
Mr Robinson tiba - tiba datang bersama dengan Rosie, lalu menghampiri istri dan putranya tersebut saat mereka berdua tengah asyik berbincang santai di pagi hari. Mr Robinson kemudian memeluk istrinya tersebut dari belakang dan mencium pipinya sembari mengucapkan selamat pagi. Mrs Robinson kemudian membalasnya dengan senyuman dan setelah itu Mr Robinson mengusap rambut Liam sebelum dia duduk di kursinya untuk menikmati sarapan pagi. Saat Liam sedang menikmati sarapannya tiba - tiba handphone miliknya berbunyi, dengan segera dia langsung pergi untuk mengangkatnya agar tidak mengganggu anggota keluarganya yang sedang sarapan. Sekitar 10 menit kemudian Liam kembali ke meja makan dan melanjutkan sarapannya yang telah disiapkan oleh Mrs Robinson. Selesai sarapan Liam lalu pergi ke kantor bersama dengan Mr Robinson dan Rosie pergi ke kampus, sedangkan Mrs Robinson hanya berada di rumah saja melakukan hal yang dia suka. Biasanya dia sering pergi ke salon dan ke mall saat dia bosan dirumah karena memang Mr Robinson meminta istrinya itu untuk di rumah saja seperti kebanyakan istri pengusaha sukses lainnya. Sebenarnya Mrs Robinson ingin bekerja untuk menyibukkan diri namun setiap dia membicarakan keinginannya tersebut kepada suaminya, keinginannya tersebut ditolak oleh suaminya.
Mr Robinson tidak ingin istrinya tersebut kelelahan karena bekerja, bahkan Mr Robinson selalu berkata jika dia saja yang bekerja dan menafkahi semua kebutuhan rumah tangganya karena itu memang sudah kewajibannya sebagai kepala rumah tangga. Jadi Mrs Robinson cukup dirumah dan menghambur - hamburkan uang yang diberikan oleh suaminya tersebut, oleh karena itu terkadang Mrs Robinson sering berbelanja dengan sangat banyak membeli semua pakaian mewah, sepatu mewah, tas mewah, perhiasan dan pergi ke salon. Mr Robinson justru tidak pernah marah ataupun protes kepada istrinya tersebut saat dia mengetahui istrinya menghambur - hamburkan uangnya untuk berbelanja karena memang prinsip yang dimiliki oleh Mr Robinson adalah dirinya harus bisa membahagiakan istrinya apalagi di setiap rezeki yang dimiliki oleh seorang suami adalah milik istrinya juga karena bisa saja dia memiliki itu semua sekarang berkat doa dari istrinya. Mr Robinson juga berfikir bahwa selama dia mampu memberikan apa yang di inginkan oleh istrinya tersebut tidak masalah baginya untuk memberikannya karena selama istrinya merasa senang dirinya juga akan merasa senang, bahkan bisa jadi rezekinya akan semakin melimpah karena berusaha menyenangkan istrinya. Tidak terasa sudah saatnya jam makan siang, Mr Robinson lalu bertemu dengan Mr Kim di salah satu restaurant miliknya untuk makan siang bersama.
"Aku perhatikan usaha restaurant kamu ini sudah sangat sukses dan bertambah besar," ucap Mr Kim memuji Mr Robinson.
"Ya seperti yang kamu lihat, awalnya aku sangat kesulitan mengurus restaurant ini karena ini awalnya bukan bidang aku sama sekali, namun lambat laun ini terlihat mudah untuk mengurus restaurant ini setelah aku berusaha terus belajar mengelola restaurant dengan baik."
"Aku sudah tidak heran lagi dengan kemampuanmu itu sejak dahulu karena kamu itu pria yang sangat jenius, jadi setiap kamu mencoba untuk terjun ke dalam bidang lain pasti kamu akan sukses dengan sangat mudah."
Mr Robinson kemudian menengguk minumannya "ah kamu ini selalu saja memujiku begini padahal kamu juga sama jeniusnya dengan aku bahkan lebih jenius dari aku."
Mr Kim tersenyum "ah kamu ini berlebihan sekali Jo."
"Pekerjaanmu lebih sulit dari pekerjaanku karena kamu harus mendidik banyak anak orang lain agar mereka bisa sukses, apalagi kamu harus bisa memilih lagu dan dance yang cocok untuk setiap grup musik yang berada dibawah naunganmu."
