
Setelah suaminya berkenalan dengan temannya, Mrs Robinson lalu mengajak suaminya untuk membeli beberapa bahan makanan yang sudah dicatat di selembar kertas tadi siang. Disaat itulah sifat kekanakan Mr Robinson muncul untuk memanas - manasi Rudy dan membuatnya mengerti bahwa Margareth temannya sudah menjadi istrinya. Mr Robinson adalah pria yang sangat cemburuan, jadi tentunya dia tidak suka bahwa istrinya dekat dengan pria lain.
Mr Robinson lalu menggandeng tangan istrinya namun langsung dilepaskan oleh istrinya karena dia menjadi sulit untuk memgambil barang apapun, dan seketika hal itu membuat Mr Robinson menjadi cemberut. Namun Mrs Robinson langsung mencubit - cubit pipi suaminya itu agar dia tidak cemberut seperti itu. Tentunya Mr Robinson sangat senang akan hal itu, dan dia langsung bersemangat membantu istrinya berbelanja. Sesekali mereka berdua bercanda bersama dan terkadang juga Mr Robinson bertanya mengenai kegunaan bahan - bahan yang tidak dia ketahui sama sekali.
maklum Mr Robinson tidak paham betul mengenai urusan dapur. Mr Robinson hanya paham memberikan jatah uang bulanan saja, dan yang terpenting uangnya cukup untuk membeli kebutuhan rumah tangganya. Rudy yang melihat kebersamaan pasangan suami istri itu langsung merasa bersyukur karena Margareth telah menemukan pendamping hidup yang sangat mencintainya, tidak sepertinya yang dahulu selalu termakan oleh ucapan ibunya. Karena termakan oleh ucapan ibunya sendiri, alhasil Rudy menceraikan Margareth.
Sebenarnya Rudy adalah mantan suami Margareth yang dahulu menceraikannya karena termakan oleh hasutan dari ibunya sendiri, dan sejujurnya dahulu Rudy tidak ingin menceraikan Margareth namun dia sudah terlanjur mengucapkan sebuah talak kepadanya. Ternyata cintanya waktu itu akan kalah juga dengan hasutan dari ucapan ibunya yang sangat tajam setajam silet. Jika dilihat - lihat sekarang kehidupan Margareth sudah jauh lebih baik saat masih bersamanya, sekarang dia semakin cantik dan tentunya terurus dengan baik.
"Hon, setelah ini kita akan pergi kemana?" tanya Mr Robinson.
"Pulang, memangnya kamu ingin pergi kemana?"
"Aku ingin pergi jalan - jalan denganmu hehe."
"Kemarin kan sudah pergi jalan - jalan, memangnya masih kurang heum?" tanya Mrs Robinson sembari sibuk memilih - milih camilan untuk anak - anaknya.
"Masih, aku masih ingin berjalan - jalan denganmu."
"Ya sudah kamu ingin pergi kemana?"
"Kemana saja."
"Iya nanti kita pergi jalan - jalan."
"Okay," ucap Mr Robinson tersenyum.
"Rosie sukanya yang mana ya? yang rasa balado atau keju?" gumam Mrs Robinson.
"Kalau bingung beli dua - duanya saja, nanti pasti semuanya akan tetap dimakan olehnya."
"Baiklah aku akan mengambil dua - duanya saja."
"Aku mau beli shampo rambut yang ini," ucap Mr Robinson sembari menunjukkannya kepada istrinya.
"Eh itu bukan shampo rambut, kembalikan ke tempatnya!" perintah Mrs Robinson.
"Lalu ini apa? sebentar aku baca terlebih dahulu."
Mrs Robinson langsung mengambil yang sedang di pegang oleh suaminya dan mengembalikan ke tempatnya.
"Sudah ayo kita ke bagian lagi."
"Ta-tapi hon?"
"Sstt sudah ayo," ucap Mrs Robinson menarik tangan suaminya.
"Hmm baiklah," jawab Mr Robinson pasrah.
Mereka berdua lalu berkeliling bersama di dalam toko grosir itu sampai keranjangnya penuh, karena Mrs Robinson belanja bahan - bahan kebutuhan pokok untuk selama satu bulan seperti biasanya. Dahulu Mrs Robinson sering berbelanja di supermarket namun setelah menemukan toko grosir ini, Mrs Robinson pindah haluan berbelanja di toko grosir karena harganya yang lebih murah meskipun hanya selisih dikit.
"Sudah semua Margareth?" tanya Rudy.
"Sepertinya sudah sesuai dengan catatan yang aku bawa."
