
Mereka lalu menikmati sajian dari Jane sembari berbincang - bincang ringan serta bersendau gurau. Mrs Kim lalu bertanya kepada putrinya itu mengenai pengalaman liburan honeymoon mereka, dan Jane langsung menceritakan liburan bersama suaminya tersebut dengan sangat antusias karena itu merupakan liburannya yang paling berkesan apalagi dia juga mengunjungi beberapa tempat wisata yang belum pernah dia kunjungi sebelumnya. Berbeda dengan Jane yang sedang sibuk menceritakan pengalamannya tersebut kepada orang tuanya, justru Liam malah sibuk bermain playstation bersama Josh yang sekarang menjadi kakak iparnya itu. Josh merasa tidak tahan jika dia tidak mencoba memainkannya saat melihat puluhan koleksi DVD game yang tersusun rapi di rak kaca meja televisi milik adik iparnya tersebut, apalagi ada beberap DVD game yang belum pernah dia mainkan karena dia belum bisa membelinya.
Bisa dibilang koleksi DVD game milik Liam sudah termasuk sangat lengkap karena Liam juga mempunyai beberapa DVD yang limited edition dan harganya tidak murah. Mereka berdua sudah memainkan 3 game dan tiba - tiba saja pandangan Josh tertuju pada sebuah kamar yang berada di samping tangga. Saat Josh menanyakan mengenai kamar tersebut, Liam justru membawanya masuk ke dalam kamar dan ternyata kamar tersebut merupakan ruangan pribadi Liam untuk meletakkan PC/komputernya yang mempunyai 4 layar serta peralatan gaming yang lumayan canggih. Tidak hanya itu juga, ada lemari kaca yang besar untuk memajang beberapa koleksi action figure milik Liam serta peralatan PC nya seperti keyboard, mouse, headset, dan stick consol game miliknya. Sebenarnya mereka berdua bisa dibilang suka koleksi barang - barang mahal contohnya Jane suka koleksi tas, pakaian, sepatu, dan beberapa aksesories yang bermerk mewah, sedangkan Liam suka koleksi DVD game, action figure, dan beberapa peralatan PC miliknya.
"Keren juga koleksimu, pasti harganya tidak murah kan? apalagi yang ini salah satu barang limited edition," ucap Josh sembari menunjuk salah satu action figure di lemari tersebut.
Liam tertawa "aku hanya mendapat itu secara gratis kok, tidak mahal."
"Dih bohong, mana ada yang memberikan kamu action figure limited edition secara cuma - cuma."
"Ada."
"Siapa?" tanya Josh penasaran.
"Daddy aku," ucap Liam tertawa.
Josh ikut tertawa "hahaha anjing."
"Aku lihat koleksimu juga sudah lumayan," ucapnya sembari menepuk bahu Josh.
"Ah tidak, itu hanya murah - murah saja kok kalau dibandingkan dengan milikku."
"Kamu ini sukanya merendah saja."
"Eh bagaimana? enak tidak?" tanya Josh sembari menaik - naikkan alisnya.
"Enak apanya?" tanya Liam bingung.
"Ck menikah itu enak tidak?"
"Mau jawaban jujur atau bohong?"
"Ah kamu ini."
Liam tertawa "hahaha enak kok, kenapa tidak enak? mungkin yang membuat tidak enak itu karena kalau hidup bersama wanita pasti segalanya dibuat ribet, mmm paham tidak maksud aku?"
Josh berfikir sejenak untuk menelaah pernyataan Liam "oh iya aku paham sekarang, memang sih wanita kadang ribet apalagi adikku."
"Nah kan, apa aku bilang?"
*Puk puk puk* Josh menepuk bahu Liam.
"Yang sabar ya? hahaha."
"Iya."
__ADS_1
"Nanti bisa ke cafe bersama teman - teman kan?"
"Sepertinya tidak, kamu kan tau sendiri Jane bagaimana?"
"Ah kamu ini, tidak seru kalau tidak ada kamu."
"Minta izin ke Jane sangat sulit, apalagi sekarang malam minggu."
Josh memanyunkan bibirnya "iya sih."
"Waktu itu aku tinggal meeting sebentar saja dia marah, apalagi waktu malam minggu aku tinggal nongkrong bersama kalian."
"Ya sudah kalau begitu, apa boleh buat."
"Lain kali saja, aku pasti bisa."
"Okay."
