
Pak Kang tidak akan membiarkan Jane sekalipun membawa barang - barang yang besar dan berat karena Pak Kang terlalu sayang kepada Jane bahkan jika misalnya Jane disakiti oleh Liam, Pak Kang akan langsung memukul Liam habis - habisan serta memasang badan untuk melindungi Jane segenap jiwanya. Bagaimana cerita awalnya Pak Kang bisa sangat menyukai Jane? jawabannya adalah pada saat musim gugur yang berada di Korea Selatan dan saat Pak Kang pertama kali mendapat pekerjaan sebagai bodyguard Jane, yang pada waktu itu Jane masih menjadi model baru serta belum terlalu mempunyai banyak fans seperti sekarang. Saat itu tugas pertama Pak Kang adalah menemani Jane berjalan - jalan di taman untuk melihat daun - daun yang berguguran ke tanah pada siang itu.
Pak Kang masih merasa takut jika ada sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi kepada Jane didalam pengawasannya. Jadi saat diperjalanan menuju taman Pak Kang hanya diam saja sembari fokus menyetir mobil, dan tiba - tiba saja Jane mengajak Pak Kang berbincang - bincang agar tidak bosan selama perjalanan. Begitu sesampainya di taman tersebut Jane lalu berlarian kesana kemari dengan diikuti Pak Kang, dan Jane merasa bahagia sekali hingga memperlihatkan senyum manisnya saat dia bermain - main dengan Pak Kang. Sejak saat itu mereka berdua menjadi sangat dekat hingga semakin lama perasaan cinta dan sayang Pak Kang kepada Jane muncul dengan sendirinya dan terus bertambah dengan seiringnya waktu. Hari demi hari, bulan demi bulan, serta tahun demi tahun telah dilaluinya bersama dengan Jane.
"Jadi Pak Kang, cepat ceritakan kepadaku apakah kamu telah mempunyai seorang kekasih?" tanya Jane saat berjalan bersama dengan Pak Kang menuju kedai ice cream.
Pak Kang menggeleng.
"Belum nona, saya belum mempunyai seorang kekasih."
"Pasti kamu berbohong," ucap Jane merasa tidak percaya.
Pak Kang tertawa kecil.
"Saya sedang tidak berbohong kepada nona, mana mungkin saya berbohong kepada nona."
"Awas saja jika kamu berbohong kepadaku, aku akan langsung memecat Pak Kang."
"Benarkah?" tanya Pak Kang memberhentikan langkahnya.
"Aku hanya bercanda saja kok Pak Kang, mana mungkin aku memecatmu karena aku sudah terlanjur sayang kepadamu."
Pak Kang tertawa.
"Hahaha baiklah nona, kalau begitu saya juga sayang kepada nona."
"Okay, mmm tapi aku lebih sayang Liam daripada Pak Kang."
"Iya nona, saya paham."
"Jadi kenapa Pak Kang belum mempunyai seorang kekasih?"
"Saya masih fokus pada karier saya."
"Kalau begitu mulai saat ini Pak Kang jangan terlalu fokus pada karier, dan mulai fokuslah untuk berkencan dengan seseorang yang kamu cintai."
"Mmm begitu ya? lalu bagaimana dengan nona?"
"Tenang saja sekarang sudah ada Liam yang akan menjagaku."
__ADS_1
"Tetapi tuan tidak selalu ada untuk menjaga anda karena tuan sibuk kerja dari pagi sampai sore hari."
"Benar juga, tetapi jangan terlalu difikirkan karena aku ingin Pak Kang mengalami indahnya ketika merasa sangag dicintai oleh seseorang yang Pak Kang anggap special."
"Baik nona, saya akan mencobanya untuk mencari seorang kekasih."
"Okay," ucap Jane sembari tersenyum.
"Bagaimana bisa aku diminta untuk mencari seorang yang aku cintai oleh seseorang yang sangat aku cintai," gumam Pak Kang saat melanjutkan langkahnya mengikuti Jane.
"Pak Kang bilang apa?" tanya Jane menoleh ke arah Pak Kang.
"Tidak ada, saya tidak berkata apapun kepada anda."
"Oh baiklah."
