Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #154


__ADS_3

Mereka bertiga lalu pergi ke sebuah restaurant terdekat untuk makan siang bersama, awalnya Josh ingin langsung pergi tetapi Mrs Robinson memintanya untuk pergi makan siang bersama Liam dan dirinya. Selama perjalanan menuju restaurant Liam terus memandang medali yang dia dapat sembari memeluk skateboard miliknya. Tingkah Liam saat ini seperti anak kecil yang merasa senang karena baru saja dibelikan balon oleh ibunya, dan melihat hal tersebut Mrs Robinson menjadi sangat gemas kepada putranya itu. Berapa pun umur Liam sekarang saat ini, dimata Mrs Robinson dia tetaplah putra kecilnya yang selalu dimanjanya dan akan selalu seperti itu sampai kapanpun. Sesampainya di salah satu restaurant Korea, Mrs Robinson memberikan buku menu kepada Liam agar dia memilih makanannya terlebih dahulu. Liam langsung berbincang kepada Josh untuk memintanya menerjemahkan buku menu tersebut karena berbahasa Korea. Liam juga meminta kepada Josh agar memilihkannya makanan yang tidak mengandung daging babi karena Liam tidak suka memakan daging babi.


Begitu selesai memilih menu mereka bertiga kemudian berbincang ringan, dan Mrs Robinson memanggil Mrs Kim melalui telepon untuk mengajaknya makan siang bersama. Josh selalu memperhatikan Liam yang sedang menyender dan meletakkan kepalanya di bahu Mrs Robinson. Josh berfikir apa karena umur Liam yang lebih muda darinya bahkan dari adiknya membuat sifatnya menjadi sedikit kekanakan dan manja kepada Mrs Robinson? bahkan Mrs Robinson juga memperlakukan Liam seperti seorang anak kecil. Tidak lama kemudian Mrs Kim datang bersama dengan Jane dan menghampiri meja mereka bertiga. Melihat Jane datang dan duduk di sampingnya, Liam kemudian menunjukkan medali perak yang dia dapat tersebut kepada Jane. Liam kemudian mengalungkan medalinya tersebut di leher Jane, dan dia langsung mengusap lembut rambut Liam serta mencubit pipinya dengan disertai senyuman. Hal itu membuat Josh merasa terheran karena perlakuan adiknya tersebut kepada Liam, dan membuatnya berfikir bahwa Liam itu memang tipe pria yang ingin dimanja. Waiters kemudian menghampiri meja mereka sembari membawakan pesanan mereka semua.


"Bagaimana? aku hebat bukan?" tanya Liam sembari mengunyah makanannya.


"Dasar sombong," ucap Jane bercanda.


"Memang."


"Ssstt diamlah kalian berdua!!! kalau kalian bertemu selalu saja bertengkar tetapi kalau salah satu tidak ada malah nyariin dasar aneh," ucap Josh sembari menggelengkan kepalanya.


"Itu namanya love hate relationship, bukan begitu Anne?" tanya Mrs Robinson menggoda Liam dan Jane.


Mrs Kim tersenyum "kamu benar Margareth."


"Apanya yang love hate relationship, aku itu benar - benar love sama Jane walaupun dia yang selalu memancing keributan denganku."


"Jadi kapan kalian berdua akan menikah heum?" tanya Mrs Robinson sembari mengusap rambut Liam.


"Tahun depan, kalau aku tidak mager."


Josh tertawa "lah?"


"Dasar mageran," ucap Jane mengejek Liam.


"Terserah aku."


"Kamu tidak syuting Jane?" tanya Mrs Robinson.


"Sedang break, setelah ini aku akan kembali syuting tan."


"Oh begitu."


"Nah itu, kita akan bertunangan setelah Jane menyelesaikan syutingnya."


"Iya benar."


Mrs Kim sontak merasa terkejut dengan ucapan putrinya tersebut "benarkah Jane?"


"Iya eomma, boleh kan?"


"Iya boleh sayang."


Josh mengancam Liam "awas saja kalau nanti kamu berani menyakiti adikku, anak kecil!!"


"Siapa yang anak kecil?"


"Kamulah, siapa lagi?"


"Kok bisa?"


"Karena tingkahmu seperti anak kecil apalagi kamu memilih model potongan rambut two block yang membuat wajahmu seperti anak kecil sungguhan."


"Benarkah begitu?" tanya Liam sembari memegang rambutnya.


"Iya anak kecil."

__ADS_1


"Dasar si paling tua."


"Sudah Liam."


"Iya mom."


"Liam ingin ikut Jane syuting tidak?" tanya Mrs Kim.


