Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #80


__ADS_3


Liam lalu masuk ke dalam mobilnya dan pulang menuju hotelnya, dan setelah itu dia berbaring di atas ranjang miliknya sembari memikirkan candaannya tadi kepada Jane. Liam berfikir jika Jane pasti akan sangat marah kepadanya karena candaannya tadi apalagi Liam lalu menutup teleponnya secara tiba - tiba. Pasti Jane akan mengira jika Liam memang benar pria buaya seperti yang dikatakan olehnya tadi. Liam harus menguatkan mentalnya sebelum dia pulang ke Indonesia dan bertemu dengan Jane, karena Jane pasti akan meneriakinya sampai telinganya merasa pedas. Pengecut sekali dirimu Liam karena tidak berani mengungkapkan yang sejujurnya, begitu gumam Liam sembari memukul - mukul kepalanya dan menendang - nendang selimutnya. Liam kemudian mengambil kanvas miliknya dan mulai melukis wajah Nat sebagai kenang - kenangan sebelum dia pulang ke Indonesia. Beberapa jam kemudian Liam berbaring di ranjangnya dan mulai memejamkan matanya dan tertidur dengan pulas.


Saat pagi menjelang, Liam dikejutkan oleh Nat yang mengusap pipinya dengan lembut untuk membangunkannya. Liam kemudian duduk dan bersandar di headboard ranjangnya. Liam lalu meregangkan tubuhnya dan meminta Nat untuk membuatkan secangkir kopi untuknya tetapi Nat menolaknya. Liam yang merasa sedikit kesal lalu beranjak dari ranjangnya dan pergi membuat sendiri kopi untuknya. Sembari menunggu airnya matang, Liam lalu pergi untuk mandi dan setelah selesai Liam lalu membuat kopi dan meminumnya sembari melihat pemandangan kota New York dari dalam kamarnya. Liam hanya terdiam melihat keluar jendela sembari menikmati secangkir kopi yang dibuat olehnya. Beberapa kali Nat mengajak Liam untuk berbincang tetapi Liam hanya diam saja melihat keluar jendela. Setelah selesai meminum kopinya. Liam lalu mengambil ransel miliknya dan mengajak Nat untuk pergi ke bandara.


Liam berjalan terlalu cepat, sedangkan Nat berusaha untuk mengejar Liam "hon tunggu aku."


Liam lalu menghentikan langkahnya "dasar lambat." Gumamnya.


Nat lalu merangkul lengan Liam "kamu kenapa sih hon, aneh sekali dari tadi pagi."


"Tidak apa - apa. Ayo cepat."


"Iya hon iya." Nat berusaha mengimbangi langkah Liam.


Sesampainya di dalam pesawat, mereka berdua lalu duduk di kursinya masing - masing dan mereka duduk bersebelahan. Liam lalu berkata "besok sore aku akan kembali ke Indonesia, jadi pagi hari kita harus berangkat lagi menuju New York."


"Kenapa cepat sekali?"


"Ada urusan mendadak, dan daddy juga memintaku untuk harus sudah berada di Indonesia pada hari Minggu pagi."


"Memangnya ada urusan apa?"


"Tidak tau, daddy tidak mengatakannya. Kenapa, kamu ingin ikut ke Indonesia?"


"Tidak, lain kali saja karena jadwalku minggu depan sangat padat sekali."


"Baiklah kalau itu maumu."


Nat lalu merangkul lengan Liam kembali "aku berjanji, lain kali aku akan mengunjungimu ke Indonesia dan bertemu dengan orang tuamu beserta adikmu."


"Baiklah, aku akan menunggu kedatanganmu."


"Oh iya, besok temani aku untuk shopping di boutique bisa?"


Nat tersenyum "tentu saja bisa, aku pasti akan menemanimu hon."


Beberapa jam kemudian mereka berdua telah sampai di California dan sedang menuju ke hotel yang sudah di reservasi oleh Nat sebelumnya. Liam langsung melihat pemandangan dari jendela kamarnya begitu dia sampai di hotel, sedangkan Nat membawa koper miliknya masuk ke dalam kamar Liam "ah akhirnya sampai juga."


Liam lalu berbalik melihat Nat "kenapa kamu di sini?"


"Ya kan ini juga kamarku, aku hanya memesan 1 kamar saja."


Liam terkejut "why?"

__ADS_1


"Semua kamar sudah penuh terisi dan hanya tinggal ini saja yang tersisa hon."


"Kenapa tidak pesan di hotel yang lain saja?"


"Hotel ini sangat bagus, dan aku menyukainya."


"Baiklah terserah kamu saja, aku akan mandi."


"Okay hon."


Setelah selesai mandi, Liam kemudian berbaring di atas ranjangnya sembari memeriksa handphone miliknya, sedangkan Nat yang gantian mandi. Liam kemudian menghubungi Jane beberapa kali namun tidak di jawab, mungkin Jane sedang sibuk jadi Liam mematikan panggilannya dan menonton televisi. Nat lalu berbaring di samping Liam begitu dia selesai mandi "hon sedang nonton apa?"


