Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #47


__ADS_3


Josh kemudian pergi ke kamarnya untuk mengambil ransel nya dan kunci mobilnya. Setelah itu dia bergegas mengendarai mobilnya menuju kediaman keluarga Robinson karena memang titik kumpulnya berada di rumah Liam sesuai kesepakatan mereka semua. Sehari sebelum berangkat, mereka mengganti jam keberangkatan agar bisa sampai di sana sebelum menjelang malam. Sesampainya di kediaman keluarga Robinson, Josh langsung memparkirkan mobilnya dan mengetuk pintu rumah Liam. Mrs Robinson menyambut kedatangan Josh dengan ramah dan mempersilahkan Josh untuk masuk ke dalam rumahnya. Tidak lama kemudian Liam menghampiri Josh dengan membawa ranselnya.


Josh mengajak Liam untuk menunggu teman - temannya di teras rumahnya saja, dan kemudian mereka berdua berjalan menuju teras rumahnya untuk menunggu Ricko, Dio dan Chicko datang. Akhirnya mereka bertiga telah sampai di rumah Liam dan langsung menghampiri Josh dan Liam yang sedang duduk di teras rumah. Setelah itu mereka semua menata ransel dan peralatan mereka di mobil Josh, dan Mrs Robinson beserta bibi datang membawakan minuman untuk mereka berlima. Selesai menata dan meminum minuman tersebut, Liam dan teman - temannya berpamitan kepada Mr dan Mrs Robinson yang juga berada di teras rumah dan Josh langsung mobilnya menuju gunung yang akan menjadi tujuan mereka. Mereka semua bergembira dan bernyanyi selama perjalanan tersebut untuk mengusir rasa bosan mereka.


Sesampainya di sana, mereka langsung mengambil ransel serta barang bawaan yang lain dan bergegas berjalan menuju tempat tujuan mereka. Walaupun gunung itu ketinggiannya lebih rendah daripada gunung yang lain, tetapi berjalan sembari menggendong ransel mereka yang besar itu juga sedikit melelahkan tetapi mereka tidak bisa mengeluh dan berkata dengan kata yang sembarangan karena itu dilarang. Mereka menyebutnya dengan istilah pamali, yah walaupun setengah percaya atau tidak tapi tetap saja mereka akan menjauhi larangan itu agar mereka selamat dan tidak mengalami sesuatu hal yang tidak diinginkan. Mereka berjalan selama beberapa jam dan kebetulan mereka juga bertemu rombongan pendaki lain yang membuat suasana lebih seru untuk sampai ke puncak karena ramai.


Sesampainya di puncak, mereka semua langsung bergegas untuk membangun tenda mereka masing - masing dan meletakkan ransel perlengkapan mereka di dalam tenda tersebut. Selesai membangun tenda dan mempersiapkan peralatan, mereka beristirahat sembari bercengkrama dengan rombongan pendaki lainnya. Dio dan Chicko memilih untuk tidur di tenda mereka, sedangkan Liam, Josh, dan Ricko bersosialisasi dengan rombongan pendaki lainnya sembari mempersiapkan peralatan yang akan mereka gunakan. Suasana di puncak gunung tersebut sedikit ramai karena menuju weekend jadi banyak yang mendaki di gunung tersebut karena gunung itu tidak terlalu tinggi dan pemandangannya sangat bagus.


Tiba - tiba ada seorang pria mendatangi Liam "maaf mas, asalnya dari mana?"


"Asal saya dari Kota Jogja mas."


"Oh begitu, nama saya Roki mas dan ini adik saya katanya ingin kenalan dengan mas tapi malu - malu dia hehe."


"Oh namanya siapa?"


"Nama aku Chika, kalau kamu?"


"Saya Liam. Tenda mas di sebelah mana?"


"Tenda saya itu yang warna orange."


"Oh begitu, saya permisi dulu ya mas?"


"Iya silahkan."


Setelah itu Liam membantu Ricko dan Josh menyiapkan peralatan memasak mereka. Liam juga mengeluarkan sebagian bahan masakan untuk di masak nanti waktu makan malam "ini nanti mau di masak apa?"


"Terserah kamu saja Li, yang simple aja deh."

__ADS_1


"Oke Ric, eh Dio sama Chicko kemana? kok tidak kelihatan batang hidung mereka berdua."


"Itu baru tidur di dalam tenda."


