Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #334


__ADS_3

Josh kemudian mengajak baby Ace keluar rumah untuk melihat kolam ikan dan sekedar berjalan - jalan santai di luar rumah adikknya. Namun mungkin karena baby Ace sudah merasa lelah serta haus, baby Ace malah menangis dengan sangat keras dan Josh langsung membawanya masuk ke dalam rumah untuk memberikannnya kepada Jane. Setelah itu Jane mengajaknya ke kamar untuk memberikannya susu. Jane menatap wajah anaknya yang sedang meminum susu sembari mengusap rambutnya yang masih tipis, dan berfikir bahwa keinginnya mempunyai seorang anak yang wajahnya mirip dengan Liam akhirnya tercapai. Jane tidak tahu mengapa dia bisa sampai mempunyai keinginan seperti itu padahal dahulu dia sangat benci sekali melihat wajah Liam dan bahkan mendengarkan suaranya saja membuatnya mual, tetapi terkadang memang cinta itu sangat aneh karena dapat timbul kapan saja bahkan dengan seseorang yang dia benci sekalipun.


Saat malam hari Jane sedang meninggalkan baby Ace di atas ranjang sendirian karena dia ingin ke kamar mandi. Beberapa menit kemudian Liam telah sampai di rumah setelah dia dari supermarket membeli kebutuhan baby Ace. Jane sedang malas bepergian keluar rumah sedangkan barang - barang kebutuhan baby Ace seperti popok dan lain sebagainya sudah hampir habis, oleh sebab itu dia mencatat semua kebutuhan baby Ace di selembar kertas lalu meminta Liam untuk pergi membelinya sendirian. Liam kemudian meletakkan beberapa tas belanja di atas sofa kamar dan memanggil Jane karena bisa - bisanya dia meninggalkan baby Ace sendirian di kamar, takutnya nanti terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Setelah mendengar suara Jane dari dalam kamar mandi, Liam langsung melepas jacketnya dan bermain bersama baby Ace sebentar sembari menunggu Jane selesai dari kamar mandi. Untung saja baby Ace tidak menangis dan malah bergerak walaupun hanya menggerakkan tangan serta kakinya.


"Utututu jagoan daddy rupanya belum tidur dan malah main sendirian ya?"


"Mana barang pesananku?" tanya Jane setelah dari kamar mandi.


"Oh itu di atas sofa," ucap Liam sembari menunjuk ke arah sofa.


"Hei cuci tangan dulu sebelum memengang baby Ace, karena kamu habis dari supermarket dan memegang banyak hal."


"Oh iya lupa astaga," ucap Liam menepuk dahinya.


"Sana cuci tangan dulu sayang!"


"Okay sayang muach." Liam langsung mencium pipi Jane dan pergi untuk mencuci tangannya.


Jane lalu menggendong baby Ace dan memberinya susu.


"Maafkan eomma ya karena telah meninggalkan kamu sendirian di kamar hehe."


"Ada yang kurang dari catatan buatanmu tidak?" tanya Liam.


"Aku belum memeriksanya hubby."


"Oh. Mmm sebentar lagi pasti baby Ace tidur jika sudah kamu beri susu."


"Sepertinya begitu, dan aku harap dia tidak akan rewel nanti malam karena aku sangat lelah sekali."


"Nanti agar aku saja yang menjaganya saat dia rewel, dan kamu istirahat saja."


"Apakah tidak apa - apa?" tanya Jane ragu.


"Tidak apa - apa dong, aku kan sudah terbiasa begadang. Oh ya besok kamu pergi spa dan ke salon saja agar sekali - kali kamu bisa bersantai sejenak."


"Eh tapi...."

__ADS_1


"Tenang saja, Ace akan aman bersamaku dan yang terpenting jangan lupa tinggalkan baby Ace beberapa botol susu saat kamu hendak pergi."


"Iya deh besok pagi aku akan meninggalkan beberapa botol susu untuk baby Ace sebelum aku berangkat ke salon."


"Okay."


