
Mrs Kim kemudian berjalan menemui suaminya dan memberitahunya bahwa putri kesayangannya tersebut ingin segera terbang ke Indonesia untuk menemui sang pujaan hatinya yang sedang terbaring koma di rumah sakit. Keluarga Kim langsung bersiap mengemasi barang - barangnya dan memasukkannya ke dalam koper, sedangkan Mr Kim langsung menghubungi pilot pribadinya untuk segera menyiapkan pesawat jet pribadinya karena keluarganya akan terbang ke Indonesia. Setelah semuanya siap mereka semua langsung pergi ke bandara dan menaiki pesawat jet pribadi. Jane terus menerus menangis di bahu Mrs Kim dan memikirkan bagaimana keadaan Liam sekarang. Jane takut jika dia tidak bisa bertemu lagi dengan Liam karena kondisinya yang seperti itu. Malam semakin larut hingga semua anggota keluarga Kim memutuskan untuk tidur terkecuali Jane yang masih menangis sembari memeluk Mrs Kim dari samping. Karena dia merasa tidak tega kepada putri kesayangannya tersebut Mrs Kim kemudian ikut begadang untuk menenangkan Jane.
Disisi lain Mrs Robinson sedang meminum teh hangat pemberian suaminya itu dan sekarang kondisi Mrs Robinson sudah jauh lebih tenang sembari menunggu kabar baik jika suatu saat Liam siuman dari koma. Mrs Robinson juga banyak berbincang - bincang kepada dokter mengenai perkembangan putranya tersebut. Mrs Robinson selalu berdoa kepada Tuhan mengenai kesembuhan putranya dan selalu meminta kepada Tuhan agar semua anggota keluarganya diberi umur yang panjang. Mrs Robinson menginginkan jika semua anggota keluarganya bisa berkumpul seperti sedia kala. Mrs Robinson juga menginginkan untuk dipertemukan kembali kepada putra sulungnya agar dia bisa memeluknya dengan sangat erat. Mrs Robinson melamun di sandaran bahu suaminya sembari membayangkan betapa bahagianya ketika suatu saat dia bisa berbincang dan berkumpul bersama suami serta ketiga anaknya. Namun sepertinya untuk saat ini itu hanyalah sebuah angan saja karena putra sulungnya entah berada dimana sekarang, sedangkan putra yang satunya sedang terbaring koma di ranjang rumah sakit, dan yang berada di genggamannya sekarang hanyalah putrinya yang sedang menuntut ilmu di sebuah unniversitas.
"Hon?" panggil Mr Robinson sembari menatap istrinya itu.
Mrs Robinson langsung tersadar dari lamunannya setelah mendengar panggilan suaminya "ada apa hon?"
"Kenapa melamun?"
"Tidak apa - apa."
"Ayolah katakanlah kepadaku apa penyebab kamu melamun seperti tadi."
"Aku hanya membayangkan betapa bahagianya keluarga kita saat semuanya bisa berkumpul bersama dan melupakan semua masalah ini."
"Oh."
"Kamu tidak ingin keluarga kita kembali harmonis seperti dulu?"
"Aku juga menginginkannya namun sepertinya sekarang sangat sulit untuk mewujudkannya."
Mrs Robinson memukul lengan suaminya "ah kamu ini, belum mencoba tetapi sudah menyerah."
__ADS_1
Mr Robinson tertawa "sudahlah hon lebih baik kita sekarang fokus atas kesembuhan Liam terlebih dahulu, lalu kita bisa berusaha mewujudkan keinginanmu itu."
"Kamu sudah meminta anak buahmu untuk menemukan dia?"
"Anak buahku kehilangan jejaknya, dan aku memintanya untuk menemukan dia bagaimanapun caranya karena itu semua demi kamu istriku yang cantik."
"Dih jangan gombal seperti anak muda, ingat kita ini sudah tua."
"Kan kamu yang tua, sedangkan aku masih muda."
