Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #349


__ADS_3

Karena masakannya sudah matang, Jane kemudian menuangkan masakannya ke dalam piring yang telah disediakan. Jane lalu mencuci tangannya dan menggendong baby Ace sembari makan siang. Liam yang merasa kasihan akhirnya dia cepat - cepat menghabiskan makan siangnya dan langsung membawa baby Ace ke ruang tengah untuk menonton spongebob bersamanya. Liam menidurkan baby Ace di atas sofa dan meletakkan beberapa bantal sofa di samping baby Ace agar dia tidak menggelinding ke bawah. Liam duduk di lantai karena memang dia senang duduk disana apalagi jika cuaca sedang panas - panasnya, sedangkan Jane masih makan siang sembari menonton film di televisi dapur.


Jane kemudian mencuci piring miliknya sendiri karena yang lain sudah dicuci oleh Liam setelah dia selesai makan siang, dan setelah itu Jane mengambil sapu karena lantainya sudah terlihat berdebu. Jane sekarang lebih rajin bersih - bersih rumah apalagi membersihkan kamar baby Ace dan juga kamar pribadinya agar tidak menjadi sarang debu sekaligus sarang penyakit. Awalnya Jane membersihkan debu yang menempel di perabotan rumahnya dan setelah itu dia menyapu lantai marmer rumahnya dengan menggunakan sapu. Jane tiba - tiba berfikir bahwa nanti debunya akan semakin menyebar kemana - mana, jadi dia mengambil vaccum cleanernya di gudang dan langsung melanjutkan aktivitasnya membersihkan rumah.


Jane menyedot semua debu yang berada di lantai marmer itu sembari mendengarkan musik melalui headset agar dia tidak mendengarkan suara berisik dari vaccum cleaner yang sedang dia gunakan, cukup suaminya saja yang mendengarkan suara bising tersebut. Jane membersihkan setiap sela - sela ruangan dan juga mengelap beberapa lukisan milik suaminya yang dipajang di setiap dinding rumahnya. Liam yang sedang menonton spongebob itu kemudian berfikir bahwa tumben sekali istrinya rajin bersih - bersih rumah, biasanya dia selalu menonton film setiap saat bahkan ketika sedang menggendong anaknya sekalipun. Namun karena Liam tidak ingin membuat suasana hati istrinya menjadi jelek, dia lalu memilih diam dan kembali menonton spongebob. Kemudian datanglah kakak ipar Liam alias Josh dirumahnya karena sedang ingin mengunjungi keponakannya itu.


"Hai baby Ace, uncle Josh datang membawakan kamu sebuah mainan."


"Habis dari mana Josh?" tanya Liam.


"Biasa, jalan - jalan."


"Oh begitu, sudah makan?"


"Sudah, tadi aku jalan - jalan untuk mencari makan siang."


"Oh."


"Wuihh tumben sekali adikku rajin membersihkan rumah," ucap Josh berbisik di telinga Liam.


"Sssttt jangan terlalu keras mengucapkannya nanti kalau dia mendengar ucapanmu dan tiba - tiba mood nya turun, aku yang repot mengembalikan moodnya."


"Masalahnya aku sangat terheran sekali dengan tingkahnya."


"Sama, aku juga hahaha."


"Eh tapi dia sedang memakai headset, jadi mana mungkin dia mendengar perbincangan kita."


"Jangan meremehkan adikmu karena dia mempunyai feeling yang sangat kuat bahkan mungkin dia juga bisa mengetahui bahwa kita sedang membicarakannya."


"Benar juga, tetapi kenapa dia tumben sekali seperti itu?" tanya Josh penasaran.


"Tidak tahu."


"Apa semalam kamu habis memberinya jatah makanya dia sekarang seperti itu?"


Liam memukul punggung Josh.


"Tidaklah, aku tidak memberinya jatah malam."


"Aduh, aku kira seperti itu."


"Tidak."


"Lalu kenapa kamu tidak memberinya jatah?" tanya Josh mulai ngawur.


Liam berdecak.

__ADS_1


"Ya terserah akulah, memangnya kenapa? dasar kepo."


"Dih, memangnya aku tidak boleh kepo?"


"Kalau kepo mengenai hal tersebut ya jelas tidak boleh."


"Memangnya kenapa?"


"Ck kamu ini lebih tua 4 tahun dariku namun fikiranmu sangat sempit sekali, masa hal tersebut masih dipertanyakan mengenai alasan mengapa tidak boleh bertanya hal seperti itu padahal sudah jelas - jelas hal tersebut bersifat pribadi."


