Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #378


__ADS_3

Ricko lalu membicarakan kepada kedua orang tuanya mengenai perkembangan Ibra akhir - akhir ini, dan itu membuat kedua orang tua Ricko merasa sangat senang sekali serta merasa bersyukur karena cucunya telah tumbuh dengan sehat. Sesekali Ricko juga bercerita mengenai Liam saat dia dan dirinya sedang mengurus anaknya masing. Ricko juga mengatakan bahwa dia telah berjanji kepada Liam bahwa dia akan mengadu anaknya dengan anak Liam, dan hal itu sontak membuat kedua orang tua Ricko tertawa mendengar cerita dari Ricko.


Kedua orang tua Ricko sudah hafal sekali dengan sifat anaknya itu serta bagaimana hubungan pertemanannya dengan Liam, yang merupakan seorang anak konglomerat itu. Papa Ricko sangat beruntung sekali jika putranya itu menjalin pertemanan dengan Liam karena semenjak itu perusahaan Liam membantu bisnis keluarganya. Namun Ricko tidak pernah mengetahui hal tersebut agar Ricko tidak salah paham dengan Liam. Tidak lama kemudian bibi datang membawakan minuman serta camilan untuk kedua orang tua Ricko.


Tiba - tiba saja Ibra menangis karena haus, dan Ricko langsung membawanya ke kamar agar dia minum susu. Setelah itu Ricko kembali berbincang dengan kedua orang tuanya, dan mereka mengatakan bahwa ingin pergi ke rumah Liam untuk menengok anaknya. Mendengar hal itu Ricko langsung menghubungi Liam untuk mengutarakan keinginan kedua orang tuanya, dan Liam langsung mengiyakan saja. Disisi lain Liam yang setelah berbicara di telepon dengan Ricko, dia kembali memeluk Jane.


Setelah itu Jane pergi kamar baby Ace untuk memberinya susu, sedangkan Liam masih bermalas - malasan di kamarnya. Liam mengambil sebuah remote di meja samping ranjangnya dan langsung membuka jendela serta gorden kamarnya dengan menggunakan remote itu. 30 menit kemudian Liam lalu membereskan ranjangnya dan dia pergi ke kamar baby Ace untuk menemui Jane yang sedang memandikan baby Ace. Liam merasa sangat gemas sekali saat melihat baby Ace yang sedang dimandikan oleh Jane itu hingga membuatnya ingin menggigit pipi chubbynya. 20 menit kemudian Jane saat ini sedang membuat sarapan untuk mereka berdua.


"Hemmm aku suka ini," ucap Liam yang baru saja datang.


Jane langsung menyingkirkan tangan Liam dari pantatnya.


"Hih hubby."


"Kamu ini tetap saja terlihat sangat sexy saat sedang melakukan apapun dan juga memakai pakaian apapun."


Jane tersipu malu hingga membuat pipinya memerah seperti kepiting rebus.


"Ck hubby."


*Nyekk.*


"Jane, aku sekarang sungguh sangat mencintaimu," ucap Liam saat memeluk Jane dari belakang.


"Hmm."


"Kamu masih marah kepadaku?"


Jane lalu membalikkan tubuhnya dan menatap Liam.


"Aku sudah memaafkanmu sebelum kamu meminta maaf kepadaku. Ayo kita mulai semuanya dari awal dan lupakan kejadian di masa lalu."


Liam mengangguk.


"Iya, ayo kita mulai semuanya dari awal."


"Tolong jangan tinggalkan kami berdua."


Liam mencium pipi Jane.


"Iya sayang. Mmm kenapa hari ini kamu yang memasak?"


"Memangnya kenapa hubby?"

__ADS_1


"Kan biasanya yang masak saat weekend itu aku," ucap Liam protes.


"Tidak apa - apa hubby, aku sedang ingin memasakkan kamu sarapan."


"Oh begitu, mari kita makan di tepi kolam renang saja karena cuacanya sangat cerah sekali."


"Okay."


Mereka berdua lalu pergi menuju ke kolam renang, dan sesampainya disana mereka langsung menyantap sarapan itu di tepi kolam renang sembari berbincang ringan. Sesekali Liam juga bercanda ria dengan Jane agar mereka berdua semakin dekat satu sama lain, dan setelah selesai sarapan Liam langsung melepas kaos yang dia pakai. Tubuh Liam terlihat sangat kekar dengan perut sixpacknya yang terpampang nyata, dan setelah itu Liam menceburkan dirinya ke kolam renang.


