Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #371


__ADS_3

Karena malas melihat wajah teman - temannya yang sedang menertawakannya, Liam kemudian menghadap ketembok dan memilih untuk berbicara dengan tembok saja. Ricko yang duduk di samping Liak langsung mengusap rambut Liam serta merangkul bahunya. Sontak semua langsung pada berteriak histeris serta menggoda mereka berdua karena dinilai yang terlalu manis sekali. Mungkin jika dibuat sebuah cerita akan menjadi genre bromance seperti komik favorite author, karena mereka berdua sangat dekat sekali seperti saudara kandung.


Bahkan Liam lebih dekat dengan Ricko daripada dengan saudara kembarnya sendiri, yaitu Lian. Teman - teman dekat mereka berdua sudah hafal sekali mengenai kedekatan mereka berdua, jadi tidak heran jika mereka semua terkadang justru malah menggoda Liam dan Ricko saat sedang seperti itu. Namun mereka semua belum mengetahui bahwa pada malam itu Liam sempat mengutarakan bagaimana perasaannya yang sebenarnya kepada Ricko, dan mungkin lebih baik mereka semua tidak mengetahuinya.


Ricko juga memilih untuk tutup mulut mengenai apa yang terjadi pada malam itu agar tidak menimbulkan beberapa asumsi negatif dari teman - temannya. Ricko takut jika itu tersebar justru akan membuat mental Liam semakin down, jadi dia lebih memilih untuk diam saja dan menutup mulutnya rapat - rapat. Sejak dahulu kondisi kesehatan mental Liam juga tidak baik, jadi apapun yang terjadi Ricko akan tetap selalu menjadi sahabat Liam sekaligus pendengar yang baik agar keinginan Liam untuk bunuh diri semakin menurun.


Jadi biarkanlah semuanya tetap berjalan seperti biasanya, apalagi sekarang mereka berdua telah mempunyai istri dan anak masing - masing. Ricko kemudian memberikan ice kopi badday kesukaan Liam agar tubuh Liam tidak lemas lagi setelah mengantar anaknya pergi imunisasi. Setelah itu mereka semua lanjut bermain game bersama sembari berbincang mengenai strategy permainan masing - masing. Liam terus bersandar di bahu Ricko saat sedang bermain game, dan itu merupakan sandaran ternyaman saat dirinya sedang bermain game.


"Ah sial aku mati terlebih dahulu," ucap Dio emosi.


"Hahaha habisnya sudah tahu ada 3 musuh masih saja di lawan meskipun kamu hanya sendirian," ucap Chicko.


"Ya aku ingin cepat selesai saja sih sekaligus mendapatkan MVP hahaha," jawab Dio menggaruk rambutnya.


"Kalau kamu Liam sih tidak masalah, mau melawan 5 musuh sendirian seperti waktu itu dia sangat mampu sekali hahaha."


"Karena dia memakai hero armor darah Chic, jadinya ya bisa menyembuhkan dirinya sendiri dan langsung gass melawan musuh yang terakhir."


Josh tertawa.


"Bukankah waktu itu kamu ada disana juga ya? meskipun datangnya terlambat saat Liam mundur untuk menyembuhkan dirinya sendiri, dan anehnya kamu bisa mengambil kill Liam yang terkahir namun ternyata sama saja tidak bisa."


"Benar padahal aku waktu itu memberimu kesempatan namun kamu malah menyia - nyiakannya dan akhirnya aku lagi yang harus membunuhnya agar kita menang," ucap Liam menambahkan.


"Waktu itu aim ku lagi jelek karena lupa belum aku atur, dan akhirnya semua tembakanku meleset."


Chicko langsung tertawa mendengar penyataan Dio.

__ADS_1


"Hahaha alasan klasik seperti saat kamu kalah bermain PS dan justru menyalahkan stick PS, padahal kamunya saja yang tidak bisa bermain dengan benar."


Semua langsung berdecak sembari menggelengkan kepalanya masing - masing.


"Ckckck jangan seperti itu dan lebih baik akui saja jika performamu sedang menurun," ucap Ricko.


