Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #70


__ADS_3


Setelah perjalanan yang sangat panjang tersebut, Liam akhirnya telah sampai di New York. Saat sampai di bandara, Liam sudah di tunggu oleh orang suruhan Mr Robinson yang diminta untuk mengawal dan melayaninya selama dia tinggal di New York untuk seminggu ke depan. Liam yang merasa sangat lelah lalu mengikuti pengawalnya menuju mobil dan pengawalnya tersebut yang membawa semua barang bawaan Liam. Pengawalnya lalu memasukkan semua ransel dan koper Liam ke dalam bagasi mobil, kemudian pengawal tersebut mengendarai mobilnya menuju hotel milik keluarga Robinson. Sesampainya di depan hotel, pengawalnya lalu membangunkan Liam yang tertidur di kursi belakang selama perjalanan.


Karena Liam masih tidur dengan nyenyak, pengawal itu memutuskan untuk berjalan menuju bagasi mobil dan mengeluarkan semua barang bawaan milik Liam. Pengawalnya lalu mencoba membangunkan Liam kembali dan akhirnya Liam terbangun. Pengawalnya membawa semua barang Liam dan mengikuti Liam menuju lobby hotel. Karena hari itu banyak tamu yang check in dan check out, Liam lalu memutuskan untuk menunggu di lobby hotel sembari beristirahat sebentar. Liam sengaja ingin menunggu karena dia merasa tidak enak jika dia harus menyela antrian walaupun sebenarnya dia pemilik hotelnya. Dia juga masih kelelahan dan belum bisa fokus, jadi dia memutuskan beristirahat sebentar agar energinya pulih walaupun hanya sedikit.


Tiba - tiba ada seseorang yang menghampiri Liam di lobby "hello Mr Robinson, saya Anderson dan saya adalah general manager di hotel anda."


"Anda bisa memanggil saya dengan nama Liam saja."


GM itu lalu tersenyum "baik Mr Liam, kami sudah menyiapkan sebuah kamar dengan tipe park view king, seperti yang diminta oleh Mr Robinson."


"Baiklah, saya akan ke meja reservasi setelah ini untuk konfirmasi ulang."


"Tidak perlu Mr Liam, anda sudah bisa langsung menempati kamarnya dan saya yang akan mengantarkan langsung menuju kamar anda."


"Apa semua bellboy di hotel ini sedang sibuk, sehingga anda harus mengantarkan saya secara langsung?"


"Tidak Mr Liam, saya hanya ingin menyambut anda secara langsung karena anda adalah tamu VVIP di hotel ini."


Liam lalu berdiri "baiklah terserah anda saja karena saya sangat lelah."


"Baik Mr Liam, mari ikut saya."


Anderson lalu berjalan menuju lift hotel dengan diikuti oleh Liam dan pengawalnya yang sembari membawakan semua barang bawaan Liam. Mereka lalu menuju ke lantai 23 di hotel tersebut dan sesampainya di depan pintu kamar tersebut, Anderson lalu membuka pintunya dan masuk ke dalam kamar tersebut sembari menghidupkan semua lampu beserta membuka semua gorden yang berada di ruangan tersebut sesuai SOP hotel. Tidak lupa dia juga menghidupkan AC dan memeriksa semua ruangannya walaupun sebelumnya sudah di periksa oleh supervisor housekeeping setelah dibersihkan oleh room attendant. Setelah itu Anderson mempersilahkan Liam untuk masuk ke dalam kamarnya dengan diikuti oleh pengawalnya yang meletakkan barang bawaan Liam di dalam kamar Liam. Anderson lalu menjelaskan semua fasilitas yang berada di kamar tersebut.


"Baik Mr Liam, kamar ini memiliki pemandangan kota yang sangat indah sesuai dengan yang diminta oleh Mr Robinson waktu itu karena beliau berkata jika anda sangat menyukai sebuah kamar dengan jendela yang luas dan saya akan menjelaskan sedikit fasilitas yang berada di kamar anda."


Liam lalu menolaknya "tidak perlu, saya sudah mengetahui semuanya. Ada 2 tea, 2 coffe, 2 mineral water, 2 creamer, 2 brown sugar, and 4 sugar and it's free for guest. Apa saya harus menjelaskan lebih detail Mr Anderson?"


Mr Anderson tersenyum "tidak perlu Mr Liam."


Liam tertawa "sudahlah Mr Anderson, anda tidak perlu menjelaskan kepada saya karena saya juga diam - diam belajar tentang pengetahuan di setiap departement hotel seperti front office, housekeeping, food and beverages dan lain - lain bahkan kalau perlu saya juga bisa making bed kamar saya sendiri tanpa bantuan dari room attendant."


"Baik Mr Liam, saya meminta maaf."

__ADS_1


"Tidak apa - apa Mr Anderson, anda juga sedang menjalankan kewajiban anda."


"Apakah ada hal yang dibutuhkan lagi Mr Liam?"


"Sepertinya tidak, saya segera ingin beristirahat."


"Baik Mr Liam, tetapi kalau anda membutuhkan sesuatu bisa menghubungi saya atau tekan dial number yang sudah tersedia."


