Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #53


__ADS_3


Mrs Robinson kemudian memperlihatkan ekspresi marah kepada Liam yang kemudian membuat Liam takut dan akhirnya mau mengajak Jane pergi bermain skateboard bersama teman - temannya.


Dengan ekspresi pasrah "baiklah mom aku akan mengajaknya."


"Nah begitu dong, cepat Jane ikut dengan Liam."


Jane kemudian tersenyum "yeee asik, terima kasih tante cantik."


"Sama - sama cantik."


Kemudian Jane pergi dengan Liam menuju garasi rumahnya, setelah itu Liam memberikan skateboard miliknya kepada Jane untuk dia bawa dan menaiki motornya. Jane hanya diam dan mematung saja di sana, dia tidak kunjung naik di atas motor Liam.


Liam kemudian bertanya "kenapa tidak naik? Cepat naik!"


"Kenapa tidak pakai mobil kamu saja?"


"Parkirnya sulit, lebih enak pakai motor. Kamu tidak jadi ikut denganku?"


"Aku tetap ingin ikut."


"Ya sudah cepat naik, ini helm nya."


"Oke."


Jane kemudian memakai helm yang diberikan oleh Liam, lalu Jane naik di atas motor Liam tetapi Liam merasa ada yang kurang pas dengan Jane lalu Liam membalikkan setengah badannya menghadap ke arah Jane dan mengunci helm milik Jane "kalau pakai helm itu yang benar, dikunci seperti ini biar kalau terjadi apa - apa kepalanya sedikit aman dari benturan paham?"


Jane mengangguk "iya Liam."


"Pegang skateboard ku yang erat dan kuat jangan sampai jatuh!"


"Iya Liam iya."


Sebelum mengendarai motornya, Liam kemudian mengambil kedua tangan Jane lalu meletakannya di perutnya untuk berpegangan "kamu juga pegang yang erat biar tidak jatuh, nanti kalau kamu lecet aku yang dimarahi oleh mommy dan daddy."


"Iya Liam iya, ini pegangan ke kamu."


Liam mulai melajukan motornya menuju taman untuk bermain skateboard. Selama di perjalanan Jane hanya terdiam melihat suasana jalan saja, menoleh kesana kemari memperhatikan semua kendaraan yang berlalu lalang. Sesampainya di taman tersebut, Liam lalu turun dari motornya dan melepas helm yang dipakai olehnya. Setelah melepas helm yang dipakai olehnya, dia juga melepas helm yang di pakai oleh Jane. Terlihat rambut Jane yang berantakan dan Liam kemudian ikut membantu Jane merapikan rambutnya yang berantakan. Setelah itu Liam membawa skateboard miliknya dan berjalan ke arah Ricko bersama dengan Jane.


Liam kemudian menyapa Ricko "hai Ric, aku kira dengan anak - anak yang lain."


"Tidak kok aku hanya berdua dengan Gita saja, maka dari itu aku mengajakmu eh tapi untunglah kamu mengajak Jane."


"Dia yang memaksa untuk ikut."


"Oh begitu, syukurlah karena Gita sekarang ada temannya."


"Iya nih Liam, eh kalau dilihat - lihat kalian berdua cocok juga."


"Apaan sih Git, tidak cocok sama sekali kok."


"Cocok Liam, kalian berdua sering kesana kemari berdua terus."


"Tidak kok Git, itu tidak benar."


"Benar Jane hahaha."

__ADS_1


"Sudahlah, ayo Ric mulai saja main skateboard nya!"


"Oke let's go."


Liam dan Ricko mulai berjalan membawa skateboard nya masing - masing ke arena dan mulai asik main, sedangkan Jane dan Gita duduk di kursi taman melihat mereka berdua main skateboard sembari berbincang - bincang banyak hal.


"Eh Jane, aku dan Ricko sedang mempersiapkan pertunangan kita berdua."


Jane merasa terkejut "benarkah? wah selamat ya."


"Iya terima kasih, kalian berdua kapan menyusul kami?"


"Hahaha tidak, aku dan Liam tidak mungkin bisa menikah dan hidup bersama."


"Kenapa begitu?"


"Karena kami berdua sering bertengkar dan beradu mulut."


"Hei itu bisa diatasi jika kalian berdua sering menghabiskan waktu bersama, bahkan kami berdua dulu juga sering bertengkar."


"Benarkah?"


