Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #389


__ADS_3

Mereka berdua lalu pergi masuk ke dalam villa untuk mencukur kumis serta jenggot Mr Robinson. Mrs Robinson mengambil pencukur kumis di laci yang berada di kamarnya, dan setelah itu mencukur kumis suaminya yang sedang duduk di ruang tengah membaca sebuah berita saham. Setelah melihat istrinya yang duduk di depannya dan hendak mencukur kumisnya, Mr Robinson langsung meletakkan ipad miliknya dan beralih memandangi wajah Istrinya yang sedang mencukur kumisnya.


Mata Mr Robinson rasanya seperti sedang di lem karena tidak henti - hentinya dia memandangi setiap inchi wajah istrinya. 6 menit kemudian Mrs Robinson telah selesai mencukur kumis istrinya dan langsung mencium pipinya sembari menepuk - nepuk pipinya pelan. Mr Robinson merasa sangat beruntung sekali telah memilih Margareth sebagai istrinya diantara puluhan wanita yang dahulu selalu mengejarnya. Namun sayang dia tidak bisa melihat sekaligus berbincang dengan kedua orang tua istrinya karena telah lebih dulu berpulang kepada yang maha kuasa.


Jadi dahulu istrinya itu bisa dikatakan sebagai seorang yang sebatang kara setelah beberapa saudara orang tuanya meninggalkannya, bahkan dahulu hidupnya bisa dikatakan sangat sulit dan itulah sebabnya Mrs Robinson bekerja di toko bunga. Dahulu Mr Robinson bertemu dengan istrinya saat sedang membeli se bouquet bunga untuk mommy nya, dan Mr Robinson langsung mengalami cinta pada pandangan pertama pada istrinya itu.


Namun Mr Robinson sangat sulit mendapatkan hati istrinya itu dan ditambah dengan mommy Mr Robinson yang kurang setuju jika putra tunggalnya menikah dengan seorang janda apalagi umurnya lebih tua dari putranya. Singkat cerita setelah Mr Robinson meyakinkan mommy nya bahwa kali ini pilihannya tidak salah, serta melakukan pendekatan di antara mereka berdua akhirnya Mr Robinson dapat menikahi wanita uang menjadi pujaan hatinya. Itulah mengapa Mr Robinson merasa sangat sayang sekali kepada istrinya, dan bahkan sekarang dia sedang bermanja ria dengannya.


"Jo, nanti bisa tolong antarkan aku tidak?" tanya Mrs Robinson mengusap rambut suaminya.


"Kemana hon?"


"Ke makam kedua orang tuaku, aku sudah lama tidak mengunjungi mereka berdua."


"Tentu saja aku bisa mengantarkan kamu kesana, rencananya ingin berangkat jam berapa?"


"Nanti sore saja ya Jo? sekarang sedang panas sekali."


"Siapp honey."


"Aku merasa rindu sekali dengan kedua orang tuaku, dan rasanya aku ingin bertemu dengan mereka berdua."


"Jangan, nanti kalau kamu bertemu dengan mereka berdua lalu dengan siapa aku akan menghabiskan waktu bersama?"


"Bukankah suatu saat akan seperti itu? jika aku pergi duluan, titip anak - anak."


"Hon, jangan berkata seperti itu."


"Kenapa memangnya?" tanya Mrs Robinson menatap suaminya.


"Aku takut kamu pergi, pasti duaniaku tidak akan sama lagi setelah kamu pergi. Kamu tahu kan jika hanya kamu adalah cinta pertamaku sekaligus nanti yang akan menjadi cinta terakhirku?"


"Benarkah begitu heum?"

__ADS_1


"Tentu saja, aku tidak pernah berbohong saat mengungkapkan perasaanku kepadamu dan kamu akan tetap menjadi orang yang aku cintai sampai aku sudah berpijak di bumi lagi."


"Iya Jo," ucap Mrs Robinson kembali mencium pipi suaminya.


Mr Robinson menghela nafasnya.


"Rasanya sangat sayang sekali bahwa aku tidak pernah diberi kesempatan untuk bertemu dengan kedua orang tuamu, jika aku diberi kesempatan untuk berbincang dengan mereka pasti aku akan berkata bahwa sekarang aku sudah menepati janjiku untuk membahagiakan putri kesayangannya."


