
Setelah itu Mr Kim pergi meninggalkan Liam sendirian di taman hotel. Liam itu terkadang sangat egois hingga terkadang membuat orang - orang disekitarnya merasa sangat jengkel kepadanya. Jadi mulai sekarang PR utama Liam adalah mencoba menghilangkan semua egonya serta rasa gengsi yang dimilikinya agar hubungannya dalam rumah tangga bisa langgeng dan awet sampai maut memisahkan. Liam terus meruntuki perbuatannya kepada Jane tadi dan dia juga sangat menyesal telah berbicara kasar kepada Jane karena kelepasan. Liam juga sangat berharap jika Jane masih bersedia menerimanya dan mau menikah dengannya setelah mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dari dirinya tadi. Liam kemudian berjalan - jalan menyusuri jalanan kota Seoul untuk menenangkan dirinya hingga tidak terasa dia sudah berjalan sangat jauh dari hotel milik keluarganya. Liam kemudian duduk di sebuah bangku taman karena langit mulai menjelang malam, apalagi sekarang dia tidak tau sedang berada dimana karena dia tersesat di kota itu bahkan handphone miliknya justru tertinggal di sebuah meja yang berada di rooftop hotel.
Disisi lain Jane yang sedari tadi sore menangis di kamar kemudian memutuskan untuk mandi setelah merasa agak tenang. Saat masih menggunakan bathrobe hotel Jane kemudian duduk di tepi ranjang sembari menghela nafasnya ketika melihat dua paper bag yang tadi dibuang oleh Liam. Dirinya tidak habis fikir mengapa permasalahan kecil tiba - tiba menjadi membesar hingga membuat keduanya saling berdebat satu sama lain menjelang persiapan pernikahannya. Sejujurnya Jane merasa geram dengan sikap gengsian yang dimiliki oleh calon suaminya itu. Menurutnya calon suaminya itu perlakuannya sudah sangat baik namun terkadang sifat egois serta gengsi yang dimilikinya membuat nilainya menjadi minus dimata Jane. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam namun Liam tak kunjung masuk ke kamarnya, padahal Jane sudah menunggunya di kamar dan sudah merasa rindu kepadanya.
Yah walaupun tadi Jane marah serta kecewa kepada Liam namun dirinya tidak sama sekali merasa benci kepadanya dan justru masih ingin tetap menikah dengannya. Jane kemudian mengirimkan pesan kepada Liam agar segera pulang namun tidak kunjung mendapatkan pesan jawaban darinya hingga membuatnya merasa khawatir kepadanya. Malam semakin larut dan batang hidung Liam tak kunjung terlihat. Jane terus menunggu Liam hingga dia ketiduran di atas ranjangnya. Keesokan harinya Jane meraba - raba ranjang yang berada di samping dan berharap Liam sudah tidur disampingnya namun ranjang itu kosong serta terasa dingin. Jane beranjak dari ranjangnya untuk mencari Liam dan bertanya mengenai Liam kepada setiap orang yang dia temui, tetapi mereka semua berkata bahwa tidak melihat Liam semenjak sore kemarin. Jane juga bertanya kepada Mr Kim mengingat dia adalah orang terakhir yang bersama Liam namun Mr Kim mengatakan setelah perbincangan kemarin dia tidak bertemu Liam kembali.
*Disisi lain*
"Lepaskan aku!!!" teriak Liam yang sedang diikat di sebuah bangku.
"Nope, kamu serahkan Jane terlebih dahulu kepadaku lalu kamu bisa pergi dengan selamat."
"Aku tidak akan menyerahkan Jane kepada pria b*jingan sepertimu," ucap Liam sembari tubuhnya meronta - ronta minta dilepaskan ikatannya.
Pria itu lalu tertawa "kamu itu juga pria b*jingan sama sepertiku, Liam."
"Kita ini tidak sama, Kyle."
"Aku dengar kakimu pernah lumpuh karena kecelakaan, bagaimana kalau aku akan membuat kakimu lumpuh kembali?" tanyanya di dekat telinga Liam.
"Kumohon jangan," ucap Liam memohon.
"Kenapa? takut Jane tidak mencintaimu lagi jika kamu tidak bisa berjalan seumur hidupmu heum?"
