
Liam kemudian membereskan semua peralatan makan yang berada di atas meja begitu dia selesai makan, dan saat Jane ingin membantunya tiba - tiba saja dia dilarang oleh Liam karena dia ingin jika istrinya beristirahat saja. Jane lalu menuruti ucapan suaminya itu dan dia lalu duduk di sofa dan menggendong baby Ace. Jane terus memperhatikan suaminya yang sangat terampil mengerjakan pekerjaan rumah tangga, dan dia merasa sangat beruntung sekali karena diberikan suami yang seperti itu.
Namun meskipun suaminya terlihat sangat sempurna di mata orang lain, akan tetapi suaminya itu masih mempunyai kekurangan hingga membuatnya merasa iba sekaligus mengelus dada karena dia. Setelah selesai membereskan dapurnya, Liam lalu menghampiri Jane yang sedang menggendong baby Ace. Liam memeluk Jane dari samping dan mencium wangi rambutnya. Liam juga menyibakkan rambut Jane untuk memeriksa tanda daerah kekuasaannya, akan tetapi karena sudah lama dia tidak membuatnya jadi tanda tersebut hilang dan membuat leher Jane menjadi bersih seperti semula.
Saat sore hari setelah Jane memandikan dan menidurkan baby Ace, dia lalu menyiapkan pakaian yang akan dipakai oleh Liam nanti setelah mandi sore. Jane menyiapkan pakaian yang belum lama ini dia beli untuk suaminya, yaitu sebuah celana pendek bewarna hitam dan dipadukan dengan sweater bewarna biru muda. Begitu suaminya selesai mandi dan berganti pakaian, Jane langsung menyisir rambutnya serta mendandaninya agar terlihat sangat tampan.
"Kenapa kamu sangat telaten mendandaniku?" tanyanya penasaran.
"Karena aku sangat suka sekali mendandanimu mulai dari menyisir rambutmu, memakaikan pomade jika akan bepergian, memakaikan serum agar kulit wajahmu semakin bersih dan terawat."
"Sepertinya hanya kamu saja yang melakukan semua hal itu kepada suamimu, apa karena kamu dulu sangat malu saat sedang berjalan bersamaku disaat wajahku masih sangat jelek?"
"Tidak hubby, aku tidak pernah merasa malu saat berjalan berdua bersamamu dan waktu itu wajahmu juga tidak sejelek yang kamu fikirkan."
"Benarkah?"
Jane lalu mengoleskan serum ke wajah Liam.
"Iya hubby sayang, wajahmu hanya kurang terawat saja dan buktinya sekarang kamu terlihat sangat tampan sekali."
"Aku sekarang sangat tampan ya?"
"Iya, lihat saja di cermin."
Liam langsung melihat ke arah cermin.
"Iya benar Jane, sekarang wajahku baru terlihat bule nya dan sangat tampan seperti selebmili."
"Benar kan apa yang ku katakan? wajahmu ini sejak dulu memang susah sangat tampan, hanya saja dahulu kurang terawat dan sekarang sudah ku rawat secara telaten."
"Terima kasih sayang."
"Iya sama - sama hubby, nah sudah tampan sekarang."
"Wah benar juga hehe."
Setelah itu Liam justru malah berbaring di atas ranjang.
"Kamu ini berniat mengejekku atau bagaimana? setelah aku merapikan rambutmu, kamu justru malah berbaring seperti itu di atas ranjang!!"
"Nanti disisir lagi."
"Hih ya sudah terserah kamu, sisir tuh rambut kamu memakai garpu taman!!"
Melihat istrinya yang marah seperti itu, Liam justru tertawa dan langsung menarik tangannya hingga terjatuh ke pelukannya.
"Sini sayang, jangan marah - marah seperti itu."
"Habisnya kamu nakal dan bebal sekali jadi orang."
"Ssttt sudah," ucap Liam memeluk Jane.
"Baby Ace kemana?"
__ADS_1
"Ada di kamarnya sedang tidur."
"Oh begitu."
*Sniff sniff.*
"Kamu sangat wangi sekali bahkan saat sedang berkeringat sekalipun, apa rahasianya?" tanyanya penasaran.
"Mandi," jawab Liam singkat.
"Mandi dengan apa?"
"Sabun biasa, itu saja."
"Tapi kenapa bisa membuat wangi harummu tahan lama?"
