Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #256


__ADS_3

Liam kemudian memberitahu Pak Kang bahwa kuncinya masih menggantung dimotor, dan Pak Kang langsung pergi mengambil peralatan di gudang rumah. Setelah itu Liam membawa masuk tas ransel miliknya ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuh di atas ranjangnya, sedangkan Jane pergi ke dapur untuk mengambil air minum. Begitu selesai minum, Jane kemudian membuka pintu belakang rumahnya yang tersambung di dapurnya serta membuka semua jendela lantai satu rumahnya agar udara di dalam rumahnya bisa berganti dengan yang baru. Sembari menggenggam gelas ditangannya, Jane melihat bunga - bunga di taman belakang rumahnya yang sudah mulai bermekaran. Jane dibuat penasaran oleh seseorang yang merancang taman kecil di halaman belakang rumahnya serta di depan rumahnya karena dia merasa tidak mungkin jika Liam yang merancangnya. Semua bagian atau ruangan di rumah yang sekarang dia tinggali itu sangatlah indah dan nyaman, tidak ada yang gagal sama sekali.


Mulai dari design rooftop, taman kecil di halaman depan serta belakang, dan bahkan pagar depan rumahnya itu ada akuarium yang menyatu dengan kolam di samping pagar rumahnya (jadi pagar buminya tidak full dari beton melainkan ditengahnya dilubangi dan beri kaca untuk memelihara ikan, istilahnya mungkin aquarium di dalam cor pagar agar orang dari luar rumah bisa melihat koleksi ikan Koi milik Liam). Kebetulan cuaca pada sore hari itu lumayan cerah karena biasanya selalu hujan pada bulan - bulan ini. Air di kolam renangnya bergerak secara perlahan karena tertiup angin sehingga membuat Jane merasa tergoda untuk menceburkan dirinya disana. Jane lalu pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya karena dia ingin berenang, dan sesampainya di kamar dia langsung menggelengkan kepalanya melihat Liam yang sedang tidur sembari mendengkur. Sebelum dia pergi, dia membereskan semua barang bawaannya yang berada di dalam ransel serta memasukkan pakaian kotor ke dalam keranjang laundry. Setelah itu baru dia turun ke bawah sembari membawa makanan oleh - oleh untuk dimasukkan ke dalam kulkas. Jane lalu menceburkan dirinya ke dalam kolam renang dan tiba - tiba saja Liam langsung melompat ke kolam renang dengan telanjang dada hingga membuat Jane merasa terkejut.


"Dasar anak ayam," ucap Jane merasa kesal.


"Awas nanti tenggelam lagi wlee," balas Liam mengejek Jane.


"Yakk aku tidak pernah tenggelam!!"


"Yakin dek?" tanya Liam sembari menaik turunkan alisnya.


"Iya!!"


"Lalu waktu di villa milik keluargaku itu kamu kenapa? sedang pura - pura tenggelam untuk mencari perhatianku ha? dasar caper!!"


"Aku bukan wanita caper (cari perhatian) kamunya saja yang kepedean."


Liam kemudian meraih kepala Jane dan langsung menenggelamkannya ke air (tidak untuk ditiru dirumah jika anda tidak ingin tidur diluar pada malam hari).


*Blubuk, blubuk.* Suara Jane saat kepalanya masuk ke dalam air. Setelah Jane bisa terlepas, Jane kemudian bergantian menenggelamkan kepala Liam ke dalam air.


"Rasakan ini anak ayam, berani - beraninya ingin mencoba membunuhku!!"


"Eits tidak semudah itu ferguso," ucap Liam memegang erat tangan Jane.


"Aww sakit."


Liam kemudian menggendong Jane naik ke tepi kolam renang lalu langsung menceburkannya kembali ke dalam kolam renang.


"Haha rasakan itu, berani - beraninya kamu berbuat hal seperti itu kepadaku."


"Astaga Liam!!" teriak Mrs Robinson yang tiba - tiba muncul di dekat kolam renang dan melihat kelakuan putranya tersebut.


"Eh mom, i-ini tidak seperti yang mommy fikirkan."


*Uhuk, uhuk, uhuk.* Jane batuk setelah keluar dari kolam renang.


Mrs Robinson kemudian menghampiri Liam dan menjewer telinganya.


"Dasar anak nakal, apa yang kamu lakukan terhadap Jane?"


"Dia yang memulainya duluan mom," jawab Liam membela diri.


"Jane ada yang sakit tidak?" tanya Mrs Robinson merasa khawatir.

