Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #301


__ADS_3

Setelah menyimpan kue tersebut di atas meja makan, Liam kemudian menghampiri Jane dan duduk di sampingnya. Pandangan mata Liam langsung tertuju kepada tangan Jane yang sedang mengusap - usap perutnya dan juga memperlihatkan senyuman manisnya. Jane terlihat sangat menyayangi janin yang berada di kandungannya hingga membuat Liam berjanji kepada dirinya sendiri bahwa dia akan selalu melindungi Jane serta calon anaknya bagaimanapun caranya, dan juga apapun keadaannya. Liam tidak akan membiarkan senyuman yang berada di bibir istrinya itu luntur, sehingga membuatnya semakin bertekad untuk menjadi perisai bagi keduannya dan meskipun nanti kemungkinan dia akan merasa sangat kewalahan. Namun tidak apa - apa jika misalnya dia harus seperti itu karena semua itu demi calon anaknya.


Untung saja hanya kemarin Jane merasa mual serta muntah, dan mudah - mudahan hari ini dia tidak mengalami hal seperti itu karena Liam tidak tega melihat wajah Jane yang terlihat lemas dan tidak berdaya. Liam langsung memeluk Jane dari samping dengan erat sebagai ucapan terima kasihnya kepada Jane karena telah mewujudkan sebuah keinginan kecilnya. Jane mengusap punggung Liam, akan tetapi tiba - tiba saja dia kembali merasa mual dan langsung berlari ke kamar mandi. Liam juga langsung berlari ke kamar mandi untuk menemani Jane serta mengusap - usap punggungnya. Setelah itu Liam lalu menggendong Jane kembali ke ruang tengah, dan dia pergi ke dapur untuk mengambilkan Jane air putih. Liam juga mengambil beberapa buah kesukaan Jane jika Jane ingin mengisi perutnya kembali dengan buah - buahan yang segar serta organik. Walaupun harganya sedikit mahal dari buah - buahan lain yang bukan organik namun bagi Liam tidak masalah karena itu demi kebaikan Jane.


"Aku membelikan kamu buah - buahan yang organik di supermarket kemarin."


"Hahaha kenapa banyak sekali buah - buahannya serta terlihat sangat lengkap sekali seperti kamu ingin membuka toko buah?"


"Perbanyaklah makan buah - buahan segar agar tubuhmu sehat serta janin yang di dalam kandunganmu itu juga bisa tumbuh dengan sehat!"


"Iya sayangku, terima kasih."


"Oh ya dan juga aku sudah membeli beberapa macam sayur, daging ayam, daging sapi, daging ikan terutama salmon dan juga tuna."


"Eh kenapa banyak sekali?" tanya Jane merasa terkejut.


"Aku pernah membaca di sebuah web jika ibu hamil harus makan, makanan yang bergizi tinggi agar calon adik bayinya alias janin yang sedang berada di kandungan bisa tumbuh sehat dan juga memiliki kecerdasan otak yang tinggi. Mmm aku juga sedang belajar memasak makanan yang menyehatkan juga."


"Hubby, kamu sampai seperti ini?" tanya Jane semakin dibuat terkejut dengan sikap Liam.


"Tentu saja, suami mana yang tidak ingin melihat istri serta calon anaknya sehat - sehat? aku juga ingin melihatmu selalu sehat sehingga calon anak kita juga sehat. Oh ya nanti aku juga ingin selalu menemanimu pergi konsultasi rutin ke dokter serta bertanya - tanya mengenai seputar tentang kehamilan."


"Aku harap kamu tidak akan membuat kesal dokter yang akan kita kunjungi karena telah dibanjiri oleh pertanyaan kritis mu itu hubby," ucapnya bergumam.


"Kamu bilang apa Jane?" tanya Liam menatap Jane.


Seketika Jane langsung tersenyum canggung.


"Ah tidak hubby, mmm aku ingin makan jeruk itu."


"Okay aku akan mengupaskannya untukmu."

__ADS_1


Liam lalu mengambil sebuah jeruk dan mengupasnya secara perlahan. Setelah itu dia memberikannya kepada Jane.


"Ini vitamin C nya."


"Vitamin C?"