"Ya siapa tahu kamu ingin membaginya denganku."


"Dih walaupun kamu kakak iparku namun aku tidak akan memberitahu masalah ranjang pada siapapun termasuk kepada kedua orang tuaku sendiri."


"Padahal banyak artis di televisi yang sering mengungkap masalah ranjangnya di depan wartawan."


"Lah sudah jelas - jelas televisi lokal selalu memberitakan hal bodoh, mengapa kamu masih menontonnya?"


"Seru saja menyimak pertengkaran, sensasi, serta masalah ranjang ataupun aib orang lain."


"Astaga, mudah - mudahan besok kamu tidak menjadi seperti itu saat sudah menikah."


"Amin. Kamu lebih muda 4 tahun dariku namun pemikiranmu sudah sangat luas serta lebih dewasa."


"Oh jadi kamu mengakui bahwa pemikiranmu sangat sempit ya?" tanya Liam sembari tertawa.


"Lalu?"


"Aku hanya ingin memujimu, gitu saja tidak paham."


Liam kembali tertawa.


"Oh begitu rupanya hahahaha, terima kasih sudah memujiku."


"Pantas saja appa dan eomma sangat ngotot ingin Jane menikah denganmu, rupanya karena ini alasannya."


"Benarkah?"


"Iya."


Jane datang sembari membawa sebuah nampan yang berisi dua gelas minuman dingin dan juga camilan untuk mereka berdua.


"Silahkan dimakan dan diminum," ucap Jane tersenyum.


"Terima kasih Jane," ucap mereka berdua serempak.


"Iya, kalau begitu aku akan melanjutkan pekerjaanku. Mmm hubby, tolong jaga baby Ace sebentar ya?"

__ADS_1


"Siapp Jane."


Jane kemudian mencoum baby Ace dan melenggang pergi untuk melanjutkan pekerjaan rumahnya, sedangkan Liam kembali melanjutkan pembicaraannya bersama Josh. Namun mereka berdua menatap Jane dengan tatapan heran mengapa Jane tiba - tiba bersikap seperti itu karena biasanya dia terlihat sangat judes sekali seperti pegawai restaurant yang akhir - akhir ini sedang viral, ya kalian pasti tahu sendirilah restaurant mana yang dimaksud meskipun tidak memberitahu nama restaurantnya.


"Diminum Josh, Jane sudah repot - repot membuatkannya untukmu."


"Iyalah pasti lagipula jarang sekali Jane membuatkan aku minuman apalagi dilayani dengan senyumannya hehe," ucap Josh sembari memegang gelas tersebut.


"Hahaha moment langka seperti menemukan sebuah easter egg di dalam game ya?"


"Tentu saja."


"Oek oek oek.* Baby Ace menangis.


"Ssttt cup cup cup sayang," ucap Liam menggendong baby Ace.


"Dia lapar?" tanya Josh.


"Mungkin saja, tetapi bisa saja dia tidak ingin dicueki oleh karena itu dia menangis untuk mencari perhatian."


"Wuihh anakmu bisa seperti itu ya?"


"Tentu saja, sebentar aku ambilkan susunya."


Liam melangkah ke dapur sembari menggendong baby Ace untuk mengambil susu. Setelah itu dia berjalan kembali ke ruang tengah untuk menghampiri Josh.


"Dia kelihatannya sayang haus sekali," ucap Josh saat melihat baby Ace yang sedang meminum susunya.


"Iya, sepertinya begitu."


"Keponakanku ini sangat menggemaskan sekali, beaok kalau sudah besar jadi idol ya?"


"Lah kok ngatur? ya terserah dia ingin menjadi apa."


"Halah palingan disuruh meneruskan perusahaan keluargamu seperti kamu sekarang."


"Ya tidak tahu, tetapi besok aku tidak akan mengekangnya serta harus menjadi apa karena semua keputusannya ada di tangannya sendiri."


"Kenapa? pengalaman ya?"


"Ya begitulah, tidak enak kalau dikekang terus seperti aku waktu itu."


"Benar juga."


"Makanya aku tidak pernah mengekang seseorang apalagi Jane, karena dikekang itu sangat tidak enak sekali rasanya."


"Iya benar, rasanya sesak sekali."

__ADS_1


"Iyupss."


__ADS_2