"Film kartun."


"Oh begitu. Hon, mau makan apa?"


Matanya masih tertuju pada televisi "terserah kamu saja."


"Dari kemarin selalu bilang terserah, menyebalkan."


"Aku sedang tidak ingin makan."


"Kenapa?"


"Tidak apa - apa, hanya sedang tidak ingin saja."


"Tidak."


"Lalu?"


"Aku hanya sedang lelah saja."


"Oh begitu, kalau begitu aku pesan makan di restaurant hotel terlebih dahulu dan kamu istirahat saja hon."


Setelah itu Liam tertidur sebentar, sedangkan Nat menonton acara televisi di samping Liam. Tiba - tiba ada yang mengetuk pintu kamar mereka, dan Nat langsung beranjak untuk membukakan pintu. Ternyata makanan yang Nat pesan sudah datang dan Nat langsung membangunkan Liam untuk makan. Awalnya Liam menolak namun Nat langsung menyuapi Liam dan memaksa Liam untuk makan agar dia tidak sakit. Setelah selesai makan, mereka berdua berjalan - jalan bersama dan setelah itu mereka berdua pergi ke Disneyland. Mereka sangat bersenang - senang mencoba beberapa wahana bermain di sana dan setelah itu mereka membeli jajanan yang tersedia di sana karena merasa lapar setelah bermain wahana. Liam lalu mengajak Nat untuk ke toko merchandise membeli beberapa pernak pernik untuk Rosie dan Jane. Liam membeli action figure mickey mouse, daisy, boneka alien toy story dan masih banyak lagi untuk di bawa pulang karena Liam sering menghabiskan uang untuk membeli mainan. Setelah puas berkeliling dan membeli beberapa merchandise sebagai oleh - oleh, mereka berdua lalu pulang ke hotel dengan masih di kawal oleh Alexander.


Sesampainya di hotel Liam lalu langsung berbaring di tas ranjangnya untuk tidur karena dia merasa sangat lelah sekali, sedangkan Nat sedang melakukan perawatan untuk wajahnya. "honey, cuci wajahmu terlebih dahulu sebelum tidur."


"Biarlah, aku merasa sangat lelah sekali dan hanya ingin tidur."


"Ayo cuci wajahmu terlebih dahulu."


"Tidak."


"Itu wajahmu banyak kotoran yang menempel pasti, dan itu bisa membuatmu jerawatan."

__ADS_1


Liam lalu menghela nafasnya "baiklah."


Nat lalu memberikan sebuah kotak kepada Liam begitu dia selesai mencuci wajahnya dan kembali duduk di atas ranjangnya "ini untukmu sebagai kado ulang tahunmu dari aku."


Liam kemudian menerimanya "apa ini isinya?"


Nat tersenyum "buka saja."


Liam lalu membuka kotak tersebut dan mengeluarkan isinya "sebuah hoddie dan sepatu?"


"Iya, semoga kamu menyukainya."


Liam tersenyum, lalu dia memeluk Nat "thank you so much."


Nat membalas pelukan Liam "your welcome hon. Masih ada satu kejutan lagi untukmu."


"Apa itu?" Liam lalu melepas pelukannya.


Tidak lama setelah itu bel pintu kamar mereka berbunyi, lalu Nat pergi membukakan pintu "happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to you." Nat menyanyikan lagu happy birthday sembari berjalan membawa sebuah kue dengan lilin di atasnya dan menghampiri Liam.


Liam tersenyum lebar "ah, kan ulang tahunku masih 2 hari lagi Nat."


"Kan aku sudah bilang jika aku akan merayakan ulang tahunmu lebih awal sebelum kamu pulang ke Indonesia."


"Terima kasih untuk kejutannya Nat, padahal sebuah kado saja sudah cukup."


"Tidak, aku sudah lama tidak merayakan ulang tahunmu jadi sekarang aku akan kembali merayakannya walaupun lebih awal."


"Baiklah."


"Sekarang tiuplah lilinnya, tapi sebelum itu make a wish dulu."


Liam berdoa sembari memejamkan matanya, lalu dia meniup lilinnya "thank you."


Nat tersenyum "your welcome hon. Ingin makan kue nya atau mau tidur?"


"Aku ingin makan kuenya sepotong dan setelah itu pergi tidur."


"Baiklah, ini untukmu." Nat memberikan sepotong kue Liam.


Liam lalu memegang tangan Nat dan mengarahkan potongan kue tersebut ke mulut Nat "potongan pertama untukmu."


"Baiklah, sekarang giliran kamu." Nat menyuapi Liam.


Setelah itu Liam berbaring untuk tidur "good night and sweet dream Nat."

__ADS_1


"You too Hon."


__ADS_2