"Iya aku salah, dan aku akui bahwa performaku sedang menurun karena beberapa hal."


Chicko langsung merangkul Dio.


"Ceritakanlah kepada kami, siapa tahu kami bisa membantumu."


"Sebenarnya aku sedang bingung sekali karena pekerjaanku semakin berat namun gajiku tidak bertambah, aku ingin sekali resign namun aku akan bekerja apa untuk membantu keuangan keluarga?"


"Katanya Liam ingin membuka cafe sendiri dan mungkin saja kamu bisa ikut mendaftar untuk bekerja di cafe Liam," ucap Ricko secara tiba - tiba hingga membuat mereka bertiga merasa terkejut.


"Hei sstt diam, aku kan hanya mengatakan keinginanku dan itu belum pasti juga apakah aku jadi membuka cafe sendiri atau tidak."


Liam menghela nafasnya.


"Ya memang sih namun aku belum menemukan tempat yang cocok serta strategis, sehingga aku belum bisa memastikan kapan aku akan mulai membuka cafe sendiri."


"Oh begitu rupanya," ucap Ricko mengangguk paham.


"Jika kamu benar - benar ingin membuka cafe sendiri, tolong terima aku sebagai karyawanmu."


"Iya Dio, pasti aku akan lebih dulu memintamu untuk bekerja denganku karena kamu itukan sahabatku juga haha."

__ADS_1


"Benarkah? ku kira hanya Ricko sendiri saja yang kamu anggap sebagai sahabatmu."


"Tidak juga, kalian semua kan sahabatku."


Mereka berlima lalu kembali bermain game dengan sangat serius sekali sebagai latihan jika mereka ingin mendaftarkan team mereka untuk ikut kejuaraan alias kompetisi game yang sedang mereka mainkan. 30 menit kemudian mereka semua sudah merasa lapar, akhirnya mereka beralih pergi ke warung nasi padang untuk makan siang bersama. Entah mengapa mereka semua tiba - tiba sedang ingin makan nasi padang, dan sesampainya disana mereka berlima membeli nasi padang dengan lauk yang mereka inginkan masing - masing.


Setelah itu tiba - tiba saja Chicko mengajak mereka berempat untuk pergi ke daerah utara seperti Kaliurang dan Plunyon. Mereka berempat langsung pergi mengendarai mobil Liam untuk pergi ke sana, dan kendaraan yang lainnya dititipkan di rumah Dio. Namun saat di tengah jalan tiba - tiba saja Liam mengajak mereka untuk pergi ke Bukit Klangon saja agar bisa sekalian piknik berlima. Mereka langsung pergi ke sana, dan begitu sesampainya di sana mereka langsung mencari tempat untuk menggelar tikar untuk mereka duduk. Ternyata sebelum pergi mereka sempat membuat es kopi badday di sebuah teko sedang untuk mereka minum disana, dan ibu Dio juga memberikan beberapa jajanan agar mereka bisa memakannya secara bersama - sama.


Dio tertawa.


"Hahaha sialan kalian semua, bisa - bisanya sampai harus pergi kemari hanya untuk memakan nasi padang.


"Ini semua karena fikiran aneh Chicko tuh," ucap Josh.


"Hahaha tidak apa - apa, lagipula bukankah sudah lama kita tidak piknik bersama?" tanya Chicko.


"Benar juga ucapan Chicko," ucap Liam menyetujui ucapan Chicko.


"Dahulu kita sangat sibuk dengan urusan kita masing - masing, apalagi sekarang Liam dan aku sudah menikah jadi lebih fokus dengan keluarganya masing - masing."


"Benar kata Ricko, semoga saja kita tetap kompak serta bisa piknik bersama meskipun kita sudah menikah."


"Aminn," ucap mereka serentak.


Josh lalu menepuk bahu Dio.


"Untung saja kita sempat mampir ke rumahmu, jadinya kita bisa membawa lebih banyak makanan hehe."

__ADS_1


"Iya Josh iya, aku memang sengaja mengajak kalian ke rumahku agar bisa membawa es kopi badday se teko agar suasanya lebih syahdu."


"Hahaha asekk."


__ADS_2