Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #280


__ADS_3

Mr Robinson lalu membahas bersama Liam mengenai perkembangan Lian, putra sulungnya selama dia mulai bekerja perusahaannya. Menurut Mr Robinson, Lian kurang kompeten dalam menangani urusan pekerjaan sehingga dia harus banyak belajar serta dibimbing oleh Liam, adiknya. Mr Robinson menilai bahwa kedua anak kembarnya itu memiliki pemikiran serta kepintaran yang berbeda, buktinya Liam sangat kompeten dalam menangani pekerjaannya sedangkan Lian kurang kompeten. Sejak dahulu mereka berdua memang sudah seperti itu, oleh sebab itu Mr Robinson memutuskan untuk menyekolahkan Lian dan Liam di sekolah yang berbeda agar mereka berdua tidak ada persaingan satu sama lain. Lian disekolahkan di sekolahan international sedangkan Liam hanya disekolahkan di sekolahan swasta, karena dahulu Lian merupakan kandidat terkuat sebagai pewaris utama keluarga Robinson.


Namun setelah kepergian Lian serta perundingan kembali bersama grandpa akhirnya Mr Robinson memilih bahwa Liam lah yang akan menjadi pewaris utama keluarga Robinson. Hal itu semua terjadi karena Liam sangat kompeten serta lebih cepat naik jabatannya dalam perusahaan. Jadi awalnya Liam ditempatkan sebagai manager, lalu direktur keuangan, lalu direktur utama, dan setelah itu jabatannya sekarang merangkak naik menjadi presiden direktur. Oleh karena itu Liam menyetujui untuk menikah dengan Jane karena sebenarnya Liam sudah mengetahui apa saja keuntungan setelah menikah dengan Jane, dan benar saja Liam sekarang naik jabatan serta mendapat gaji dengan nominal yang sangat banyak. Selain itu sekarang Mr Robinson juga sudah mulai melunak dengan Liam, dan tidak pernah mencari masalah lagi dengannya.


"Hufft daddy bingung, dia perkembangannya sangat sulit sekali dan justru seperti tidak ada perkembangannya."


"Lalu?" tanya Liam sembari meminum ice choco.


"Daddy meminta saran darimu, tetapi kenapa kamu malah bertanya balik?"


"Jujur aku ngeblank."


"Tumben kamu ngeblank, biasanya otakmu selalu encer seperti air."


"Aku sedang malas berfikir, tadi bahan meeting nya sangat berat makanya setelah itu Yunna meminjat kepalaku serta membawakanku ice choco."


"Oh begitu. Daddy dengar kamu baru saja dibelikan motor oleh Jane, apa benar begitu?"


Liam mengangguk.


"Benar dad."


"Kenapa tidak membeli sendiri?"


"Awalnya aku berniat begitu dan hanya mengirim pesan kepadanya jika aku ingin membeli motor baru, akan tetapi setelah setelah pulang ke rumah tiba - tiba saja motornya sudah datang."


"Oh, daddy kira kamu yang meminta untuk dibelikan."


"Aku tidak mungkin seperti itu kepada wanita, jika aku punya uang pasti aku akan membelinya sendiri dan jika aku tidak punya uang maka aku akan menabung untuk membelinya sendiri."


Mr Robinson lalu merangkul bahu Liam.


"Nah itu baru putraku, kita para pria tidak akan mengemis kepada para wanita karena kita ditakdirkan untuk mencukupi kebutuhan wanita dan bukannya dicukupi kebutuhannya oleh wanita. Selama kita mempunyai fisik serta punggung yang kuat, maka selama itu kita akan berusaha untuk bekerja keras memenuhi kebutuhan rumah tangga kita."


"Benar dad, akupun juga merasa begitu."


"Tetapi jika para wanita memberikan sesuatu sebagai hadiah maka terimalah saja, karena itu merupakan bukti bahwa dia mencintai kita."

__ADS_1


"Benar. Mmm kemarin Jane membelikan aku banyak pakaian dan membuang pakaian lamaku, dad."


"Kenapa begitu?"


"Katanya semua pakaian lamaku sudah jelek, jadi dia mengganti semuanya dengan yang baru dan sebab itu sekarang aku memakai setelah jas yang baru serta yang lebih bagus dari sebelumnya."


"Haiss kamu ini selalu saja seperti itu dari dulu, jika mommy mu tidak membuangnya maka kamu akan memilih memakainya daripada memakai pakaian yang baru."