"Sekarang aku sudah memiliki orang kepercayaan untuk mengurus setiap masing - masing boy grup maupun girl grup yang berada dibawah agensiku."
"Tetapi tetap saja ada campur tangan darimu bukan? karena tidak mungkin kamu akan lepas tanggung jawab begitu saja," ucap Mr Robinson tertawa.
Mr Kim lalu ikut tertawa "benar juga sih, eh tetapi andai saja putramu itu tidak kamu tarik pulang waktu itu pasti putramu akan sukses bersama dengan rekan satu grupnya seperti mereka sekarang."
"Mungkin dugaanmu itu benar, tetapi kamu tau sendiri bukan jika putraku itu selalu berbuat onar? aku tidak ingin merepotkanmu untuk mengurusnya, dahulu niatku hanya ingin dia menambah pengalaman saja."
__ADS_1
"Sebenarnya putramu itu anak yang baik Jo, dia bukan pembuat onar yang seperti kamu katakan dan lagipula dia sangat berbakat dalam hal ini."
"Aku bisa melihatnya, dia sangat menyukai semua hak yang berhubungan dengan seni seperti melukis, menyanyi, membuat lagu dan hal - hal lainnya namun aku ingin dia menjadi pengusaha saja."
"Kenapa begitu?" tanya Mr Kim penasaran.
"Kamu tau kan jika pewaris utamaku itu sudah memilih untuk mengundurkan diri? walaupun misalnya dia tidak mengundurkan diri aku tidak yakin seratus persen jika dia bisa menangani semua bisnis yang sudah aku rintis dari dulu karena dia tidak kompeten sama sekali, sedangkan aku bisa melihat jika Liam akan bisa memajukan semua bisnis milikku karena dia sangat kompeten, dan benar saja setelah dia mulai terjun ke dalam perusahanku sekarang perusahaanku jadi semakin meningkat pesat."
"Aku jadi bingung ingin berkomentar apa mengenai hal ini."
"Ah dasar kamu ini drew."
"Tiba - tiba saja otakku ini membeku."
"Dasar Jonathan."
Mr Robinson tertawa "Bagaimana? aku sudah menawarkan putraku Liam untuk menikah dengan putrimu itu, lalu kenapa seolah - olah kamu sedang menggantungku begini dengan tidak memberikanku jawaban."
"Putriku Jane itu tidak mau menerimanya karena dia berfikir bahwa aku sedang menjualnya kepadamu untuk urusan bisnis," ucap Mr Kim lesu.
"Jangan berfikir seperti itu drew, aku melakukan hal tersebut karena aku ingin keluarga kita semakin dekat dan aku tidak perlu susah payah untuk beradaptasi dengan keluarga yang baru."
"Yah aku juga berfikir seperti itu tetapi putriku itu sulit sekali untuk menerimanya, namun aku perhatikan akhir - akhir ini mereka berdua semakin dekat satu sama lain."
__ADS_1
"Kamu benar, aku juga merasa begitu."
"Kamu tau? waktu itu Jane meminta Liam untuk menginap saja dirumah setelah mereka berdua melakukan..., ucap Mr Kim sembari mempraktekkannya dengan menggunakan kedua tangannya.
Mendengar hal tersebut Mr Robinson langsung tersedak minumannya karena merasa terkejut "ba-bagimana kamu bisa mengetahuinya?"
"Istriku sendiri yang mengatakannya karena Jane bercerita langsung kepadanya."
"Memang dasar anak itu benar - benar membuatku marah, aku meminta maaf kepadamu karena kelakuan putraku itu."
"Jangan marah kepadanya, sudah tidak apa - apa namanya juga anak muda lagipula mereka hanya berciuman saja."
"Haiss kamu ini!"
"Bukankah ini bagus? semakin mereka mulai merasakan benih - benih cinta yang tumbuh di hati mereka masing - masing maka akan semakin cepat mereka berdua akan menikah?"
Mr Robinson kemudian menghela nafasnya "kamu benar, tetapi aku hanya takut jika putraku itu melanggar batasannya apalagi putraku itu sedang di mabuk cinta."
"Atau aku akan meminta Pak Kang untuk mengawasi mereka berdua secara diam - diam, bagaimana?"
"Baiklah."
"Mari kita buat mereka berdua menikah, deal?" tanya Mr Kim sembari menyodorkan tangan kanannya.
__ADS_1
Mr Robinson kemudian menjabat tangan Mr Kim "deal."