"Iya hon iya, umurku selisih 2 tahun lebih tua darimu."
Mr Robinson kembali tertawa "aku belum merasa tua jika aku belum mempunyai cucu."
Begitulah perbincangan ringan mereka berdua yang mereka bicarakan sebagai pelipur lara dikala mereka berdua sedang menemani putranya yang tengah berjuang untuk hidup dari koma. Beberapa jam kemudian Jane telah tiba di Indonesia dan sekarang dia sedang pergi ke rumah sakit bersama kedua orang tuanya untuk menjenguk Liam. Jane bertanya kepada suster yang sedang berada di bagian receptionist dimana letak ruangan atas nama Liam Gerard Robinson. Suster itu kemudian menawarkan Jane untuk pergi bersamanya karena suster itu kebetulan yang ditugaskan untuk berjaga di ruangan Liam. Setelah bertemu dengan kedua orang tua Liam, Jane langsung bertanya kepada Mrs Robinson bagaimana keadaan Liam saat ini. Mrs Robinson mempersilahkan Jane untuk bertemu dengan Liam dan melihat kondisinya secara langsung. Sesampainya di dalam ruangan Liam, Jane lalu mengusap pipi Liam dan menatap dalam wajah Liam yang sedang tertidur dengan selang oksigen yang terpasang di hidungnya.
Hari demi hari berlalu dan Jane masih setia menemani Liam di rumah sakit bersama dengan anggota keluarga Liam. Sesekali Mr Kim atau Mrs Kim juga ikut menemani Jane dirumah sakit. Tiba - tiba saja pada hari itu kondisi Liam menjadi down dan dokter langsung memindahkan Liam ke dalam ICU. Semua anggota keluarga Liam termasuk Jane kembali menjadi tidak tenang dan terus berdoa kepada Tuhan untuk kesembuhan Liam. Dokter kemudian menghela nafasnya panjang dan menggelengkan kepalanya kepada suster yang ikut merawat Liam di ICU. 5 bulan telah berlalu dan Jane telah kembali ke Korea Selatan dan sedang sibuk menjalani pemotretan sebuah iklan. Saat jam makan siang Jane bertemu dengan Irene dan teman - temannya yang lain di sebuah cafe.
"Aku lihat sepertinya kamu sudah move on dari prince charming itu," ucap Irene meminum kopinya.
"Sepertinya aku tidak pernah bisa move on darinya?"
"Kenapa begitu?"
__ADS_1
"Entahlah, walaupun aku terbilang baru sebentar mengenalnya dibandingkan aku mengenal Kyle tetapi menurutku kenangannya lebih banyak bersamanya."
"Hayo kenangan apa sih?"
"Rahasia."
"Jangan - jangan kamu sedang mengandung anaknya ya?"
Jane merasa terkejut "astaga, sembarangan kalau berbicara."
"Habisnya kamu tidak memberitahuku sih."
"Aku tidak melakukan hal seperti itu kepadanya, lagipula kenangan yang aku maksud adalah kenangan saat kita bercanda ria bersama."
"Oh seperti itu."
"Kenapa kamu tidak cepat - cepat move on saja dan mencari penggantinya karena dia sekarang tidak sesempurna dulu," ucap salah satu teman Jane.
"Maksud kamu?" tanya Jane memicingkan matanya.
"Ya maksud aku dia itu sekarang tidak bisa berjalan normal seperti dulu, memangnya kamu mau mengurus pria seperti itu walaupun dia kaya raya?"
Jane langsung menggebrak meja "jangan sembarangan kalau berbicara, dia masih bisa sembuh karena itu hanya sementara."
__ADS_1
Irene langsung mengusap punggung Jane untuk menenangkannya "Jane, sudah ya jangan terpancing ucapannya yang bodoh itu."
"Ingat ya! aku tidak suka jika kamu merendahkannya hanya karena dia tidak bisa berjalan, kamu tidak berhak untuk berbicara seperti itu karena itu sangat tidak pantas untuk dibicarakan."