Chicken VS Kitten

Chicken VS Kitten
CknVSKtn #24


__ADS_3


Kemudian Liam melanjutkan berjalan menuju tempat parkir dan tiba - tiba ada seseorang yang menabraknya. Semua buku yang dibawa Liam pun jatuh berserakan di tanah. Dengan segera Liam memungut buku - buku nya dengan dibantu oleh perempuan tersebut sambil terisak. Liam yang mendengar isakan tangis perempuan tersebut pun lalu segera menghentikan aktivitas perempuan tersebut yang ikut membantunya memungut buku - buku nya dan perempuan tersebut langsung beralih melihat wajah Liam.


Liam yang melihat wajah perempuan tersebut pun seketika terkejut jika perempuan yang sedang menangis itu adalah Jane. Langsung tangan Liam mengeluarkan sebuah sapu tangan dari saku jacjetnya dan mengusap air mata Jane yang mengalir di pipi nya. Kemudian Liam menggandeng tangan Jane menuju kursi taman yang tidak jauh dari tempat tersebut. Liam pun bertanya kepada Jane apa yang terjadi kepadanya sehingga membuatnya menangis. Bukannya menjawab pertanyaan Liam, Jane malah semakin menangis yang membuat Liam tambah kebingungan, sehingga Liam memeluk Jane agar tidak membuat heboh jika orang lain mengetahuinya karena Jane menangis dengan sangat keras.


Kemudian Liam berusaha menenangkan Jane agar tidak menangis lagi "sudah cup cup jangan menangis lagi, malu dilihatin orang lain."


Jane terus menangis hingga membuat Liam semakin kewalahan karena tidak tahu caranya membuat Jane agar berhenti menangis. Setelah beberapa menit, Jane pun mulai mau menceritakan kejadian apa yang dialaminya walaupun masih sedikit terisak. Liam hanya diam mendengarkan cerita Jane sambil sesekali dia mengusap air mata Jane yang jatuh ketika dia bercerita. Jane bercerita bahwa dia diselingkuhi oleh Kyle pacarnya ketika dia ingin menemuinya di taman. Liam yang merasakan apa yang dirasakan oleh Jane karena dia dahulu juga mengalami hal yang sama, lalu memeluk Jane yang masih menangis dan menyuruhnya untuk menangis sekencang - kencangnya di pelukannya untuk mencurahkan isi hatinya. Setelah itu tangisan Jane pun sudah berhenti dan Liam melepaskan pelukannya. Liam yang merasa kasihan dengan Jane pun lalu menawarkan untuk mengantarkan Jane pulang kerumahnya tapi ditolak oleh Jane.


Liam merasa bingung dan kemudian bertanya kepada Jane "kenapa kamu tidak mau jika aku mengantarmu pulang ke rumahmu?"


Dengan masih terisak, Jane menolak tawaran Liam "tidak, aku tidak mau pulang ke rumah."


"Kenapa? nanti kakak mu mencarimu jika kamu tidak pulang kerumah. Terus kalau tidak mau pulang, kamu mau tidur dimana?"


"Tidak apa - apa aku bisa mencari tempat lain untuk tidur."


"Bahaya kalau kamu sendirian disini, lagipula ini sudah larut malam." Peringat Liam.


"Aku bisa kok menjaga diriku sendiri," ucap Jane berusaha meyakinkan.


(Hah) Liam pun menarik nafasnya dan tetap berusaha membujuk Jane agar mau diantarkan pulang olehnya.


"Ya sudah kalau kamu tidak mau pulang ke rumahku, kamu menginap saja di rumahku." Tawar Liam.


"Tidak mau, nanti aku malah merepotkanmu."

__ADS_1


"Terus maunya dimana?"


Jane menunjuk kursi yang tadi dia duduki dan berkata "disini saja."


"Hah apa? jangan aneh - aneh bahaya kalau kamu disini, nanti kalau datang orang jahat mau macam - macam sama kamu gimana? hah ya sudah mendingan kamu ikut aku saja kalau kamu tidak mau pulang ke rumahmu atau rumahku," ucap Liam sambil menarik pergelangan tangan Jane dan berjalan menuju tempat parkir.


Lalu Jane mengancam Liam jika dia masih bersikeras untuk mengantarnya pulang "hei lepaskan tanganku, aku mau dibawa kemana? awas aja kalau kamu berniat jahat kepadaku, akan ku potong kedua kakimu itu."


Liam berusaha meyakinkan Jane dengan berkata. "tenang saja aku tidak akan berbuat macam - macam kepadamu, lagipula aku tidak se brengsek itu."


"Hmm terserahlah."


Setelah sampai di tempat parkir, Liam melepaskan jacketnya dan dipakaikan kepada Jane agar tidak kedinginan. Lalu Liam mengendarai motornya menuju ke sebuah apartement yang ternyata apartement itu adalah milik Liam pribadi yang digunakan Liam untuk menenangkan dirinya atau saat dia membutuhkan ketenangan jiwa. Tentu saja semua orang termasuk keluarga Liam tidak mengetahui jika Liam memiliki apartement karena tujuannya memiliki apartement tersebut untuk menenangkan jiwanya ketika sedang ingin sendirian.


