Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #337


__ADS_3

Jane kemudian mencium pipi baby Ace dan mengusap pipi chubby nya saat sedang digendong oleh Liam. Namun tiba - tiba Liam langsung protes karena merasa iri oleh baby Ace dan minta dicium juga oleh Jane. Melihat wajah cemburu Liam, Jane justru malah tertawa dan setelah itu dia mencium bibir Liam secara sekilas. Jane lalu pergi untuk menyiapkan ranjang baby Ace karena sepertinya baby Ace sudah mulai mengantuk, sedangkan Liam masih menggendong baby Ace sembari berkeliling di sekitar balcony kamarnya. Baby Ace mulai menguap dan setelah itu Liam melangkahkan kakinya menghampiri Jane yang sedang berbenah box ranjang bayi milik Ace. Setelah semuanya sudah bersih Liam lalu menidurkan baby Ace namun sebelum itu dia mencium anaknya terlebih dahulu untuk mengucapkan selamat malam, dan begitupun juga dengan Jane yang melakukan hal yang sama kepada anaknya tersebut.


Setelah menidurkan baby Ace, Liam langsung bersiap - siap untuk pergi berkumpul di cafe langganannya bersama teman - temannya. 2 hari sebelumnya Liam sudah meminta izin kepada Jane, jadi aman karena Jane pasti sudah mengizinkan. Liam tiba - tiba menjadi merinding karena melihat tatapan Jane saat dia mencium tangan Jane untuk berpamitan kepadanya, dan saat dia sudah keluar dari kamar tiba - tiba saja Jane memanggil Liam. Mau tidak mau dia harus berbalik agar Jane tidak membatalkan rencana Liam itu, dan saat Liam bertanya kepada Jane rupanya Liam belum mencium Jane sebelum dia pergi. Liam lalu tersenyum dan mencium seluruh wajah Jane. Liam mengendarai motornya menuju ke sebuah cafe langganannya dan setelah sampai di cafe tersebut Liam lalu berniat menghampiri teman - temannya namun dia memutuskan untuk menyapa temannya yang merupakan karyawan cafe sembari memesan menu favoritenya.


"Hai Li, menu biasa?" tanya karyawan itu.


"Tentu saja."


"Apa kamu tidak merasa bosan memesan menu yang sama terus setiap kali kemari?"


"Tidak karena aku sudah lama tidak kemari dan aku merasa rindu dengan menu favoriteku."


"Baiklah. Eh tumben sudah lama tidak kelihatan, kemana saja?"


"Aku sibuk mengurus anakku."


"Anakmu? kamu sudah mempunyai anak?" tanyanya merasa terkejut.


"Iya, aku sudah mempunyai seorang anak."


"Berarti sudah menikah? atau malah dp dulu heum?"


"Haisss sembarangan, tidak ada dp-dp an karena aku ingin yang halal kata Ricko hahaha."


"Hahaha kukira kamu seperti itu," ucapnya sembari tertawa.


"Tidaklah, aku ingin yang halal saja lebih nikmat dan pastinya tidak membuatku merasa resah karena dia sudah ku ikat di tali pernikahan."


"Nah begitu kan mantap, eh btw anakmu umur berapa?"


"Baru sekitar 2 mingguan."


"Oh begitu, selamat ya atas kelahiran anaknya dan sudah resmi menjadi bapak - bapak hahaha."


"Iya terima kasih."


"Sama - sama, ini bill nya nanti aku antarkan ke meja kamu."


"Okay."


"Oh iya disini ada menu baru yaitu chicken katsu, apa kamu ingin mencoba?"

__ADS_1


"Boleh, tambahkan saja."


"Okay, sebentar."


"Iya."


Dia lalu menyerahkannya kepada Liam.


"Ini bill tambahannya."


"Okay."


Liam lalu berjalan menuju ke meja teman - temannya, dan disana sudah terlihat bahwa mereka sedang menunggu Liam datang sembari berbincang bersama. Liam datang sembari membawa permainan yang bernama uno stacko untuk dia mainkan bersama teman - temannya daripada malah sibuk bermain handphone miliknya masing - masing. Liam mengambil uno tersebut dari meja kasir, dan sesampainya di mejanya dia langsung mengajak teman - temannya untuk bermain permainan tersebut. Josh lalu membuat peraturan bahwa yang kalah harus melakukan hukuman yang telah disepakati oleh teman - temannya yang memenangkan permainan. Josh membuat peraturan tersebut agar permainan tsrsebut lebih seru dan menantang, karena mereka harus berusaha untuk tidak menjatuhkan susunan dari balok yang sebelumnya telah disusun bersama.


