Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #336


__ADS_3

Mrs Robinson lalu berbincang bersama dengan Mrs Kim dan juga Jane, sedangkan Liam malah memilih untuk berbaring di pangkuan Mrs Robinson karena merasa lelah setelah berjalan - jalan. Mrs Robinson mengusap rambut putranya itu dan mengatakan bahwa Liam masih tetap menjadi bayinya walaupun dia sudah menikah serta memiliki seorang anak. Mendengar hal tersebut dari ibu mertuanya, Jane langsung menyetujui ucapan dari ibu mertuanya tersebut dan mengatakan bahwa Jane sekarang seperti sedang mengurus dua bayi karena sikap Liam yang terkadang sangat manja melebihi baby Ace. Liam langsung menanggapi ucapan Jane dan beralasan bahwa dia sudah terlanjur nyaman dengan Jane serta sudah menganggap Jane seperti ibunya sendiri, bahkan sebelum mereka berdua menikah.


Liam juga mengatakan bahwa alasannya menikahi Jane karena dia ingin menjadikan Jane sebagai ibu ketiga, dan tentu saja karena masakannya yang sangat lezat. Mereka bertiga langsung tertawa setelah mendengar ucapan dari Liam tersebut, dan beberapa menit kemudian Liam sudah tertidur karena baterainya sudah habis. Mrs Robinson sampai tidak tega untuk pergi karena putranya yang masih tertidur pulas di pangkuannya, dan akhirnya dia bermain bersama baby Ace sembari menunggu Liam terbangun. Untung saja Mrs Kim belum ingin pulang, jadi Mrs Robinson semakin bersemangat untuk berbincang bersamanya apalagi jika membicarakan beberapa tas keluaran terbaru. Mereka bertiga memang sangat cocok ketika sedang bersama karena ketertarikannya pada suatu hal hampir sama yaitu, mengenai fashion.


*Oek oek oek.*


"Mungkin dia lelah digendong coba kamu tidurkan di sofa sini," ucap Mrs Kim.


"Oh iya eomma."


"Adududuh lucunya cucuku," ucap Mrs Kim sembari menoel - noel pipi chubby Ace.


"Oh iya mom, tadi yang memandikan Ace siapa?"


"Tadi daddy nya yang memandikan Ace, Jane."


"Eh Liam sudah bisa memandikan Ace? selama ini setiap aku memandikannya dia hanya memperhatikan saja dan ketika aku ingin mengajarinya, dia langsung menolaknya karena takut."


"Mungkin karena Liam selalu memperhatikannya jadi perlahan - lahan dia sudah bisa melakukannya sekarang," jawab Mrs Kim.


"Iya Jane, tadi Liam berusaha untuk memandikannya walaupun masih kaku namun tadi mommy juga mengawasinya saat memandikan Ace."


"Oh begitu," ucap Jane tersenyum.


*Cring cring cring.* Jane membunyikan mainan Ace agar Ace tidak merasa bosan.


"Wajahnya sangat mirip dengan Liam namun pipinya sangat chubby seperti Jane, bukankah begitu Anne?"


Mrs Kim tersenyum.


"Iya benar Margareth, Ace juga sangat menggemaskan sekali."


Tidak lama kemudian datanglah dua pria paruh baya yang berebut ingin menggendong cucunya.


"Aku dulu Jo!" ucap Mr Kim.


"Kamu sudah sering menggendongnya, sekarang gantian aku!"


"Tidak mau!!"


"Mengalahlah dasar pria tua."


"Kamu juga sudah tua, dasar tidak tau diri!!"


Melihat kedatangan si duo tukang rusuh itu, Mrs Kim dan Mrs Robinson langsung saling bertatapan satu sama lain sembari menggelengkan kepalanya. Mr Robinson dan Mr Kim lalu mendekati baby Ace yang sedang bermain dengan Jane.

__ADS_1


"Ayo grandpa Jo gendong, ututu cucuku yang menggemaskan."


"Dengan grandpa Andrew saja, jangan mau sama dia."


"Ihh lepaskan aku, Andrew."


"Tidak mau."


*Oek oek oek.* Jane langsung menenangkan Ace, sedangkan para istri mereka berdua langsung menatap mereka berdua dengan sangat tajam.


"Haiss ini semua karena kamu, Jonathan!"


"Kok aku? bukankah kamu yang memulai duluan? dasar sukanya lempar batu sembunyi tangan."


Mendengar keributan di dekatnya, Liam langsung terbangun.


"Hoamm ada apa?" tanya Liam masih mengantuk.


