Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #430


__ADS_3

Setelah itu mereka berdua berjalan - jalan, lalu Mr Robinson mengajak istrinya untuk duduk sebentar di bangku taman. Mr Robinson terlihat sangat manja sekali dengan istrinya dan bahkan sekarang dia sedang memeluk istrinya dari samping. Mrs Robinson yang merasa risih dengan sikap suaminya itu, dia lalu menyuruhnya untuk bersikap biasa saja dan tidak menampilkan kemesraan di dalam publik. Mr Robinson langsung menuruti perintah istrinya itu agar dia tidak marah dengannya, karena kalau sudah marah pasti dia sangat sulit untuk dibujuk.


Mr Robinson kemudian memberitahu istrinya bahwa nanti akan diadakan pertemuan para pengusaha namun bukanlah pertemuan akbar, jadi tidak perlu sampai melakukan persiapan yang sangat wah. Namanya juga wanita, meskipun sudah diyakinkan begitu namun tetap saja Mrs Robinson langsung heboh karena dia belum mempersiapkan apapun. Mrs Robinson lalu mengajak suaminya untuk segera pulang dan mempersiapkan segalanya namun suaminya menolak dan masih ingin berjalan - jalan santai di taman.


Setelah itu Mr Robinson mengajak istrinya untuk makan di restaurant yang berada di dekat taman tersebut, mengingat bahwa sebelumnya mereka berdua belum memakan apapun sejak tadi sore. Sesamapainya disana Mr Robinson memesankan istrinya makanan yang sangat lezat dan tentunya yang akan disukai oleh istrinya. Tidak lama kemudian makanan tersebut sudah berada di atas meja, dan mereka berdua lalu menyantap hidangan tersebut secara bersamaan sembari berbincang.


Mereka berdua juga berbincang santai membicarakan mengenai Liam yang sudah sampai di Bali sejak tadi jam 10 siang. Mrs Robinson juga memperlihatkan sebuah foto yang dikirimkan oleh Jane, dan merupakan foto Liam saat tengah tertidur nyenyak di villa begitu dia sampai di Bali. Mendengar hal itu Mr Robinson sudah tidak merasa heran lagi dengan tingkah putranya yang hobi sekali tidur.


"Putramu itu hobi sekali tidur, dimana - mana selalu saja tertidur."


"Bukankah Liam itu juga putramu hon? bahkan dia sangat mirip sekali denganmu," ucap Mrs Robinson sembari memakan dessertnya.


"Iya juga sih, lagipula kita membuatnya berdua hahaha."


"Sstt jangan keras - keras membicarakan hal itu."


"Santai saja, mereka juga tidak akan menyadari apa yang kita bicarakan karena mereka semua sibuk dengan urusannya masing - masing."


"Oh iya benar juga sih hon."


Mr Robinson lalu memengang tangan kanan istrinya itu dan menciumnya.


"Aku sudah benar - benar menyayangimu, jadi jangan sekali - kali untuk pergi meninggalkanku."


"Iya hon, aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku merasa sangat penasaran mengapa kamu bisa sangat mencintaiku sampai seperti ini, padahal dulunya aku hanyalah seorang wanita biasa dan bahkan statusku sebagai janda.


"Yang namanya cinta itu sudah tidak memandang apapun, aku tidak peduli mau kamu janda ataupun masih gadis yang penting aku sangat mencintaimu. Sejak pertama kali aku melihatmu, rasanya aku ingin sekali membangun rumah tangga bersamamu serta menciptakan keluarga yang bahagia bersama anak - anak kita."


"Iya hon, tapi bukankah sekarang semua keinginanmu sudah terpenuhi bukan?"


"Iya benar, dan semua itu berkat dirimu yang sudah mulai luluh denganku. Mmm kamu tidak memiliki anak lain dengan mantan suamimu itu kan?" tanya Mr Robinson memastikan.


"Tidak hon, pernikahan kami hanyalah bertahan sampai 4 bulan saja dan kami berdua belum sempat memiliki seorang anak."


"Baguslah, karena itu artinya kamu memang ditakdirkan untuk bersamaku dan yang lainnya hanya lewat saja."


"Benar hon sepertinya begitu, dan kalaupun misalnya aku memiliki seorang anak dengannya apa yang akan kamu lakukan?"