Entah mengapa hari ini Liam sedang sangat ingin berenang. jadi dia langsung menceburkan dirinya ke kolam renang begitu dia selesai sarapan. Jane hanya duduk di tepi kolam renang untuk menikmati sarapannya serta melihat Liam yang sedang berenang di depannya. Menurut Jane suaminya itu semakin terlihat sexy saat berenang serta rambutnya basah. Saat Jane sedang melamun tiba - tiba saja Liam menghampirinya dan mencipratkan air di wajah Jane.


"Ih hubby, dingin."


"Kenapa melamun seperti itu heum?" tanya Liam menatap Jane sembari tersenyum.


"Mmm tidak ada apa - apa."


"Benarkah?" tanya Liam semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Jane.


"I-iya hubby," jawab Jane gugup.


Liam lalu menggendong tubuh Jane dan membawanya ke tengah kolam renang.


Liam tertawa.


"Benarkah? memangnya kenapa?" tanya Liam penasaran.


Jane lalu memperhatikan perut sixpack Liam.


"Karena itumu."


Liam langsung melihat ke bawah.


"Oh perut sixpack milikku?"


"Iya."


Mereka berdua malah berenang bersama, dan itu bisa membuat mereka berdua semakin akrab satu sama lain. Tidak hanya itu saja, mereka berdua juga bercanda ria di kolam renang tersebut hingga membuat Liam bisa melupakan semua permasalahannya sejenak. Liam merasa sangat senang karena dia bisa menghabiskan waktu berdua lebih banyak dari biasanya saaat bersama dengan Jane. Sesekali Liam juga menciumi wajah Jane karena dia tidak bisa menahan rasa gemasnya kepada isyrinya itu. Saat siang hari Ricko beserta keluarganya datang ke rumah Liam untuk menjenguk baby Ace. Liam lalu membuatkan mereka semua minuman, sedangkan Jane berbincang dengan tamunya.


"Hidungnya sangat mancung sekali meskipun dia masih bayi," ucap mama Ricko.


"Katanya karena mirip sekali dengan Liam, mah."

__ADS_1


"Oh iya ya, Ace mirip sekali dengan Liam."


Liam yang datang sembari membawa makanan dan minuman lalu menjawab ucapan mama Ricko.


"Tetapi pipi chubbynya serta imutnya mirip sekali dengan Jane, tante."


Gita lalu memperhatikan baby Ace dan juga Jane.


"Eh iya benar juga, ternyata ada miripnya juga denganmu Jane."


Jane tertawa.


"Iya Git, semua orang selalu saja berkata hal yang sama."


"Silahkan diminum dan dimakan," ucap Liam menyajikan makanan dan minuman atas dimeja.


"Eh kamu ini sampai repot - repot sekali Li," ucap papa Ricko.


"Ini hanya seadanya saja kok om hehe."


"Terima kasih ya."


"Sama - sama om."


"Bagaimana Li, apa kamu sering begadang menjaga anakmu juga heum?" tanya mama Ricko.


"Sering om, tapi terkadang kita berdua gantian menjaga baby Ace saat dia sedang rewel."


"Oh begitu rupanya, kalau Ricko waktu itu baru beberapa hari menjadi seorang ayah langsung berkata kepadaku bahwa ternyata sangat sulit mempunyai seorang bayi hahaha."


"Pah jangan berkata seperti itu," ucap Ricko memukul pelan lengan papa Ricko.


Liam tertawa.


"Hahaha benar juga yang dikatakan oleh Ricko, om. Menjadi seorang ayah ternyata begitu sulit."


"Tetapi menurut om lebih sulit menjaga seorang anak yang sudah menginjak usia remaja, karena kita harus ekstra mengawasinya agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang salah."


"Benar juga sih om, tetapi selama ini pengaruh buruknya adalah Ricko hahaha."


"Bukankah terbalik Li? harusnya kamu pengaruh buruk yang paling hebat "


Mereka berdua langsung tertawa bersama.

__ADS_1


__ADS_2