Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #373


__ADS_3

Liam lalu memeluk tubuh mungil Jane dan menyandarkan kepalanya di bahunya. Sesekali Liam membisikkan kata - kata manis di telinga Jane yang telah dia rangkai sendiri di fikirannya. Tentunya jiwa Jane langsung terbang melayang - layang di udara setelah mendengar kata demi kata yang Liam ucapkan untuk memujinya. 1 jam kemudian Jane tertidur pulas di pangkuan Liam, dan kemudian Liam menidurkan Jane di ranjangnya. Liam memandangi setiap inchi wajah Jane yang menggemaskan itu, serta pipinya yang chubby hingga menambah kesan imut yang disematkan untuknya dari suami maupun penggemarnya.


Liam lalu melihat ke arah pelipis Jane yang memerah karena luka, hal itu membuat Liam terkejut sekaligus bertanya - tanya mengapa pelipisnya sampai seperti itu. Saat Liam memegangnya, Jane meringis kesakitan dengan matanya yang masih terpejam. Melihat hal itu Liam langsung mencium pipinya dan Liam melihat ke laci Jane untuk mencari obat merah, akan tetapi dia justru malah menemukan buku diary milik Jane. Liam lalu melirik ke arah Jane dan langsung membaca sekilas isi dari buku diary tersebut.


Ternyata selama ini Jane mencurahkan perasaan hatinya saat sudah menikah dengannya di buku diary tersebut, dan yang membuat Liam terkejut adalah ternyata selama ini Jane mengetahui bahwa dirinya menyukai Yunna. 10 menit kemudian Liam mengembalikan buku diary tersebut ke tempatnya semula dan mengambil obat merah untuk memgobati luka Jane. Liam mengoleskan secara perlahan obat merah itu di pelipis Jane dengan menggunakan cottonbud, dan setelah itu Liam meniup - niupnya agar cepat kering.


Malam sudah semakin larut dan Liam memilih untuk tidur karena besok dirinya berangkat kerja. Keesokan harinya Liam sedang bersiap - siap untuk pergi ke kantor dengan dibantu oleh Jane. Seperti biasa Jane memakaikan sepatu lalu dasi di kerah baju Liam, dan mereka berdua berbincang santai saat Jane sedang mengikat dasi. Liam kemudian mencium pipi Jane dan mengusap pipinya sembari tersenyum manis. 15 menit kemudian Liam langsung berangkat ke kantor. Saat jam 10 pagi Liam pergi ke rumah utamanya untuk bertemu dengan Mrs Robinson.


"Hai sayang tumben kemari, ada apa?" tanya Mrs Robinson yang mengetahui kedatangan putranya.


"Mmm aku ingin bicara sebentar dengan mommy boleh?" tanya Liam ragu.


"Boleh sayang, kita ke halaman belakang saja."


"Okay mom."


Mereka berdua lalu pergi ke halaman belakang, dan begitu sesampainya di sana Mrs Robinson mengode beberapa bodyguard yang menjaga area tersebut untuk pergi meninggalkan area tersebut. Setelah semua bodyguard pergi, barulah Mrs Robinson bertanya mengenai apa yang sedang terjadi.


"Tadi kamu ingin membicarakan apa dengan mommy heum?"


"Mmm Jane sudah tahu jika aku menyukai Yunna, mom. Liam merasa bingung harus mengatakan apa kepada Jane bahwa selama ini aku mempunyai perasaan lebih kepada Yunna."


"Kamu tahu darimana jika Jane mengetahui hal tersebut?"


"Dari buku diary yang Jane tulis."


Mrs Robinson langsung marah mendengar pengakuan Liam apalagi saat dia mengatakan bahwa dia menyukai wanita lain. Namun Mrs Robinson tetap bersikap tenang agar tidak memperburuk keadaan, apalagi putranya itu datang untuk mencari solusi.


"Sayang, membaca buku diary orang itu tidak sopan meskipun milik istrimu sendiri. Lain kali jangan diulangi perbuatan seperti itu, mommy tidak suka jika putra mommy menjadi seseorang yang lancang seperti itu."

__ADS_1


"Baik mom, maaf."


