Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #60


__ADS_3


Dia dulu sangat bersemangat menyuruh Liam untuk pergi ke New York, tapi sekarang dia justru seperti menahan dan tidak ingin Liam untuk pergi New York. Selesai mencuci semua peralatan tersebut, Liam lalu pergi ke kamarnya untuk mandi. Saat hendak pergi ke rumah utama, tiba - tiba ada tukang yang menghampiri Liam. Tukang itu memang sengaja diperkerjakan untuk mengganti semua kunci di setiap unit tersebut.


"Bisakah anda menunggu sebentar sampai saya selesai mengganti kuncinya?"


"Lho memangnya ada apa pak?"


"Saya takutnya ada apa - apa atau sesuatu hal yang tidak diinginkan, anda mengerti maksud saya kan?"


"Tenang saja pak, unit ini aman kok tidak ada yang aneh - aneh di sini."


"Bukan itu, tapi saya takut jika ada barang anda yang hilang nanti saya yang disalahkan oleh pihak pemilik apartement apalagi katanya unit ini pemilik orang penting."


"Saya bukan orang penting kok pak, saya hanya pekerja biasa seperti bapak, saya akan menunggunya di sini."


Tukang itu mulai menyiapkan alat - alatnya "kalau boleh saya tau, pekerjaan anda apa?"


"Saya hanya karyawan di sebuah kantor kok pak."


"Itu berarti beda dong dengan saya hehe."


"Kita itu sama kok, sama - sama bekerja mencari nafkah yang halal untuk menghidupi keluarga."


"Iya anda benar."


Liam memperhatikan saat tukang itu memasang kunci di apartement miliknya "bapak sudah bekerja berapa tahun?"


"Sudah sekitar 10 tahun."


Liam menganggukkan kepalanya "oh begitu, berarti sudah sangat berpengalaman dong pak?"


"Ya bisa dibilang begitu. Sepertinya saya lihat usia anda telihat sama dengan anak sulung saya."


"Memangnya anak anda usia berapa tahun pak?"


"Usianya 23 tahun."


"Wah saya berarti lebih tua dong dari anak anda."


"Lho, memangnya anda berapa usianya?"


"Saya 25 tahun pak."


"Oh begitu."


Tiba - tiba ada seorang pria berbadan tinggi besar menghampiri Liam "permisi."


"Maaf anda siapa ya?"


"Saya Kang, bodyguard sekaligus supirnya nona Jane, tuan muda."


"Oh Pak Kang, ada apa?"


"Saya diminta oleh nona untuk mengambil sebuah flashdisk yang berada di atas meja."


"Oh sebentar ya pak Kang, pintunya sedang diperbaiki."


Pak tukang itu lalu menjawab ucapan Liam "tidak apa - apa kok kalau terburu - buru, anda bisa masuk."


"Benar pak tidak apa - apa?"


"Iya."


"Baiklah terima kasih. Sebentar ya pak saya akan mengambilnya."


"Baik tuan muda."

__ADS_1


"Permisi pak."


"Silahkan."


Liam kemudian berjalan masuk ke dalam kamar Jane dan mencari keberadaan flashdisk yang dia maksud. Liam mencari kesana kemari tetapi tidak menemukannya juga, dan akhirnya Liam menelepon Jane untuk mencari tau dimana dia meletakkan flashdisk miliknya tersebut. Beberapa menit setelah menelepon, akhirnya Liam mencari di tempa yang Jane sebutkan tadi sewaktu di telepon. Setelah flashdisk itu ketemu, Liam kemudian berjalan keluar apartement untuk menemui pak Kang dan memberikannya kepada pak Kang.


"Ini pak flashdisk yang Jane cari."


Pak Kang lalu menerima flashdisk tersebut "terima kasih tuan muda."


"Sama - sama pak, hati - hati di jalan."


Pak Kang mengangguk "baik tuan."


Pak Kang lalu melangkah pergi dari apartement untuk ke kantor Jane, setelah itu pak tukang yang tadi sedang mengganti kunci unit apartement Liam memberitahukan jika dia sudah selesai mengganti kuncinya dan tinggal memasukkan password "ini pintunya sudah selesai, tinggal proses memasukkan password nya yang belum."


Liam lalu menoleh ke arah pak tukang tersebut "oh baik pak, terima kasih banyak."


"Sama - sama, kalau begitu saya permisi dulu ya?"


"Oh baik pak, masih banyak unit yang harus diganti ya pak?"


"Iya."


Liam lalu mengambil uang dari saku celananya lalu uang tersebut diberikan kepada pak tukang itu "tolong di terima ya pak maaf hanya sedikit, salam untuk keluarga bapak."


"Wah, tidak perlu repot - repot mas."


"Tidak apa - apa pak tolong di terima."


Pak tukang itu lalu menerima uang tersebut "terima kasih ya mas, semoga selalu dilancarkan rezeki nya."


Liam tersenyum "amin, sama - sama pak."