2 jam kemudian keluarga Jane berpamitan pulang, dan mereka berdua langsung mengantarkanya sampai ke depan pintu utama. Setelah itu mereka berdua memasak bersama hidangan makan siang mereka berdua.
"Jane aku boleh minta izin tidak?" tanya Liam ragu - ragu.
"Izin untuk apa?" tanya Jane sembari mengunyah makanannya.
"Oh," ucap Jane sembari meletakkan sendoknya dengan keras di meja hingga berbunyi sangat kencang.
"Ti-tidak boleh ya?"
"Boleh kok, siapa bilang tidak boleh?" tanya Jane sembari tersenyum.
Liam tersenyum gembira "yess."
"Boleh kok asalkan jangan pulang ke rumah, dan kalau perlu kamu sekalian menginap saja di cafe itu."
Seketika ekspresi Liam berubah "oh."
"Setelah ini tolong pasang semua figura foto di dinding dekat tangga!"
"I-iya."
Setelah makan siang Liam lalu pergi untuk mengambil tangga di gudang. Liam kemudian bersiap untuk memasang semua figura foto tersebut di dinding dekat tangga seperti yang Jane inginkan. Pak Kang yang melihat tuannya itu sedang merasa sedikit kesulitan, Pak Kang kemudian menghampiri Liam dan membantunya memegangi tangga tersebut agar tidak tergelincir karena lantainya licin. Liam kemudian memasang semua foto di figura tersebut, sedangkan Jane membereskan peralatan makan serta mencucinya di dapur sembari sesekali melirik suaminya yang sibuk memasang figura foto. Saat malam tiba mereka berdua lalu menghabiskan waktu bersama di rooftop rumah mereka sembari berbincang. Namun kelihatannya Liam tidak begitu bersemangat karena dia ingin berkumpul bersama dengan teman - temannya di cafe sembari bermain game. Menyadari bahwa suaminya itu seperti merasa bosan serta tidak bersemangat, Jane kemudian berusaha menghiburnya karena dia menjadi merasa tidak enak kepada suaminya itu saat tadi dia melarangnya pergi bersama dengan teman - temannya.
"Kamu ingin pergi?" tanya Jane pelan.
"Ti-tidak kok," ucap Liam sembari tersenyum paksa.
__ADS_1
"Kalau kamu ingin pergi, pergi saja tidak apa - apa dan nikmatilah masa mudamu."
Liam menatap Jane "apa boleh?"
"Iya," ucap Jane mengangguk dan tersenyum.
"Terima kasih," ucap Liam mencium pipi Jane dan langsung pergi meninggalkan Jane.
Liam kemudian pergi ke cafe dengan menaiki motor sportnya, sedangkan Jane memilih untuk berendam di jacuzzi rooftop rumahnya sembari menikmati pemandangan malam dari atas sana. Namun belum ada 1 jam Liam di cafe dan berbincang ria bersama dengan teman - temannya, tiba - tiba saja perasaannya tidak enak dan dia lalu pulang ke rumah.
"Jane aku pulang," ucapnya saat menghampiri Jane sembari menenteng helm miliknya.
"Cepat sekali, padahal belum ada 1 jam."
"Tidak tau, tiba - tiba merasa rindu kepadamu."
Jane tersenyum "bisa - bisanya."
Liam kemudian melepas pakaiannya dan hanya menggunakan celana kolornya saja "aku ingin ikut."
"Kemarilah."
Liam lalu menceburkan dirinya ke dalam jacuzzi dan duduk di belakang Jane "kenapa kita tidak berendam sembari meminum wine?"
"Jangan, nanti takut jika akhirnya kita akan seperti saat di Santorini waktu itu."
"Benar juga," ucap Liam mencium bahu Jane.
Jane lalu berbalik dan mencium bibir Liam "aku melarangmu pergi karena aku ingin menghabiskan waktu bersamamu."
"Sekarang kita habiskan waktu bersama dengan berendam di jacuzzi ini."
Jane lalu memeluk leher Liam, sedangkan Liam memeluk pinggang Jane.
"Kamu sangat tampan," ucap Jane.
Liam mencium bibir Jane "kamu juga sangat cantik apalagi saat rambutmu dicepol."
Jane tersenyum "aku akan sering mencepol rambutku."
"Entah kenapa semakin lama, aku justru menjadi sangat mencintaimu."
"Jadi kamu sudah mencintaiku heum?"
"Sepertinya begitu," ucap Liam menepuk pantat Jane.
__ADS_1