Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #232


__ADS_3

Liam lalu memeluk Jane dan mulai tertidur setelah Jane mematikan semua lampu kamarnya. Keesokan harinya Nat menghampiri Jane sedang sibuk mengerjakan sesuatu di mini bar dapurnya. Rupanya Jane saat itu sedang mengedit vidio vlog miliknya di laptop, lalu Nat duduk di samping Jane untuk melihatnya mengedit vidio tersebut selama beberapa menit. Jane lalu menoleh ke arah Nat dan saat itu juga Nat langsung meminta Jane untuk menemaninya berbelanja sebentar sebelum dia pulang ke New York. Tanpa basa basi Jane langsung menutup laptopnya dan pergi memanggil Pak Kang untuk mengantarkannya berbelanja di tempat yang Nat inginkan. Sekarang Jane sudah bisa berdamai dengan Nat bahkan mereka berdua sekarang sudah berteman dekat, walaupun terkadang mereka berdua masih ribut memperebutkan Liam. Di hati kecilnya, Nat juga sudah merasa lega karena Liam mendapat istri yang bisa memperlakukannya dengan baik dan bukannya malah mendapat seorang wanita yang hanya mengincar hartanya saja.


Pak Kang lalu mengantarkan kedua wanita itu ke pusat perbelanjaan yang tidak terlalu jauh dari rumahnya, dan begitu sesampainya di sana mereka langsung mencari beberapa barang yang diinginkannya. Pak Kang berjalan di belakang mereka dan mengikuti mereka berdua kemanapun mereka pergi karena ini sudah menjadi tugasnya sebagai bodyguard pribadi Jane. Awalnya Jane yang tidak mempunyai niatan untuk berbelanja dan hanya ingin mengantar Nat saja, justru dia yang paling kalap berbelanja karena melihat hiasan - hiasan lucu di sana hingga membuat Pak Kang menggelengkan kepalanya. Pak Kang sangat tahu mengenai tabiat boss nya tersebut sejak dahulu sehingga dia hanya tersenyum tipis saat boss nya itu meminta tolong kepada dirinya untuk membawakan beberapa tas belanja. Untung saja Pak Kang memiliki postur tubuh yang besar dan tegap, sehingga dia tidak merasa keberatan untuk membawa beberapa tas belanja milik mereka berdua.


"Pak Kang tolong ambilkan itu," ucap Jane sembari berusaha meraih sebuah vas bunga di rak paling atas.


Pak Kang lalu mengambilkan barang yang diminta oleh Jane dan langsung memberikannya.


"Ini nona."


"Terima kasih Pak Kang."


"Sama - sama nona."


"Menurut Pak Kang ini bagus tidak jika diletakkan di meja ruang tamu rumah?"


"Bagus saja nona, apalagi jika untuk meletakkan bunga kesukaan nona."


"Baiklah aku akan membelinya."


Nat lalu menarik tangan Jane.


"Eh Jane lihat, ini sangat lucu bukan?"


"Wah iya, bagaimana kalau kita membelinya?"


"Ide yang bagus," ucap Nat saat mengambil hiasan dinding itu di rak.


*Ring ring* telepon Pak Kang berdering, dan Pak Kang langsung menjawabnya.


"Ya tuan, ada apa?" tanya Pak Kang melalui sambungan telepon.


"Sedang dirumah?"


"Tidak tuan, saya sedang mengantarkan nyonya dan nona Nat ke pusat perbelanjaan souvenir."


"Oh begitu rupanya. Mmm Jane pasti berbelanja sangat banyak ya?" tanya Liam dari sebrang telepon.


"Ya begitulah tuan hehe."


"Baiklah, tolong terus awasi mereka berdua."


"Baik tuan."


Setelah mengakhiri percakapannya dengan Liam di tekepon, Pak Kang lalu kembali mengikuti kemana perginya mereka berdua dan saat sesampainya di depan sebuah photobox Jane lalu mengajak Pak Kang untuk berfoto bersama mereka berdua di bilik photobox tersebut. Mereka berdua memakai aksesoris yang telah di sediakan di bilik tersebut dan juga mendandani Pak Kang dengan beberapa aksesoris yang lucu.


"Wah Pak Kang terlihat sangat lucu saat memakai bando berbentuk katak," ucap Nat memujinya.


Jane tertawa kecil.


"Kesan sangarnya Pak Kang langsung hilang hahaha."


"Iya benar, ayo berpose Pak Kang."

__ADS_1


"Iya nona - nona," ucap Pak Kang pasrah.


