
Hari mulai menjelang malam, dan Jane masih duduk di taman tersebut bersama dengan Kiko. Jane masih ingin menikmati suasana malam di taman tersebut karena kebetulan hari ini adalah hari sabtu, jadi ramai pengunjung yang datang. Ketika Jane sedang asik bermain dengan Kiko, tiba - tiba muncul lah Kyle yang kemudian duduk di samping Jane. Kyle mencoba untuk menjelaskan apa yang terjadi pada waktu itu, tetapi Jane tidak mau mendengar penjelasan apapun dari Kyle. Akhirnya Jane membereskan barang - barangnya lalu pergi membawa Kiko pulang ke apartement.
Setelah sampai di lobby apartement, ada suara yang memanggil - manggil namanya. Jane yang mengenal suara itu adalah milik Kyle, lantas Jane meminta security untuk tidak memperbolehkan Kyle masuk ke area apartement tersebut terutama unit milik nya. Lalu security menghadang Kyle yang memaksa masuk ke area tersebut. Kyle terus memaksa masuk dan berteriak memanggil - manggil nama Jane. Tetap saja Jane tidak menghiraukannya dan langsung berjalan masuk lift dan pergi ke unit Liam. Setelah sampai di depan unit nya, Jane bergegas masuk dan mengunci pintu unitnya agar Kyle tidak bisa masuk. Setelah itu, Jane melepaskan tali pengikat Kiko dan membiarkan Kiko berlarian di sekitar area tersebut dan Jane masuk ke kamarnya.
Di kamar tersebut, Jane menangis sejadi - jadinya karena teringat oleh kejadian dengan Kyle waktu itu. Jane sangat merasa kecewa karena dia sudah berpacaran dengan Kyle dengan waktu yang tidak sebentar. Bahkan mereka berdua sudah mengenal satu sama lain dengan baik. Jane berfikir jika ternyata ucapan kedua orangtua dan kakaknya itu memang benar, jika Kyle bukanlah pria yang baik untuknya. Jane terus menangis di samping ranjangnya dengan duduk memegang kedua kakinya dan menunduk. Kiko yang sepertinya tau jika majikannya sedang dalam kondisi yang tidak baik, dia menghampiri Jane yang masih menangis lalu terdiam di depannya sembari terus menatap Jane yang sedang menangis.
*Di Lobby apartement*
Liam yang sedang tidak sibuk dan tidak ada acara, dia pergi ke apartement nya untuk memeriksa kondisi unit apartemenya. Liam disambut oleh receptionist dan berbicang sebentar dengan para karyawan yang dia pinta untuk melayani Jane. Liam menanyakan bagaimana dengan Jane selama tinggal di apartement nya. Liam mendengar dari karyawan tersebut jika Jane terkadang yang membersihkan unit apartement nya, dan karyawan tersebut juga memberi tau Liam jika Jane sekarang memelihara seekor anjing untuk menemaninya tinggal di apartement. Saat Liam sedang berbincang dengan karyawan, tiba - tiba terdengar suara keributan di luar gedung.
Liam yang tidak tahan dengan keributan tersebut akhirnya berjalan menuju luar gedung untuk menangani keributan tersebut. Sesampainya di luar gedung, Liam melihat ada seorang pria yang memaksa masuk ke dalam apartement tersebut. Dia bahkan sampai mencederai security yang bertugas di sana. Lalu Liam mencoba mendekati pria tersebut secara tenang dan menanyakan apa tujuan pria tersebut ingin masuk ke dalam gedung apartement nya. Pria itu menjawab jika dia ingin menemui Jane untuk menjelaskan sesuatu. Liam yang mendengar nama Jane di sebut olehnya, kemudian Liam menyadari jika pria itu adalah Kyle mantan kekasih Jane. Liam langsung meminta security untuk mengusirnya karena dia tau pasti jika melihat Kyle, Jane akan mengingat permasalahannya dan menangis.