"Aku akan menjauhkannya denganmu hahaha," ucap Mr Robinson tertawa jahat.

__ADS_1


"Hon, jangan begitu ah "


"Aku hanya bercanda saja kok sayan, dan kalaupun kamu memiliki anak dengannya pasti aku akan membantumu membiayainya."


"Oh begitu."


"Tapi syukurlah jika kamu belum sempat untuk memiliki anak dengannya."


"Iya hon."


"Aku penasaran, mengapa usia pernikahanmu tidak bertahan lama?"


"Karena ada masalah internal antara aku, dia dan dengan ibunya. Yang mana ibunya terlihat sangat tidak suka sekali denganku, jadi dia selalu mencari celah untuk menjatuhkan harga diriku dimatanya."


"Berarti kamu selalu dimarahi oleh ibunya dong?"


"Iya hon, maklum kita dulu masih tinggal bersama orang tuanya."


"Ah tergantung sih itu, kalau orang tuanya tidak selalu ikut campur ya tidak akan jadi masalah kecuali kalau mereka suka ikut campur ya sudah lebih baik menyewa rumah sendiri."


"Benar hon, semua itu tergantung pribadi masing - masing namun lebih baiknya jika mereka memiliki rumah sendiri dan tidak tinggal bersama orang tua."


Mrs Robinson menepuk pipi suaminya.


"Tidak hon, daddy dan mommy selalu baik kepadaku serta tidak pernah sekalipun mereka mencampuri urusan rumah tangga kita "


"Meskipun terkadang kita tinggal bersama namun mereka berdua selalu memberikan space untuk kita berdua. Mommy dan daddy tidak pernah menjahatimu juga kan?"


"Tidak hon, daddy dan mommy sangatlah baik dan mereka yang selama ini sudah membuatku bisa merasakan kasih sayang kedua orang tua."


"Syukurlah jika begitu."


"Mari kita pulang dan bersiap - siap untuk pergi ke pertemuan."


"Baik hon."


Mereka berdua lalu pulang ke rumah, dan sesampainya di rumah Mrs Robinson menjadi sangat sibuk untuk menyiapkan pakaiannya sekaligus pakaian suaminya. Setelah itu dia membantu suaminya untuk berdandan terlebih dahulu, barulah dia yang berdandan. Beberapa menit kemudian Mrs Robinson telah selesai berpakaian dan sekarang dia sedang menggunakan beberapa perhiasan untuk membuat tampilannya semakin cantik.


"Pakai saja kalung yang baru hon," ucap Mr Robinson mencium pipi istrinya.

__ADS_1


"Apakah akan terlihat cantik?"


"Hohoho tentu saja, mana mungkin istriku ini terlihat jelek karena istriku ini selalu terlihat cantik saat memakai apapun."


"Baiklah jika menurutmu seperti itu."


"Kemarikan, aku akan memakainya di lehermu."


Mr Robinson lalu memakaikan kalung tersebut di leher istrinya.


"Nah kan apa kubilang? kamu terlihat sangat cantik saat memakai kalung ini, dijamin pasti semuanya akan iri hahaha."


Mrs Robinson langsung menepuk lengan suaminya.


"Hih tidak boleh begitu."


"Hmm iya hon, mari kita pergi."


Mrs Robinson mengangguk, dan setelah itu mereka berdua berangkat menuju ke sebuah hotel untuk menghadiri pertemuan. Begitu sesampainya disana semua orang langsung tertuju kepada Mr dan Mrs Robinson saat mereka berdua sedang berjalan masuk ke dalam ballroom hotel.


"Hei Mr dan Mrs Robinson selamat datang," ucap salah satu pria yang mendekati mereka berdua.


"Iya terima kasih sudah mengundang kita berdua disini."


"Saya memang harus mengundang anda karena anda adalah tamu penting di pertemuan ini haha."


"Hon, aku akan pergi kesana."


"Oh baik."


Mrs Robinson lalu ikut berkumpul bersama para ibu - ibu yang lain.


"Wah anda terlihat sangat cantik sekali Mrs Robinson."


"Terima kasih."


"Wah bukankah kalung ini merupakan edisi terbaru dari brand A? harganya sangat mahal sekali."


"Oh iya benar, wah beruntung sekali anda sudah mempunyainya."

__ADS_1


Mrs Robinson hanya tersenyum.


__ADS_2