Liam lalu membuka pintu tenda milik Dio dan membangunkan mereka berdua "bangun!!"


Selesai membangunkan mereka, Liam kembali menghampiri Ricko dan Josh yang sedang duduk di samping kompor mereka. Liam lalu duduk di samping Josh dan mulai memasak untuk makan malam nanti. Josh kemudian menggoda Liam dengan pertanyaannya. "hei Liam, tadi yang sedang berkenalan dengan kamu siapa sih?"


"Oh mereka namanya Roki sama Chicka, memangnya kenapa?"


"Aku lihat - lihat sepertinya Chicka suka dengan kamu deh Liam, ya kan Ric?"


"Sepertinya begitu, tapi aku dengar - dengar banyak yang sampai cinlok (cinta lokasi) di gunung ini bahkan ada yang sampai menikah juga."


"Kalian berdua ini apa - apaan sih mana mungkin dia suka sama aku."


"Lihat aja, dia dari tadi memperhatikan kamu terus Li."


"Apaan sih Josh mengada - ngada saja."


"Jane? maksud kamu Jane yang kamu ajak pergi ke reuni itu Li?" tanya Ricko. "


"Lho kamu mengenal Jane, Ric?"


"Ya aku mengenalnya, kamu juga mengenal dia Josh?"


"Jane itu adik aku Ricko hahaha."


"Benar begitu?"


"Iya, kan nama marga aku dengan dia sama - sama Kim bagaimana sih kamu."

__ADS_1


"Wah parah nih Liam, ternyata sekarang main orang dalam hahaha."


Liam cemberut karena merasa kesal dengan tingkah laku Josh dan Ricko "bisa diam tidak sih kalian berdua? mau aku mengoleskan mulut kalian dengan cabai agar mulutnya bisa diam?"


"Hahaha, jadi menurutmu cantik adikku atau si Chicka? dan kamu memilih siapa?"


(hufftt) "mau jujur atau bohong nih?"


"Jujur lah!"


"Menurutku kalau Chicka itu sederhana sih penampilannya, tapi cantik. Sedangkan kalau Jane penampilannya bisa elegan dan glamour, tapi kalau waktu di rumah atau kamar dia penampilannya kelihatan elegan tapi dia wajahnya cantik ada, imut ada, dan sexy ada."


"Wait, perasaan ada yang aneh dari kata - kata kamu tentang adikku."


"Iya, apa aku tidak salah mendengarnya? aku kira cuma aku saja yang mendengarnya, ternyata kamu juga mendengarnya Josh?"


"Kalian berdua apaan sih? jangan menakutiku."


"Apa? di kamar? kami berdua tidak salah mendengar kata itu kan?"


"Ah itu maksud aku ya mungkin begitu, kemungkinannya Jane kalau di rumah dan di kamarnya penampilannya elegan hehe."


"Kamu bohong kan Li? hayoo pasti ada sesuatu kan diantara kalian berdua?"


"Iya aneh sekali, dulu adikku selalu susah di minta untuk memutuskan pacarnya, tapi semenjak mengenal kamu dia jadi mudah sekali memutuskan hubungan dengan pacarnya dan sekarang dia lebih bahagia."


"Kalian berdua ada hubungan ya?"


"Tidak kok Ric, kami berdua hanya berteman itu saja."


"Awas aja kalau sampai kamu juga menyakiti adikku, aku tidak segan - segan memukul wajahmu itu."

__ADS_1


"Iya tidak kok."


Mereka bertiga melanjutkan memasak makan malam untuk mereka berlima, lalu mereka makan bersama di atas tikar depan tenda mereka sembari menikmati suasana malam hari di atas puncak gunung tersebut. Setelah itu mereka berbincang bersama sembari meminum teh dan memakan camilan yang mereka bawa. Mereka juga berbincang dengan para pendaki dari rombongan lainnya. Semua rombongan pendaki itu tampak akur dan saling bercengkrama satu sama lainnya termasuk rombongan Liam. Tiba - tiba Chicka menghampiri rombongan Liam dan memberikan camilan untuk Liam. Tentu saja Josh, Ricko, Chicko, dan Dio menjadi heboh dan menggoda Liam juga Chicka yang membuat Liam sedikit risih. Sedangkan Chicka hanya tersenyum dan membuat wajahnya memerah seperti kepiting rebus. Setelah itu Chicka berpamitan untuk kembali menuju tenda miliknya.


__ADS_2