Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #25


__ADS_3


*Apartement Liam*


Jane yang masih merasa galau pun hanya bisa tiduran di kasurnya sambil menonton televisi. Jane ingin sekali melupakan kejadian tadi malam dan soal kyle tetapi tetap saja dia susah untuk melupakannya. Setiap kali dia teringat kejadian dan kenangan dengan Kyle, air mata akan menerobos keluar dan membasahi pipi Jane. Tiba - tiba Jane mempunyai ide jika dia menyibukkan diri maka dia akan semakin mudah melupakan Kyle. Tapi dia teringat sesuatu jika dia sedang berada di apartement Liam, dia menjadi bingung karena aktivitas apa yang harus dia lakukan saat berada di apartement Liam.


Setelah 30 menit dia berpikir, akhirnya Jane memutuskan aktivitas apa yang akan dia lakukan di tempat tersebut. Jane memutuskan untuk membersihkan dan merapikan apartement Liam dan anggap saja itu sebagai balasan karena Liam telah mengizinkan Jane untuk tinggal sementara di apartement itu. Jane langsung bergegas keluar kamar dan mencari peralatan kebersihan di unit tersebut dan mulai membersihkan seluruh area unit tersebut mulai dari dapur, kamarnya sendiri, ruang tengah, dan yang terakhir adalah kamar Liam.


Jane mengetuk pintu Liam lalu menerobos masuk ke kamar Liam yang lupa tidak Liam kunci ketika akan pergi ke kantor. Setelah Jane memasuki kamar Liam, dia dibuat terkejut karena kamarnya sangat rapi dan bersih untuk golongan seorang pria. Akhirnya Jane hanya membersihkan dan merapikan sisanya dan kemudian berbaring sebentar di ranjang Liam karena merasa kelelahan. Jane melihat sekeliling kamar Liam sambil masih berbaring di ranjang Liam. Tiba - tiba matanya tertuju pada sebuah lukisan setengah jadi yang berada di balcony. Lalu Jane menghampiri lukisan tersebut dan melihatnya secara seksama.


Jane bergumam "apakah lukisan ini Liam yang melukisnya? aku rasa memang benar dia yang melukisnya, karena mana mungkin ada seseorang yang membeli lukisan setengah jadi kalau tidak Liam sendiri yang melukisnya. Tapi mengapa dia tidak menyelesaikan lukisan ini? padahal lukisan ini sudah bagus dan indah apalagi jika di selesaikan." Dia kembali berjalan di ranjang Liam untuk berbaring kembali dan akhirnya dia tertidur pulas di ranjang tersebut.


Saat sore hari, Liam sudah berada di basement kantornya dan berusaha menelepon Jane karena dia akan pergi ke apartement nya untuk mengambil buku yang dia beli tadi malam, tetapi Jane tidak mengangkat teleponnya. Setelah beberapa kali mencoba menelepon Jane kembali dan masih saja tidak ada jawaban, akhirnya Liam memutuskan untuk menuju ke apartement nya langsung. Kemudian dia bergegas menuju ke apartement nya. Setelah sampai apartement dan memasuki unit nya, Liam terkejut karena semua ruangannya sudah dalam kondisi bersih dan rapi. Liam pun mencari dimana keberadaan Jane karena tidak terlihat batang hidungnya bahkan saat dia mencoba mengetuk kamar Jane tidak ada jawaban.

__ADS_1


Kemudian Liam berjalan memasuki kamarnya untuk mandi dan mengambil buku nya tersebut. Dia pun dibuat terkejut kembali karena orang yang dia cari ternyata sedang tertidur pulas di atas ranjangnya. Liam hanya menggelengkan kepalanya dan berlalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya karena dia sudah tidak tahan jika badannya sudah lengket dan bau karena keringat. Setelah Liam selesai mandi, kemudian dia mengambil handphone nya lalu pergi ke balcon dan menelepon restaurant untuk mengantarkannya makanan ke unit apartement nya. Setelah selesai menelepon, dia hanya memandang pemandangan langit di sore hari dari balcon nya sebentar dan mulai melanjutkan lukisannya yang setengah jadi.