__ADS_1
"Mmm suamimu mana?" tanya Rudy melihat sekeliling.
"Dia baru mengambil minuman katanya."
"Oh begitu."
"Sekarang kamu sudah punya berapa anak?"
"Aku masih 2, yang satu sudah SMA dan yang satunya SMP.
"Oh, sudah besar ya ternyata."
"Iya hehe, kalau anakmu?"
"Aku sudah punya 3, yang dua kembar laki - laki dan yang satu perempuan. Putra keduaku sekarang sudah punya anak laki - laki."
"Oh sudah punya cucu sekarang?"
"Iya, aku sudah punya cucu jadi semakin merasa sudah tua."
"Tidak juga, kamu malah terlihat awet muda dan seperti tidak berubah sama sekali."
"Tambah yang ini satu," ucap Mr Robinson yang tiba - tiba datang menyela pembicaraan mereka berdua.
"Baik pak," jawab Rudy.
"Hmm."
"Anak - anakmu semuanya sudah bekerja?" tanya Rudy kembali.
"Oh begitu, kerja dimana?"
"Kerja di perusahaanku," jawab Mr Robinson ketus.
"Ini totalnya xxxx."
"Ini uangnya," ucap Mrs Robinson memberikan sejumlah uang kepada Rudy.
"Pakai kartu bisa kan? ini kartuku," ucap Mr Robinson.
"Maaf disini hanya bisa cash."
"Ya sudah," ucap Mr Robinson memasukkan kembali kartunya ke dalam dompet dan setelah itu dia berjalan keluar dari toko itu.
"Mau kemana Jo?" tanya Mrs Robinson.
"Keluar, nanti biar bodyguard saja yang membantumu."
"Ya."
Mr Robinson masuk ke mobilnya sembari meminum minuman soda yang baru dia beli. Tidak lama setelah itu Mrs Robinson masuk ke dalam mobil setelah bodyguardnya memasukkan semua barang belanjaannya ke dalam bagasi mobil.
"Jadi, kita akan pergi kemana?" tanya Mrs Robinson.
__ADS_1
"Tidak jadi, aku lelah."
"Kenapa? cemburu lagi heum?"
"Tidak juga, hanya saja suasana hatiku tiba - tiba menjadi buruk."
"Ya sudah kalau begitu kita jalan - jalan saja."
"Tidak mau, malas."
"Ayolah hon, tadi kamu terlihat sangat bersemangat sekali mengajakku pergi jalan - jalan namun tiba - tiba menjadi seperti ini."
"Kamu menyebalkan."
"Jangan marah begitu," ucap Mrs Robinson membujuk suaminya.
"Maunya cium dulu."
Mrs Robinson langsung mencium pipi suaminya itu. Setelah itu Mr Robinson malah berbalik memeluk istrinya.
"Sudah jangan cemburuan seperti itu, dia hanya temanku hon."
"Hmmm, dia mantan suamimu kan?"
"Iya hon, aku baru ingin menceritakannya kepadamu setelah ini namun kamu terlanjur mengetahuinya."
"Meskipun kamu tidak memberitahukannya kepadaku, aku juga sudah tahu kalau dia itu mantan suamimu."
"Darimana kamu mengetahuinya?"
"Dari orang suruhanku."
"Jo sudah berapa kali aku mengatakannya, jangan seperti ini!!"
"Habisnya kamu tidak pernah menceritakannya kepadaku!!"
"Untuk apa aku menceritakannya kepadamu? aku sudah mengubur dalam - dalam semua masa laluku agar aku bisa menerimamu."
"Maksudnya?"
"Mommy yang memintaku untuk menerima pernyataan cintamu kepadaku, tapi kamu jangan salah paham bila..."
"Ja-jadi selama ini kamu tidak benar - benar mencintaiku, begitu?"
"Jo, dengarkan penjelasanku terlebih dahulu bahwa ini semua tidak seperti yang kamu fikirkan selama ini."
"Aku tidak butuh penjelasanmu. Hei kau, putar balik mobilnya, kita pulang!!"
"Baik tuan."
Sesampainya di rumah Mr Robinson langsung pergi menuju ke kamarnya secara terburu - buru. Setelah itu Mrs Robinson berlari mengejar suaminya yang sudah pergi ke kamar terlebih dahulu. Melihat hal itu grandpa dan grandma hanya diam saja karena tidak ingin ikut campur urusan anak mereka.
"Kenapa hon?" tanya grandpa.
__ADS_1
"Ssttt sudah kita diam saja."
"Oh okay."