, kan aku sudah bilang jangan repot - repot."


"Haiss, hanya air putih saja kok repot."


"Oh ya, Jane kemana kok tidak kelihatan?" tanya Gita mengedarkan matanya melihat sekeliling.


"Jane sedang tidur, mungkin dia kelelahan sehingga tertidur sangat pulas."


Ricko tersenyum "memangnya kamu apakan Jane sampai kelelahan?"


Liam tertawa "ssttt kamu ini, aku tau topik pembicaraanmu ini mengarah kemana."


Gita hanya memggelengkan kepalanya melihat perbincangan mereka berdua. Tidak lama kemudian Liam menyajikan kue buatannya tadi dan tiga gelas sirup untuk menemani perbincangan mereka bertiga.


"Rumahmu terlihat sangat canggih dan modern ya?" tanya Ricko.

__ADS_1


"Benar, dan hanya dengan menggunakan remote control ini aku tidak perlu capek - capek untuk membuka pintu ataupun membuka jendela hampir mirip di film home alone 3 kalau tidak salah."


"Wah keren, dan itu televisi milikmu sudah televisi transparan ya?"


"Iya, mau mencobanya?"


"Tidak perlu Li, nanti sepulang dari rumahmu dia malah merengek ke orang tuanya minta dibelikan televisi seperti milikmu itu," ucap Gita mengejek Ricko.


Liam tertawa "hahaha tidak apa - apa Git."


"Ayo kemarilah," ucap Liam sembari berjalan ke ruang tengah.


Ricko kembali bertanya "jadi kapan kamu akan pergi honeymoon?"


"Mungkin lusa, memangnya kenapa?"


"Tidak apa - apa, hanya penasaran saja."


"Oh."


Jane yang terbangun dari tidurnya lalu berteriak memanggil Liam "hubby!"


"Disini, diruang tamu."


Jane lalu menghampiri Liam di ruang tamu "dari tadi pagi ditinggal terus," ucap Jane manja.


"Memangnya Jane kamu tinggal kemana Li?"


"Aku tinggal meeting dadakan tadi pagi."


"Lah katanya masih cuti."


"Iya, tapi tiba - tiba daddy minta tolong ke aku untuk ikut rapat penting."


"Oh begitu."


"Kalian berdua kapan datangnya?" tanya Jane sembari memeluk Liam.


"Sudah dari tadi."


"Oh."


"Kamu sekarang pasti manja sangat manja kepada Liam ya?" tanya Gita menggoda Jane.


Jane menggeleng "tidak, justru Liam yang sangat manja kepadaku."

__ADS_1


Liam lalu mencubit hidung Jane "bohong, kamu sekarang yang lebih manja dan apa - apa selalu minta ditemani."


"Enak tidak tinggal dengan Liam?" tanya Ricko setelah meminum sirupnya.


"Kadang enak kadang tidak."


Mendengar cerita Jane membuat Ricko dan Gita tertawa terbahak - bahak, apalagi Jane yang selalu bergelendotan manja kepada Liam semakin membuat Ricko ingin terus menggoda sahabatnya itu. Rumah baru Liam membuat mereka berempat semakin betah disana walaupun hanya sekedar untuk berbincang dan bercanda ria. Ricko menjadi iri kepada Liam sehingga ingin cepat - cepat menikah dengan Gita kekasihnya namun saat Ricko ingin melamar Gita, ternyata ayah Gita belum bisa merestui mereka berdua karena belum siap melepaskan putri sulungnya itu.


Ricko lalu mencicipi kue buatan sahabatnya itu dan bertanya "ingin honeymoon kemana saja?"


"Ke Paris, Santorini, dan Swiss," ucap Jane menjawab pertanyaan Ricko.


"Bagus itu, disana nanti jajan yang banyak ya?"


"Tentu saja Gita."


"Wait, jajan memakai uangnya siapa dulu nih?"


"Uangnya Liam kan Jane?"


"Iya Git, benar."


"Gita! jangan mengajari Jane seperti itu!"


Gita tertawa "tidak apa - apa Jane, uangnya Liam kan masih banyak."


"Benar Jane, sering - seringlah jajan dan meminta uang kepada Liam," ucap Ricko menambahkan.


"Kalian berdua ini ternyata bisa membawa pengaruh buruk ya? ckckck," ucap Liam sembari menggelengkan kepalanya.


Gita tertawa, lalu matanya tertuju kepada sebuah kalung yang dikenakan oleh Jane "kalung kamu cantik sekali."


"Oh ini kalung pemberian Liam saat pernikahan."


"Wah pasti mahal," ucap Gita memegang kalung itu.


Liam lalu menjauhkan tangan Gita dari kalung itu "iya mahal, jangan pegang - pegang nanti rusak."


"Ih pelit."


"Minta sama abang Ricko tuh."


"Iya yang, besok aku belikan."


"Nah begitu dong yang."

__ADS_1


"Iya."


__ADS_2