"Jangan meminta maaf kepada mommy, minta maaflah kepada Jane yang telah kamu bohongi itu!"


"I-iya mom."


"Ckckck mommy tidak habis fikir denganmu, mengapa kamu bisa menyukai wanita lain padahal kamu ini sudah menikah."


Liam menggaruk rambutnya.


"Aku tidak tahu mom, tiba - tiba aku menjadi merasa nyaman dengan Yunna apalagi kita berdua sefrekuensi namun saat dulu aku menyatakan perasaanku kepadanya dia langsung menolak."


"Memang harusnya wanita yang baik itu seperti itu, dia menolakmu karena dia tahu bahwa kamu sudah mempunyai seorang istri!!"


"Namun Liam menyatakan perasaanku saat aku belum menikah mom, dan dia langsung menyuruhku untuk bersama dengan Jane saja."


Mrs Robinson menghela nafasnya kasar.


"Baik mom," ucap Liam tertunduk malu.


"Tolong kamu jangan berbuat ulah seperti itu sayang karena bagimanapun dahulu Jane yang sering menemanimu serta mengurusmu setelah kecelakaan, mommy mengatakan hal tersebut serta dahulu mommy menjodohkan kamu dengan Jane karen mommy menginginkan yang terbaik untukmu."


"Iya mom."


"Mommy paham jika sebuah perasaan itu tidak bisa dipaksakan dan kamu mencintai Yunna itu tidak salah namun sekarang posisimu sudah sebagai suami orang, dan momny ingin jika kamu mulai belajar mencintai Jane sebelum semuanya terlambat."


"Baik mom, lagipula sekarang Liam juga sudah berhasil mencintai Jane seutuhnya."


Mrs Robinson tersenyum.

__ADS_1


"Baguslah jika seperti itu."


"Mmm kalau begitu Liam pamit kembali ke kantor ya mom?"


"Iya hati - hati sayang."


Liam kemudian kembali ke kantornya, dan dia langsung duduk di kursi untuk kembali bekerja. Yunna merasa terheran mengapa Liam bersikap aneh seperti itu saat dia kembali ke kantor dari rumah orang tuanya. Namun Yunna memilih untuk diam dan tidak ingin ikut campur mengenai urusan Liam. Yunna lalu kembali bekerja di ruangannya sembari sesekali dia memperhatikan Liam yang sedang termenung menatap sesuatu di depannya. Liam sedang memandangi foto yang dia pajang di atas meja kerjanya, sebuah foto dirinya saat sedang berlibur dengan Jane. Liam merasa sangat bersalah kepada Jane karena dia beranggapan bahwa dia sedang mempermainkan perasaan Jane.


Padahal Jane sudah sangat tulus mencintainya serta merawatnya saat dia mengalami lumpuh pasca kecelakaan. Dahulu Jane selalu datang ke rumahnya pada pagi hari, lalu setelah itu dia selalu menyemangatinya untuk sembuh serta mengantarkannya untuk pergi terapi agar kakinya sembuh. Mungkin perasaan cinta Liam kepada Yunna yang membuatnya menjadi lupa akan pengorbanan Jane selama ini, dan bahkan dahulu Jane pernah melamarnya saat sedang masih menjalani terapi untuk kakinya. Namun karena Liam belum sembuh, jadinya Liam menolaknya dan berjanji akan menyusulnya ke Korea Selatan jika kakinya sudah sembuh.


"Hai Jane, sedang apa?" tanya Mrs Robinson yang tiba - tiba datang ke rumah mereka berdua.


"Eh mom, mari masuk."


"Iya Jane, mmm baby Ace kemana?"


"Itu, dia sedang berbaring di sofa untuk menamaniku menonton film."


"Oh begitu."


"Mmm selama ini Liam tidak berbuat buruk kepadamu kan?"


"Ah tidak mom, Liam selalu baik kepadaku kok."


Mrs Robinson lalu memegang pelipis Jane yang luka.


"Lalu ini..."


"Oh ini karena kemarin aku terbentur meja saat mengambil sesuatu."

__ADS_1


"Oh begitu, mommy fikir jika..."


"Tidak mom."


__ADS_2