Setelah baby Ace tertidur Jane lalu memindahkannya di kamar sebelah yang dahulu sudah Liam rancang dengan sepenuh hati agar baby Ace senang dan juga merasa nyaman. Sekarang giliran Liam yang memanjakan Jane di malam hari setelah dia lelah mengurus anak seharian penuh, dan sebagai upah atas kerja kerasnya selama ini. Liam memijat tubuh Jane sembari mengoleskan body lotion di tubuhnya, dan itu menjadi rutinitasnya akhir - akhir ini sebelum tidur. Liam berfikir bahwa ternyata setelah menikah hidupnya menjadi tidak monoton karena banyak rutinitas baru yang dia jalani. Tidak seperti saat - saat dirinya sebelum menikah yang hidupnya terasa sangat monoton sekali seperti, pagi sampai sore bekerja, setelah bekerja main game, malam hari terkadang nongkrong bersama teman - temannya, setelah itu tertidur dan selalu begitu terus setiap harinya. Di pagi harinya Jane sudah bersiap - siap pergi ke spa dan sedang memeriksa beberapa kebutuhan untuk anaknya termasuk beberapa botol susu yang sebelumnya telah dia siapkan di dalam kulkas.


"Hubby, aku pergi dulu."


"Iya selamat bersenang - senang sayang, dan jangan khawatir karena baby Ace akan aman bersamaku."


"Okay hubby, bye."


"Bye."


Tidak lama kemudian Mrs Robinson mengunjungi rumah Liam.


"Lho kenapa mommy datang kemari?" tanya Liam keheranan.


"Mmm boleh saja sih mom, silahkan masuk."


"Mana cucu mommy?"


"Dia masih tidur mom, untung saja semalam tidak rewel sama sekali jadi bisa tidur nyenyak."


"Oh begitu, Jane kemana?"


"Jane sedang pergi ke salon dan spa karena aku yang memintanya untuk pergi, kasihan dia setelah melahirkan dia jadi jarang pergi kemanapun serta selalu sibuk mengurus anak. Liam hanya tidak ingin Jane menjadi stress dan justru melampiaskannya kepada baby Ace karena itu bisa berakibat buruk mom, tidak apa - apa kan jika Liam berfikir seperti itu?"


Mrs Robinson mengusap rambut Liam.


"Tidak apa - apa sayang, justru mommy merasa sangat senang jika putra mommy memikirkan hal seperti itu juga karena sadar bahwa mengurus seorang anak tidaklah mudah."


"Oh ya mommy ingin dibuatkan minum apa?"


"Tidak perlu Liam, mommy sudah minum tadi."

__ADS_1


"Oh begitu."


*Oek oek oek.* Terdengar suara tangisan bayi.


"Anak kamu menangis, Liam."


"Oh ya mom sebentar," ucapnya langsung berlari ke kamar Ace dan diikuti oleh Mrs Robinson.


Liam langsung menggendong baby Ace.


"Ssttt cup cup cup eomma sedang pergi sebentar, sudah ya jangan menangis."


"Mungkin dia haus dan lapar Li, coba kasih susunya."


Liam lalu memberikan baby Ace susu dan setelah dia berhenti menangis Liam lalu memandikannya dengan ditemani oleh Mrs Robinson.


"Hati - hati sayang, jangan sampai airnya masuk di telinga ataupun di hidungnya."


"Iya mom, Liam juga sudah berusaha agar airnya tidak masuk ke dalam telinga serta hidung baby Ace."


10 menit kemudian Liam telah selesai memandikan baby Ace dan setelah itu dia memakaikannya baju sembari mengajaknya bermain.


*Cring cring cring.* Liam mengocok - ngocok mainan baby Ace.


"Pintarnya jagoan daddy."


"Mommy boleh menggendongnya tidak?"


"Boleh saja mom, silahkan."


Mrs Robinson menggendong baby Ace dan mengajaknya bermain diluar agar cucunya itu bisa terkena sinar matahari, karena sinar matahari saat pagi hari sangat baik untuk bayi apalagi mengandung vitamin D yang baik untuk kesehatan.


"Cucu mommy sangat menggemaskan sekali."


"Iya mom, dan juga tampan seperti daddynya hahaha."


"Iya Liam, dia sangat tampan sepertimu."

__ADS_1


__ADS_2