* Sesampainya di apartement *


Liam berkata "ini unit ku, dan kamar kamu di sebelah sana." Dengan menunjuk sebuah kamar.


"Terima kasih."


"Sama - sama, selamat istirahat tenangkan pikiranmu dan kamu bisa tinggal di sini untuk sementara waktu jika kamu masih tidak ingin pulang ke rumah. Tinggal disini lebih baik daripada kamu tidur di jalanan, itu sangat berbahaya."


"Iya iya aku sangat berterima kasih kepadamu Chicken. Apakah kau akan menemaniku disini?" tanya Jane.


"Ya karena ini sudah terlalu larut malam dan tidak memungkinkan aku untuk mengendarai motor ku jadi aku akan tidur disini semalam dan mungkin besoknya baru pulang ke rumah utama."


"Oh. Jika aku masih tidak ingin pulang ke rumah, apakah aku boleh tinggal disini untuk sementara?"

__ADS_1


"Boleh saja, kapan pun kamu mau. Tapi hubungi dulu keluargamu agar mereka tidak menghawatirkanmu."


"Baiklah, ya sudah aku akan tidur."


Liam berjalan masuk ke kamarnya dan berkata "eh tunggu."


Jane menghentikan langkahnya "ada apa?"


Liam masuk ke dalam wardrobe yang ada di kamarnya lalu mengambil sebuah kemeja putih miliknya dan kembali menuju ke ruang tengah. Kemeja putih itu lalu diberikan kepada Jane agar Jane bisa mengganti pakaian sebelum tidur karena Liam tidak memiliki piyama perempuan.


"Pakailah ini, maaf aku tidak memiliki piyama perempuan disini jadi pakailah ini sebagai gantinya karena tidak nyaman ketika tidur memakai pakaian yang sudah berjam - jam kamu pakai dan sudah terkena debu ketika tidur."


Mengambil baju dari tangan Liam "baiklah, terima kasih."


Liam pun hanya mengangguk tersenyum sambil melihat Jane yang melangkah pergi ke kamarnya. Setelah itu Liam pun ikut masuk ke dalam kamarnya dan mengganti pakaiannya. Liam baru teringat jika belum mengabari orang tuanya jika dia tidak akan pulang kerumah. Dengan segera Liam mengambil handphone nya dan menelepon mommy nya jika dia tidak akan pulang. Setelah menelepon mommy nya, Liam berdiri di balcon kamarnya dan melihat pemandangan malam hari dari lantai 32.


Karena Liam belum mengantuk dan kebetulan dia mendapat inspirasi, dia pun mengambil sebuah kanvas dan peralatan melukisnya. Liam mulai melukis pemandangan malam tersebut dengan santai sambil menikmati angin sepoi - sepoi yang berhembus di tubuhnya. Beberapa jam kemudian, Liam mulai mengantuk dan dia pun mengahiri kegiatan melukisnya walaupun lukisan itu belum selesai sepenuhnya. Lalu Liam memberekan peralatannya dan mengisi baterai handphonenya yang sebentar lagi akan habis. Setelah itu Liam mulai tidur terlelap.


* Keesokan harinya *


Jane terbangun dari tidurnya dan kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Saat Jane sedang di kamar mandi, terdengar suara ketukan pintu di kamarnya. Dengan segera Jane membuka pintu kamarnya yang ternyata adalah Liam yang sudah rapi dan wangi menggunakan setelan jas nya yang hendak berangkat ke kantor. Kemudian Liam menyerahkan sebuah paper bag yang berisi baju dan sepatu untuk dikenakan oleh Jane.


"Ini baju dan sepatu untuk kamu pakai, oh iya itu aku sudah membeli sarapan buat kamu di atas meja jangan lupa dimakan, dan jika kamu membutuhkan sesuatu hubungi saja aku atau karyawan disini untuk membantumu. Sekarang aku akan pergi ke kantor bye," ucap Liam sambil mengusap lembut rambut Jane.


Dengan senyuman di bibir Jane "oke bye, terima kasih ya."


Liam mengangguk "sama - sama."

__ADS_1


Setelah itu Liam pergi ke kantor dengan mengendarai motornya. Dengan hati - hati Liam mengendarai motornya sampai ke kantor. Sesampainya di kantor, Liam menyapa semua karyawan yang dia temui di area kantor. Walaupun Liam sedikit cuek, tapi cuek nya Liam hanya kepada orang asing yang baru dikenalnya. Tapi jika dengan orang yang dikenalnya, Liam masih mau menyapa karena Liam mempunyai sikap yang sopan. Setelah Liam duduk di kursi nya, datanglah Yunna sekretaris Liam yang selalu membacakan atau memberitahu Liam mengenai jadwal kegiatannya setiap pagi ketika Liam sudah memasuki ruangannya.


__ADS_2