"Jeruk mengandung vitamin C yang berguna untuk meningkatkan serta menjaga sistem imun, membantu perkembangan otak bayi, mengontrol tekanan darah, menjaga tubuh ibu hamil tetap terhidrasi, dan juga bermanfaat untuk kulit ibu hamil. Bisa dikonsumsi secara langsung maupun sudah diolah dan dijual dalam kemasan namun untuk mendapatkan hasil yang optimal harus dikonsumsi secara langsung, dan bukan yang dijual dalam kemasan karena terkadang mengandung pengawet yang tidak bagus untuk ibu hamil."


"Aku seperti sedang mendengarkan sebuah googlo yang sedang berbicara, bagaimana kamu bisa mengetahui itu semua?"


"Aku membacanya di web, jadi sebelum aku membeli buah - buahan ini aku membaca serta mempelajari di web terlebih dahulu mengenai manfaat buah - buahan untuk ibu hamil."


"Kenapa kamu tidak membeli seluruh isi tokonya saja?" tanya Jane bercanda.


"Oh kamu ingin aku membeli seluruh isi tokonya? baiklah akan aku kabulkan permintaan nyonya."


"Eh jangan aku tadi hanya bercanda saja kok hubby hehe."


"Eh kenapa begitu, bukankah kamu sedang mengidam ya?"


"Oh begitu, aku kira kamu sedang mengidam."


"Tidak hubby. Ini makanlah jeruknya juga agar daddy nya juga sehat, dan bukan hanya eomma nya saja yang harus memakan makanan yang bergizi."


*Nom nom nom.*


"Mmm manis sekali jeruknya."


"Iya sangat manis hubby, ternyata kamu juga pintar memilih juga ya hehe."


"Sebenarnya bukan aku yang memilih namun karyawan tokonya yang memilihkannya setelah aku mengancamnya hehe," ucap Liam sembari menggaruk rambutnya.

__ADS_1


"Mengancam bagaimana?"


"Aku berkata jika tidak memilihkan aku jeruk yang manis maka aku tidak jadi memborong semua buah - buahannya dan tidak akan memberinya uang tips."


"Haiss kamu ini," ucap Jane menggelengkan kepalanya.


Setelah itu Liam lalu berlari menuju ke kamarnya dan mengambil sebuah pita yang lumayan panjang. Dia mendapatkannya dari sebuah paper bag tas yang waktu itu dibeli oleh Jane belum lama ini. Sebuah pita putih yang bertuliskan merk fashion mewah terkenal dari Paris. Liam lalu mengikat rambut Jane menggunakan pita tersebut dan setelah itu Liam mengatakan bahwa Jane terlihat sangat cantik serta auranya lebih terlihat. Liam lalu kembali ke dapur untuk mengambilkan Jane segelas air mineral.


Melihat suaminya yang terus sibuk berlarian kesana kemari, membuat Jane menarik tangan Liam dan memintanya untuk duduk diam. Jane merasa tidak enak kepada Liam karena sedari pagi suaminya terlihat sangat sibuk mengurusnya. Saat Liam berbaring di pangkuannya, Jane kemudian mengusap - usap rambut suaminya serta memperhatikannya berinteraksi dengan perutnya. Seperti biasanya saat Liam berbaring di pangkuan Jane, pasti Liam langsung tertidur dengan sangat pulas. Tiba - tiba saja bel pintu rumah Jane berbunyi, dan Jane langsung berjalan untuk membuka pintu.


"Eh daddy, mommy."


Mrs Robinson langsung memeluk Jane dan juga cipika - cipiki.


"Bagaimana kabarnya sayang, apakah semuanya baik - baik saja heum?"


"Baik mom, ayo masuk ke dalam."


"Iya Jane."


Mr dan Mrs Robinson lalu berjalan mengikuti Jane masuk ke dalam rumahnya.


"Eh Liam sedang tidur?" tanya Mr Robinson.


"Iya dad, dia mungkin kelelahan karena sedari tadi pagi sudah sangat sibuk sekali."


"Ya sudah kalau begitu jangan diganggu," ucap Mrs Robinson.


"Iya mom. Oh iya Jane ambilkan camilan sebentar."


Mrs Robinson langsung mencegah Jane.

__ADS_1


"Eh tidak perlu repot - repot, sudah duduk saja Jane."


"Tidak apa - apa mom, sebentar ya."


__ADS_2