
Setelah itu Mrs Robinson membaringkan tubuhnya dan mulai tidur, sedangkan Mr Robinson masih membaca - baca dokumen tentang tes psikologi milik Liam. Setelah membaca dokumen tersebut Mr Robinson lalu menghela nafasnya dengan kasar, dia merasa sedikit menyesal karena telah memperlakukan putra kandungnya seperti itu. Dia tidak sadar bahwa selama ini kata - kata yang dia ucapkan dan hukuman yang menurutnya hanya hukuman sepele untuk putranya tersebut ternyata bisa berdampak seperti ini. Mr Robinson juga berfikir bahwa pantas saja putranya tersebut sangat membenci dirinya dan mereka tidak mau dekat dengannya apalagi salah satunya sampai pergi meninggalkan rumahnya karena ternyata perbuatannya sudah sangat keterlaluan sekali. Mungkin memang benar yang dikatakan oleh istrinya jika selama ini dia terlalu sibuk mengurus semua bisnisnya sampai waktu untuk keluarganya sangat kurang sekali bahkan hampir tidak ada waktu untuk keluarganya, apalagi sepertinya Mr Robinson juga sangat terobsesi ingin membuat anak - anaknya sangat sukses seperti dia hingga dia membatasi anak - anaknya melakukan hal yang disukai oleh mereka masing - masing. Oleh karena itu Mrs Robinson selalu membela anak - anaknya jika mereka ingin melakukan sesuatu hal yang disukai oleh mereka masing - masing seperti Liam yang hobi menggambar, bermain skateboard, dan bermain game serta Rosie yang hobi menyanyi sembari bermain gitar maupun menonton film drama Korea. Mrs Robinson terkadang sampai beradu mulut dengan suaminya hanya karena dia ingin anak - anaknya bisa hidup normal dan melakukan aktivitas yang mereka gemari seperti kebanyakan anak muda lainnya. Beberapa kali Mrs Robinson sudah memperingati suaminya tersebut agar jangan terlalu mengekang anak - anaknya namun tidak pernah didengar olehnya karena sifatnya yang keras kepala itu, dan sekarang sepertinya dia mulai sadar akan perbuatannya tersebut.
Kenapa Mrs Robinson bisa masuk ke dalam kamar Liam sedangkan pintunya tadi malam dikunci? jawabannya adalah karena Mrs Robinson yang memegang dan menyimpan semua kunci cadangan di setiap ruangan rumah mereka jadi dia dengan mudah keluar masuk kamar anak - anak mereka walaupun pintunya dikunci oleh mereka kecuali kunci kamar kosong yang tidak ada seorangpun yang diizinkan masuk oleh Mr Robinson. Keesokan harinya adalah akhir pekan, maka dari itu anggota keluarga Robinson sangat santai karena tidak ada yang pergi ke kantor maupun pergi kuliah. Jadi Mrs Robinson memutuskan untuk membersihkan semua kamar anak - anaknya karena dia merasa bosan jika hanya duduk diam saja dirumah. Mrs Robinson mulai membersihkan sebuah kamar yang selalu terkunci sejak 5 tahun silam. Mrs Robinson membuka pintu kamar tersebut secara perlahan, lalu dilanjutkan dengan membuka gorden kamar beserta jendela kamar tersebut agar udara dapat berganti dan tidak bau apek. Kondisi kamar tersebut masih sama seperti sebelum kamar tersebut ditinggalkan bahkan barang - barangnya masih tertata rapi di tempat semula tanpa ada yang memindahkannya, namun hanya saja barang - barangnya sudah berdebu karena jarang dibersihkan. Mrs Robinson kemudian mengambil salah satu baju yang berada di lemari tersebut lalu memeluknya dengan sangat erat, tidak lama setelah itu dia meneteskan air matanya karena merasa rindu dengannya. Mr Robinson yang tidak sengaja melewati kamar tersebut lalu memutuskan untuk memeriksa ke dalam karena tidak biasanya pintu kamar tersebut terbuka dengan lebar dan selalu dikunci dari luar.
"Hon?" panggil Mr Robinson sembari menghampiri istrinya tersebut.
"Ya? ada apa hon?" tanya Mrs Robinson sembari mengusap air matanya.
"Kenapa kamu berada di kamar ini?"
"Aku hanya ingin membersihkan kamar ini saja karena sudah lama tidak dibersihkan, baunya apek sekali karena jendelanya tidak pernah dibuka."
"Oh begitu rupanya."
Mrs Robinson lalu kembali mengembalikan baju yang dia pegang ke dalam lemari "tadi aku sudah menyiapkan sarapan untukmu, apa kamu sudah memakannya?"
"Sudah hon, nanti apa boleh aku mengajak Liam pergi?"
"Pergi kemana?"