Kemudian Liam berjalan pergi memasuki gedung apartement nya, dan ketika Liam sedang berjalan kemudian Kyle menarik jacket Liam dan tanpa basa basi langsung memukul wajah Liam. Seketika semua orang yang ada di area tersebut terkejut melihat Liam terjatuh ke tanah dan berusaha untuk membantunya berdiri. Kyle tertawa melihat Liam terjatuh ke tanah dengan bekas luka lebam di samping bibirnya. Security berusaha menghentikan Kyle dengan memegang erat kedua tangan Kyle namun ternyata tenaga Kyle lebih besar dari security tersebut dan akhirnya security juga terjatuh karena didorong oleh Kyle. Bahkan security - security lain juga merasa kewalahan menghentikan Kyle yang memaksa masuk ke dalam gedung apartement.
Kemudian Liam memegang tangan Kyle yang berjalan masuk ke dalam gedung apartementnya dan menyeret paksa Kyle untuk menjauhi gedung tersebut lalu menghempaskan tubuh Kyle ke tanah. Kyle yang tidak terima diperlakukan seperti itu terhadap Liam, dia marah dan ingin memukul wajah Liam kembali. Tapi saat Kyle akan melayangkan pukulannya ke wajah Liam, dengan cepat tangan Liam menangkis pukulan Kyle tersebut dan memelintir tangan Kyle. Yang awalnya Liam tidak ingin ada di dalam perkelahian, akhirnya memutuskan untuk melawan Kyle berkelahi. Liam melepaskan jacketnya dan kemudian melemparnya ke tanah, lalu memukul wajah Kyle. Orang - orang yang berada di area tersebut termasuk para security berusaha untuk melerai mereka namun gagal. Akhirnya terjadi pertarungan sengit di antara mereka berdua.
Setelah hampir 1 jam saling adu jotos dan terdapat lebam di bagian tubuh mereka berdua, akhirnya Kyle menyerah karena sudah merasa kelelahan. Kyle kemudian pergi dari area tersebut. Tapi sebelum Kyle pergi, dia masih saja tidak akan menyerah untuk menemui Jane dan sempat mengancam Liam. Tentu saja Liam tidak akan mudah termakan oleh ancaman Kyle karena Liam bukan tipe orang yang penakut. Setelah itu, Liam mengambil kembali jacketnya dan berjalan masuk ke dalam gedung apartement nya. Karyawan serta penghuni apartement tersebut menawarkan untuk mengobati luka Liam namun dia menolaknya dan bergegas masuk lift menuju unit nya. Setelah sampai di depan unit apartement nya, Liam bergegas menemui Jane untuk memastikan kondisi Jane.
__ADS_1
Kitten!! Kitten!! Kitten!! (teriak Liam)
Namun tidak ada respon dari Jane, yang ada hanya suara tangisan dari dalam kamar Jane. Liam yang mendengar suara tangisan tersebut langsung lari menuju kamar tersebut dan menghidupkan lampu kamar. Liam menemukan Jane sedang terduduk di lantai samping ranjangnya dengan keadaan masih menangis sembari tertunduk bersama dengan anjingnya yang tertidur di samping tempat Jane duduk. Kemudian Liam mengusap lembut rambut Jane yang masih menangis itu.
Jane mengangkat kepalanya dan melihat Liam "kok kamu ada di sini, dan ada apa dengan wajah kamu?"
Tersenyum dengan tulus "iya tadi aku mau mengambil barang di sini tapi ternyata ada masalah, sejak kapan kamu menangis seperti ini sampai mata kamu bengkak."
"Sejak tadi. Lebih baik pikirkan dirimu sendiri, lihatlah wajah kamu lebam begitu. Sudah diobati?" tanya Jane.
Liam hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar pertanyaan dari Jane. Melihat hal tersebut, kemudian Jane berdiri dan berjalan mengambil kotak P3K walaupun masih sembari terisak. Liam kemudian duduk di tepi ranjang Jane sembari melihat keluar jendela yang terbuka. Kemudian Jane kembali ke kamarnya dengan membawa kotak P3K dan mulai mengobati wajah Liam. Jane bertanya apa yang sebenarnya terjadi dengan Liam sehingga wajahnya menjadi penuh luka. Liam kemudian menceritakan apa yang sebenarnya terjadi setelah didesak Jane untuk bercerita. Jane seketika menghentikan aktivitasnya mengobati luka Liam dan kemudian dia hanya terdiam setelah beberapa saat. Tiba - tiba air mata kembali mengalir deras di pipinya. Liam yang melihat Jane menangis lagi kemudian mengusap air mata yang jatuh menggunakan tangannya.