"Lihat Jane syuting tan?"


"Iya."


"Jangan Anne, nanti Liam malah mengganggu Jane saat sedang syuting."


"Bukan mengganggu sih tan yang ada Liam malah cemburu saat Jane ada adegan dengan lawan mainnya," ucap Josh mengejek Liam.


"Aku tidak cemburu!!" Bantah Liam.


Josh tertawa "bohong."


"Benar, aku bukan tipe pria yang pencemburu."


"Baiklah, nanti ikut dengan Jane dan kalau kamu cemburu kamu harus mentraktirku sesuatu."


"Oke deal."


"Deal."


Liam lalu menjabat tangan Josh setelah kesepakatan mereka berdua disetujui oleh kedua belah pihak masing - masing. Mrs Robinson, Mrs Kim dan Jane hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya melihat tingkah mereka berdua serta kesepakatan yang telah mereka buat. Selesai makan siang Liam dan Josh langsung ikut Jane menuju lokasi syutingnya yang tempatnya tidak jauh dari restaurant tersebut. Josh sudah tidak sabar melihat kekalahan Liam sehingga dirinya bisa membeli barang yang dia inginkan menggunakan uang Liam, pokoknya harus memoroti Liam yang kaya raya itu. Liam merasa kagum dengan lokasi syuting tersebut karena tempatnya yang sangat indah dan ini baru pertama kalinya dia melihat syuting drakor secara live hanya menggunakan mata telanjangnya.


"Oyy Josh, siapa yang kamu bawa ini? dia terlihat sangat tampan," ucap salah satu staff disana.


"Wah wah adikmu sangat pintar memilih seorang kekasih rupanya," ucap staff itu dengan berbisik.


"Tentu saja."


Pak sutradara langsung menyela pembicaraan mereka berdua "dia bisa menjadi pemain figuran jika ingin."


"Sebentar, aku tanyakan terlebih dahulu kepada orang yang bersangkutan."


"Ya, ya cepat tanyakan!" desak pak sutradara


"Hei Li, kamu mau tidak jika menjadi pemain figuran hanya untuk beberapa menit saja?"


Liam terkejut "apa? aku jadi pemain figuran?"


"Iya, mau tidak?"


"Tetapi aku tidak bisa berakting di depan kamera."


"Halah tenang saja, nanti akan ada yang membantumu."


"Baiklah, tetapi hanya sebentar kan?"


"Iya."


"Bagaimana Josh?" tanya pak sutradara."

__ADS_1


"Dia mau."


Pak sutradara langsung tersenyum "yess baguslah, cepat antarkan dia ke bagian costume."


"Nanti ada persenan untukku kan?"


"Hahaha itu bisa diatur, kalau dia bisa berakting dengan sangat memuaskan aku akan memberikan persenan yang lebih banyak kepadamu."


"Nah begitu dong."


"Oppa!" teriak Jane sembari menghampirinya.


"Apa?"


"Tega sekali kamu menjual Liam."


"Aku tidak menjualnya, lagipula itu hanya syuting menjadi pemeran fifuran saja kok bukan yang aneh - aneh."


"Dasar kamu ini."


"Tolong dibantu ya Jane."


Jane menghela nafasnya "hah, baiklah."


Liam mendapat pemeran penjual buah bersama seorang pemeran figuran lainnya. Liam menahan rasa cemburunya saat dia melihat Jane beradegan mesra kepada lawan mainnya saat di depan kios buah yang sedang dia jaga. Liam kemudian melihat - lihat buah segar yang tersusun rapi di depannya untuk mengalihkan pandangannya dari Jane. Setelah Liam menyelesaikan bagiannya dia kemudian duduk di samping Josh.


"Bagimana?"


"Biasa saja."


"Tidak cemburu?"


"Tidak."


Jane kemudian menghampiri Liam "ini medali mu, lupa kebawa aku."


"Oh okay," ucap Liam mengambil medali tersebut dari tangan Jane.


"Ada apa heum?" tanya Jane sembari mengusap rambut Liam.


"Tidak ada apa - apa, aku hanya lelah."


"Beristirahatlah di sini, atau ingin di antar pulang?"


"Diantar pulang saja."


"Wah wah Liam kamu sangat hebat," ucap pak sutradara menghampiri Liam."


"Terima kasih."


"Kamu ingin bermain lagi tidak?"


"Sudah cukup, terima kasih pak."


"Okay tidak masalah."


"Ayo Pak Kang antarkan aku pulang," ucap Liam menghampiri Pak Kang.

__ADS_1


"Baik tuan muda."


__ADS_2