"Meskipun kamu tidak bisa bertemu dengan mereka serta mengatakan hal tersebut, aku yakin bahwa mereka berdua sudah mengetahuinya dari atas sana."


"Hmm sepertinya begitu. Maafkan aku ayah dan ibu, bahwa Jonathan sudah sangat merepotkan Margareth selama ini," ucap Mr Robinson menatap ke atas.


Mendengar hal itu Mrs Robinson tersenyum sembari mengusap rambut suaminya.


"Tidak juga Jo, justru aku yang sangat merepotkan kamu."


"Eh kenapa kamu merasa begitu?" tanya Mr Robinson menatap istrinya.


"Benar, aku ingin semuanya yang terbaik untukmu."


"Padahal jika aku hanya memakai barang yang biasa saja tidak apa - apa lho, tapi kamu malah menyiapkan semuanya yang bermerk mahaln"


"Sebenarnya itu juga keinginan mommy sih karena mommy sudah sayang sekali denganmu bahkan melebihi putranya sendiri, jadi mommy sangat menginginkan yang terbaik untukmu."


"Benarkah begitu?"


"Tentu saja hon, apa perlu aku menghubungi mommy untuk menanyakan hal tersebut?"


"Sudah tidak perlu, aku sudah sangat percaya denganmu."


"Baiklah. Mmm aku ingin memiliki anak kecil lagi," ucap Mr Robinson memeluk perut istrinya serta menciumnya.


"Tidak Jo, aku sudah sangat tua untuk itu dan bahkan bisa sangat beresiko jika dipaksakan untuk mengandung."

__ADS_1


"Hmm benar juga, aku tidak ingin kamu kesakitan lagi seperti dulu saat melahirkan putra kita 2 kali."


"Iya, lagipula kita juga sudah mempunyai seorang cucu."


"Benar."


"Ingat kamu ini sudah tua, jadi jangan banyak bertingkah!"


"Iya hon."


"Hufftt sebenarnya aku sangat takut jika kamu akan meninggalkan aku saat kamu mengalami masa puber kedua, jika kamu meninggalkanku maka aku akan dengan siapa lagi selain denganmu?"


"Hon, aku kan sudah berjanji bahwa aku tidak akan meninggalkan kamu sampai kapanpun sekaligus menjadikan kamu sebagai satu - satunya istriku."


"Terima kasih ya Jo."


"Sama - sama hon," ucap Mr Robinson mencium punggung tangan istrinya.


Mereka berdua terus membicarakan tentang rencana mereka di masa depan serta rencana Mr Robinson yang akan pensiun dari perusahaannya, sama seperti grandpa yang hanya akan menjadi penasehat saja setelah menyerahkan semuanya kepada putra tunggalnya. Saat sore hari mereka berdua pergi menuju ke sebuah pemakaman dimana kedua orang tua Mrs Robinson di semayamkan.


Sesampainya disana Mrs Robinson memandu suaminya untuk berjalan menuju tempat kedua orang tuanya. Mrs Robinson menggenggam erat tangan suaminya sembari membawa keranjang yang berisi bunga tabur. Sesampainya di makan kedua orang tuanya, Mrs Robinson langsung membersihkan makam sekaligus menaburkan bunga di atas makam tersebut dengan dibantu oleh suaminya.


"Ayah dan ibu, Margareth datang bersama suami Margareth yang dahulu pernah aku kenalkan kepada kalian saat sebelum kita berdua menikah."


"Hari ini Jonathan datang kemari untuk mengatakan bahwa Jo sudah menepati janji Jo beberapa tahun yang lalu, bahwa Jo sudah berhasil membahagiakan Margareth serta menjadikan dia satu - satunya wanita yang Jo cintai. Sekarang ketiga cucu ayah dan ibu sudah dewasa serta Liam sudah menikah dengan putri sahabat Jo sehingga kalian berdua sudah menjadi seorang buyut."


"Benar, sekarang Margareth sudah hidup dengan serba berkecukupan serta merasa bahagia."


Mr Robinson lalu menepuk bahu istrinya.


"Mari kita kembali ke villa."


"Baik," ucap Mrs Robinson yang kemudian pergi bersama suaminya meninggalkan makam kedua orang tuanya setelah mendoakan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2