"Thank you Mr Anderson dan ini untuk anda," ucapnya sembari memberikan sebuah uang tip kepada Mr Anderson.


"Thank you Mr Liam, saya permisi."


"Ya silahkan "


Anderson lalu pergi meninggalkan Liam di kamarnya, sedangkan pengawalnya itu tetap berjaga di sana menunggu Liam dan setelah itu dia memperkenalkan dirinya sendiri "sorry Mr Liam, perkenalkan saya Alexander dan saya yang akan mengawal anda selama di New York."


"Okay, senang bertemu dengan anda Mr Alexander."


"Senang bertemu dengan anda juga Mr Liam. Selamat beristirahat dan jika anda membutuhkan sesuatu bisa menghubungi saya."


Setelah itu Liam menutup dan mengunci pintunya. Liam lalu pergi untuk memesan makanan dari restaurant hotel menggunakan telepon di kamarnya, dan setelah itu dia pergi untuk membersihkan badannya di bathroom. Sekitar 15 menit kemudian, Liam telah selesai mandi dan setelah itu dia berbaring di ranjangnya sembari menonton acara televisi. Saat sedang asik menonton acara televisi, tiba - tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya " tok tok tok, room service. " Liam lalu berjalan membuka pintu kamarnya, lalu pegawai hotel tersebut meletakkan pesanan Liam berada di atas meja. Setelah itu Liam mengambil handphone miliknya yang berada di ranselnya untuk mengabari Jane jika dia sudah sampai di New York sembari mengambil gambar dari hidangan yang dia pesan. Liam lalu menyantap hidangannya sembari vidio call bersama Jane karena Jane yang memintanya walaupun perbedaan waktu yang sangat jauh yaitu sekitar 12 jam dan pasti Jane sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya di kantor.


(On vidio call)


"Kamu baru saja sampai?" tanya Jane.


"Iya dan aku langsung memesan makanan karena sangat lapar sekali," ucapnya sembari mengunyah makanannya.


"Oh begitu."


"Kamu pasti sedang bekerja di kantor ya?"


Jane tersenyum "iya, memangnya kenapa?"


"Pasti aku sedang mengganggumu."

__ADS_1


"Tidak Liam, kebetulan hari ini aku juga sedikit senggang jadi bisa vidio call denganmu."


Liam lalu meninggalkan makanannya dan mengambil handphonenya. Dia berjalan menuju jendelanya dan memperlihatkan pemandangan kota pada malam hari kepada Jane "lihatlah aku mendapatkan kamar dengan pemandangan yang sangat indah, andai kamu berada di sini pasti sangat seru karena kita bisa menghabiskan malam dengan memandangi hiruk pikuk kota dari atas sini," ucapnya sedikit merasa sedih.


Jane yang mengetahui jika Liam merasa sedikit sedih, lalu dia berusaha menghiburnya "iya sangat indah Liam, kapan - kapan bagaimana kalau kita pergi ke New York bersama atau mungkin kita juga pergi ke Paris?"


Liam tersenyum "tentu saja, aku yang akan mengaturnya untukmu. Kita akan pergi ke New York dan Paris bersama atau bagaimana kalau kita berkeliling dunia saja?"


"Tidak Liam itu membutuhkan waktu yang sangat lama dan kamu juga harus bekerja, begitu juga denganku."


"Baiklah. Jane aku sangat merindukanmu sekarang."


"Aku juga merindukanmu Liam."


"Jadilah kekasihku Jane, dengan begitu kita bisa travelling keliling dunia bersama." Pinta Liam secara tiba - tiba.


Jane merasa terkejut "jangan bercanda Liam."


"Aku tidak sedang bercanda Jane, oh atau kamu menginginkan jika aku melamarmu untuk menjadi istriku?"


"Aku belum bisa menjawabnya sekarang Li, aku juga yakin jika kamu belum mampu berkomitmen untuk sebuah pernikahan."


"Aku sudah yakin Jane, lagipula berkomitmen untuk sebuah pernikahan terlihat sangat mudah dan aku juga sudah bisa dikatakan sebagai pria yang mapan untuk menghidupimu bahkan memanjakanmu dengan berbagai barang branded keinginanmu."


"Asalkan kamu tau jika kehidupan setelah pernikahan itu tidak mudah seperti kelihatannya dan itu juga tidak selalu tentang materi Liam."


"Baiklah terserah kamu saja, tetapi ingatlah satu hal jika aku akan selalu menunggumu untuk menjawab permintaanku itu bahkan jika suatu hari kamu tidak memilihku aku akan selalu menunggumu kalau perlu aku akan kembali memutuskan melajang seumur hidupku."


Jane menghela nafasnya "jangan begitu Li, kamu kan sudah berjanji kepadaku jika suatu saat kamu akan menikah dan tidak akan melajang seumur hidupmu."


"Aku tau Jane tetapi," ucapannya terpotong.


"Sudahlah Liam, lebih baik baik kamu beristirahat saja karena aku sedang tidak ingin berdebat denganmu."


"Baiklah."

__ADS_1


Notes: jangan lupa like fav episode ini ya, terima kasih.


__ADS_2