Setelah dia menyelesaikan lukisannya, kemudian dia membereskan peralatannya dan berjalan keluar karena makanan yang dipesannya sudah sampai. Lalu dia mempersiapkan makanannya di meja makan dan setelah selesai mempersiapkan makanan, dia membangunkan Jane yang sedang tertidur pulas. Saat Liam duduk di tepi ranjang dan melihat wajah Jane yang sedang tertidur pulas, dia melihat mata sembab Jane yang terus - terusan menangis dan merasa kasihan dengannya. Liam mengusap lembut rambut Jane dan mulai membangunkannya secara perlahan. Setelah Jane mengucek - ngucek matanya dan terbangun, dia pun terkejut karena keberadaan Liam di sampingnya.


Kemudian Jane duduk masih sambil terus mengucek - ngucek matanya dan berkata "sejak kapan kamu disini? dan apa yang kamu lakukan di kamarku ini?" ucap Jane tanpa merasa bersalah.


Liam hanya merasa keheranan dan berdiri "apa kamarmu? tidak salah ten? ini kamarku, lihat saja ini kamarku (dengan penekanan di setiap katanya) aku ulangi sekali lagi ya, ini kamarku K-A-M-A-R-K-U. Apa kamu galau sampai mengalami amnesia?"


Saat Jane ingin mengambil makanan nya, lalu Liam bertanya dengan nada datar "apakah kamu sejak tadi malam menangis terus menerus?" sambil terus menyantap makanan nya.


Jane yang mendengar pertanyaan Liam, dia pun menghentikan aktivitasnya dan kemudian hanya menunduk dan mengangguk. Liam yang melihat perlakuan Jane, kemudian dia mengambil piringnya dan berpindah tempat duduk berada di depan Jane lalu menyantap makanan nya kembali.


Jane yang mengetahui jika Liam berpindah tempat duduk lalu berkata "kenapa kau pindah berada didepanku? bukankah aku hanya akan merusak pemandangan kamu saat aku sedang berpenampilan kacau?" ucapnya sambil terus menunduk.

__ADS_1


Liam yang mendengar perkataan Jane tersebut lalu terdiam dan berkata "bagiku tidak ada perempuan yang akan merusak pemandanganku bahkan jika perempuan tersebut saat sedang berpenampilan kacau sekalipun, karena mereka semua adalah suatu pemandangan yang indah." (Sambil mengangkat dagu Jane dan menyelipkan rambutnya yang sedikit berantakan menutupi wajahnya ke telinganya).


Kemudian Liam melanjutkan makan dan menyuruh Jane untuk makan yang banyak. Setelah mereka selesai makan malam, kemudian Liam ke kamar nya mengambil buku - buku nya yang tertinggal dan berbicara kepada Jane bahwa dia akan pulang ke rumah utamanya. Jane yang mendengar Liam akan pulang ke rumah nya, kemudian memasang ekspresi sedih lantaran dia sendiri lagi dan sebenarnya butuh teman untuk mengobrol.


Liam yang mengetahui perubahan ekspresi Jane, lantas bertanya "kenapa kamu terlihat sangat sedih?"


(Masih memasang ekspresi sedih) "ah aku hanya akan merasa kesepian saja jika kamu tidak ada, aku ingin pulang ke rumah tetapi aku masih malas jika Kyle akan ke rumahku dan itu membuatku susah untuk melupakannya."


Kemudian Liam menyodorkan salah satu buku novelnya "bacalah novel ini jika kamu merasa kesepian, mungkin itu sedikit membantumu. Aku ingin menemanimu, tetapi aku merasa kurang nyaman jika kita tinggal dalam satu unit apartement setiap hari karena kita belum menikah dan belum mengenal lebih dekat satu sama lain dan aku tidak menginginkan jika timbul fitnah."


"Baiklah, tapi sering - sering kunjungi aku jika kamu mempunyai waktu luang, dan sebenarnya aku mengetahui kenapa kau menolak untuk menemaniku saat aku tinggal sementara disini karena kamu masih dalam pendirianmu bahwa kamu akan melajang untuk seumur hidupmu iya kan?"


Liam hanya terdiam dan tersenyum sebentar saat mendengar jawaban dari Jane dan mulai berkata "ya, memang benar karena itu aku tidak mau tinggal bersama kamu walaupun untuk sementara karena semenjak kejadian itu aku tidak menginginkan untuk tinggal dengan perempuan lain bahkan menjalani hidupku dengan perempuan lain dan berbagi kisah dengannya tak terkecuali dengan kamu." Mengusap rambut Jane dan tersenyum lalu pergi meninggalkan unit apartement nya untuk pulang ke rumah utamanya. Jane yang mendengar hal tersebut hanya terdiam merasa tak percaya atas jawaban dari Liam dan pergi menuju kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2