"Pergi bermain golf denganku di villa utara sembari memeriksa villa."
"Baiklah, ajak saja jika dia bersedia ikut denganmu."
"Apa Rosie belum bangun?"
"Sudah kok, mungkin dia sekarang sedang berada di kamarnya."
Mr Robinson kemudian memegang punggung istrinya tersebut yang sedang sibuk membereskan lemari baju di kamar tersebut "hon, kamu tidak apa - apa?" tanya Mr Robinson memastikan.
"Aku tidak apa - apa hon sudah sana pergi, oh ya tolong nanti segera bangunkan anak - anak jika mereka kembali tidur karena aku akan membereskan kamar mereka."
__ADS_1
"Baik hon," ucap Mr Robinson sembari mencium pipi istrinya itu.
Mr Robinson kemudian pergi ke kamar Liam untuk membangunkannya "hi wake up buddy," ucap Mr Robinson sembari menepuk - nepuk pantat Liam yang masih tertidur.
Liam kemudian mulai membuka matanya "ada apa dad?"
"Ayo ikut daddy bermain golf di villa utara sembari memeriksa keadaan di sana."
"Liam masih mengantuk dad."
"Ayo bangun! kamarmu nanti akan dibersihkan oleh mommy kamu."
"Sekarang mommy ada di mana?"
"Dia sedang membersihkan kamar sebelah."
"Bukankah itu kamar kosong? kenapa mommy membersihkannya?"
Mr Robinson kemudian pergi ke kamar Rosie untuk melihat apa yang dilakukan oleh putri kesayangannya saat liburan akhir pekan. Ternyata Rosie sedang tertidur dengan laptop yang masih menyala memutar film di sampingnya. Mr Robinson lalu mematikan laptopnya dan memindahkannya di meja samping tempat tidur Rosie. Mr Robinson kemudian memandangi wajah putrinya yang masih tertidur tersebut dan berfikir bahwa mungkin selama ini yang dikatakan oleh istrinya benar. Mereka mungkin ingin jika kehidupannya sama seperti kebanyakan anak muda lainnya yang bisa berkumpul bersama teman - temannya tanpa harus diganggu oleh orang tuanya, melakukan hobi yang digemarinya hingga mengeksplorasi kegiatan baru sebagai pengalaman.
Mr Robinson mengusap rambut Rosie dengan lembut "my princess, ayo bangun."
Rosie kemudian mengucek kedua matanya sembari menguap "aku masih mengantuk dad."
"Nanti kalau tidak bangun kamu akan dimarahi oleh mommy."
"Sejak kapan mommy marah - marah kepada anaknya? bukankah biasanya daddy yang selalu marah - marah?"
"Maaf ya kalau daddy sering marah - marah kepadamu."
Rosie kemudian membalikkan tubuhnya membelakangi Mr Robinson "tidak mau, daddy harus minta maaf juga kepada Liam karena dia sering menangis tengah malam hingga membuatku tidak bisa tidur."
__ADS_1
"Bukankah kamar kakakmu itu sudah kedap suara ya? kenapa masih terdengar sampai kamarmu?"
"Mungkin sedang rusak," jawab Rosie ketus.
Mr Robinson kemudian menggendong Rosie secara paksa karena putrinya tersebut tetap tidak mau bangun dari tempat tidurnya "ayo sayang keluar dari kamar, kalau tidak nanti daddy yang akan dimarahi oleh mommy."
"Ya sudah deh iya."
Mr Robinson lalu kembali menuju kamar Liam sembari menggendong Rosie (Rosie badannya kurus tinggi, sedangkan Mr Robinson badannya tinggi kekar seperti Liam jadi dia masih kuat menggendong Rosie). Mr Robinson mendekati Liam yang duduk termenung di tepi tempat tidurnya dengan masih memakai celana kolor tanpa baju "masih belum mandi?"
Liam menggeleng "belum dad."
"Kenapa wajahmu kelihatan lesu seperti itu?"
"Galau dad karena sebentar lagi Jane akan pulang ke Korea Selatan."
"Sekarang putra daddy ternyata sudah dewasa karena sudah bisa galau karena cinta," ucap Mr Robinson menggoda Liam.
"Ciee Liam sekarang bisa main cinta - cintaan," ucap Rosie ikut mengejek Liam.
"Diamlah!"
"Apa daddy bilang saja ke Andrew agar segera menikahkan kalian berdua?"
"Jangan dad, Liam masih belum siap dengan komitmen seperti itu."
"Ya sudah kalau tidak mau, lebih baik sekarang kamu mandi dan pergi bersama Jane sebelum dia pulang ke negara asalnya."
"Aku tidak jadi ikut daddy?" tanya Liam.
"Tidak perlu."
__ADS_1
"Baik dad."