Setelah menemukan kedai ice cream di mall tersebut mereka berdua lalu memesan rasa yang mereka sukai, dan setelah itu mereka berdua duduk di sebuah bangku yang telah di sediakan.
"Saya perhatikan anda semakin terlihat bahagia setelah menikah, apa dugaan saya itu benar?"
Jane mengangguk.
"Kamu benar Pak Kang, aku jauh lebih bahagia bersama Liam karena dia selalu memperlakukanku dengan baik serta memanjakanku."
"Berjanjilah padaku jika Pak Kang juga akan hidup bahagia bersama seseorang yang kamu cintai dimasa depan," ucap Jane mengacungkan jari kelingkingnya.
"Saya berjanji," jawab Pak Kang sembari menyangkutkan jari kelingkingnya di kelingking Jane.
Setelah itu mereka berdua melepaskannya dan kembali memakan ice cream miliknya masing - masing.
Disisi lain Liam yang selesai meeting lalu kembali ke ruangannya dan memijat dahinya karena merasa sedikit pusing. Entah mengapa meeting hari ini sangat menguras energi serta fikiran Liam, dan tiba - tiba saja Yunna mengetuk pintu ruangan Liam lalu dia masuk ke dalam. Yunna datang sembari membawa sebuah nampan yang berisi ice choco serta aneka macam kue kesukaan Liam. Yunna kemudian meletakkan nampan tersebut di atas meja Liam dan Liam langsung menghampiri Yunna yang duduk di sofa. Liam lalu menyuruh Yunna untuk memijat kepalanya saat Yunna telah selesai menyajikan makanan dan minuman tersebut. Yunna lalu memijat kepala Liam secara perlahan agar sakit kepalanya segera sembuh, dan tidak lupa Yunna juga memijat bahu Liam.
"Bagaimana pak? apa sakit kepalanya sudah reda?" tanya Yunna sembari terus memijat kepala Liam.
"Lumayan sih tetapi aku ingin kamu terus memijat kepalaku seperti ini."
"Baik pak."
"Isss entah mengapa meeting hari ini sangat menguras energi serta fikiranku," ucap Liam sembari memejamkan matanya.
__ADS_1
"Mungkin karena materinya sangat berat yang dibahas jadi anda merasa begitu, apalagi anda juga baru sembuh dari demam pasti masih ada rasa pusing di kepala anda."
"Benar juga. Setelah ini tidak ada meeting lagi bukan?"
"Tidak ada pak."
"Baiklah aku akan tidur sebentar, dan bangunkan aku jika ada seseorang yang ingin menemuiku atau saat jam pulang sekalian."
"Baik pak."
Tiba - tiba saja Mr Robinson memasuki ruangan Liam, dan Yunna langsung membangunkan Liam lalu setelah itu dia melenggang pergi meninggalkan mereka berdua.
"Ada apa dad?" tanya Liam sembari mengusap wajahnya.
"Hei kamu jangan terlalu dekat dengan Yunna dan ingatlah jika kamu ini sudah mempunyai seorang istri," ucap Mr Robinson berbisik.
"Memangnya kenapa?"
"Daddy mendengar banyak rumor tentang kalian berdua yang sudah tersebar luas di kantor ini."
Liam tertawa.
"Sudahlah dad jangan terlalu difikirkan karena itu hanya sebatas rumor saja, santai saja."
"Haiss kamu ini."
"Jane juga sama dekatnya dengan Pak Kang seperti aku dan Yunna begini, tetapi kami berdua berusaha untuk percaya satu sama lain serta saling menjaga komitmen yang telah kita buat."
"Ya sudah sih, daddy hanya memperingatkanmu saja."
"Okay dad terima kasih sudah memperingatkan. Mmm btw ada apa daddy menemuiku?"
"Oh ya daddy ingin memintamu untuk mengajak Jane pulang ke Australia."
"Kenapa begitu? apa sedang ada masalah?"
"Tidak Liam, daddy hanya sekedar ingin memintamu untuk mengunjungi grandpa serta grandma di Australia saat bulan Desember besok."
"Oh begitu, baik dad."
__ADS_1
"Jika perlu kalian berdua sekalian merayakan natal dan tahun baru disana saja, nanti daddy akan menyusul bersama dengan yang lain."
"Okay dad."