Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #352


__ADS_3

Setelah mendengar pengakuan dari Liam tersebut, Jane langsung mencium kembali bibir Liam dengan sangat ganas. Liam bahkan hampir saja merasa sangat kewalahan saat menghadapi nafsunya yang sudah mulai memuncak hingga ke atas bukit. Liam langsung melepaskannya dengan cara menenggelamkan dirinya sendiri ke dalam jacuzzi. Liam mengapung sembari melihat ke langit malam, sedangkan Jane berjalan ke pinggir untuk bersandar di tepi jacuzzi. Dalam batin Liam sejujurnya dia merasa sangat malu sekali mengungkapkan hal tersebut kepada Jane apalagi jika Jane nantinya berfikir bahwa dirinya mulai mencintai Jane setelah dia bisa memberikan seorang anak yang akan merupakan keturunannya.


Padahal Liam sudah merasa bahwa dia mencintai Jane jauh sebelum itu, mungkin lebih tepatnya saat Liam mendapatkan first kissnya dari Jane di kamarnya. Sejak saat itulah Liam mulai merasa sedikit sensitif dengan sentuhan Jane, padahal Liam dulunya hanya biasa - biasa saja ketika disentuh oleh Jane. Liam kemudian mendekati Jane dan langsung menggendongnya naik ke tepi jacuzii. Lalu setelah itu Liam menidurkan Jane di atas sofa rooftop. Jane yang mengetahui maksud dari suaminya itu hanya bisa pasrah karena dia tidak bisa mencegahnya saat nafsunya sudah berada di puncak.


Beberapa menit kemudian Liam duduk di bawah sofa tersebut sembari memperhatikan sebuah bekas hickey di leher Jane yang merupakan hasil karyanya sebagai tanda bahwa Jane sudah menjadi miliknya. Jane memggerakkan tangannya untuk mengusap rambut Liam yang sudah mulai lebat itu sembari berbincang sebentar dengannya. Jane merasa lelah namun rasanya juga sangat nikmat sekali, sedangkan Liam hanya duduk melamun memperhatikan leher jenjang Jane yang masih menggunakan kalung pemberiannya. Malam semakin larut dan mereka berdua masih asyik berbincang satu sama lain, akan tetapi setelah itu mereka berdua kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Keesokan harinya Jane terbangun di pelukan Liam dengan kondisi yang masih setengah t*lanjang karena perbuatannya semalam. Jane masih merasa malu saat mengingat kejadian semalam.


"Good morning baby girl," ucap Liam menatap Jane yang sedang merasa gelisah.


"Good morning hubby."


"Bagaimana tidurnya, apakah menjadi sangat nyenyak heum?"


"Tidak," ucap Jane menggelengkan kepalanya.


"Eh kenapa begitu? aku sangat buruk ya semalam?"


"Tidak hubby, justru kamu terlalu sangat baik jadinya aku yang susah tidur karena merasa gelisah."


"Gelisah kenapa sayang?"


"Terlalu keenakan serta rasanya jadi lebih ringan."


"Benarkah begitu?"


"Iya hubby."


Liam semakin erat memeluk tubuh mungil istrinya itu, dan setelah itu dia mencium pucuk kening istrinya.


"Jadi jalan - jalan pagi tidak heum?"


"Tunggu sebentar, aku akan memeriksa baby Ace apakah sudah bangun atau belum."


"Okay," ucapnya dan setelah itu dia memainkan handphone miliknya.


"Baby Ace belum bangun hubby, nanti saja ya?"


"Okay sayang, eh morning kiss ku mana?"


*Cup.* Jane mencium bibir Liam sekilas.


"Sudah hubby, kenapa setiap pagi setelah bangun tidur kamu suka sekali meminta morning kiss dariku?"


"Ya karena kamu istriku, masa aku meminta morning kiss kepada orang lain? nanti kamu pasti akan marah kepadaku."


"Ya jelaslah, masa kamu meminta morning kiss kepada orang lain padahal aku ini istrimu."

__ADS_1


"Nah kan, berarti aku tidak salah bukan?"


"Iya hubby tidak salah."


Liam mencubit hidung Jane.


"Istriku yang paling imut sekaligus menggemaskan, nanti kamu ingin sarapan dengan menu apa biar aku yang memasakkannya untukmu?"