Karena sudah merasa lelah dan lapar, mereka lalu memutuskan untuk makan di sebuah restaurant yang tidak jauh dari sana.


"Tadi siapa yang meneleponmu Pak Kang?" tanya Jane sembari mengunyah makanannya.


"Tuan yang menelepon, nona."


"Kenapa dia meneleponmu?" tanya Jane penasaran.


"Tuan hanya bertanya anda sedang berada dimana."


"Oh begitu."


"Wah sepertinya ada yang merasa rindu nih," ucap Nat menggoda Jane.


Pipi Jane langsung memerah seperti kepiting rebus.


"Mungkin saja ada sesuatu yang ingin dibicarakan dengan Pak Kang, oleh karena itu Liam menghubungi Pak Kang."


Nat tertawa.


"Sepertinya dia ingin berbicara pada Pak Kang untuk mengantarkan kamu menemuinya karena merasa rindu kepadamu, jadi karena kamu sedang pergi ya sudah tidak jadi."


"Mmm jadi kapan kamu akan pulang?" tanya Jane mengalihkan pembicaraan.


"Dih tiba - tiba mengalihkan pembicaraan hahaha. Lihatlah Pak Kang, Jane sudah mulai salah tingkah."


Pak Kang tertawa kecil.


"Ihh kalian berdua diam!! bikin kesal saja."


"Jangan marah Jane, kami hanya bercanda saja kok."


"Iya, ayo kita pulang saja."


"Baik nona," ucap Pak Kang sembari berdiri.


Mereka bertiga lalu pulang ke rumah, dan sesampainya dirumah Jane langsung pergi ke kamarnya untuk berbaring sebentar karena dia merasa sangat lelah sekali setelah berjalan - jalan di pusat perbelanjaan. Tiba - tiba saja ada suara ketukan pintu di kamar Jane, dan saat dibuka ternyata Pak Kang yang tadi mengetuk pintu untuk mengantarkan semua tas belanja milik Jane. Pak Kang langsung masuk ke kamar setelah Jane membukakan pintu tersebut dengan lebar, dan dia kemudian meletakkan semua tas belanja itu di atas sofa kamar. Setelah itu Pak Kang langsung kembali ke pos satpam rumah tersebut. Jane kemudian pergi mengganti bajunya dan setelah itu dia kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang sampai ketiduran. Beberapa jam kemudian saat pulang dari kantor, Liam merasa terkejut karena ada beberapa dekorasi rumahnya yang telah diganti dan Liam menduga pasti ini ulah istrinya itu yang suka - suka mengganti dekorasi rumah.


"Hai hubby, sudah pulang?" tanya Jane saat menghampiri Liam.


"Belum, masih berada di luar angkasa dan sedang bermain catur dengan alien."


Jane memukul pelan tangan Liam.


"Kamu ini menyebalkan sekali."


"Sudah tau sudah berada dirumah, masih saja bertanya."


"Aku kan hanya basa basi saja."


"Oh begitu rupanya."

__ADS_1


"Ingin minum apa?"


"Teh hangat saja."


"Okay hubby."


"Jane kemarilah sebentar."


"Ya hubby?"


Liam lalu memeluk Jane dan mencium wajahnya serta lehernya.


"Mmm istriku yang menggemaskan dan yang gemar menggonta - ngganti dekorasi rumah."


Jane tersenyum.


"Hubby geli."


Liam lalu berhenti mencium Jane namun masih memeluk Jane.


"Katakan, pasti kamu kan yang mengganti dekorasi rumah ini heum?"


Jane mengangguk.


"Iya, memangnya tidak boleh ya?"


"Bukan begitu, aku hanya bertanya saja kok."


"Oh."


"Tadi belanjanya habis berapa?" tanya Liam saat menggendong Jane.


"Habis banyak, lebih dari satu juta. Mmmm tidak apa - apa kan hubby?"


Liam tersenyum.


"Iya tidak apa - apa yang penting kamu merasa bahagia, kalau perlu habiskan saja semua uangku tidak masalah nanti aku akan mencarinya lagi hehe."


"Jangan begitu nanti aku dimarahi mommy kalau menghabiskan semua uangmu."


"Benarkah?"


"Sepertinya begitu. Eh tadi kenapa hubby menghubungi Pak Kang?"


"Oh tadi hanya menanyakan sedang berada dimana."


"Kenapa?"


"Kangen denganmu," ucap Liam kembali mencium pipi Jane.


"Aku juga kangen hubby, nanti tolong pasangkan beberapa dekorasi lagi ya?"


"Memangnya masih ada?"

__ADS_1


"Masih banyak."


"Ya sudah iya."


__ADS_2