Liam mengangguk "aku akan memberimu uang berapapun yang kamu inginkan asalkan kamu bersedia melepaskan aku."
"Tidak seru jika aku langsung melepaskan kamu karena aku ingin bermain - main kepadamu."
"Apa yang akan kamu lakukan?"
__ADS_1
Kyle lalu memegang wajah Liam dengan kuat sampai Liam merintih kesakitan "ternyata wajahmu cukup tampan juga, pantas saja Jane langsung tertarik kepadamu saat pertama kali dia bertemu denganmu."
"Dia dahulu membenciku, dan mencintai dirimu namun karena kamu berselingkuh maka dia langsung membencimu."
"Bohong!! sejak awal dia selalu bercerita mengenaimu disetiap pertemuan kami hingga membuatku terasa sangat muak."
"Benarkah?"
"Ya tentu saja, jadi mari kita lihat apakah wajahmu masih tetap tampan saat pisau ini melakukan tugasnya," ucap Kyle sembari menyeringai.
Liam merasa ketakutan "to-tolong jangan lakukan itu kumohon."
Melihat Liam ketakutan, Kyle kemudian menggoreskan pisaunya ke wajah Liam sembari tertawa "upss, maaf tidak sengaja."
"Dasar pria sikopet," umpat Liam sembari neringis kesakitan.
"Cukup hentikan!! aku tidak ingin mendengarnya."
"Apa kamu takut jika kamu akan merasa iri denganku? oh ya aku sangat menyukai rasa strawberry dari bibirnya."
"Kurangajar, awas saja aku akan menghabisimu!!" ucap Liam sembari menahan rasa kesalnya.
Kyle terus membual tentang bagaimana apa yang mereka lakukan saat menjalin hubungan hanya untuk membuat dia merasa cemburu sehingga membatalkan pernikahannya. Saat Kyle sedang asyik bercerita, Liam justru mencari cara agar dia bisa terlepas dari gedung tua itu agar bisa kembali ke keluarganya dengan selamat sehingga bisa menggelar pernikahannya. Awal mula bagaimana Liam bisa disekap oleh Kyle di gedung tua karena saat Liam sedang tertidur di bangku taman tiba - tiba ada seseorang yang menyeretnya masuk ke dalam mobil. Sebenarnya Kyle memang sudah memantau Liam bahkan mengikuti dia kemanapun Liam pergi sejak Liam tiba di Korea Selatan. Malam mulai larut dan Kyle memutuskan untuk tertidur disana bersama kedua anak buahnya. Saat itu juga Liam beraksi dan memukul Kyle beserta anak buahnya itu dengan menggunakan balok kayu di sampingnya. Setelah semuanya pingsan Liam lalu kabur dari gedung tua itu dan meminta taxi untuk mengantarkannya ke villa milik keluarganya.
"Ya?" ucap Mrs Robinson sembari membukakan pintu.
"Mom," ucap Liam memelas.
Mrs Robinson terkejut melihat keadaan Liam apalagi ditambah dengan luka sayatan di wajah Liam.
__ADS_1
"Kamu kenapa? ayo sini masuk! Jonathan!!" ucap Mrs Robinson memanggil suaminya.
"Ada apa hon?"
"Lihat wajah putramu."
"Eh kenapa wajahmu itu?"
"Aku di sekap di gedung tua oleh orang yang tidak suka jika aku menikah dengan Jane."
Mr Robinson kemudian memanggil dokter dan setelah itu dia mengerahkan seluruh bodyguardnya untuk mencari orang yang berani melukai Liam. Jane langsung bergegas pergi ke villa Liam setelah diberitahu oleh Josh.
"Kamu tidak apa - apa? siapa yang berani melukai wajahmu?" tanya Jane cemas.
"K-Kyle."
"Dasar kurangajar." Jane langsung memberitahu informasi mengenai Kyle kepada Mr Robinson agar Kyle segera tertangkap.
"Mom, Liam ingin istirahat."
"Biar aku saja yang mengantarkan Liam ke kamarnya tan."
"Maaf soal kemarin," ucap Liam.
Jane langsung memeluk Liam "ssttt sudah jangan difikirkan lagi."
"Aku merindukanmu," ucap Liam saat menenggelamkan wajahnya di leher Jane.
"Mmmhh aku juga."
__ADS_1