"Ayo susunlah! aku sedang malah menyusunnya," ucap Chicko menyeruput es miliknya.


"Dih kamu ini tipe orang yang hanya ingin main saja namun tidak ingin menyusunnya," ucap Dio menyindir Chicko.


Chicko tertawa.


"Hehe, sumpah aku hari ini sedang malas serta suasana hatiku sedang jelek."


"Kenapa begitu?" tanya Ricko.


"Kalau begitu ya sudah cari saja seorang wanita yang ingin kamu nikahi."


"Iya sih niatnya seperti itu. Ehem Liam," ucap Chicko menatap Liam sembari alisnya naik turun.


Liam yang mengerti maksud Chicko langsung menatapnya dengan sangat tajam seperti sebuah anak panah.


"Nope, adik aku masih kecil dan dia belum boleh menikah karena perjalanannya masih panjang."


Sontak semua langsung menertawakan Chicko.


"Halah Liam sukanya begitu, sekali - kali kamu harus mendukungku."


"Kalau kamu dengan yang lain itu tidak masalah dan bahkan aku akan mendukungmu namun kalau kamu dengan adikku, sorry aku tidak bisa mendukungmu."


Dio menepuk bahu Chicko.


"Hahaha lagipula kenapa kamu tidak mencoba mencari wanita lain saja? sudah tahu kakak dari wanita pujaan hatimu sangat susah, kamu masih saja mendekatinya."

__ADS_1


Mendengar hal tersebut Chicko langsung memanyunkan bibirnya.


"Huuu aku ini kan temanmu Li, kenapa kamu bersikap seperti ini dengan temanmu?"


"Kan aku tadi sudah berkata denganmu bahwa aku akan mendukungmu jika kamu ingin bersama wanita lain selain adikku."


"Kenapa sih kamu seperti ini?"


"Aku masih tidak tega untuk melepaskan adik kecilku hidup bersama pria lain, jadi jawabannya Rosie tetap tidak boleh menikah muda."


"Josh kenapa kamu malah mendukung adikmu dengan Liam?"


"Ya sebenarnya aku terpaksa sih agar adikku tidak terus - menerus bersama pria brengsek yang hanya mengincar hartanya saja, oleh sebab itu aku mendukung Liam dengan Jane hehe."


"Bukankah Liam juga pria yang brengsek?" tanya Dio.


"Yeee si anj*ng," ucap Liam protes.


"Woahh santai Li, jangan marah - marah hahaha."


Ricko menarik sebuah balok yang berada di pinggir bawah lalu meletakannya di tumpukan atas.


"Liam sekarang sudah mulai berubah semenjak menikah dan mempunyai seorang anak," jawab Ricko membela Liam.


"Benarkah?" tanya Dio merasa tidak percaya.


Ricko mengangguk.


"Iya Dio."


"Benar apa yang dikatakan oleh Ricko bahwa Liam sekarang sudah berubah menjadi seorang pria dewasa yang bertanggung jawab terhadap keluarganya," ucap Josh menambahkan.


"Iyalah karena aku tidak ingin ditonjok olehmu jika aku tidak bertanggung jawab kepada adikmu," jawab Liam bercanda.


Josh lalu merangkul Liam.


"Hei aku tidak mungkin melakukan hal tersebut kepada adik iparku, karena jika aku melakukan hal tersebut kepadamu pasti Jane yang akan berbalik menonjokku hahaha."


Mereka semua kembali melanjutkan permainan dan saat Dio ingin mengambil bagian tengah, dia malah menjatuhkan susunan balok tersebut hingga membuat mereka bersorak karena sedari awal mereka sudah memperingatkan Dio untuk tidak mengambil bagian tersebut. Setelah itu mereka semua berunding untuk mengenai hukuman yang pantas untuk Dio, dan mereka semua lalu sepakat bahwa Dio akan diminta untuk berkenalan dengan orang random yang duduk di depan mereka.


"Ayo Dio semangat hahaha," ucap Chicko mengejek.

__ADS_1


"Sialan kalian semua."


__ADS_2