Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #42


__ADS_3


Jam 07.00 pagi Mrs Robinson sudah berada di dapur untuk mengawasi chef yang sedang memasak makanan termasuk makanan untuk Liam karena Mrs Robinson tidak ingin jika Liam melewatkan breakfastnya hanya karena makanannya tidak cocok dengan Liam. Mrs Robinson sangat mengerti jika Liam dari dulu memang susah soal makanannya apalagi jika ada kesalahan di dalam makanannya pasti Liam menjadi tidak berselera untuk mamakan makanannya. Mr Robinson datang menghampiri Mrs Robinson di dapur bersama dengan Rosie.


"Good morning honey."


"Good morning too hon, Rosie sayang."


"Kenapa mommy sudah ada di dapur sebelum breakfast?"


"Karena mommy ingin memastikan bahwa tidak ada kesalahan di dalam makanan ini terutama di dalam makanan kakak kamu."


"Haiss hon, yang memasak hidangan breakfast kan chef restaurant kita kenapa kamu masih mengawasinya, mereka pasti akan melakukan yang terbaik."


"Ya buktinya tadi malam tiba - tiba Liam melewatkan dinnernya karena ada kesalahan di dalam hidangannya, kamu tau sendiri kan jika Liam itu paling susah soal makanan."


"Iya aku tau, kamu ini sangat menyayangi Liam."


"Bukan hanya Liam tetapi aku juga sangat menyayangi Rosie hon, sudahlah lebih baik kalian berdua duduk saja di meja makan jangan mengganggu aku."


"Baiklah hon, eh tapi Liam belum kelihatan batang hidungnya."


"Iya juga ya, tapi tadi dia bangun pagi kok sekitar jam 06.00 an."


"Oh begitu, tumben sekali dia."


"Mungkin karena di sini ada eonni Jane dad hahaha."


"Hahaha bisa saja kamu princess. Ayo kita pergi dari sini dan jangan ganggu mommy kamu si nyonya Robinson yang agung."


"Hahaha baiklah dad."


Mr Robinson kemudian mengecup kening istrinya tersebut lalu menggandeng tangan Rosie dan pergi menuju ruang keluarga untuk menyapa anggota keluarga Kim yang sedang duduk bersantai di sana. Mr Kim juga terlihat sedang menikmati kopi di pagi hari sembari membaca laporan keuangan milik perusahaannya. Mr Robinson mendekati Mr Kim dan duduk disampingnya dan kemudian menyapanya. Kemudian mereka berdua memulai berdiskusi ringan tentang perusahaan masing - masing sembari menikmati secangkir kopi di pagi hari.


Kemudian datanglah Liam yang sedang berjalan menuruni tangga dan langsung menghampiri Rosie yang sedang bermain dengan handphonenya. Karena dia sedang melihat sosial medianya, Rosie menjadi bersikap cuek kepada Liam dan tidak menghiraukan sapaannya. Liam yang merasa kesal karena tidak di hiraukan oleh Rosie akhirnya Liam menjewer telinganya dan tentu saja membuat Rosie berteriak dengan sangat kencang. Teriakan Rosie membuat Mr Robinson dan Mr Kim terkejut sehingga mereka berdua langsung menoleh ke arah Liam dan Rosie.


Jane menghampiri mereka di ruang keluarga "good morning all."


"Good morning." (ucap mereka semua secara serempak)

__ADS_1


"Tumben pakaian kamu seperti itu, memangnya mau pergi ke mana adikku?"


"Liam mengajakku untuk pergi berkeliling di area villa ini oppa."


"Bohong, aku tidak pernah mengajakmu untuk pergi berjalan - jalan berkeliling."


"Sudahlah hyung kamu pergi aja kalau mau pergi dengan Jane hahaha."


"Hyung itu apa, gayung?"


Mendengar hal tersebut Rosie, Josh dan Jane dengan serempak menggelengkan kepalanya dan bertepuk jidat.


"Maaf ya kakak aku memang terkadang sedikit bodoh, maklum terkadang bodohnya sampai mendarah daging."


"Hei aku ini bukan bodoh, tetapi memang aku sebelumnya belum pernah mendengar kata - kata tersebut karena ini pertama kalinya aku mempunyai teman berasal dari Korea."