"Benarkah begitu?"
"Iya hubby, kenapa bisa seperti itu?"
"Aku juga tidak tahu."
"Hubby, setelah ini kamu menginginkan anak lagi atau tidak?" tanya Jane secara tiba - tiba.
"Masih, aku masih menginginkan seorang anak lagi agar baby Ace tidak merasa kesepian."
"Ingin perempuan atau laki - laki?"
"Setelah ini aku menginginkan seorang anak perempuan."
"Agar dia mewarisi kecantikanmu juga, sama seperti baby Ace yang mewarisi ketampananku."
"Aku merasa kasihan sekaligus merasa tidak enak denganmu karena hampir semua orang mengatakan kalau baby Ace sangat mirip sekali denganku, dan aku ingin nanti ada yang berkata jika anak kedua kita sangat cantik mirip sekali denganmu."
"Oh begitu, tetapi itu juga bagus karena baby Ace mirip ayahnya dan nanti kalau mirip tetangga justtu malah repot."
Liam tertawa.
"Benar juga ucapanmu."
"Nanti kamu ngamuk - ngamuk serta menyumpahiku dengan sumpah serapah jika baby Ace sangat mirip dengan anak tetangga."
"Tidak, mana mungkin aku berbuat seperti itu denganmu."
"Tidak apanya? orang waktu kamu melihat aku berbincang dengan pria lain saja langsung cemburu buta, apalagi itu."
"Aku cemburu karena aku sangat mencintaimu sayang."
"Iya aku tahu, tetapi jangan langsung berbuat gegabah tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu."
"Iya sayang."
Mereka berdua bercanda bersama di atas ranjang mereka, dan saat hampir mendekati jam makan malam Liam langsung bergegas untuk memasak hidangan untuk makan malam. Sekali lagi Jane dilarang oleh Liam untuk membantunya, jadi dia hanya duduk sembari memperhatikan suaminya yang sedang sibuk memasak makan malam. Tidak lama kemudian semua hidangan makan malam sudah tersaji di atas meja, dan mereka berdua langsung menyantap hidangan mereka masing - masing.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian Liam saat ini sedang mengendarai motornya menuju ke sebuah cafe langganannya. Saat berada di tengah - tengah perjalanan, Liam memutuskan untuk pergi ke minimarket untuk membeli rokok karena sudah lama dia tidak merokok. Setelah itu dia kembali mengendarai motornya ke cafe, dan sesampainya disana Liam langsung menghampiri teman - temannya.
"Woahh busettt merokok lagi ya sekarang?" tanya Chicko.
"Tidak juga, hanya ingin mencobanya sekali ini saja karena mulutku sedikit kaku."
"Kalau kaku ya digerakkan dengan hal lain dong," ucap Dio menggoda Liam.
"Digerakkan bagaimana?" tanya Liam bingung.
"Itu lho, masa tidak tahu heum?"
Setelah menyadarinya, Liam langsung memukul kedua temannya itu.
"Dasar sialan."
"Duduk sini! bagaimana? masih enak tidak jadi seorang ayah?"
"Enak - enak saja Dio," jawab Liam.
"Jelaslah enak, orang anaknya saja masih bayi jadi tidak terlalu aktif."
"Oh iya juga ya? hehe."
"Ricko dan Josh kemana?" tanya Liam.
"Ricko katanya sebentar lagi sampai, dan kalau Josh pulang ke Korea Selatan."
"Oh iya juga ya, hehe aku lupa kalau keluarga Jane sekarang baru pulang ke Korea Selatan."
"Ckckck dasar pelupa."
"Ya maaf, sedang banyak fikiran aku."
"Oh begitu."
"Hei guyss sorry telat, Gita sedang sedikit repot."
"Kalau sedang repot tidak apa - apa kamu tidak ikut nongkrong bersama kita."
"Hei tidaklah, aku masih tetap ingin nongkrong bersama kalian."
"Tidak dimarahi oleh Gita? takutnya nanti tiba - tiba kaku diseret pulang olehnya kan repot," ucap Chicko.
"Tidak mungkin, aku sudah meminta izin dengannya jadi amanlah."
"Oh baguslah."
"Eh tapi nanti aku tidak bisa terlalu malam pulangnya."
"Kenapa begitu Li?"
"Jane takut jika ada maling, karena sekarang sedang rawan maling."
__ADS_1
"Oh ya."