
Liam lalu menyuruh Josh untuk memakan sarapannya karena masih hangat, jika sudah dingin nanti pasti tidak enak. Setelah itu mereka berdua kembali melanjutkan perbincangannya dan Liam memberitahu Josh bahwa dirinya akan mengikuti turnamen skateboard yang akan diselenggarakan di Korea Selatan. Mendengar hal tersebut Josh langsung menyemangati Liam karena Josh merasakan bahwa Liam sangat antusias untuk mengikuti turnamen tersebut. Kemudian ada sebuah ide yang terbesit dari fikirannya bahwa dia ingin mengajak Liam berkeliling kota Seoul, dia juga berencana untuk membawa Liam ke sebuah skate park agar Liam bisa berlatih untuk mengikuti turnamen tersebut. Josh merasa tidak tega jika dia membiarkan Liam berkeliling sendirian ataupun berlatih sendirian di negaranya yang masih terdengar asing untuk Liam, apalagi Mr Kim juga meminta Josh untuk menjaganya selama di Korea Selatan setelah mendapat telepon dari Mr Robinson yang mengabarkan bahwa Liam akan berada di negaranya selama satu minggu.
Josh juga mengetahui bahwa sebenarnya keluarganya itu mempunyai utang budi kepada keluarga Robinson karena Mr Robinson sudah membantu perusahaan milik keluarganya setelah Mr Kim menceritakan bagaimana awal mula keluarga Kim bisa bersahabat dekat dengan keluarga Robinson. Kini saatnya Josh yang akan menjaga Liam saat adiknya itu pergi syuting sebuah drama, maka dari itu Josh sudah meminta izin kepada Mr Kim bahwa dia tidak akan masuk bekerja karena dia akan menemani Liam pergi berjalan - jalan di Korea Selatan sembari mencari informasi tentang bagaimana sifat Liam yang sebenarnya sebelum dia menikahi adiknya. Jika diibaratkan sebagai pepatah maka pepatah itu berbunyi "sembari menyelam minum air." Selesai sarapan Josh lalu kamarnya untuk mandi, sedangkan Liam mengganti bajunya dan bersiap - siap untuk pergi bersama dengan Josh. Begitu selesai bersiap - siap mereka berdua lalu pergi ke sebuah skate park di Seoul Forest Skate Park. Sesampainya di sana Liam berkeliling bersama Josh untuk mencari tempat yang sedikit nyaman dan tidak terlalu ramai, sedangkan Josh duduk di bangku untuk melihat Liam berlatih skateboard.
"Woahh ternyata skatepark ini sangat keren," ucap Liam merasa kagum.
"Tentu saja, sebenarnya ada skatepark lain yang juga tidak kalah keren dari ini."
"Benarkah?"
"Iya," ucap Josh mengangguk.
"Aku ingin ke sana lain kali."
"Kenapa harus lain kali kalau nanti saja bisa, aku akan mengantarkan kamu kemanapun yang kamu inginkan."
"Serius?"
"Tentu saja, aku siap menjadi supirmu sekaligus bodyguardmu untuk beberapa hari ke depan apalagi daddy mu juga sudah menitipkan kamu kepada kami."
"Wahh terima kasih Josh, kamu memang calon kakak ipar yang baik."
"Memangnya kamu benar - benar ingin menikah dengan adikku?" tanya Josh merasa penasaran.
"Tentu saja jika adikmu sudah siap untuk aku nikahi."
"Memangnya adikku belum siap untuk menikah?"
"Belum, katanya masih banyak pertimbangan yang harus dia fikirkan terlebih dahulu secara matang - matang."
"Oh begitu rupanya."
"Rosie berkata bahwa Sungai Han sangat indah, bolehkah aku nanti pergi ke Sungai Han?"
"Tentu saja, apa sih yang tidak untuk calon adik iparku hahaha."
"Te-terima kasih," ucap Liam sedikit gugup.
"Hei kenapa kamu menjadi gugup seperti itu?" tanya Josh menggoda Liam.
"Apa benar kamu sudah merestui kita berdua?"
"Tentu saja asalkan kamu harus berjanji untuk selalu membuat Jane bahagia, walaupun sebenarnya aku belum seratus persen percaya kepadamu."
"Iya deh iya, aku akan berusaha untuk meyakinkan kamu bahwa aku ini layak menjadi adik iparmu."
*Mereka berdua tertawa bersama*
__ADS_1
"Sudah sana lanjutkan mainnya! aku ingin melihatmu beraksi dengan skateboard milikmu itu."
"Siap pak boss."