"Apa mungkin mommy memberitahu Jane jika ingin mengganti semua pakaianku maka harus membuang pakaian lama terlebih dahulu?"


Mr Robinson tertawa.


"Mungkin saja begitu, tetapi buktinya sekarang penampilanmu semakin rapi dan bukannya seperti seseorang yang tidak pernah diurus saja."


Liam cemberut.


"Kenapa semua orang berkata seperti itu?"


"Ya berarti semua orang yang berkata seperti itu memiliki pemikiran yang sama dengan daddy, kamu semakin rapi dan tampan setelah di urus oleh Jane."


"Apakah benar begitu?" tanya Liam menatap Mr Robinson.


"Benar sekali, penampilan kamu lebih tampak seperti usiamu sekarang, dan tidak seperti penampilanmu dulu."


"Memangnya Penampilanku dulu bagaimana?"


"Lebih tampak seorang pria tua, mmm atau mungkin lebih tepatnya seperti pria c*bul hahaha," ucap Mr Robinson sembari tertawa.


"Mana mungkin aku pria c*bul, jangan - jangan daddy kali yang merupakan pria c*bul."


"Sembarangan saja kalau berbicara."


"Aku akan mengadu ke mommy jika daddy mengejekku sebagai pria c*bul."


"Eh jangan dong, nanti mommy kamu marah lagipula tadi daddy hanya bercanda saja kok hehe."


"Hmmm."

__ADS_1


Disisi lain Jane sedang berkeliling mall dengan ditemani oleh Pak Kang dan saat dia melewati sebuah toko khusus perlengkapan anak, dia memutuskan untuk memasukinya untuk melihat - lihat saja. Saat memasuki toko tersebut Jane rasanya langsung ingin memborongnya karena terlihat sangat lucu - lucu mulai dari pakaian anak, mainan, tempat makan, pernak - pernik, dan lain - lain. Jane kemudian pergi ke bagian pakaian anak - anak khusus laki - laki. Semua pakaian anak laki - laki sangat menggemaskan serta ada beberapa pakaian untuk cosplay berbagai macam pekerjaan dan lain - lain. Jane lalu memotret beberapa pakaian tersebut dan mengirimkannya kepada Liam. Setelah puas berkeliling Jane kemudian mengajak Pak Kang untuk pulang. Selama di perjalanan Jane terus memikirkan tentang pakaian anak - anak itu dan tidak sabar untuk membelinya bersama Liam nanti. Sesampainya di rumah, Pak Kang lalu menurunkan semua barang belanjaan Jane.


"Semuanya sudah turun nyonya," ucap Pak Kang."


"Terima kasih Pak Kang."


"Sama - sama nyonya, kalau begitu saya permisi dulu."


"Okay. Eh Pak Kang tunggu sebentar!"


Pak Kang langsung berbalik menghampiri Jane.


"Ya nyonya, apa ada yang anda butuhkan lagi?"


Jane lalu mengambil sebuah tas transparan yang berisi sebuah bantal dan memberikannya kepada Pak Kang.


"Aku dengar kamu selalu saja mengatakan jika lehermu merasa pegal sehingga membuat tidurmu tidak nyaman, jadi aku membelikan kamu bantal ini supaya kamu bisa tidur nyenyak."


Pak Kang lalu menerima bingkisan bantal itu.


"Wah terima kasih nyonya."


"Sama - sama Pak Kang, semoga malam ini kamu bisa tidur dengan nyenyak."


"Iya nyonya."


Pak Kang lalu pergi untuk kembali ke kamarnya, sedangkan Jane membereskan barang - barang tersebut dan pergi ke kamar. Karena hari sudah mulai sore, Jane bergegas untuk mandi dan setelah itu dia bersantai sembari menunggu kedatangan suaminya ke rumah setelah pulang kerja. Beberapa jam kemudian terdengar suara mobil Liam yang telah masuk ke dalam basement rumah.


"Hubby," teriak Jane menyambut kepulangan Liam.


Liam langsung memeluk Jane.


"Ututu istriku tersayang dan yang paling gemoyy, tadi kamu habis pergi ke toko perlengkapan anak ya?"


"Iya hubby. Ternyata perlengkapannya sangat menggemaskan sekali dan membuatku ingin memborong semuanya."


"Besok kalau sudah waktunya, kamu boleh memborong semuanya bahkan sampai tokonya kamu beli juga boleh."

__ADS_1


"Hahaha iya hubby."


__ADS_2