Pak tukang itu lalu pergi menuju unit selanjutnya, sedangkan Liam melihat kunci pintu barunya dan langsung mengganti password unit apartement miliknya. Setelah itu Liam berjalan menuju basement mengambil motornya untuk pulang ke rumah utamanya. Liam lalu pergi mengendarai motornya dengan hati - hati. 45 menit kemudian Liam telah sampai di rumah utama lalu dia memarkirkan motor miliknya itu di garasi rumah. Setelah itu Liam masuk ke dalam rumahnya untuk menemui Mrs Robinson. Liam berteriak sembari melihat sekeliling ruangan rumahnya untuk mencari Mrs Robinson. Mendengar teriakan dari Liam yang memanggilnya, kemudian Mrs Robinson menghampiri Liam yang sedang mengambil minum di kulkas.


Liam lalu memeluk Mrs Robinson dan tertawa "hahaha sorry mom, aku hanya merindukan mommy."


Mrs Robinson merasa terheran "kamu sudah mulai manja dengan mommy heum?"


"Daddy ada di kantor mom?"


"Tadi pagi baru saja berangkat ke Australia, memangnya ada apa?"


"Tidak ada apa - apa kok mom. Eh kok mommy tidak ikut daddy pergi ke Australia?"


"Mommy sedang ingin berada di sini saja."


"Oh begitu."


"Sudah sarapan?"


"Sudah kok mom, Rosie sedang kuliah?"


"Iya, dia belum pulang. Kamu jadi pergi ke New York besok?"


"Jadi mom, eh mom aku boleh minta tolong tidak?"


Mrs Robinson lalu menghela nafasnya "pasti minta tolong untuk packing kan?"


Liam menggaruk rambutnya yang tidak gatal "hehe, mommy tau saja."


"Sampai kapan kamu akan meminta bantuan momny untuk packing barang - barang kamu?"


"Ya habisnya selalu saja ada barang yang tidak muat saat aku packing sendirian."


"Bukan kopernya yang tidak muat, tetapi kamunya yang tidak bisa, ya sudah ayo."

__ADS_1


"Asik, ayo mom."


Mrs Robinson dan Liam kemudian berjalan menaiki tangga menuju kamar Liam. Sesampainya di kamar, Mrs Robinson lalu duduk di ranjang Liam untuk menunggu Liam mengambil semua barang yang akan dia bawa ke New York, termasuk mengambil koper nya yang berada di atas lemari. Beberapa menit kemudian Liam menghampiri Mrs Robinson yang sedang bersantai menonton televisi di atas ranjang Liam dengan membawa semua barang perlengkapannya. Liam kemudian meletakkan barang - barang tersebut di atas karpet lantainya.


Mrs Robinson yang melihat hal tersebut lalu menegur Liam "jangan di letakkan diatas karpet, letakanlah di atas ranjang!"


"Kenapa mom?"


"Kotor, cepat pindahkan semuanya di sini."


Liam lalu mengambil barang perlengkapannya tersebut dan memindahkanya di atas ranjangnya "lalu sekarang bagaimana mom?"


"Sekarang coba kamu packing barang - barangmu sendiri, mommy akan melihatnya."


"Baik mom."


Liam kemudian mulai memasukkan barang - barangnya ke dalam kopernya, sedangkan Mrs Robinson hanya melihat Liam sembari menonton acara televisi kesukaannya. Tiba - tiba Mrs Robinson bertanya kepada Liam "bagaimana kencannya tadi malam?"


"Maksud mommy?"


"Mommy tau kalau tadi malam kamu dan Jane dinner bersama kan?"


"Kami berempat kok mom, ada Ricko dan Gita juga."


"Berarti double date dong?"


"Bukan begitu mom, kami hanya hangout biasa aja kok, bukan double date seperti yang mommy fikirkan."


"Benarkah?"


"Iya mom, pasti mommy di beri tau yang aneh - aneh oleh daddy kan?"


"Aneh - aneh bagaimana? daddy hanya memberitahu mommy jika kalian sedang dinner bersama alias double date."


"Sejak kapan dinner bersama bisa di katakan menjadi double date?"


"Sejak dulu, sejak zaman Romawi."


Liam tertawa "mommy sukanya mengada - ngada, pantas saja Rosie sifatnya seperti itu ternyata mommy yang mengajarkan kepadanya."


"Mommy memangnya mengajarkan apa kepada Rosie, selain hal kebaikan?"


"Mengajarkan dan menurunkan sifat suka mengada - ngada haha."


"Terserah."


"Sudah nih mom."


Mrs Robinson lalu memeriksa koper Liam "bukan begini caranya, ini tidak rapi."


"Perasaan ini sudah rapi."


Mrs Robinson kemudian membongkar semua koper milik Liam dan mulai merapikannya satu persatu. Liam hanya memperhatikan Mrs Robinson merapikan kopernya. Liam kemudian bertanya "mom, apakah mommy suka dengan Jane?"


"Maksud kamu?"


"Maksudnya apakah mommy sangat menginginkan Jane menjadi menantu mommy?"


"Tentu saja, kenapa kamu bertanya seperti itu?"


"Hanya bertanya saja. Bagaimana jika aku suatu saat memperkenalkan wanita lain kepada mommy sebagai calon menantu mommy?"


Mrs Robinson lalu terdiam sebentar "tidak apa - apa, coba saja perkenalkan pada mommy."


"Benar mom?"


Mrs Robinson mengangguk "nah sudah selesai, mommy akan pergi."

__ADS_1


"Oke mom, thank you."


__ADS_2