Liam kemudian kembali melanjutkan latihannya sembari berkeliling di sekitar skatepark tersebut. Skate park tersebut sangat indah dan rindang karena banyak pepohonan yang ditanam di sekitar skatepark tersebut. Setelah lelah berlatih Liam kemudian kembali menghampiri Josh untuk beristirahat sebentar sembari berbincang ria. Mengetahui bahwa Liam menghampirinya dari kejauhan Josh langsung menyiapkan sebotol air mineral serta makanan ringan untuk Liam yang tadi dia beli di toko sekitar.
"Ini minumlah!" ucap Josh sembari memberikan sebotol air mineral kepada Liam.
"Terima kasih," ucap Liam menerima air mineral tersebut.
"Mau berfoto di sini?"
"Tidak, aku bukan tipe pria yang suka berswafoto."
"Oh ayolah, aku akan memotretmu jika kamu menginginkannya."
"Tidak."
Josh kemudian memotret Liam secara diam - diam dengan menggunakan kamera handphone miliknya saat sedang minum. Josh kemudian menunjukkan hasil fotonya tersebut kepada Liam "lihatlah! aku berhasil memotretmu secara diam - diam."
Liam kemudian mengambil handphone milik Josh "kan aku sudah bilang jika aku tidak suka berfoto."
"Tapi hasilnya sangat bagus, kamu seperti seorang model."
"Model apaan? model sedot WC?"
"Bohong!"
"Lihat saja sendiri kalau tidak percaya."
Liam kemudian melihat layar handphone milik Josh dan memperhatikan fotonya "kenapa aku bisa menjadi setampan ini?"
"Kamu tidak sadar jika kamu ini sangat tampan?"
Liam menggeleng "tidak."
Josh lalu berfikir sejenak "mungkin karena penampilanmu berubah jadi kamu lebih tampan, aku penasaran siapa yang merubah penampilanmu itu."
"Kamu ingin tau jawabannya?"
"Tentu saja."
"Jawabannya adalah adikmu sendiri."
"Wah pantas saja, ayo sekarang berpose lah dan aku akan memotretmu."
"Tidak, aku malu."
__ADS_1
"Ayolah!"
"Baiklah, tetapi hanya sebentar saja."
"Okay."
Liam kemudian berpose dengan menggunakan skateboard miliknya, sedangkan Josh menjadi photografer serta pengarahnya. Liam kemudian bergantian memotret Josh setelah Josh puas memotret Liam, dan tidak lupa juga mereka berdua berswafoto ria bersama untuk memperlihatkan keakrabannya saat berada di Korea Selatan. Setelah selesai mereka berdua lalu pergi makan siang di sebuah restoran yang berada tidak jauh dari tujuan mereka selanjutnya. Josh kemudian mengajak Liam untuk pergi ke Sungai Han karena Liam merasa penasaran ingin pergi ke sana. Liam kemudian kembali mengeluarkan skateboard miliknya begitu dia sampai di Sungai Han, sedangkan Josh hanya duduk di tepi sungai untuk menikmati angin - angin sepoi yang semakin lama semakin membuatnya merasa mengantuk.
"Dasar malah tidur," ucap Liam sembari menenteng skateboard miliknya.
"Aku tidak tidur tetapi hanya memejamkan mataku saja," ucap Josh dengan matanya yang masih terpejam.
"Aku kira kamu tadi tertidur."
"Tidak."
"Saat siang hari saja terlihat indah, bagaimana saat malam harinya?"
"Lebih indah, apalagi saat kamu pergi dengan kekasihmu."
"Orang - orang di negara ini sepertinya sangat suka berkencan di tepi sungai, apa saat mereka tiba - tiba putus mereka akan mendorong pasangannya ke sungai?"
Josh tertawa "tidak bodoh, mereka suka berkencan di Sungai Han karena suasanya yang romantis saat malam hari."
"Benarkah begitu?"
"Tentu saja, kalau tidak percaya coba saja nanti kamu datang bersama dengan Jane."
"Kenapa tidak kamu saja yang kesini nanti malam bersama dengan kekasihmu?"
"Aku belum mempunyai seorang kekasih," ucap Josh lesu.
Liam tertawa "kenapa tidak mencari seorang kekasih?"
"Aku sibuk."
"Sibuk apa?"
Josh lalu menutup mulut Liam "diamlah! jangan banyak tanya."
"Mmmm."
"Kamu ini bicara apa?"
Liam lalu melepaskan tangan Josh dari mulutnya "bagaimana aku bisa bicara kalau tanganmu saja membungkam mulutku."
"Oh iya maaf hehe."
__ADS_1