"Iya benar, kami sering bertengkar sewaktu SMA tetapi setelah lulus kuliah dia tiba - tiba sering mengajak aku berkencan dan setelah itu dia meminta aku untuk menjadi kekasihnya."


"Oh begitu. Eh aku ingin menanyakan sesuatu hal kepadamu."


"Apa itu?"


"Apa kamu tau seperti apa wanita yang bernama Nathalie?"


"Nathalie? aku belum pernah mendengar nama itu."


"Sepertinya tidak ada yang bernama Nathalie di SMA atau bahkan yang sedang dekat dengan Liam."


"Oh begitu, ya sudah."


"Kenapa tidak menanyakannya langsung dengan Liam? siapa tau itu temannya sewaktu di Australia."


"Liam pernah menceritakannya tetapi bagiku kurang memuaskan saja cerita tentang Nathalie itu, bahkan besok Liam akan menyusulnya ke New York."


"Benarkah? sabar ya, kalau memang kalian berdua berjodoh pasti kalian akan bersama."


"Hahaha aku tidak berharap begitu Gita."


"Hahaha tapi aku berharap begitu Jane, mau pergi mencari minuman atau mungkin camilan?"


"Boleh ayo."


"Bilang mereka berdua dulu, nanti aku takut kalau mereka akan mencari kita."


"Oke."


Mereka berdua berjalan menuju ke arah Liam dan Ricko, sesampainya di sana Gita langsung berkata kepada Ricko. "aku mau pergi mencari minum dengan Jane ya sayang?"


"Iya, ada uangnya?"


"Ada kok tenang saja."

__ADS_1


Ricko lalu menyenggol badan Liam menggunakan tangannya untuk memberikan kode kepada Liam, tetapi Liam tidak mengerti apa yang Ricko maksud.


"Apa Ric?"


"Tidak apa - apa nanti aku ingin berbicara kepadamu."


"Oke deh."


Liam dan Ricko hanya memandang Jane dan Gita yang mulai menjauh dari pandangan mereka karena ingin pergi membeli minuman dingin. Setelah itu Liam dan Ricko duduk menyingkir dan Ricko mulai membicarakan apa yang ingin dia bicarakan kepada Liam.


"Jadi bagaimana?"


"Bagaimana apanya Ric? katanya ingin berbicara kepadaku, tetapi kenapa kamu malah memberikan pertanyaan yang aku saja tidak mengerti pertanyaan tentang apa."


"Hehe sorry. To the point saja deh aku, kamu jadi menerima perjodohan itu kan?"


"Sudah aku bilang kan kalau aku dan Jane tidak menerimanya, eh maksud nya belum menerimanya."


"Kenapa sih kalian berdua itu sangat susah mengerti hati kalian masing - masing."


"Mengerti bagaimana sih?"


"Ya maksud aku, kalau dilihat - lihat kalian berdua itu sudah saling menyukai satu sama lain tetapi kalian berdua masih belum mengerti isi hati kalian masing - masing."


"Kami berdua hanya berteman saja dan mungkin bersahabat, tidak lebih dari itu."


"Sebenarnya tidak ada persahabatan antara pria dan wanita, percaya deh sama aku."


Liam kemudian berdiri dan mengambil skateboard miliknya "sudahlah, lebih baik kita main lagi."


"Di kasih tau malah begitu."


"Habisnya kamu ceramah terus sih. Eh ngomong - ngomong, kamu tidak cerita soal Jane kan kepada Dio dan Chicko?"


"Tidak kok aman, tenang saja."


"Baguslah kalau begitu."


Ricko merasa penasaran kenapa Liam bersikap seperti itu "memangnya kenapa sih Li?"


"Tidak apa - apa hanya untuk berjaga - jaga saja."


"Ayolah ceritakan kepadaku."


"Jadi begini, kamu ingat tidak dengan wanita yang dibuntuti oleh Dio dan Chicko waktu itu?"


Ricko berfikir sejenak "oh iya, kenapa?"


"Kamu tau tidak kalau sebenarnya wanita yang dibuntuti oleh mereka berdua itu sebenarnya adalah Jane."


"Benarkah?"


"Iya benar, maka dari itu aku tidak mau memberitahu mereka berdua tentang Jane."


"Oh begitu, baiklah pokoknya tetap kawal line!"


"Line?"

__ADS_1


"Iya, line itu Liam dan Jane hehe."


"Ihh aneh sekali."


__ADS_2