"Aku ingin salad."


"Salad terus, memangnya kamu tidak merasa bosan heum?"


"Tidak, akhir - akhir ini aku sangat suka sekali memakan salad."


"Kenapa begitu? jangan bilang semua ini untuk diet."


Jane berfikir sejenak dan kemudian dia tersenyum.


"Hehe, bagaimana ya aku menjawabnya?"


"Nah kan sudah kuduga, kenapa diet - diet segala sih? kan baby Ace masih membutuhkan nutrisi darimu."


"Sayuran itu sangat bagus untuk bayi dan untuk kesehatan, jadi ya tidak salah."


"Iya benar tidak salah sayang, akan tetapi kamu juga harus memakan makanan lainnya yang bergizi terutama daging."


"Iya hubby."


"Iya deh iya."


Setelah perdebatan ringan di pagi hari itu Liam kemudian kembali tertidur, dan kali ini dia tertidur di pelukan Jane. Baru sebentar saja Liam sudah mendengkur hingga membuat Jane terkejut saat sedang memainkan handphone miliknya. Setelah itu dia mengusap pipi Liam dan sesekali dia mencium pipi Liam. 30 menit kemudian Jane pergi ke kamar baby Ace untuk memandikannya karena ternyata baby Ace sudah terbangun sejak tadi. Namun sebelum memandikannya, Jane menjemur baby Ace terlebih dahulu sembari menimangnya. Begitu selesai Jane lalu membangunkan Liam sembari menggendong baby Ace untuk menagih janjinya waktu itu. Mereka berdua langsung pergi keluar rumah untuk berjalan - jalan keliling desa. Untung saja cuacanya tidak terlalu panas, jadi mereka berdua bisa lebih enjoy berjalan - jalan keliling desa sembari berbincang.


"Desa ini sangat keren apalagi sawah nya yang membentang sangat luas dengan dikelilingi oleh sungai kecil," ucap Jane.


"Iya sayang, memang aku tidak salah pilih tanah untuk membangun rumah."


"Hubby sangat keren sekali."


"Pasti dong, suaminya siapa dulu?"


"Suaminya Jane hehe. Mmm kenapa tiba - tiba aku ingin pergi menengok anaknya Ricko, si Ibra ya?"


"Kalau kamu menginginkannya, mari kita pergi ke rumahnya karena kebetulan dia sedang tidak ada agenda apapun."


"Okay hubby."

__ADS_1


2 jam kemudian mereka berdua telah sampai dirumah setelah berjalan - jalan keliling desa. Liam lalu pergi ke dapur untuk memasakkan Jane sebuah sarapan seperti yang telah dia rencanakan tadi pagi.


"Jane, sarapannya sudah jadi!!" teriak Liam.


"Okay hubby."


Ting tong!! bel rumah mereka berdua berbunyi.


"Eh maaf telah menganggu kalian saat sedang sarapan," ucap Gita.


"Nah kebetulan sekali kalian berdua kemari, karena katanya Jane sedang ingin bertemu dengan kalian."


"Benarkah begitu?" tanya Ricko.


"Iya Ric, mari masuk."


"Iya terima kasih."


"Ingin minum apa? atau mau sekalian sarapan bersama?"


"Eh tidak perlu, tadi kami berdua sudah sarapan kok."


"Oh begitu."


"Lebih baik kamu lanjutkan saja sarapannya, kita berdua akan duduk disini untuk bersantai."


"Okay Ric."


Liam kembali ke ruang makan untuk melanjutkan sarapannya, sedangkan Ricko dengan Gita asyik berbincang di ruang tengah rumah Liam sembari menunggu mereka seleaai sarapan.


"Haii si kecil Liam junior," sapa Gita saat dia melihat Jane sedang menggendong baby Ace.


"Hai tante."


"Liam kemana Jane?" tanya Ricko.


"Oh Liam sedang mencuci piring."


"Oh begitu rupanya."


"Ibra sangat lucu sekali," ucap Jane duduk di sebelah Gita.


"Ace juga sangat lucu dan wajahnya sangat mirip sekali dengan Liam."


"Wajahnya boleh mirip Liam namun pipinya masih mirip dengan Jane," ucap Ricko.

__ADS_1


"Iya benar juga Jane," ucap Gita.


__ADS_2