"Oh begitu. Begini Liam, hyung itu sapaan untuk seorang laki - laki dari adik laki - laki, sedangkan eonni itu sapaan untuk perempuan dari adik perempuan begitu."


(Mengangguk paham) "oh begitu, jadi Rosie memanggil Jane dengan sebutan eonni dan aku memanggil kamu dengan sebutan hyung begitu?"


"Nah, kira - kira seperti itu."


"Kalau oppa digunakan sebagai sapaan laki - laki dari adik perempuan begitu. Jadi karena Jane adikku maka di menurut sapaan Korea dia memanggilku dengan sapaan oppa."


"Oh begitu. Jadi kalau misalnya aku dan Rosie di Korea jadi Rosie memanggilku dengan sapaan oppa begitu?"


"Nah tepat sekali. Ternyata kamu ini orangnya mudah di ajari dan mudah beradaptasi ya?"


"Ya begitulah hyung hahaha. Rosie kamu coba memanggilku dengan sebutan oppa dong."


"Ihhh tidak mau lebih nyaman dengan nama saja, lebih tepatnya sudah terbiasa dengan memanggilmu Liam dan wajah kamu bukan seperti oppa."


"Ya sudah kalau begitu aku akan memotong uang jajan kamu."


Rosie lalu merangkul lengan Liam "please jangan dong, Liam kan tampan, baik hati, keren uhh tapi bukan seperti oppa Korea melainkan Australian brother."


"Ya kan memang aku campuran Australia, memangnya kamu."


Mr Robinson berdehem lalu melihat ke arah Liam dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Liam langsung memeluk dan mengusap pelan rambut Rosie "tidak kok dad, maksud aku Roseanne Zoe Robinson yang cantik, pintar dan sukanya menghabiskan makanan di kulkas, ulululu adikku ini."


"Apaan sih Liam geli tau."


"Jarang kan aku bersikap seperti ini kepada kamu?"


"Karena kamu selalu sibuk bekerja sampai larut malam atau bermain game berjam - jam. Dad kapan - kapan holiday lagi ya, biar Liam bisa bersikap seperti ini dengan aku."


Mr Robinson tersenyum kepada Rosie "of course my princess."


Mrs Robinson dan Mrs Kim menghampiri mereka semua di ruang keluarga, lalu mengajak mereka semua untuk sarapan bersama. Mereka semua lalu beranjak dari tempat duduknya masing - masing dan pergi bersama menuju ruang makan untuk breakfast. Kedua keluarga tersebut sudah sangat akrab seperti layaknya sebuah keluarga besar yang sedang berkumpul bersama dan tidak merasa canggung sama sekali diantara mereka semua. Selesai breakfast, mereka semua kembali sibuk dengan aktivitas masing - masing. Mr Robinson, Mr Kim dan Josh pergi berangkat menuju lapangan golf sedangkan Mrs Robinson, Mrs Kim dan Rosie berada di kolam renang untuk berbincang sembari berenang. Liam dengan sedikit berat hati bersedia menemani Jane berjalan - jalan di area villa dengan berjalan kaki.


"Wajah kamu jelek kalau cemberut seperti pakaian yang belum di setrika, kusut sekali."


"Dasar banyak omong."


"Coba kamu tersenyum, pasti tampan."


"Apaan sih Jane, mau mencoba menggodaku?"


"Bukannya dulu kamu mencoba menggodaku dengan kata - kata yang hampir sama? coba kamu tersenyum pasti kamu imut deh, cih dasar buaya." (Ucap Jane mengejek Liam).


"Iya iya aku mengakuinya. Habisnya kamu imut begitu, apalagi pipi chubby kamu ingin aku gigit."


(Memajukan pipinya ke depan wajah Liam) "nih gigit."


"As you wish my Kitten."


"Jangan deh nanti pipi aku terkontaminasi lagi."


"Hufftt. Eh mau ke sebuah bukit tidak? disana bagus tempatnya."


"Mau dong, kebetulan aku juga membawa kameraku."


"Ayo ikut aku, pelan - pelan saja jalannya nanti jatuh."


"Oke deh."


Note: Jangan lupa like episode ini ya, terima kasih 😊

__ADS_1


__ADS_2