"Biasa, daddy mu suka sekali membuat keributan."


"Memangnya apa masalahnya mom?"


"Mereka berdua sedang berebut menggendong cucunya," ucap Mrs Kim menjawab pertanyaan Liam.


"Oh begitu."


Jane kemudian memberikan baby Ace ketika dia sudah berhenti menangis namun sepertinya Ace sedang ingin dibaringkan di atas sofa saja sembari bermain dengan mainannya. Beberapa jam kemudian saat di sore hari, Jane sedang memandikan baby Ace bersama Liam namun dia hanya memperhatikannya saja. Baby Ace sangat tenang sekali saat dimandikan oleh Jane dan sesekali dia menggerak - nggerakkan tangannya untuk bermain air. Melihat hal tersebut Liam langsung mengepalkan tangannya dengan sangat erat karena rasanya dia ingin mencubit pipi chubby baby Ace yang menggemaskan itu. Setelah selesai memandikan Ace, Liam lalu belajar bagaimana caranya memakaikan pakaian di badan Ace. Liam sedang memilih - milih beberapa pakaian dan tiba - tiba saja dia menemukan sebuah pakaian bewarna cokelat dan ada kupluknya yang berbentuk beruang.


"Baby Ace dipakaikan ini saja Jane," ucap Liam dengan sangat antusias.


"Iya hubby, boleh."


Jane lalu memakaikan baju di tubuh Ace yang telah dipilihkan oleh Liam.


"Ihh dia sangat menggemaskan sekali seperti baby bear."


"Iya hubby, dia sangat menggemaskan."


"Dan juga tampan seperti daddynya hahaha."


Jane kemudian mencium bibir Liam sekilas dan beralih memeluk Liam. Lalu setelah itu Liam menggendong Jane seperti seorang anak kecil.


"Aku kangen di gendong olehmu, hubby."


"Kenapa begitu?"

__ADS_1


"Rasanya sangat nyaman sekali."


"Oh ya bagaimana tadi waktu di spa dan salon heum?" tanya Liam setelah menciumi leher Jane.


"Ya begitulah, terima kasih sudah memesankan sebuah tempat di spa dan salon."


"Iya sama - sama sayang."


"Tahu tidak Jane, tadi tiba - tiba saja baby Ace tersenyum hingga membuat mommy dan aku dibuat keheranan."


"Eh kenapa begitu? memangnya kamu sedang membuat lelucon nyleneh lagi?"


"Tidak, justru aku dan mommy sedang deeptalk hehe."


"Deeptalk mengenai apa?"


"Rahasia ahahaha."


Jane lalu memukul bahu Liam.


"Haisss kamu sukanya main rahasia - rahasiaan terus denganku," ucap Jane kesal.


"Hehe."


"Dih malah nyengir lagi."


"Habisnya kamu malah semakin menggemaskan saat sedang merasa kesal, sehingga aku ingin sekali menciummu."


"Cium aku dong kalau begitu."


Liam langsung mencium Jane dengan ganas seperti seorang singa yang sedang kelaparan. Mereka berdua saling berciuman satu sama lain dengan sangat nikmat selama kurang lebih 5 menit di balcony kamar Ace. Setelah itu mereka berdua kembali ke kamar dan duduk di tepi ranjang karena Ace tiba - tiba menangis lagi. Jane mengira bahwa Ace merasa cemburu karena daddy nya malah berminat menggendong Jane daripada dirinya sendiri, oleh sebab itu Ace menyampaikan protesnya dengan cara menangis. Lalu digendongnya tubuh mungil Ace dan langsung mengajaknya berjalan - jalan di sekitar kamarnya untuk melihat gambar - gambar yang dilukis oleh Liam. Liam juga memberikan mainan yang aman untuk Ace sehingga dia tidak perlu khawatir lagi jika Ace sedang bermain - main dengan mainannya.


"Jagoan daddy yang sangat menggemaskan dan juga sangat tampan, kamu harus jadi anak yang baik ya dan jangan jadi anak nakal seperti daddy hehe."


"Daddy anak yang baik kok iya akan Ace?" tanya Jane.


"Tidak Jane, aku ini anak nakal."


"Kamu itu anak yang baik serta bertanggungjawab, dan kalaupun misalnya kamu anak nakal pasti kamu enggan mengurus anakmu."


"Kenapa begitu."


"Karena terkadang anak nakal pasti lebih senang membuatnya daripada mengurusnya."


"Oh begitu, benar juga."

__ADS_1


__ADS_2