Beberapa menit kemudian setelah ditenangkan oleh Liam, akhirnya Jane berhenti menangis dan kembali melanjutkan mengobati luka Liam. Setelah selesai mengobati luka Liam, Jane duduk di samping Liam dan hanya terdiam sesaat. Suasana ruangan tersebut menjadi hening seketika selama beberapa menit. Kiko yang terbangun dari tidurnya, kemudian menggonggong karena dirinya merasa lapar. (maklum ibunya dari tadi sibuk menangis jadi tidak sempat memberi anaknya makan) Kemudian Jane berjalan ke ruang tengah untuk memberinya makan, dan diikuti oleh Liam. Kemudian Liam duduk di sofa sembari memperhatikan Jane yang sedang memberi makan anjingnya.
"Kamu sudah makan?" tanya Liam.
Jane beralih melihat Liam "belum sama sekali, mau makan bersama? kebetulan tadi sore aku memasak, tapi tunggu sebentar biar aku siapkan makanannya terlebih dahulu."
Liam hanya mengangguk, kemudian Jane berjalan ke dapur dan mencuci wajahnya, setelah itu baru mempersiapkan makan malam. Kemudian Liam berjalan - jalan di area unit apartement nya sembari menghidupkan semua lampu karena hari sudah sangat gelap. Setelah itu Liam pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya karena tadi pakaiannya kotor. Setelah selesai mengganti pakaiannya, Liam berjalan menuju ruang tengah untuk melihat anjing Jane yang katanya tadi siang baru diadopsi. Liam duduk dan melihat Kiko sedang menikmati makanannya sembari tangan Liam mengusap bulu halus Kiko. Tak lama Kemudian, Jane menghampiri Liam di ruang tengah dan mengajak Liam untuk makan malam di meja makan.
__ADS_1
Liam mendudukkan diri di meja makan "wah sepertinya masakannya sangat lezat," ucapnya berusaha menghibur hati Jane.
Kemudian Jane mengambil piring Liam dan mengambilkan nasi dan sayur untuk Liam sembari berkata "tidak kok biasa saja, udah cuci tangan belum? sana cuci tangan dulu."
Lalu Liam berdiri dan mencuci tangannya di wastafel dapur dan kembali duduk di meja makan.
Memberikan piring Liam yang sudah terisi dengan sayur dan nasi "ini makanlah, maaf kalau misalnya tidak se lezat yang kamu bayangkan."
Menatap Jane yang akan duduk di kursinya "hei jangan bilang begitu, pasti masakan ini lezat sesuai dengan yang aku bayangkan."
Jane hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Liam. Kemudian Liam mulai memakan 1 sendok masakan Jane, dan dia langsung terdiam seketika.
Melihat Liam dengan keheranan "apa itu tidak lezat?"
Menatap wajah Jane "ini lezat sekali, persis dengan yang aku bayangkan."
"Jangan berbohong."
"Beneran, ini lezat sekali," ucapnya meyakinkan.
__ADS_1
Mendengar hal tersebut Jane tersenyum lebar dan mulai memakannya. Mereka berdua menikmati makanan tersebut sembari berbincang. Liam yang telah habis memakan sepiring akhirnya dia meminta Jane untuk mengambilkan sisa nya yang berada di samping Jane. Jane tersenyum melihat Liam memakan masakannya dengan lahap dan menuangkan makanan itu ke piring Liam lagi. Setelah selesai makan malam, Jane membereskan peralatan yang kotor tersebut dan langsung mencucinya. Liam berniat ingin membatu Jane, namun Jane menolak dan menyuruh Liam untuk duduk saja. Liam terus memperhatikan Jane saat mencuci piring. Jane yang mengetahui bahwa Liam terus memperhatikannya, kemudian Jane mencipratkan air dari tangannya ke wajah Liam. Jane tertawa melihat ekspresi Liam saat terkena air tersebut.