__ADS_1


"Tidak ada kok mom, kita berdua tadi hanya bercanda saja hehe."


"Lain kali jangan bercanda seperti itu, nanti bisa membahayakan nyawa kalian."


"Baik mom," ucap mereka berdua secara serempak.


"Kalau bercandanya sampai seperti ini lagi, mommy akan memaksa kalian untuk tinggal bersama mommy."


"Ja-jangan mom, kami berdua ingin tinggal dirumah ini sendiri," ucap Liam.


"Ya sudah kalau begitu, mommy akan pulang."


"Kenapa terburu - buru mom?" tanya Jane.


"Tadi mommy kemari hanya untuk memeriksa rumah ini saja karena mommy fikir jika kalian berdua belum pulang, eh tapi sesampainya di sini malah lihat kelakuan kalian yang seperti itu."


"Maaf mom," ucap Jane menyesal."


"Iya sayang, sudah ya mommy tidak ingin mengganggu kalian berdua saat sedang quality time."


"Mom tunggu sebentar," ucap Jane sembari memakai bathrobe miliknya.


"Ada apa sayang?"


Jane lalu berlari mengambil oleh - oleh di dalam kulkas yang sudah dia beli kemarin, dan memberikannya kepada Mrs Robinson.


"Wah makasih ya."


"Sama - sama mom."


Setelah Mrs Robinson meninggalkan rumah mereka berdua, Jane lalu kembali ke tepi kolam renang dan kali ini dia memilih untuk duduk bersantai di kursi. Jane membalas pesan dari temannya sembari bersantai, sedangkan Liam melanjutkan aktivitasnya yaitu berenang. Sesekali Jane memperhatikan suaminya yang sedang berenang kesana kemari dengan sangat lincah layaknya atlet renang professional hingga membuatnya merasa takjub dengan kemampuan suaminya itu. Semakin lama Jane tinggal bersama Liam, Jane selalu dibuat takjub dengan beberapa kemampuan Liam yang belum pernah dia lihat sekalipun dan Jane merasa bahwa dia sangat beruntung memiliki suami yang multitalenta seperti Liam.


"Aku ingin memelukmu," ucap Liam berebahkan tubuhnya di samping Jane.


"Kemarilah."


Liam lalu memeluk tubuh mungil istrinya itu dan bermanja ria dengan istrinya itu.


"Kamu kemarin membeli kentang bukan?"


"Iya memangnya kenapa?"


"Aku ingin membuat kentang goreng ala mekdos."


"Memangnya kamu bisa?"

__ADS_1


"Membuat kentang goreng itu adalah perkara yang mudah, serahkan saja kepada executive chef Liam Gerard."


"Iya deh iya."


"Asalkan kamu tahu, aku ini bisa saja menjabat sebagai executive chef namun karena mommy tidak mengizinkannya jadi ya sudah tidak aku ambil tawarannya."


"Kenapa begitu?"


"Tidak tau, tanya saja mommy."


"Oh."


"Jane, aku ingin dicium olehmu."


Tanpa basa basi Jane langsung mencium bibir Liam secara sekilas.


"Lagi."


"Sudah, besok lagi."


"Huuu kamu ini menyebalkan sekali."


Jane tertawa.


"Sudah sana berenang lagi, aku suka melihatmu berenang seperti seekor lumba - lumba."


"Bilang saja jika sebenarnya kamu sangat mengidolakan paras tubuhku yang sangat sexy ini bukan?"


"Ternyata kamu bisa membaca fikiran seseorang juga ya?"


"Hahaha jadi memang benar seperti itu? sungguh mengejutkan sekali nona Jane Charlotte Kim."


"Memangnya salah jika aku menyukai suamiku sendiri?"


"Tidak salah sih, tapi kenapa kamu tidak berterus terang saja?"


"Nanti jika aku berterus terang mengatakannya pasti kamu akan mengejekku."


"Aku tidak akan mengejekmu, tapi aku akan langsung menciummu seperti ini." Liam langsung menciumi wajah Jane serta lehernya.


"Hubby sudah cukup, aku merasa geli."


"Haha iya sudah. Mmm kamu ini bisa - bisanya di depan ibu mertuamu hanya memakai pakaian bikini saja."


"Tadi tidak sengaja, makanya aku langsung memakai bathrobe."

__ADS_1


"Benar juga, eh lain kali jangan diulangi lagi ya?"


"Iya sayang."


__ADS_2